Aku Seorang Janda Ustadz

Aku Seorang Janda Ustadz
bab 37 kebakaran di perusahaan Luthfi


__ADS_3

Sore harinya Rena dan Luthfi tengah menikmati sore hari di halaman pesantren yang di sana ada bangku dan meja.


Di bawah pohon yang rindang mereka menikmati sunset yang indah,


"Kau tau Rena, Senja itu mengajarkan pada kita kalau yang indah itu hanya sesaat" ucap Luthfi.


"Tapi Gus kau salah walaupun sebentar tapi senja berjanji akan kembali lagi berbeda dengan pelangi yang datang membawa keindahan namun dia tak pasti akan datang lagi" ucap Rena.


"Ya kau benar" ucap Luthfi.


"Oh ya Gus kapan kita akan pulang" tanya Rena.


"Entah bisa kah kita lebih lama di sini" ucap Luthfi.


"Tentu saja" ucap Rena.


"Terima kasih" ucap Luthfi.


Pagi hari nya di perusahaan Luthfi saat ini ada Mayang yang tengah melihat lihat perusahaan yang besar itu.


"Lakukan" ucap Mayang.


Anak buah Mayang langsung masuk ke dalam perusahaan dengan menyamar sebagai tukang servis AC karena akan mensabotase perusahaan Luthfi.


Mayang tersenyum dia merasa akan menang karena melakukan hal itu pada perusahaan putranya.


Orang yang menyamar itu berhasil di curigai oleh karyawan Luthfi dia langsung mendekat pada Kang service itu.


"Selamat siang pak" tanya Dimas karyawan Luthfi.


"Siang saya mau menservis AC" ucap Kang Service.


"Oh baiklah AC di dapur mau di copot dan di pindahkan ke ruangan Sekertaris" ucap Dimas.


"Baiklah aku akan pindahkan" ucap kang service yang langsung masuk ke dapur.


Dia melihat lihat ternyata dapur itu kosong tak ada orang di sana karena sekarang masih jam kerja.


Orang itu membuka AC yang menempel di dinding ruangan itu, dia langsung menyimpan nya di atas meja yang ada di sana.


Dengan cepat dia langsung menarik tabung gas yang ada di sana, dia melubangi selang pada tabung dan membuat gas itu bocor bahkan dia juga melakukan sabotase yang lain.


"Bagus" gumamnya.


Dia langsung keluar dari ruangan dapur dia masuk ke kamar sekertaris dan langsung memasang kembali AC itu pada tembok yang sudah di tandai oleh pihak perusahaan.


Kang service itu langsung pergi tanpa berpamitan bahkan dia juga tak meminta bayaran pada Dimas sebagai karyawan Luthfi yang di tugaskan untuk mengatur keuangan.


Mayang tersenyum saat melihat kang service yang menyamar itu keluar dan itu tandanya dia sudah melakukan tugas nya.


"Bagaimana" tanya Mayang.


"Beres" ucap Kang service itu.


Mayang mengambil uang satu gepok yang di balut amplop coklat, dia memberikan nya pada kang service itu tanpa ragu.


"Ambilah" ucap Mayang.


"Baiklah aku permisi" ucap Kang Service itu.


Setelah lama akhirnya Mayang pergi karena tak terjadi apa apa pada perusahaan itu, namun Mayang menugaskan anak buahnya untuk menunggu di sana.


Sedang kan di dalam perusahaan seorang karyawan tengah kelaparan dia ingin makan, dia langsung menuju ke arah dapur.


Untung saja di sana para karyawan bebas membuat makanan atau minuman sendiri karena Luthfi paham kalau para karyawan juga kebanyakan orang orang yang merantau dan mereka perlu uang untuk mereka transfer kan ke keluarga nya.


Jadi Luthfi membuat dapur yang bebas untuk di gunakan oleh siapa pun, termasuk ob yang bekerja di sana.


Dia mengambil mie instan yang ada di atas lemari yang menggantung di sana, dia mengambil panci dan mengisi nya dengan air yang lumayan banyak.


Dia memasukan mie pada air itu, dia menyalakan kompor tapi sayang percobaan pertama gagal karena gas tak hidup.


Dia langsung mencoba nya kembali karena dia sangat lapar.


Dughh


Gas itu meledak karena sabotase itu hingga menyebabkan karyawan itu mengalami luka bakar dan api yang masih terus menyala karena ada aliran listrik juga di sana.


para karyawan yang lain langsung panik mereka ingin melihat ke arah dapur namun api sudah mengkobar melahap ruangan dapur itu.


"Tadi ada Choki di dalam" sahut yang lain.


"Choki" teriak Karyawan yang lain.


"Kita bantu Choki" ucap yang lain.


Mereka membuka pintu itu namun sayang api malah semakin membesar, Choki selamat dia berbaring lemah dekat pintu dapur itu.


"Tolonggg"


"Tolongggg...... tolong...." teriak para Karyawan yang langsung mengambil air dan membantu memadamkan api yang masih membakar dapur.


