Aku Seorang Janda Ustadz

Aku Seorang Janda Ustadz
bab 77 mencari Rena


__ADS_3

Luthfi masuk ke salah satu perkampungan tapi sayang keberadaan kampung itu cukup kumuh, mungkin jaraknya 3 kilo meter dari tempat kejadian kebakaran mobil itu.


Di sana terdapat pepohonan yang cukup besar seperti hutan namun ada rumah warga juga di sana.


Lokasi itu sangat jauh dari jalanan dan tak ada mobil yang bisa masuk ke sana apa lagi jarak pohon dari satu ke satunya lagi hanya beberapa langkah saja.


Luthfi menatap pada beberapa rumah warga yang hanya ada lima atap saja,


"Apa ini benar benar rumah warga" tanya Luthfi.


"Ya tuan ini rumah warga" ucap Revan.


"Baiklah ayo tanya pada mereka apa ada orang yang membawa Rena ke sini" ucap Luthfi.


Luthfi turun dari motor Revan namun saat dia turun kakinya menginjak sesuatu yang sangat keras.


Luthfi melihat ke arah kakinya dia mengangkat kan kakinya, dia melihat ternyata itu adalah hp dan itu adalah hp Rena.


"Revan ini hp Rena, tuh kan aku yakin kalau Rena masih hidup" ucap Luthfi tersenyum bahagia.


"Ya tuan" ucap Revan.


Namun Luthfi tak tau di mana Rena sekarang takutnya ada warga yang menyembunyikan Rena di sana, tetapi Luthfi tidak akan berburuk sangka dia akan mencoba untuk bertanya terlebih dahulu.


Luthfi mendekat pada rumah para warga di sana dia sangat berharap kalau ada yang tau Rena di sana, bukan itu yang Rena takut kan tapi dia takut kalau orang orang itu berbohong dan di ancam oleh orang yang menculik Rena.


"Bismilah ya Alloh aku harap tak ada yang berbohong di sini" gumam Luthfi.


Luthfi melihat salah satu jendela rumah warga di sana, Revan mengikuti Luthfi yang ada di halaman rumah Warga.


"Aku akan ketuk pintu nya aku harap ada orang di sini" ucap Luthfi.


"Ya tuan coba saja" ucap Revan.


Tokk


Tokkk


Luthfi mengetuk pintu beberapa kali tapi tak ada jawaban dari orang orang itu apa lagi keadaan di dalam seperti nya sedang tidak ada orang.


"Tidak ada" ucap Luthfi.


"Apa mungkin rumah ini tidak berpenghuni" ucap Revan.


"Bisa jadi tapi bagaimana mungkin karena keadaan rumah sangat rapih dan bersih aku pikir pasti ada orang yang sudah membereskan nya" ucap Luthfi.


"Aku kurang paham tuan" ucap Revan.


Drtt drtt


Hp Revan berdering dia melihat siapa yang sekarang menelpon nya, ternyata orang itu yang menelpon nya.


"Astaga bagaimana ini" gumam Revan.


"Kenapa tidak di jawab" tanya Luthfi.


"Tidak Tuan ini dari nomor yang tidak di kenal" ucap Revan.


"Angkat saja aku akan ke rumah itu" ucap Luthfi yang langsung pergi dari sana.


Revan sedikit menjauh dia mengangkat telpon itu.


📞📞


"Ya" tanya Revan berusaha untuk bicara perlahan.


"Kau di mana" tanya orang itu.

__ADS_1


"Aku tengah mencari Nona" ucap Revan.


"Lakukan apa yang Tuan mu ingin kan tapi awas saja kalau kau melakukan apa pun yang membuat Tuan mu itu curiga kalau aku ada di sana" ucapnya.


"Baik tuan aku akan pasti kan dia tak menemukan apapun" ucap Revan.


📞📞


Revan sangat bingung dia harus apa karena dia kasihan pada Luthfi namun kalau dia ceroboh dengan memberi tau kan keberadaan Rena maka Luthfi sudah pasti akan curiga padanya.


Revan mendekat ke arah Luthfi.


"Tuan apa ada orang" tanya Revan.


"Tidak mungkin orang orang di sini sudah pergi" ucap Luthfi.


Tiba tiba saja ada seorang bapak bapak yang datang di sana.


"Cari siapa" tanya nya.


"Ini pak saya mau mencari istri saya siapa tau saja bapak tau istri saya" ucap Luthfi sambil memperlihatkan Poto Rena pada bapak bapak itu.


Bapak itu langsung menatap pada Luthfi yang sekarang menyodorkan hpnya.


Flash back onn bapak itu..


Saat pagi tadi dia melihat banyak laki laki seperti body guard datang ke sana dia melihat mereka membawa seorang wanita juga bersama dengan mereka.


Bapak itu hanya menatap saja dia tak bisa berbuat apa apa karena dia takut kalau ada yang tau kalau dia ada di sana, tugas dia hanya menjaga rumah rumah itu jadi dia tak ada urusan dengan orang orang itu.


Namun orang orang masuk ke salah satu gudang rumah itu, hal itu tentu saja membuat bapak itu marah karena banyak orang yang datang ke sana untuk tujuan tidak benar.


"Pak maaf tapi tolong jangan bawa wanita datang ke sini" ucap bapak itu.


"jangan banyak omong" sahut orang orang itu marah.


