Aku Seorang Janda Ustadz

Aku Seorang Janda Ustadz
bab 115 Nanda pencuri


__ADS_3

Pagi ini Nanda baru saja bangun dia merasa asing dengan tempat dia sekarang.


Nanda terbangun ternyata ada suaminya di sana yang tengah mengutak atik ponsel nya.


"Mas kita ada di mana" tanya Nanda.


"Di apartemen teman aku" ucap Faiz.


"Oh" ucap Nanda.


"Kamu semalam ke diskotik punya uang dari mana kamu" tanya Faiz.


"Ada aku juga punya uang" ucap Nanda.


"Dari mana uang itu" tanya Faiz.


"Aku punya" ucap Nanda.


"Jawab aku dengan jujur Nanda" bentak Faiz pada istri nya itu.


"Aku jujur" ucap Nanda.


"Jujur, oh ya lalu semalam kamu bilang kamu mencuri perhiasan dari Umi, apa itu benar dan aku pikir kalau uang yang ada di dalam tas mu itu adalah uang dari hasil menjual perhiasan Umi" ucap Faiz.


Nanda langsung sadar dia melihat pada tasnya yang sekarang ada di atas laci samping ranjang itu.


Nanda membuka tasnya dan ternyata uang itu tak ada di sana.


"Kemana uang aku" tanya Nanda.


"Aku simpan, aku tanya sekali lagi dari mana kamu punya uang sebanyak itu" ucap Faiz.


"Ya baiklah aku jujur" geram Nanda.


Flash back on..


Faiz saat ini sedang marah, dia langsung bangkit dari duduknya,


"Aku akan mengambil pakaian yang ada di rumah" ucap Faiz.


"Terserah" ucap Nanda.


"Mau ikut" tanya Faiz.


"Gak" ketus Nanda.


Faiz langsung pergi sana menuju ke rumah nya karena yang Faiz pikirkan sekarang adalah Siang ini Faiz akan berkemas dia akan pindah ke rumah orang tuanya, Faiz akan mengambil surat tanah yang dia simpan di lemari nya.


Faiz rencana nya akan menjual tanah itu untuk membayar hutang, tetapi Faiz bingung bagaimana caranya apa lagi di rumah itu sudah pasti ada yang memata matai.


Namun Faiz datang ke sana terlebih dahulu karena nantinya dia akan merencanakan bagaimana cara dia masuk dengan para satpam yang masih menjaga di rumah nya.


Sedangkan sekarang Nanda masih ada di sana dia menatap pada dapur yang sangat rapih dan bersih, Nanda masih sangat geram pada mertuanya yang kemarin tak mau membantu nya.


Nanda merasakan perutnya yang kelaparan, dia langsung mengambil mie instan yang ada di dalam lemari, Nanda memasak mie itu di kompor gas yang ada di sana.


Nanda membuka kulkas ternyata banyak sekali makanan di sana Nanda memakan makanan itu, namun Nanda melihat ada panci yang isinya air gula.


Nanda tersenyum tipis dia langsung membawa panci itu dan menuangkan air gula itu ke kursi yang ada di meja makan.


Hanya kursi tempat Luthfi dan Rena saja yang Nanda beri air gula itu.


Nanda juga sengaja membuang buang makanan ringan itu di lantai, dia kesal jadi melakukan hal itu.


Padahal Nanda tak sadar kalau sebenarnya dia lah yang salah di sana.


Setelah membuat dapur kotor, Nanda baru ingat pada perhiasan mertuanya itu, Pikiran ja hat itu terlintas di benak Nanda yang memang dia sangat berani untuk melakukan apa pun yang menurut dia benar.


Nanda berjalan ke lantai atas di mana di sana ada kamar mertua nya yang Nanda pikir akan ada barang berharga di kamar itu.


Nanda masuk ke dalam karena Rena tidak pernah mengunci kamar nya, Rena terlalu percaya pada orang lain jadi dia tidak mungkin akan berpasangan buruk apa lagi pada anak anaknya.


Nanda masuk dia melihat kamar yang sangat mewah itu, tapi Nanda tidak tertarik dengan desain kamar mertuanya dia malah tertarik pada berangkas yang ada di sana.


Tetapi sayang Nanda tak tau nomor pin untuk membuka berangkas itu.


"CK aku yakin pasti harta nya ada di sini" gumam Nanda.


Nanda berjalan ke arah lemari, Nanda langsung memutar kan kunci yang menggantung di lemari itu.


