Aku Seorang Janda Ustadz

Aku Seorang Janda Ustadz
bab 49 Kedatangan Nagita


__ADS_3

"Luthfi..... Luthfi...." teriak seseorang yang terdengar di ruang tamu ruang Luthfi.


"Siapa itu" tanya Luthfi.


Luthfi dan Rena turun dari musholla untuk melihat siapa yang memanggil nya itu, ternyata yang datang adalah Nagita dengan keadaan yang tengah mabuk berat.


Nagita tersenyum melihat pada Luthfi yang sedang berdiri di sana, tanpa Luthfi sangka Nagita akan mendekat ke arah nya.


Untung nya Luthfi menyadari hal itu dia langsung mundur dan bersembunyi di balik tubuh istrinya, jadi Nagita tak jadi memeluk nya.


"Astaga Dokter seperti apa dia yang mabuk berat seperti ini" ucap Luthfi.


"Gus, Lihat dokter Nagita sangat menakutkan" ucap Rena menatap pada Nagita yang tertawa cekikikan sendirian.


Revan yang mendengar ada keributan itu pun langsung datang ke sana dia melihat kalau ada Nagita yang sekarang tengah tertawa cekikikan.


"Tuan apa dia turunan hantu malam" ucap Revan.


"Hahahah Luthfi aku sudah lama tak melihat mu" ucap Nagita yang akan mendekat pada Luthfi namun Luthfi berlari menuju ke arah Revan yang ada di sana.


"Aaaa" teriak Revan saat Nagita memeluk nya dengan sangat erat.


"Revan lepaskan saja pelukan nya" ucap Luthfi.


"Tuan bagaimana ini" ucap Revan seperti ketakutan mendapati Nagita yang sekarang memeluk nya.


"Luthfi aku sangat merindukanmu" ucap Nagita yang akan menci um bibir Revan untung saja Revan tinggi dari pada Nagita jadi Nagita tak bisa meraihnya.


Bi Cici datang ke sana dia mendengar suara Revan yang terus berteriak.


"Ada apa Revan" ucap bi cici terkejut saat melihat ada seorang wanita yang memeluk ponakan nya itu.


"Revan berani sekali kau membawa seorang wanita ke rumah tuan, kau juga tak tau malu berpelukan di hadapan ku dan tuan" geram Bi Cici yang langsung mengambil air bekas pel yang ada di sana.


Byurr


Air kotor itu membasahi Revan dan Nagita.


"Bibi" Ucap Revan menatap baju nya yang kotor karena air bekas pel.


"Berani sekali kamu membawa wanita" geram Bi Cici.


"Bi, Bibi salah paham dia Nagita" ucap Luthfi.


"Astaga benarkah itu Nagita yang sering bersama nyonya besar" tanya bi Cici yang langsung memastikan itu sendiri.


"Ya dia Nagita" ucap Luthfi.


"Tuan maafkan Bibi" ucap Bi Cici merasa bersalah.


"Tak apa seperti nya dia mabuk" ucap Luthfi.


"Tuan bagaimana ini" tanya Revan.


"Apa dia pingsan" tanya Luthfi.


"Mungkin dia tertidur" ucap Revan.


"Argh menyusahkan saja wanita ini" ucap Luthfi.


"Biar aku yang bantu membaringkan dia" ucap Rena yang sejak tadi hanya diam saja karena tak menyangka kalau Nagita akan seperti itu.


"Hati hati Non" ucap Revan.


BI Cici ikut membantu dia merasa bersalah karena sudah mengguyur Nagita dan Revan dengan air bekas pel.


Rena menatap pada Nagita yang tertidur di atas Sofa.


"Gus dia sangat terobsesi pada mu, dia cantik, pintar juga, dia seorang dokter Gus, kalau kamu mau padanya aku tak apa aku bisa ngalah" ucap Rena yang langsung pergi dari sana menuju ke arah kamarnya.


Luthfi heran pada istri nya yang bereaksi seperti itu, bahkan Luthfi tak tau kalau Nagita akan melakukan itu.


"Rena" ucap Luthfi namun Rena sudah masuk ke dalam kamarnya.


Luthfi marah pada Nagita dia ingin mengusir saja Nagita dari sana.


"Revan tolong panggil kan satpam antarkan dia ke apartemen nya" ucap Luthfi.


"Baik tuan" ucap Revan.


Luthfi berjalan menuju ke arah kamar nya yang ada di atas, sesuai dugaan Rena mengunci pintu kamar nya.


Luthfi tak bisa marah dia mencoba mengetuk pintu beberapa kali.


Luthfi sangka dia akan tidur di luar karena Rena mengunci pintu nya, tapi Rena dengan cepat membuka pintu nya.

