Aku Seorang Janda Ustadz

Aku Seorang Janda Ustadz
bab 46 keluh Luthfi


__ADS_3

Pagi harinya Bi Cici terbangun dia heran karena lantai atas lampu nya menyala seperti yang ada menyalakan nya padahal semalam bi Cici yakin kalau dia sudah mematikan lampu nya.


"Apa mungkin Revan ya, tapi baru juga pukul empat pagi mana mungkin dia bangun, dia pasti pulang malam" gumam Bi cici.


Karena penasaran Bi Cici langsung menuju ke arah lantai atas, dia melihat kamar Mushola sedikit terbuka, Bi Cici yakin tak ada orang yang masuk apa lagi para satpam juga jarang sholat di sana.


Bi cici berjalan ke arah mushola dia melihat ada darah yang mengalir dari dalam mushola dan hampir sudah mengering.


"Aaaaaa" teriak Bi Cici histeris.


Di pesantren Luthfi terbangun karena mendengar suara hpnya berbunyi dia melihat pada istrinya yang tidur di bawah dia tak tega pada istri nya rela tidur di bawah.


Luthfi melihat hpnya yang berbunyi dia melihat ternyata yang menelpon nya itu adalah bi Cici.


"Ada apa Bi Cici menelpon sepagi ini" gumam Luthfi.


Dia penasaran Luthfi langsung mengangkat nya karena takut ada yang penting.


πŸ“žπŸ“ž


"Assalamualaikum bi ada apa" tanya Luthfi.


"Waalaikum salam tuan, maafkan bibi tuan bibi tak tau entah ada apa pagi ini bibi ke mushola di mushola ada Revan yang terluka dan ada pecahan pas bunga, bibi yakin kalau Revan di pukul, tuan maafkan bibi karena tak bisa menjaga rumah" ucap Bi Cici sambil menangis.


"Bi ada apa? apa ada maling" tanya Luthfi.


"Mungkin tuan tapi kamar anda masih terkunci, hanya saja Revan terluka tadi pagi bibi memastikan kalau tak ada perabotan yang hilang" ucap Bi Cici merasa bersalah.


"Lalu bagaimana Revan apa dia baik baik saja" tanya Luthfi khawatir.


"Dia di periksa ada dokter ke rumah tuan" ucap Bi Cici.


"Tolong panggil kan polisi aku akan ke kota sekarang" ucap Luthfi.


"Baik tuan" ucap Bi Cici.


πŸ“žπŸ“ž


Namun Luthfi lupa dia perutnya masih sakit bahkan dia tak akan mungkin bisa menahan nya jika dia ke kota.

__ADS_1


"Astaghfirullah bagaimana ini" gumam Luthfi sambil memijat keningnya yang terasa sangat sakit.


Belum juga urusan perusahaan nya yang kacau karena kebakaran itu di tambah lagi dengan urusan rumahnya yang baru saja kemalingan bahkan Revan sampai menjadi korban.


Luthfi sangat pusing sekali dia ingin menyerah dia seolah tak bisa keluar dari masalah ini tapi mau bagaimana lagi Luthfi harus menyelesaikan ini semua.


Luthfi bangun dia berjalan ke arah Rena yang saat ini masih tidur, Luthfi berniat akan memindahkan Rena ke ranjang atas dia tak mau istri nya itu kesakitan karena tidur di bawah.


Luthfi menggendong Rena memindahkan nya ke ranjang atas.


Drtt drtt


Luthfi melihat hpnya yang menyala dia melihat ternyata Herman menelpon karena terlihat dari nomornya yang sengaja Luthfi kasih nama titik saja.


Luthfi sebenarnya tak berniat untuk mengangkat nya tapi mau bagaimana lagi dia tak mungkin membiarkan hpnya menyala terus.


πŸ“žπŸ“ž


"Luthfi" ucap Herman.


"Waalaikum salam" ucap Luthfi.


"Luthfi mamah kamu kecelakaan semalam aku baru tau sekarang karena barusan rumah sakit menelpon katanya Mayang kecelakaan malam hari" ucap Herman.