Nanda berhasil membuka lemari itu dan benar saja ada banyak yang berharga di dalam tumpukan pakaian itu.


"Astaga pernikahan umi banyak sekali" gumam Nanda mengambil satu persatu kotak perhiasan itu.


Nanda melihat kalung yang ada di dalam kotak perhiasan itu, Nanda memakai kalung itu di leher nya karena dia sangat ingin perhiasan mahal itu.


"Perhiasan segini banyak nya dia bilang kalau dia tidak punya uang" ucap Nanda tersenyum ja hat.


Nanda mengacak acak pakaian yang ada di sana karena Nanda masih berharap kalau ada perhiasan lagi di sana.


Tapi Nanda malah mengacak acak pakaian milik Rena ke lantai.


Tak ada yang Nanda temukan lagi dia langsung mengambil kalung dan beberapa perhiasan itu dan langsung pergi dari sana meninggal kan mie yang masih ada di kompor dengan kompor menyala.


Namun kebaikan masih membela Rumah itu, Mie yang ada di teplon itu hampir terbakar dan apinya sudah menyala tetapi api yang menyala itu langsung padam Karena gas nya habis.


Mie itu hanya gosong saja dengan bau gas yang menyeruak tapi Untung nya tidak kenapa kenapa karena gas nya yang langsung habis.


Nanda langsung pergi ke toko mas dia menjual perhiasan perhiasan yang banyak itu, uang yang Nanda terima sangat banyak dan sudah pasti perhiasan itu sangat lah mahal.


Nanda mengambil nya dan langsung menuju ke diskotik yang ada di kota itu, dia akan menikmati hidup nya hanya untuk kesenangan belaka karena sebenarnya mabuk itu bukan solusi dari masalah.


Mabuk hanya lah akan membuat kita lupa pada masalah hanya sesaat saja karena nyatanya keesokan harinya kita akan sadar dan ingat lagi pada masalah itu.


Sebenarnya jika ingin melupakan masalah, kenapa tidak meninggal saja setidaknya kamu akan melupakan masalah kamu di dunia jika meninggal.


Sedangkan sekarang Faiz tengah kebingungan karena saat ini banyak sekali orang orang yang datang ke sana, Faiz sudah mengantongi beberapa pakaian dan surat surat tanah.


Namun Faiz ingat pada surat rumah yang dia simpan di brangkas yang ada di kamar nya, Faiz membuka pintu brangkas yang baru saja terbuka karena dia memasukan pin nya.


Faiz terkejut saat melihat tak ada apa apa di sana, padahal dia ingat kalau saat itu di dalam brangkas nya ada surat rumah dan beberapa logam mulia serta emas batangan hampir tiga biji.


Namun semua nya tak ada di sana, Faiz langsung berpikir bahwa Nanda sudah pasti pelaku nya karena tak ada lagi yang tau nomor pin nya kecuali Nanda.


"Nanda" geram Faiz.


Faiz melihat pada beberapa orang yang memantau rumah nya itu.


Faiz tak akan aman jika dia keluar sekarang, tetapi dia pun tak akan aman juga berlama lama di sana.


Faiz mengambil ponsel nya dan dia mencoba menghubungi pak satpam yang ada di sana.


📞📞


"Pak bisa bantu saya" tanya Faiz.


"Baiklah saya akan menolong bapak untuk keluar dari rumah" ucap pak satpam.


📞📞

__ADS_1


Faiz bisa keluar dengan di bantu oleh pak satpam, Faiz keluar lewat pintu belakang karena di depan saat ini tidak memungkinkan untuk Faiz keluar lewat sana.


Faiz pergi dari sana menggunakan mobil yang satunya lagi karena mobil yang sering di pakai Faiz ada di halaman depan.


Faiz akan datang lagi ke sana untuk mengambil mobil itu, rencana nya Faiz akan menjual Mobil itu karena dia sangat butuh uang sekarang.


Faiz menuju ke kediaman Orang tuanya yang lumayan jauh dari rumah nya, Sore hari Faiz sampai di sana tapi sayang saat Faiz pulang Nanda tak ada di rumah.


"Nanda" Sahut Faiz.


Namun tak ada yang bisa Faiz temukan dia langsung pergi dari sana untuk mencari Nanda.


Flash back off


Faiz marah pada istri nya itu, bagaimana mungkin istri nya itu berani merampok di rumah orang tuanya.