__ADS_1


"Rena kamu kenapa" tanya Luthfi.


"Aku gak papa" ucap Rena tersenyum.


"Oh baik lah, ayo kita sholat isya" ucap Luthfi.


"Ya ayo" ucap Rena.


Rena sangat takut kalau Luthfi suka pada orang lain, sekarang saja Nagita senekat itu apa lagi nanti.


"Kalau memang berjodoh aku harap tak akan ada orang yang akan datang untuk merusak rumah tangga aku dan Gus Luthfi, tetapi kalau tak berjodoh, masa sih bukan jodoh" gumam Rena.


Setelah selesai melaksanakan sholat isya Luthfi langsung tadarus dia membuka Al Qur'an surat Al A'raf.


"Kamu gak akan tadarusan" tanya Luthfi.


"Ya mau sekarang aku ambil dulu Al Qur'an nya" ucap Rena.


Luthfi heran kenapa Rena ingin mengambil Al Qur'an sedang kan Al Qur'an nya ada di tangannya.


"Sayang Al Qur'an nya ada di tangan kamu" ucap Luthfi pada Rena yang kebingungan mencari Al Qur'an.


"Astaghfirullah aku lupa" ucap Rena.


"Ayo kita tadarusan bersama" ucap Luthfi.


"Ya" ucap Rena.


Setelah selesai Luthfi menatap pada istri nya itu.


"Ada masalah apa ayo cerita pada ku" tanya Luthfi.


"Seburuk ini kah aku Gus, aku malu kalau harus bersanding dengan mu, Gus lihat semua orang suka pada mu mereka cantik, pintar, dan mereka anak sekolahan sedangkan aku" ucap Rena.


"Kamu ini bicara apa aku sayang pada mu itu tulus, Rena berapa banyak wanita yang akan datang aku gak akan pernah tertarik pada mereka, aku sayang pada mu" ucap Luthfi.


"Tapi Gus aku yang insecure" ucap Rena.


"Alloh menciptakan kamu selama sembilan bulan dalam kandungan tapi kamu bilang insecure, Rena jangan jadikan masalah ini sebagai kelemahan kamu justru jadikan ini sebagai kekuatan kamu, kamu punya aku Rena" ucap Luthfi.


"Bagaimana kalau kita bukan jodoh" tanya Rena.


"Jika kita tak berjodoh maka tak apa tapi aku mau kita di pisah kan dengan kematian bukan dengan orang ketiga" ucap Luthfi.


"Kalau aku mati apa kau akan menikah lagi" tanya Rena.


"Aku gak akan menikah lagi, aku janji" ucap Luthfi.


"Aku juga gak akan menikah lagi" ucap Rena.


"Kenapa begitu, Rena saat aku meninggal nanti kau pasti masih sangat muda kenapa tak mau menikah lagi" ucap Luthfi.


"Aku gak mau menduakan orang yang sedang aku jaga sekarang" ucap Rena.


"Aku pegang janji mu" ucap Luthfi memeluk istrinya itu.


"Gus mau makan" tanya Rena.


"Ayo makan" ucap Luthfi.


Sedangkan di tempat lain saat ini Mayang tengah menatap pada jendela yang menampakan malam yang indah bertabur bintang bintang.


Mayang ingat pada masa lalu nya yang dahulu sangat bahagia.


"Kenapa aku jadi menyesal melakukan ini, aku lebih memilih parasit dari pada Mas Yasir yang sudah berjuang demi aku dan Luthfi" gumam Mayang menggigit sedikit jarinya.


Flash back onn


Mayang baru saja melahirkan namun kehidupan dia kota sangat hedon, bersama dengan teman barunya.


Mayang menyewa baby sitter untuk menjaga Luthfi, hal itu adalah rekomendasi dari teman teman sosialitanya.


Sebenarnya Tuan Yasir tak mengijinkan hal itu karena dia ingin Mayang lah yang menjaga putranya, tetapi karena rasa cinta yang sangat besar Tuan Yasir mengijinkan hal itu.


Di sebuah Cafe yang sangat mewah Mayang tengah bersama dengan teman teman nya.


"Mayang suami kamu seperti nya sangat sayang pada mu" ucap Naina teman Mayang.


"Ya aku lihat dia sangat royal pada mu" ucap Rosa.


"Ah biasa saja justru dia jarang pulang" ucap Mayang.


"Kenapa jarang pulang" tanya Naina.


"Dia sibuk kerja malas sekali aku di rumah sendirian apa lagi anak ku sering nangis" ucap Mayang.

__ADS_1


"Ya gak heran karena anak sekecil itu pasti sering nangis" ucap Naina.


