
Pagi ini Rena terpaksa melaksanakan Sholat subuh di kamarnya karena Faiz masih tertidur di kamar.
Sedangkan Luthfi langsung ke mesjid karena akan sholat berjamaah di sana.
Rena melihat perut nya yang masih datar itu,
"Kalau aku hamil besar bagaimana dengan Faiz ya" gumam Rena.
Namun Rena tak akan mungkin melupakan Faiz walaupun dia sudah punya anak nantinya.
Rena sangat sayang pada Faiz walaupun bukan anak kandung nya sendiri.
"Faiz mungkin nasib mu akan sama seperti nasib aku dahulu, sabar ya Faiz ada aku yang akan mengurus mu" ucap Rena.
Hanya satu hal yang Rena takutkan sekarang, yaitu Rena takut Faiz di ambil oleh Abimana, sebenarnya keputusan Abah tepat untuk Faiz hal itu itung itung Abimana bertanggung jawab pada anaknya.
Tapi Rena bingung saat ini dia ingin mengadopsi Faiz menjadi anaknya, tapi tak akan mungkin karena mereka harus meminta persetujuan dari Abimana terlebih dahulu nanti nya.
Namun jika seperti ini terus bagaimana bisa, kasihan nantinya Faiz tak akan mempunyai orang tua yang pasti.
Rena menggeleng kan kepala nya.
"Aku gak boleh berpikir jauh, aku yakin kalau Kak Abi akan paham nanti nya" gumam Rena.
"Ada apa" tanya Luthfi yang baru saja masuk ke dalam kamar itu.
"Assalamualaikum Ya Humairah" ucap Luthfi.
Rena langsung menyalami tangan suaminya itu.
"Waalaikum salam ya Habibi" ucap Rena.
Luthfi mendaratkan kecupan di kening Rena.
"Sholehah" gumam Luthfi.
"Amin" ucap Rena.
Luthfi jongkok di hadapan Rena dia ingin melihat perut istri nya yang masih rata itu.
"Assalamualaikum jagoan Abi" ucap Luthfi mengelus elus perut Rena.
"Waalaikum salam Abi" ucap Rena yang menjawab nya.
"Bisa aku menengok jagoan aku" tanya Luthfi.
"Menengok" tanya Rena.
"Ya" ucap Luthfi.
"Bagaimana caranya, kamu perlu beberapa bulan lagi sampai bisa melihat wajah bayi kita" ucap Rena.
"Oh ya" tanya Luthfi.
"Ya" ucap Rena.
"Tapi aku mau sekarang" ucap Luthfi.
__ADS_1
"Astaghfirullah Abi, genit sekali" ucap Rena sambil memukul pelan dada bidang Luthfi.
"Ayolah plis sebentar" ucap Luthfi.
Rena menggeleng geleng kan kepala nya.
Skip
Di kediaman Nagita saat ini Revan tengah bersiap dia akan berangkat kuliah, jika saja dia tidak punya cita cita ingin menjadi sukses mungkin dia tak akan melakukan hal ini.
Revan mempunyai cita cita ingin menjadi Dokter, namun rasanya akan sangat mustahil apa lagi saat ini Revan punya tanggungan yaitu Nagita, walaupun Nagita sering meremehkan nya tapi tetap saja Revan wajib memberikan Nagita Nafkah.
"Mau ke mana" tanya Nagita.
"Aku mau kuliah" ucap Revan.
"Kuliah? belajar yang rajin" ucap Nagita.
"Ya istri ku" ucap Revan manis sekali.
Membuat Nagita langsung malu malu saat mendengar hal itu, namun Nagita tersadar kalau di sana ada papahnya.
"Ck ternyata formalitas lagi" batin Nagita.
"Baiklah aku akan langsung berangkat" ucap Revan yang langsung memberikan tangannya pada Nagita.
Nagita dengan malas meraih tangan Revan dan langsung menyalami tangan Revan.
Revan langsung mendarat kan kecupan pada Kening Nagita.
Karena ada papahnya, Nagita tak berani untuk bicara apa lagi menegur nya.
Revan langsung pergi dari sana, Revan pura pura tidak melihat keberadaan papahnya.
Namun saat Revan membuka kan pintu, dia langsung tersenyum pada Papah Nagita.