"Kami tidak akan melakukan apa apa hanya saja kami ingin menyadarkan wanita ini, dia pingsan" ucap orang itu.


Bapak itu langsung menghalangi jalan mereka untuk masuk.


"Aku sudah sewa gudang ini mahal jadi jangan harap kalau kamu bisa menghentikan nya, atau aku akan melenyapkan mu sekarang juga" ucap nya sambil menodongkan senjata pada bapak itu.


Siapa yang tidak akan takut pada senjata tajam, bapak itu langsung diam dia tak bisa berbuat apa apa lagi.


"Jangan berani bicara kan masalah ini pada orang lain" ucap nya.


Bapak itu langsung pergi dia takut terjadi sesuatu padanya, bahkan bapak itu juga yang tadinya perduli sekarang berusaha untuk tidak ikut campur.


Flash back off


"Tidak aku tidak melihat nya sebaiknya kalian segera pergi karena tempat ini bukan tempat sembarangan" ucap bapak itu.


"Tapi aku sedang mencari Rena dan hpnya ada di sini" ucap Luthfi.


"Tidak ada orang aku penjaga di sini" ucap bapak itu.


Luthfi melihat kalau bapak itu meninggal mereka ada rasa heran dari Luthfi pada bapak itu apa lagi bapak itu sangat aneh.


"Aneh sekali kan bapak itu" ucap Luthfi.


"Ya tuan aku juga berpikir begitu" ucap Revan.


Luthfi tak putus asa dia mengetuk seperti rumah walupun dia tau kalau rumah itu tak ada penghuninya karena rumah itu adalah penginapan.


"Tuan apa kita akan terus seperti ini" tanya Revan.


"Rumah itu belum aku ketuk" ucap Luthfi menunjuk pada gudang yang ada di sana.

__ADS_1


"Tuan itu hanya gudang" ucap Revan.


"Aku akan coba" ucap Luthfi.


Tokkk


tokk


Luthfi mengetuk pintu gudang itu tak ada suara di sana, bahkan seperti nya rumah itu sudah tak berpenghuni.


Pandai sekali mereka berpura pura bungkam bahkan tak menimbulkan satu suara saja.


"Aku yakin hati aku berkata kalau Rena ada di sini" ucap Luthfi.


"Tapi tuan ini tidak membuktikan kalau hati anda benar, tuan perasaan itu terkadang bisa berbohong" ucap Revan.


"Bagaimana cara aku mencari Rena" gumam Luthfi.


"Tuan ayo pergi tak ada gunanya di sini ya kau benar hp nona ada di sini tapi itu tidak akan membuktikan kalau Nona ada di sini, bisa saja kan ada seseorang yang membawa hp nona kesini" ucap Revan.


Luthfi menatap pada Revan yang mengaturnya bukannya menyemangati Luthfi dia malah ingin kalau Luthfi pergi dari sana.


"Aku malah jadi curiga pada Revan apa jangan jangan dia adalah orang yang berkaitan pada penculikan Rena" batin Luthfi.


Namun saat ini Luthfi harus tau dulu kebenaran nya dari supir nya karena hanya dia lah yang bisa memberi tau kan hal itu, akan sangat salah jika Luthfi asal memutus kan dia akan memfitnah jika langsung bicara dan menuduh seseorang.


Hingga sampai sekarang Luthfi belum memenjarakan Mayang karena dia tak mau kalau dia salah sasaran hanya dengan bukti itu saja tak akan membuat Luthfi percaya.


"Baiklah antar aku ke rumah sakit aku ingin melihat Faiz" ucap Luthfi.


"Baiklah tuan ayo" ucap Revan.


Luthfi justru curiga pada Revan yang saat ini seperti nya tengah menyimpan sesuatu.


"Semoga saja pikiran aku ini salah dan tidak benar benar terjadi kalau saja aku tau Revan pelakunya aku akan penjarakan dia" batin Luthfi.


Dia sangat cemas memikirkan Rena yang saat ini masih belum di temukan.


Namun Luthfi mengirim kan pesan pada Dimas dia akan menyuruh Dimas untuk memata matai tempat tadi.


Luthfi mengirim kan lokasi pada Dimas.


{Mata matai tempat ini} pesan dari Luthfi.


Motor yang mereka tumpangi sampai di rumah sakit saat ini Luthfi langsung berjalan ke arah ruangan Faiz dan ternyata bayi itu sedang tidur.


"Bi apa dia menangis" tanya Luthfi.


"Tidak" ucap Bi Cici.


"Bagaimana dengan pak Supir apa dia sudah bangun" tanya Luthfi.


"Sudah tuan dia menunggu anda" ucap Bi Cici.


Luthfi langsung menuju ke ruangan rawat pak supir dia ingin bertanya kejadian yang terjadi itu.


"Pak" ucap Luthfi yang langsung mendekat pada pak supir itu.


"Tuan maafkan saya karena tak bisa menjaga nona" ucap Pak Supir.


"Jangan begitu aku tau betul situasi nya" ucap Luthfi.


"Bagaimana kabar nona" tanya Pak Supir.


"Dia belum bisa di temukan" ucap Luthfi.


"Apa tapi kemana nona" ucap Pak Supir.

__ADS_1


"Tolong pak ceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada Rena" ucap Luthfi.


__ADS_2