"aku gak tau Luthfi saat aku tanya semalam dia mau kemana, tapi dia gak ngejawab aku biarkan saja dia pergi" ucap Herman.


"Aku akan datang" ucap Luthfi.


πŸ“žπŸ“ž


Luthfi sangat pusing dia khawatir juga pada mamahnya apa lagi dia takut kecelakaan itu akan parah.


"Ya Alloh kenapa masalah selalu berdatangan" gumam Luthfi tersenyum dia ingin menyerah tapi dia ingat pada Quran surat Β Al-Baqarah ayat 286 yang artinya: "Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya".


Luthfi yakin dia pasti akan kuat menjalani semua itu, dan tugas Luthfi adalah menghadapi semua itu karena jika Luthfi tetap berada di pesantren maka masalah itu tak akan ada beresnya.


Luthfi mengemas semua pakaian nya, Luthfi berpikir kalau pun Rena masih mau berada di sana maka dia tak akan melarang dia akan mengijinkan Rena tinggal di pesantren.


Setelah selesai Luthfi yang akan menjemput nya untuk pulang.

__ADS_1


Luthfi langsung pergi ke kamar mandi saat mendengar adzan di masjid.


Dia berjalan ke arah mesjid, Luthfi tak membangunkan istrinya karena sebagai mana seorang istri bisa melaksanakan sholat di rumah namun laki laki alangkah baiknya jika laki laki menunaikan sholat nya di Mesjid.


Namun di pesantren ini semua laki laki seperti di wajibkan untuk pergi ke mesjid, sedang kan perempuan boleh saja melaksanakan nya di kamarnya, tetapi kebanyakan para santri melaksanakan di masjid mereka patuh pada aturan pertama kali yang Abah buat.


Selagi tidak melenceng dari ketetapan agama maka para santri akan mengikuti nya, bahkan jika makan dan mandi ngantri juga para santri seperti nya senang melakukan nya.


Benar karena di pesantren semua santri seperti memiliki keluarga baru, bahkan mereka juga tak pernah merasa ingin pulang.


Justru para santri berpikir pesantren yang Abah kelola ini cukup membebaskan para santri nya, bukan membebaskan yang lain tapi dari segi makanan para santri tak harus memikirkan harus makan apa harus masak apa.


Semua nya tersedia, Bahkan para santri juga tak harus membayar uang sekolah karena semua pembayaran gratis, mereka hanya harus membayar uang makan saja.


Namun hanya bebas di makanan saja belum di kegiatan yang lain, tetap saja para santri harus mencuci pakaian nya sendiri bahkan mereka juga punya Jadwal masih masing untuk membantu Umi memasak.


Di kampung tak ada yang buka jaga laundry jadi para santri mencucinya sendiri tanpa bantuan mesin mereka hanya menggunakan tangan.


Sholat Subuh akhirnya berjalan dengan lancar, para santri membaca doa dan langsung bersalaman.


Luthfi berniat akan bertanya pada Abah dia meminta pada Abah untuk mendoakannya agar masalah ini cepat selesai.


Luthfi masuk ke dalam ruang abah dia langsung berbincang bincang dengan Abah meminta Abah untuk mendoakan masalah Luthfi.


Sedangkan di kamar saat ini Rena baru saja bangun dia melihat ke arah lantai di sana ada koper suaminya yang seperti nya akan berangkat.


Rena terbangun dia melaksanakan sholat subuh terlebih dahulu.


"Gus Luthfi mau ke mana" tanya Rena dia heran karena semalam mereka tak membicarakan akan pulang.


Sedangkan di rumah Abah saat ini Lutfhi tengah berbincang dengan Abah.


"Apa kau akan membawa Rena" tanya Abah.


"Aku terserah dia saja kalau dia mau aku akan bawa kalau tidak aku gak akan maksa" ucap Luthfi.


"kau sangat baik" ucap Abah.


"Abah aku harap aku bisa menyelesaikan masalah ini dengan cepat" ucap Luthfi.

__ADS_1


"Ya amin" ucap Abah.


"Baiklah abah aku permisi" ucap Luthfi yang langsung pamit saat sudah mengucap kan Salam pada Abah.


__ADS_2