
"Gladys..... Gladys.... Keluar kamu" Teriak seseorang yang ada di luar rumah Luthfi.
"Siapa itu" tanya Luthfi.
Mereka keluar guna melihat siapa orang itu, ternyata orang itu adalah Mayang yang sedang berteriak memanggil nama Gladys.
Satu hal yang paling Gladys takutkan dia takut mamahnya marah dan menghukum nya.
"Kak aku takut" ucap Gladys memegang erat tangan Rena.
"Biar aku yang ngadepin dia" ucap Luthfi yang langsung keluar dari rumah.
Mayang tersenyum saat melihat Luthfi keluar, Mayang sangat licik dia menyewa wartawan untuk membeberkan berita ini.
Tanpa di sangka Mayang langsung bersujud di hadapan Luthfi hal itu tentu saja membuat Luthfi terkejut karena baru kali ini Mayang melakukan itu.
"Tolong kembalikan Gladys" ucap Mayang.
"Anda sakit" tanya Luthfi.
"Aku mohon kembali kan putriku" ucap Mayang.
"Hahahah berdirilah aku gak suka drama" ucap Luthfi.
Mayang menatap pada wartawan yang dia suruh untuk mengambil gambar dan menyebar berita.
Wartawan itu mengangkat jempol nya, Mayang tersenyum menang karena bisa membuat Luthfi buruk.
Mayang bangun dia langsung masuk ke dalam rumah dia tanpa merasa bersalah dia langsung masuk ke dalam.
Mayang melihat pada Gladys yang sekarang sedang bersama dengan Rena di sana.
"Ayo pulang ngapain ada di sini" geram Mayang yang langsung menarik Gladys untuk pergi dari sana.
"Mah aku gak mau pulang aku mau di sini" ucap Gladys.
"Bagus, kau mau mempermalukan aku ya aku gak sangka kau seperti ini Gladys ayo pulang jangan membuat aku malu" geram Mayang.
"Aku gak mau pulang" ucap Gladys.
"Aku akan tanggung jawab atas kehidupan Gladys" ucap Luthfi yang menghentikan aksi Mayang menarik Gladys.
"Apa kau pikir aku sudah gak mampu ya, Luthfi aku masih mampu membiayai Gladys" ucap Mayang.
"Kau mampu dalam urusan uang hanya saja kau tak mampu dalam urusan menyayangi Gladys" ucap Luthfi.
"Berani sekali kau berkata begitu, Gladys ayo pulang" ucap Mayang membentak sambil menarik Gladys.
"Mah aku gak mau ikut sama mamah aku gak suka sama mamah, aku takut di siksa oleh mamah" ucap Gladys.
"Bantah terus" Kesal Mayang.
"Aku gak mau sama mamah" ucap Gladys.
"Mamah gak perduli kamu ikut mamah" geram Mayang.
"Aku gak mau" protes Gladys.
Luthfi menarik tangan mamahnya yang memegang Gladys.
__ADS_1
"Pulang lah mah aku janji akan menjaga Gladys" ucap Luthfi.
"Mamah ga perduli Mamah mau Gladys ikut" ucap Mayang.
"Aku gak mau" ucap Gladys.
"Rena bawa Gladys masuk kamar" ucap Luthfi.
"Ya Gus" ucap Rena.
Saat ini kondisi nya sedang genting andai saja kalau Gladys tak hamil mungkin Luthfi gak akan senekat itu menjaga Gladys sampai sampai mengusir mamahnya.
"Pulang lah Gladys aman di sini, aku akan ajarkan agama padanya biar dia punya malu dan punya adab" ucap Luthfi.
"Kau pikir Gladys tak punya adab" geram Mayang.
"Ya sama seperti kau dan suami mu itu" ucap Luthfi.
"Berani sekali kau" geram Mayang.
Plak
Mayang menampar Luthfi, namun tamparan itu tak membuat Luthfi merasakan apa apa.
Setidaknya Luthfi merasakan feedback untuk nya, Luthfi menganggap kalau tamparan itu tak akan sebanding dengan rasa sakit nya seorang ibu saat melahirkan seorang anak.
Luthfi malah ingin jika merasakan di hukum oleh seorang ibu, karena dahulu Luthfi tak terlalu dekat dengan ibunya.
"Usia ku 28 tahun tapi kau baru memberikan aku kasih sayang mu sekarang" ucap Luthfi.
"Aku gak suka kalau kau ikut campur" ucap Mayang.
"Haram bagi ku untuk memberikan hukuman pada mu" ucap Mayang.
Mayang langsung ingat pada ucapan tuan Yasir dahulu saat Luthfi masih kecil.
Flash back onn
Mayang saat itu marah karena Luthfi baru saja memecahkan pas bunga yang baru dia beli.
