Aku Seorang Janda Ustadz

Aku Seorang Janda Ustadz
bab 98


__ADS_3

Malam ini Rena terbangun dia bermimpi kalau Luthfi berselingkuh dengan wanita lain, sudah beberapa kali Rena bermimpi hal itu.


Dan setelah bangun Rena pasti menangis sesenggukan.


"Mimpi lagi" tanya Luthfi yang terbangun karena mendengar istri nya menangis karena bermimpi.


Rena mengangguk kan kepalanya sambil menangis, Luthfi memeluk istrinya itu sambil mengusap usap kepala Rena yang saat ini tak memakai kerudung.


"Tenang ya" ucap Luthfi.


Luthfi mendengar dari orang lain kalau istri bermimpi buruk saat Hamil itu sering terjadi dan hal yang biasa, itu karena hormon seorang wanita hamil tak sama seperti wanita yang tak hamil.


Salah satu perubahan yang terjadi selama kehamilan adalah peningkatan hormon kortisol, terutama saat memasuki trimester ketiga.


Kelebihan hormon kortisol dalam tubuh akan membuat ibu lebih mudah stres sehingga mengundang mimpi buruk.


Hingga hal itu membuat ibu hamil menjadi sangat sensitif dan berubah nya mood, wajar saja karena kebanyakan para ibu hamil merasa cemas berlebihan.


Apa lagi tidak nyaman nya tidur, nyatanya ibu hamil akan merasa kan Perubahan bentuk badan, hormon kehamilan, dan adanya tekanan pada daerah perut sering kali menyebabkan gangguan tidur pada ibu hamil.


Apa lagi dengan adanya perkataan orang lain yang membuat ibu hamil merasa takut, panik dan cemas,


terkadang orang lain sering kali berbicara yang bukan bukan.


Maka dari itu seorang wanita hamil bisa merasakannya cemas berlebihan.


Lalu bagaimana cara mengatasi hal itu?.


Sebaiknya ibu hamil jangan terlalu banyak berpikir negatif apa lagi seorang ibu hamil akan gampang merasa kepikiran.


Hindari orang orang yang sering menghina..


Contoh nya orang yang sering bertanya?


"Perutnya kecil ya pasti anak nya kecil"


"Jangan banyak makan yang manis nanti anak nya berat".


"Harus jalan kaki jangan malas malas"


Dan banyak lagi terkadang tak semua ibu hamil bisa menerima perkataan itu, jadi jangan buat mood mereka hancur ya.


Ibu Hamil butuh sekali kasih sayang, apa lagi dia lebih ke ingin di mengerti, dia ingin apa pun yang dia mau di turuti.


Tak heran jika ibu hamil ngidam menyalahkan anaknya, karena dia menginginkan sesuatu namun malu untuk mengatakan nya.


Hingga tak heran jika seorang ibu hamil menyebut si jabang bayi yang meminta nya.


Ini hanya menurut Author nya ya..

__ADS_1


Karena Author nya juga dulu saat hamil juga begitu...


"Istighfar Umi" ucap Luthfi.


"Aku sering bermimpi sekarang" ucap Rena yang sudah mulai tenang.


"Tak apa ayo tidur lagi" tanya Luthfi.


"Ya" ucap Rena.


Tapi sayang saat Rena akan tertidur Faiz yang ada di troli dekat ranjang nya menangis.


"Biar aku yang tenang kan dia" ucap Luthfi mengendong Faiz dan memberikan susu formula pada Faiz.


"Tidur lagi sayang" ucap Luthfi pada Rena yang masih bangun.


"Kamu yakin bisa" tanya Rena.


"Ya aku bisa" ucap Luthfi.


"Baiklah" ucap Rena yang langsung tidur lagi.


Luthfi hanya tersenyum melihat Faiz yang sering terbangun malam.


Luthfi menidurkan Faiz di ranjang tengah tengah antara diri nya dan Rena.


Oekkk


"Faiz kamu ini tau saja kalau Abi sangat mengantuk" ucap Luthfi.


Luthfi menggendong lagi Faiz, dia duduk di atas ranjang dengan punggung yang bersandar pada dinding, Faiz sering kali tidur di gendongan Luthfi dan saat Luthfi mengantuk berat dia sering tidur dengan posisi duduk.


Perjuangan Luthfi pada Faiz sudah seperti Papah pada anaknya, mereka sudah menganggap Faiz sebagai anak mereka sendiri.


Berbeda dengan Gladys yang mungkin saja lupa pada Faiz yang sebenarnya anak kandung nya.


Gladys tak perduli pada bayinya, namun dia sekarang tak percaya diri karena dia bukan seorang gadis lagi.


Pagi hari nya Rena terbangun ternyata sudah sangat pagi, Rena melihat Faiz yang ada di samping nya.


Klek


Rena melihat pada orang yang baru saja membuka kan pintu kamarnya.


"Sudah bangun" tanya Luthfi yang seperti nya baru selesai sholat Subuh.


"Jam berapa" tanya Rena.


"Lima lebih tiga puluh enam menit" ucap Luthfi.

__ADS_1


"Oh ya aku terlambat" ucap Rena.


"Tak apa ayo segera lah sholat" ucap Luthfi.


"Ya baiklah" ucap Rena.


Rena melaksanakan Sholat nya di sana, sekarang Rena sangat malas untuk bangun dari tempat tidur, rasanya dia ingin sekali untuk rebahan terus.


Setelah selesai sholat Rena baru saja mendapatkan kabar kalau Zia kakak ipar nya melahirkan kemarin,


Anak pertama nya Perempuan dan sangat cantik sekali.


"Alhamdulillah ya Alloh" ucap Rena.


"Ada apa" tanya Luthfi.


"Kak Zia sudah melahirkan" ucap Rena.


"Oh ya" tanya Luthfi.


"Ya anak nya perempuan" ucap Rena.


"Mau ke pesantren" tanya Luthfi.


"Sekarang" tanya Rena.


"Ya" ucap Luthfi.


Mereka berangkat ke pesantren dari pukul tujuh pagi, Luthfi mempersiapkan semua nya sekarang dia yang akan membawa mobil nya.


"Kita akan ke sana selama satu Minggu karena setelah satu Minggu Mamah Mayang, mamah Sofi dan Ayah akan sidang di sidang itu akan di putuskan sampai kapan mereka akan di hukum" ucap Luthfi.


"Abi bisa kah kita hentikan saja ini, kasihan mereka" ucap Rena.


"Kenapa" tanya Luthfi.


"Ya aku tau uang dua Milyar itu banyak tapi Abi apa kita tak terlihat ja hat jika melakukan hal ini" tanya Rena.


"Terkadang hukum bisa menyadarkan seseorang, aku gak akan menghentikan hukuman ini tapi aku akan berusaha untuk hukuman nya di ringan kan" ucap Luthfi.


"Ya baiklah" ucap Rena.


"Sekarang ayo bersiap, aku harus membawa banyak baju Faiz, aku juga sudah membereskan makanan yang ada di kulkas untuk aku bawa ke pesantren untuk persediaan kamu makan" ucap Luthfi.


"Kamu terlalu berlebihan" ucap Rena.


"Tak apa" ucap Luthfi.


"Oh ya Abi apa susu formula Faiz sudah di masukan" tanya Rena.

__ADS_1


"Sudah" ucap Luthfi.


Setelah selesai berkemas mereka berangkat di perjalanan yang jauh itu.


__ADS_2