"Aku kecewa pada mu" ucap Faiz.


"Kecewa mas aku butuh uang" ucap Nanda.


"Ya aku tau tapi tidak harus mencuri kan" ucap Faiz.


"Mas orang tua mu itu kaya jadi tak apa kan aku ambil uangnya sedikit" ucap Nanda.


"Kamu sangat ja hat Nanda karena kamu seperti ini kamu berani mencuri walaupun begitu, Nanda tak baik mencuri apa lagi di rumah sendiri" ucap Faiz.


"Kamu bilang rumah sendiri kan jadi itu rumah aku juga dan uang yang aku ambil itu uang aku juga kan" ucap Nanda.


"Jangan pernah samakan rumah keluarga mu dengan rumah orang tua ku" ucap Faiz.


"Lalu aku salah di mana nya" tanya Nanda.


"Ibarat begini, kamu bekerja di perusahaan dan kamu hanya pegawai bukan pemilik, apa di perusahaan itu kamu bisa mengambil apa yang kamu inginkan" tanya Faiz yang tak di Jawab oleh Nanda.


"Apa di sana kamu bisa semena mena? tidak kan, jadi tolong Nanda jaga sikap mu benar itu rumah mu tapi ucapan itu hanya lah pemanis supaya kamu bisa betah, supaya kamu bisa nyaman di sana, bukan berarti itu rumah kamu dan kamu pemilik nya, kamu tau aku seperti orang bo doh jika mengajar kan ini pada mu, tapi Nanda penting menjaga adab" ucap Faiz menasehati Nanda.


"Sudah ceramah nya" tanya Nanda.


Faiz tidak menjawab dia hanya diam saja.


"Mas aku cape hidup bersama dengan mu" ucap Nanda.


"Aku tidak menyuruh kamu bekerja jadi apa yang cape" tanya Faiz.


"Aku ingin bebas mas aku ingin bahagia" ucap Nanda.


"Apa kamu kurang bahagia kemarin hah, sertifikat rumah, logam mulia dan tiga biji emas batangan tidak cukup untuk membuat kamu bahagia" tanya Faiz.


Nanda menatap pada Faiz yang sekarang terlihat sangat marah.


"Ak-aku" ucap Nanda terbata bata.


"Kamu menjualnya atau mengandaikan nya, Nanda aku tak sangka kamu akan seroyal ini, kamu mengadaikan rumah dan mencuri di rumah Umi, apa kamu tau Nanda kita sudah tidak punya tempat tinggal" ucap Faiz.


"Kan ada ini" ucap Nanda.


"Ini punya teman aku" ucap Faiz.


"Lalu akan ke mana kita sekarang" tanya Nanda yang sekarang takut menjadi miskin.


"Kita pulang ke rumah orang tua kamu, kita akan tinggal di sana, aku tidak akan bisa pulang ke rumah mamah aku sudah membayar kan uang mu itu pada hutang mu, setidaknya yang nagih hutang pada kita berkurang" ucap Faiz.


Nanda kesal karena suaminya itu malah memberikan uang yang susah payah dia curi dari rumah besar mertua nya.


Nanda tak akan mungkin bisa bersenang senang lagi sekarang.


Mereka langsung menuju ke arah rumah orang tua Nanda yang lumayan jauh dari kota itu, tapi setidaknya mereka akan aman jika berada di rumah orang tua Nanda yang berada di perkampungan.


Anda tidak boleh mengambil harta ayah anda sedikitpun, kecuali dengan izin dan kerelaannya. Berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ”Tidak halal bagi seorang muslim untuk mengambil harta saudaranya, kecuali harta yang dia berikan kepadanya dengan kerelaan saudaranya.” riwayat Baihaqi dalam as-Sunan. (Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 27073)


Tetapi bagaimana jika seorang Ayah pelit tidak memberikan jatah nafkah yang cukup bagi anaknya, maka boleh mengambil harta orang tuanya, meskipun tanpa diketahui ortunya.


Dalam Fatawa Nur ‘ala ad-Darbi dinyatakan,


“Apabila bapak pelit dalam memberikan nafkah, sementara anak masih lemah tidak bisa bekerja sendiri, maka dia boleh mengambil harta orang bapaknya untuk menutupi kebutuhannya. Meskipun tanpa diketahui orang tua.”


