Aku Seorang Janda Ustadz

Aku Seorang Janda Ustadz
bab 58 Klien


__ADS_3

Malam ini Rena kesusahan dia benar benar tak tidur karena Bayi Faiz terus saja menangis, Luthfi membantu Rena karena kasihan pada istri nya itu yang kelelahan.


"Biar aku yang gendong bayi nya" ucap Luthfi.


Rena memberikan nya pada Luthfi, begitu lah menjadi orang tua, harus siap dalam kondisi apa pun.


"Ya Alloh apa aku dan Rena sanggup mengasuh anak ini" gumam Luthfi.


Rena terlihat sangat lelah dia tertidur sangat pulas padahal baru saja merebahkan tubuhnya.


Luthfi melihat pada jam dinding yang menunjukan pukul setengah satu dini hari.


"Tidur Faiz kasihan Bibi kamu, eh tunggu Bibi, atau Umi ya" gumam Luthfi.


Luthfi tak bisa langsung memutuskan karena dia takut nya Rena tak setuju.


"Baiklah aku akan tidurkan kamu tapi kamu jangan menangis lagi" ucap Luthfi yang langsung mencubit hidung mungil bayi Faiz itu.


Luthfi mengambil termos dan yang lainnya untuk menyeduh susu formula Bayi, takutnya nanti malam Faiz akan menangis.


Luthfi melihat pada Gladys yang sekarang baru saja pulang.


"Dari mana kamu" tanya Luthfi kesal karena Gladys pulang larut malam.


"kamu mau mengulang lagi kesalahan kamu yang dahulu" tanya Luthfi.


"Kak aku hanya mau senang senang saja, lagi pula kan satu hari lagi aku akan ke pesantren, aku ingin bebas sekarang" ucap Gladys.


"Di pesantren juga kamu akan bebas" ucap Luthfi.


"Kak bisa kah aku gak di kirim ke pesantren" tanya Gladys.


"Kamu sudah melangkah terlalu jauh Gladys, sekarang waktunya kamu sadar Gladys kematian itu pasti apa kau akan bermaksiat sampai ajal mu tiba, tidak kan jadi jangan sia siakan kehidupan kamu" ucap Luthfi.


"Ya aku tau" ucap Gladys yang langsung masuk ke dalam kamar nya.


Luthfi hanya menggeleng geleng kan kepala nya, sebenarnya seorang anak jika di paksa maka gak akan baik, apa lagi soal pendidikan.


Pernah dahulu juga Luthfi mengalami hal itu, saat itu Luthfi ingin masuk pesantren namun Mayang meminta dia untuk masuk ke SMP yang cukup mewah.


Luthfi pernah masuk ke sana namun hanya bertahan beberapa hari saja, Luthfi tak tahan dia langsung keluar dari sekolah itu.


Hingga sampai sekarang Luthfi sadar kalau mengenai sekolah harus dengan kemauan anak sendiri, jika kita memaksakan pun tak akan baik juga untuk perkembangan nya.


Seperti setiap sekolah berbeda beda lingkungan dan teman teman nya, maka Anak akan lama untuk mengenal tempat yang baru dan teman yang baru.


Serta pergaulan yang baru, pergaulan anak jaman sekarang banyak yang tersesat, mereka menghalalkan yang haram.


Namun tak itu saja terkadang pesantren juga sekarang sudah banyak yang modern.


Mengikuti pelajaran yang baru, mengikuti perkembangan zaman, dan tentunya berbeda dengan Zaman dahulu hingga banyak ilmu yang menyimpang.


Menghalalkan segala cara hanya untuk kepentingan pribadi, bukan itu saja bahkan banyak para ulama yang bermasalah.


Sebenarnya jangan salah kan Gelar Ulama, Ustadz, dan lainnya, karena walaupun sudah mempunyai gelar atau ahli ibadah.


Tetap saja mereka manusia dan manusia itu tempat nya membuat salah.


Jika banyak yang tak bisa mengendalikan naf su nya, seharusnya jangan salah kan Gelarnya karena Syahwat itu berbeda dengan agama seseorang.


Mungkin sekarang banyak orang yang melakukan pernikahan kedua, karena apa? karena na fsu mereka besar.


Seorang laki laki datang kepada seorang Syekh.


"Pak kenapa setelah saya menikah istri saya menjadi tak menarik lagi, berbeda dengan perempuan di luar sana".

__ADS_1


Syekh itu pun menjawab.


"Sekali pun kamu menikahi semua wanita di dunia ini, bahkan An Jing yang berkeliaran pun akan terlihat cantik di pandang mu".


Itu lah tandanya kalau seorang itu melakukan pernikahan lagi bukan hanya karena Na fsu tapi karena kurang bersyukur juga.


Syukuri apa yang kita miliki karena ada orang lain yang diam diam menyukai nya.


Ada orang lain yang diam diam ingin berada di posisi mu.


Pagi harinya, Luthfi masih tertidur pulas padahal hari ini dia harus nya ada pertemuan dengan klien nya.


Rena terbangun dia melihat jam yang ada di dinding kamar itu.


"Astaghfirullah sudah jam enam pagi" ucap Rena yang langsung membangun kan suaminya itu.