Dimas yang mendengar langsung datang ke sana dia melihat kalau ada kebakaran hebat di sana dia berharap kalau api itu tak sampai ke ruangan kerja karena pasti akan banyak kerusakan nantinya.


"Ayo bantu padamkan" sahut Dimas yang takut Luthfi marah karena dia tak bisa menjaga amanah untuk menjaga perusahaan itu.


"Tolong" sahut yang lain.


Di arah luar ada anak buah Mayang yang tengah memantau dia langsung tersenyum karena ada berita bagus untuk dia berikan pada Nyonya nya itu.


📞📞

__ADS_1


"Nyonya kita berhasil" ucap anak buah Mayang.


"Bagus pantau terus" ucap Mayang.


"Baik Nyonya" ucapnya.


📞📞


Para karyawan panik mereka langsung mencari bantuan bahkan ada yang menelpon pemadam kebakaran karena api itu sangat sulit untuk padam.


Api sudah mulai merambat masuk ke dalam ruangan para karyawan yang ada di sana tapi untung nya karyawan di sana banyak jadi ada yang membantu memadamkan api dan ada juga yang mengumpul kan berkas berkas berharga.


Lama setelah pemadam kebakaran datang akhirnya api itu padam hanya dapur saja yang ludes terbakar untungnya tembokan hanya gosong saja tak sampai roboh.


Dimas cukup bersyukur karena hanya itu saja yang habis terbakar setidaknya kerugian tak akan menyampai hingga puluhan juta karena hanya dapur saja yang terbakar.


Choki yang punya luka bakar pun langsung di larikan ke rumah sakit karena takut nya luka itu akan parah.


Dimas menghela nafas nya kasar dia tak bisa berbuat apa apa lagi selain membicarakan hal itu pada Luthfi.


Dimas mengambil hpnya dan langsung menghubungi nomor Luthfi.


Sedangkan di pesantren saat ini Luthfi tengah mengajar para santri karena akan mengganti kan Adam lagi karena Luthfi kasihan pada Zia yang sedang hamil besar tapi bekerja sangat keras.


Drrtt Drtt


Luthfi melihat pada Hpnya yang menyala di sana di melihat ternyata yang menelpon itu adalah Dimas karyawan nya.


"Kenapa Dimas menghubungi aku" gumam Luthfi.


Luthfi mengangkat nya dia menempelkan hpnya pada telinga nya.


📞📞


"Assalamualaikum" ucap Luthfi.


"Waalaikum salam" ucap Dimas.


"Ada apa Dimas" tanya Luthfi.


"Tuan ada hal yang harus aku bicarakan" ucap Dimas.


"Apa" tanya Luthfi, dia melihat ada istrinya yang datang ke kelas itu hanya untuk mengabsen.


"Tuan perusahaan kebakaran" ucap Dimas yang membuat Luthfi terkejut bukan main dia tak percaya kalau perusahaan nya akan terbakar karena selama ini belum pernah terjadi.


"Apa" tanya Luthfi.


"Ada apa gus" tanya Rena yang panik karena suaminya itu seperti terkejut.


"Tuan maafkan saya" ucap Dimas.


"Ya baiklah" ucap Rena.


Luthfi mengangkat kembali hp nya itu dan menempelkan kembali pada telinga nya.


"Kenapa bisa terbakar" tanya Luthfi.


"Saya kurang tau tuan tapi tuan tenang saja karena saya sudah menyewa polisi untuk menyelidikinya" ucap Dimas.


"Apa ada korban" tanya Luthfi.


"Choki Tuan dia mengalami luka bakar yang sangat banyak" ucap Dimas.


"Bawa dia ke rumah sakit dan pantau dia aku akan tetap di sini sampai Idul Adha selesai" ucap Luthfi.


"Baiklah tuan" ucap Dimas.


📞📞


Rena mendekat pada Luthfi yang sekarang ada di luar kelas.


"Gus ada apa" tanya Rena.


"Tidak ada hanya ada kesalahan pada berkas" ucap Luthfi berbohong sebenarnya dia tak mau pulang ke kota dia terlanjur nyaman di Pesantren.


"Tapi kamu panik begitu" tanya Rena.


"Tak ada lah ayo aku mau ngajar lagi" ucap Luthfi berusaha untuk tenang.


Bagaimana mungkin Luthfi bisa tenang apa lagi ini menyangkut perusahaan dan karyawan nya dia tak mungkin bisa tenang, Dia jujur saja sangat gelisah membayangkan hal itu.


"Ya Alloh semoga saja tak ada korban, kenapa sangat mendadak sekali padahal kemarin gak pernah sampai kebakaran, apa ada yang mensabotase perusahaan" batin Luthfi hanya bengong saja.


"Gus" ucap Rena yang tak di gubris oleh Luthfi karena Luthfi sibuk pada pemikiran nya.


"Gus" ucap Rena sambil melambai kan tangannya di depan wajah Luthfi.


"Eh ya" tanya Luthfi yang langsung sadar dari pemikiran nya.


"Ada apa" tanya Rena.


"Tak ada, oh ya kamu mau apa" tanya Luthfi.