"Selamat pagi pah" ucap Revan.
"Ya pagi Nak Revan" ucap Papah Nagita.
"Papah sedang apa" tanya Revan.
"Papah mau bertemu dengan Nagita" ucap Papahnya.
"Oh ada pah di dalam" ucap Revan.
Revan langsung menyalami tangan Papah mertua nya itu, dia akan berangkat untuk kuliah.
"Pah aku berangkat dulu ya" ucap Revan yang langsung pergi dari sana.
"Ya nak Revan hati hati" ucap Papah Nagita.
Papah Nagita masuk ke kamar Putri nya itu.
"Papah dengar kamu mengajukan gugatan cerai" tanya Papah Nagita yang langsung duduk di pinggir ranjang yang ada di sana.
Nagita panik mendengar hal itu, karena seingat Nagita dia sudah melakukan nya dengan sangat rapih tapi kenapa papahnya masih bisa mengetahui nya.
__ADS_1
"Ya kenapa" tanya Nagita berusaha baik baik saja padahal dalam hati nya takut sekali.
"Kenapa harus pisah, aku lihat hubungan kalian baik baik saja" ucap Papahnya.
"Pah aku gak srek saja sama Revan" ucap Nagita.
"Gita, kenapa harus pisah" tanya Papahnya.
"Pah yang menjalani hidup ini aku, dan aku gak bisa seperti ini terus" ucap Nagita.
"Oh ya" tanya Papahnya Nagita.
"Ya Pah aku gak mungkin bisa bersama dengan Revan kami tidak saling mencintai" ucap Nagita.
"Papah pikir bukan kalian tapi cuman kamu, Cuman kamu Nagita orang yang tidak pernah bersyukur, Nagita ingat Revan itu pilihan kamu" ucap Papahnya.
"Ya pah kalau aku gak mau bagaimana" tanya Nagita.
"Kamu egois Nagita, Papah lihat Revan itu berusaha untuk mempertahankan rumah tangga mu, kamu jangan pernah bohongi papah Nagita papah tau kalau pernikahan ini hanya lah kesalah pahaman, Papah tau semuanya jadi jangan pernah bohongi papah" ucap Papahnya.
Nagita terkejut dia tidak percaya kalau Papahnya akan mengetahui hal itu sampai sejauh ini.
"Papah harap kamu bisa mempertahankan rumah tangga mu ini, Papah yakin kalau Revan akan menyayangi mu berusahalah untuk menerima Revan" ucap Papahnya.
"Kalau aku tetap melanjutkan perceraian ini" tanya Nagita.
"Semua harta mu akan papah ambil dan rekomendasi kedokteran kamu akan papah cabut bagaimana" tanya Papahnya.
"Tapi Pah" geram Nagita.
"No debat" ucap Papahnya Nagita.
"Astaga pah jangan begini" ucap Nagita.
"Lalu papah harus bagaimana" tanya Papahnya.
"ish papah menyebalkan" kesal Nagita.
Nagita langsung pergi dari sana meninggalkan Papahnya yang sekarang masih ada di sana.
"Menyebalkan" gumam Nagita.
Nagita berangkat ke rumah sakit tempat nya bekerja.
Nagita hanya lah dokter cadangan dia dulu nya tidak terlalu banyak bekerja.
Tapi setelah papahnya meminta teman nya untuk merekomendasikan Nagita, karena hal itu Nagita jadi terkenal dan banyak menyelamatkan pasien.
Karena wawasan dan pengetahuan Nagita dia menjadi sangat tau akan penyakit penyakit dan penyembuhan nya.
Namun karena jabatan dan ketenaran Nagita dia langsung sombong dan merasa paling dirinya yang unggul.
Hingga saat ini Nagita sangat sombong dan ingin menang sendiri.
Bahkan Nagita melakukan hal yang menurut nya benar walaupun akan menyakiti orang lain.
Dahulu Nagita hanya lah gadis yang pintar dan sopan, Nagita tidak tau pada kehidupan luar namun karena pergaulan luar Nagita menjadi seperti hal itu.
__ADS_1
Dahulu Luthfi juga suka pada kegigihan Nagita, tapi sekarang dia sangat benci apa lagi sikap Nagita yang serakah.
Apa mungkin Revan bisa merubah Nagita nantinya?