"Gus bangun Gus" ucap Rena pada suaminya.


"Hah ya Rena aku bangun" ucap Luthfi yang malah menarik tubuh Rena dan membawa nya ke dalam pelukan dia.


"Hangat sekali" gumam Luthfi sambil tertidur.


"Sudah jam enam pagi" ucap Rena.


Mata Luthfi langsung terbuka dia tak menyangka kalau dia akan kesiangan.


"Benarkah, astagfirullah aku ada pertemuan dengan klien" ucap Luthfi yang langsung melepaskan pelukan nya pada Rena.


"Makannya ayo bangun" ucap Rena.


Namun Luthfi malah mendaratkan beberapa kecupan pada Rena.


"Sudah aku akan ke kamar mandi kamu nyusul ya" ucap Rena.


Rena ke kamar mandi dia langsung wudhu dan sholat, namun belum juga Luthfi ke kamar mandi, Bayi Faiz sudah menangis kencang.


Luthfi tadinya akan mengambil wudhu tapi bagaimana mungkin dia membiarkan bayi itu menangis.


Luthfi menggendong bayi itu dia menegangkan bayi itu.


Bahkan Luthfi juga membuat kan susu untuk bayi itu.


"Semenjak ada anak ini kesabaran aku di uji" gumam Luthfi.


Rena langsung sigap menggendong bayi itu.


"Gus kamu segera mandi saja" ucap Rena.


"Ya baiklah" ucap Luthfi dia tak bisa berbuat apa apa lagi karena dia juga harus bekerja sekarang.


Sedangkan di sisi lain Mayang saat ini sedang mencari cara untuk membuat Luthfi memberikan hartanya pada nya.


Dengan membujuk Rena saja tak ada reaksi apa apa pada Luthfi.


"Bagaimana caranya" tanya Mayang sambil berjalan bulak balik di tempat itu saja.


Herman datang ke sana dia melihat istrinya yang sekarang tengah gelisah,


"Aku tau apa yang sedang kamu pikir kan" ucap Herman.


"Apa" tanya Mayang geram.


"Kamu memikirkan cara untuk membujuk Luthfi kan" ucap Herman.


"Bagaimana cara nya" tanya Mayang.

__ADS_1


"CK kau ini, dengan membujuk Rena saja tak akan mungkin membuat Luthfi luluh, dia itu sudah sekeras batu karang tak akan goyah walaupun di terjang badai" ucap Herman.


"Jangan berbelit belit kamu beri tau saja apa yang harus aku lakukan" tanya Mayang.


"Gampang" ucap Herman yang langsung membisikan sesuatu pada telinga Mayang.


Mayang terkejut mendengar rencana itu, dia tak menyangka kalau dia akan se ja hat ini.


"Rencana mu bagus tapi apa kita gak akan ketahuan" tanya Mayang.


Herman menunjuk pada keningnya.


"Pakai otak" ucap Herman tersenyum dan langsung pergi dari sana.


Mayang mendukung rencana itu walaupun dia tak tau akan terjadi apa kedepannya.


"Idenya bagus" gumam Mayang.


Luthfi sudah berada di perusahaan nya, dia ingin melihat klien seperti apa yang baru saja bergabung dengan perusahaan nya itu.


"Tuan, Pihak Pt Marta Jaya sudah datang" ucap Dimas.


"Persilahkan masuk" ucap Luthfi.


"Baik tuan" ucap Dimas.


Pihak PT Marta jaya datang ke sana.


"Selamat pagi" ucap Abimana yang tak lain adalah pemilik perusahaan Marta Jaya.


"Abimana" tanya Luthfi terkejut melihat orang itu namun keterkejutan itu berhenti seketika saat tau kalau Abimana adalah Klien nya yang baru itu.


"Selamat pagi tuan Abimana, silahkan duduk" ucap Luthfi.


"Senang bisa bertemu lagi" ucap Abimana.


"Ya tak disangka ya dunia sangat sempit" ucap Luthfi.


"Ya" ucap Abimana.


Luthfi meminta pada sekertaris nya untuk membawakan makanan dan minuman untuk Abimana, Luthfi hanya bisa tersenyum kalau dia mengagalkan kerja sama ini sama saja dengan Luthfi kalah saing dari Abimana.


"Tuan Abimana bisa kita mulai meeting nya" tanya Luthfi.


"Oh tentu saja" ucap Abimana.


"Baiklah" ucap Luthfi.


Mereka berbincang bincang membicarakan tentang kerja sama kontrak, sebenarnya Luthfi tau semua visi misi perusahaan Abimana dan yang lain nya hanya saja dia ingin mendengar langsung.


Abimana menerangkan semua nya.


"Aku akan hancurkan perlahan kamu, Luthfi" batin Abimana.


Luthfi hanya tersenyum sesekali dia mengangguk angguk kan kepalanya paham pada apa yang di katakan oleh Abimana.


"Bagaimana" tanya Abimana.


"Saya setuju tapi kami hanya akan berinvestasi sekitar 10 juta saja, saya kekurangan dana kalau terlalu banyak" ucap Luthfi.


"Oh tak masalah" ucap Abimana.


"Baiklah atur saja semuanya" ucap Luthfi.


"Baik" ucap Abimana tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2