"Aku mau absen" ucap Rena.


"Oh ya ini yang tak masuk ada di sini" ucap Luthfi memberikan buku absen pada Rena.


Rena langsung menuliskan nya dia langsung pergi dari sana.


"Gus Luthfi kenapa ya" gumam Rena heran pada perubahan suaminya itu.

__ADS_1


Luthfi hanya diam saja dia tak bisa berpikir dengan jernih karena pikiran nya tengah ada di perusahaan nya.


"Bagaimana ini" gumam Luthfi.


Luthfi menghubungi lagi Dimas karyawan nya yang ada di perusahaan nya dia tak bisa tenang saat ini.


📞📞


"Bagaimana" tanya Luthfi.


"Kami sudah menyelidiki tuan sebelum kejadian itu ada kang Service datang dan memindahkan AC dari dapur ke ruangan sekertaris, mungkin dia pelakunya" ucap Dimas.


"Cari tau orang itu" titah Luthfi.


"Baik tuan saya akan usaha kan untuk mencarinya aku harap kita segera menemukan nya" ucap Dimas.


"Aku gak bisa pulang sekarang tapi insha Alloh aku akan pulang Beberapa hari lagi" ucap Luthfi.


"Ya tuan" ucap Dimas.


📞📞


Luthfi menaruh hpnya di atas meja dia terpikir pada Mayang yang tak lain adalah mamahnya.


"Apa mungkin ini ulah mamah" gumam Luthfi.


Sedangkan di perusahaan saat ini Dimas tengah melihat lihat polisi yang menyelidiki kebakaran itu.


Namun ada Mayang datang ke sana bersama dengan Nagita dan Herman suaminya.


"Ada apa ini" tanya Mayang.


"Baru saja perusahaan mengalami kebakaran Nyonya" ucap Dimas.


"Kenapa bisa kebakaran" tanya Mayang yang pura pura gak tau.


"Ada kendala pada kompor gas nyonya" ucap Dimas yang baru tau kalau kejadian itu dari kompor gas yang bocor.


"Kemana Luthfi" tanya Mayang.


"Tuan ada di Kampung Istri nya nyonya" ucap Dimas.


"Kemana dia ini gak bertanggung jawab sekali masa karyawan nya dalam kesusahan tapi dia gak ada, tak punya tanggung jawab sekali dia" ucap Mayang.


Dimas hanya tersenyum saja dia tak bisa menjawab lagi karena dia tau bagaimana hubungan antara Tuan Luthfi dan Mayang.


"Dia tak amanah sekali" geram Mayang.


"Nyonya katanya tuan akan datang lagi nanti setelah beberapa hari mungkin karena dia akan melaksanakan idul Adha di pesantren" ucap Dimas.


"Dia tak punya rasa tanggung jawab" ucap Mayang.


"Aku akan cari tau semua nya nanti setelah ada kabar aku akan beri tau kan pada tuan" ucap Dimas.


"Jika saja aku yang punya perusahaan ini mungkin aku akan bertanggung jawab saat ada masalah" ucap Mayang.


"Tante bagaimana kalau kita susul saja Luthfi ke Pesantren" ucap Nagita.


"Tidak kita tidak perlu ke sana lagi pula kata Karyawan nya dia akan datang beberapa hari lagi" ucap Herman.


"Sebaiknya kau diam saja" ucap Mayang pada suaminya.


"Aku hanya beri saran" ucap Herman.


"Sebaiknya diam" ucap Mayang.


"Ayo Tante kita pikirkan di luar" ucap Nagita sambil memegang tangan Mayang.


Mayang sangat suka dengan Nagita apa lagi Nagita adalah wanita yang sangat bo doh dan sangat pandai untuk di bohongi.


"Aku suka dia" batin Mayang.


Mereka masuk ke dalam mobil dan langsung pergi dari sana menuju ke cafe yang sudah mereka tentukan.


Sedangkan di pesantren Luthfi dia lupa kalau dia baru saja meninggal kan hpnya di kelas santri putri yang tadi dia ajari.


"Rena aku lupa meninggal kan hp di kelas santri putri" ucap Luthfi.


"Oh biar aku yang ambil" ucap Rena.


"Terima kasih" ucap Luthfi.


"tak apa" ucap Rena yang langsung berjalan ke arah kelas santri putri dia melihat kalau di sana ada para santri.


"Assalamualaikum" ucap Rena.


"Waalaikum salam" ucap para santri.


"Aku mau ambil hp Gus Luthfi" ucap Rena.


"Ya ambillah" ucap para santri.


Rena mengambil nya dia melihat kalau hp Luthfi menyala karena ada pesan yang masuk.


Rena membuka pesan itu dan ternyata dari Dimas.


{Tuan Kebakaran itu terjadi karena gas bocor}


{Saya sudah selidiki ternyata kang service itu bohong dia menyamar sebagai kang service, aku baru hubungi pihak kantornya}


Pesan dari Dimas yang Rena baca dia berpikir kalau Luthfi tengah menyembunyikan sesuatu dari nya.

__ADS_1


__ADS_2