"Luthfi awas ya mamah hukum" ucap Mayang mengejar Luthfi kecil yang berlari menghindari mamahnya itu.
"Maaf mah" teriak Luthfi kecil tertawa padahal dia baru saja melakukan kesalahan.
"Sini Luthfi" ucap Mayang yang akan memukul Luthfi.
Tuan Yasir memegang tangan nya.
"Mayang aku Haram kan tangan mu untuk menghukum Luthfi, aku tak akan biarkan tangan mu menghukum Luthfi" ucap tuan Yasir yang terngiang ngiang di benak Mayang.
Flash back off.
Mayang langsung pergi dari sana meninggal Luthfi dan Membiarkan Gladys di sana.
Sekarang Mayang selalu ingat pada tuan Yasir suaminya dahulu, ini lah yang Mayang takut kan dia Takut tak bisa mengendalikan diri saat berhadapan dengan Luthfi.
Dia selalu mengingat pada kenangan suaminya dahulu jika melihat Luthfi.
"Kenapa aku selemah ini" gumam Mayang.
__ADS_1
Mayang langsung pergi dari sana meninggal kan rumah Luthfi, bahkan dia juga tak memikirkan lagi Gladys yang masih ada di sana.
Luthfi hanya diam saja dia sangat tak menyangka kalau mamahnya itu akan menampar nya,
"Mah aku lebih suka di hukum oleh mu dari pada di beri kasih sayang tapi tak tulus" gumam Luthfi.
Rena dan Gladys mendekat pada Luthfi yang sekarang ada di ruang tamu.
"Gus kau tak apa" tanya Rena.
"Tidak" ucap Luthfi.
"Permisi" ucap seorang laki laki yang datang ke sana.
"Ya" tanya Luthfi.
"Pak ini ada paket" ucap kang paket itu.
"Oh" ucap Luthfi yang langsung mendatangi buku itu.
"Terima kasih" ucap Luthfi.
"Baiklah saya permisi" ucapnya.
Luthfi membuka isi paket itu ternyata isinya sidik jari yang Luthfi minta pada polisi, dan yang paling Luthfi kaget kan adalah sidik jari itu cocok dengan sidik jari yang Luthfi berikan pada Polisi itu.
"Aku benarkan" ucap Luthfi.
"Ada apa Gus" tanya Rena.
"Tak ada oh ya kalian lanjut makan aku ada pekerjaan sebentar" ucap Luthfi terburu buru dan langsung pergi dari sana menuju ke arah luar.
Ternyata Luthfi membawa mobil nya dan melaju ke arah jalanan.
"Mau ke mana Gus Luthfi" gumam Rena.
Rena tak menyangka kalau kehidupan suaminya akan serumit ini, Rena tak sanggup melihat hal ini dia sangat kasihan pada suaminya namun dia juga tak bisa melakukan apa apa.
"Ya Alloh semoga masalah ini cepat selesai" batin Rena.
Sedangkan Luthfi saat ini dia langsung menuju ke arah perusahaan nya dia lupa kalau ada yang harus dia pindahkan sekarang.
Dari sini dia paham kalau Mayang ternyata bukan manusia dia hanya ingin harta, Hati Mayang hanya di penuhi dengan keserakahan dan pikiran nya yang hanya memikirkan uang saja.
Luthfi sampai di perusahaan dia langsung menuju ke arah ruangan nya dia akan membatalkan sebuah berkas yang sudah dia ajukan Beberapa hari kemarin.
Luthfi langsung membuka brangkas yang ada di ruangan nya dia melihat kalau surat itu masih ada di sana, hanya tinggal tanda tangan Luthfi dan surat itu akan resmi.
Luthfi membaca isi detail dari surat itu, di sana tertulis kalau Luthfi akan memberi kan seperempat Hartanya untuk Mayang, namun sekarang Luthfi salah dia membatalkan rencana nya itu.
"Lebih baik kalau aku berikan harta ini pada Anak nya Gladys, aku tak akan ikhlas jika ini di ambil mamah, aku pikir kau akan berubah mah tapi sayang aku berharap pada orang yang tak tau berterima kasih" ucap Luthfi.
Luthfi menyobek berkas itu, dia menyobek sampai jadi kecil kecil tak lupa Luthfi juga membakar berkas itu.
"Aku akan pertahan kan harta ini" gumam Luthfi.
api melahap berkas yang sudah kecil kecil itu, Luthfi merasa lega karena dia tak melakukan kesalahan.
"Ya Alloh aku sangat berterima kasih karena kau memperlihatkan sikap seseorang pada ku sebelum aku melakukan kesalahan besar nanti nya" gumam Luthfi.
__ADS_1