"Bagaimana kalau kamu cari gigolo saja" ucap Rosa.


"Gigolo apa itu" tanya Mayang.


"Laki laki pemuas" ucap Rosa.


Mayang tak berpikir seperti itu, namun tiap hari teman teman nya sering membawa laki laki setiap mereka bertemu.


Hingga hal itu Mayang semakin tertarik dan mulai mencoba coba hingga dia menyewa gigolo yang tak lain adalah Herman.


Semakin lama Mayang malah sayang pada Herman mereka semakin dekat dan berani mengungkap scandal mereka pada tuan Yasir hingga membuat tuan Yasir kepikiran dan mengalami kecelakaan.


Hal itu berimbas pada Luthfi yang semakin tak punya kasih sayang dari siapa pun apa lagi setelah itu pengasuh nya meninggal dunia karena sudah tua.


Untung nya Luthfi mempunyai teman yang merekomendasikan pesantren Abah untuk Luthfi sekolah di sana.


Hingga akhirnya dia sekolah SMP dan SMA di pesantren hanya saja saat kuliah Luthfi ke luar negeri, dia di sekolah kan oleh mamahnya.


Setelah sukses Luthfi datang lagi ke pesantren dia di berikan pekerjaan oleh Abah untuk menjadi pengawas.


Hal itu lah yang membuat Mayang marah Luthfi malah menjadi penjaga di pesantren padahal dia lulusan serjana.


Mayang mau Luthfi mengelola perusahaan Tuan Yasir rencana itu Mayang sudah susun dari Luthfi sekolah dahulu tapi Luthfi malah memilih di pesantren.


Alasannya hanya lah satu Mayang mau Luthfi memberikan perusahaan itu pada mamahnya itu, namun Luthfi sangat pintar dia tak melakukan nya.


Dia malah membiarkan perusahaan nya di atur oleh anak buahnya.


Hal itu yang membuat Mayang semakin marah dan dendam sampai sekarang.


Flash back off


Herman datang ke sana.


"Mas sebenarnya istri mu dulu dari keluarga yang seperti apa" tanya Mayang.


"Dia dari keluarga baik baik kakaknya saja seorang ustadz" ucap Herman.


"Kau sayang pada ku" tanya Mayang.


"Tentu saja" ucap Herman.


"Bekerja lah jangan mengandalkan aku terus, aku mau kau yang bekerja, aku mau kau yang menafkahi aku" ucap Mayang.


"Uang kita cukup kan, dari pabrik itu juga kita sudah tercukupi kan" ucap Herman.


"Tapi aku mau kau bekerja kau sukses seperti orang lain" ucap Mayang.


"Kau mau yang seperti apa" tanya Herman.


"aku mau kau punya perusahaan aku mau kau kaya" ucap Mayang.


"Mayang kau lupa pabrik saja aku yang kelola" ucap Herman.


"Mas aku malu punya suami seperti dirimu kau tak berguna mas" ucap Mayang.


"Oh kau membanding banding kan aku dengan suami mu dahulu ya, jangan lupa Mayang kau dahulu meminta aku tetap ada di samping mu sampai kau rela membayar aku untuk menjadi suami mu" ucap Herman.


"Kau parasit mas" geram Mayang.


"Mayang kau jangan lupa aku dulu meninggal kan istri ku dan aku rela menenggelamkan anak ku hanya untuk bersama dengan mu" ucap Herman.


"Kau tetap tak berguna mas" geram Mayang.


Herman pergi dari sana meninggalkan Mayang yang saat ini masih marah marah.


Mayang memutuskan untuk pergi ke sebuah tempat yang sangat terkenal di kota itu.


Sebuah tempat yang dengan mudah untuk menyewa laki laki atau perempuan pemuas, bahkan di sana juga ada seperti bar yang cukup besar.


Mayang datang ke sana dia melihat banyak sekali orang orang yang tengah menikmati musik yang sedang di mainkan.


Di bawah lampu temaram, Mayang duduk di sebuah cafe remang remang dengan di temani oleh beberapa laki laki yang seperti nya pelanggan di sana.


Seorang pemilik tempat itu datang ke sana dia sangat menyambut tamu yang baru datang.


"Nyonya selamat datang" ucap Sofi yang tak lain adalah Mamah kandung Rena.


Dia lah seorang mucikari yang sangat sukses di sana.


"Terima kasih" ucap Mayang.


"Silahkan di nikmati nyonya" ucap Sofi menuangkan minuman pada gelas.

__ADS_1


"Ya" ucap Mayang yang sekarang sudah sangat pusing memikirkan masalah yang dia tengah hadapi itu.


(kalau saja saling tau mereka besanan ya)..


__ADS_2