Kemudian Syaikh menyebutkan dalil hadis dari Hindun binti Uthbah radhiyallahu ‘anha, istri Abu Sufyan yang melaporkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,


Yang arti nya “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Abu Sufyan orang yang pelit, tidak memberikan nafkah yang cukup untukku dan untuk anakku. Kecuali jika aku mengambil hartanya, tanpa sepengetahuannya. Apakah saya berdosa melakukan hal itu?”


Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,


”Ambillah hartanya secara wajar, yang mencukupi kebutuhanmu dan mencukupi kebutuhan anakmu.” (Muttafaq ’alaihi). (Simak Fatawa Nur ’ala ad-Darbi, jilid 23, hlm. 307)


Ibu ibu...


Jika seorang suami pelit maka kita bisa mencuri uangnya, karena sekarang mencuri uang suami tidak akan di penjara karena sudah ada undang-undang nya.


Jadi tunggu apa lagi kalau suami kita pelit curi saja uang nya, karena memang sudah kewajiban seorang suami memberikan Nafkah yang cukup untuk keluarga nya.


Sudah kewajiban suami menyenangkan istri nya dengan perkataan, dan pembuktian.


Karena terkadang banyak laki laki yang sering mencaci maki istri nya karena istri nya tidak sesuai dengan apa yang dia inginkan.


Terkadang pula banyak yang mengingkari janjinya hanya karena ada urusan yang menurut kita hal sepele.


Lanjut ke cerita ya...


Di kediaman Rena saat ini Rena tengah sibuk mempersiapkan makanan untuk orang orang yang akan datang untuk tahlilan nanti.


Mayang juga turut hadir di sana apa lagi dahulu Herman juga adalah mantan suaminya walaupun akhirnya mereka berpisah.


Gladys dan Farid juga turut hadir di sana.


Ya, Dua puluh empat tahun yang lalu, Gladys dan Farid sudah menikah banyak sekali masalah yang menimpa rumah tangga mereka bahkan mereka juga pernah hampir berpisah.


Namun Mereka berdua bisa saling meminta maaf dan saling memaafkan jadi hubungan mereka masih tetap bersama sampai sekarang.


Lalu bagaimana dengan kenyataan kalau Faiz putra dari Gladys?


Farid tidak mempersalahkan hal itu dia menerima Faiz sebagai putra nya, tetapi sayangnya Faiz yang tidak tau akan hal itu.


Dahulu pernah Rena memberi tau kan hal itu tapi Faiz tidak percaya pada Rena.


Dia malah berpikir kalau Rena hanya bercanda, dan mungkin sampai sekarang mereka masih menyembunyikan kebenaran itu dari Faiz dan Istri nya.


Rena saat ini ada di dapur sendirian karena sedang mencari keresek untuk membungkus makanan itu.


"Rena" sahut Gladys yang ada datang ke sana.


"Ya" tanya Rena menatap pada Kakak nya itu.


"Aku mau bicara" ucap Gladys.


"Apa" tanya Rena.


"Bagaimana Faiz apa dia baik baik saja?, lalu di mana dia?, apa istri nya juga akan datang?, apa mereka sudah punya anak?" cecar Gladys menanyakan Putra nya.


Rena senang karena Gladys memperhatikan putra nya, namun Rena tak akan sanggup jika Gladys tau kebenaran tentang putranya itu.

__ADS_1


"Kak tenang satu persatu ya tanya nya" ucap Rena yang langsung membawa Gladys duduk di kursi meja makan.


"Faiz baik baik saja, dia sibuk sekarang kemarin dia datang tapi katanya dia harus pergi lagi karena ada urusan" jawab Rena berbohong.


Rena berbohong karena tidak mau kalau Gladys sampai tau dan akan bersedih pada kebenaran putra nya itu.


Bahkan Rena juga sedih saat tau kalau Faiz berubah menjadi seperti itu.


"Gladys" Sahut Farid.


"Mas" ucap Gladys menatap pada Suaminya.


Farid datang ke sana untuk menemui istrinya.


"Aku bertanya pada Rena bagaimana Faiz" ucap Gladys.


"Oh di mana dia sekarang" tanya Farid.


"Dia sibuk" ucap Rena.


"Katanya Satu tahun kebelakang dia punya rumah sakit sendiri ya, sekarang bagaimana bisnisnya" tanya Farid.


"Alhamdulillah berjalan dengan lancar" ucap Rena.


"Syukur lah" ucap Farid.


"Aku senang kalau Faiz bisa sukses" ucap Gladys.


"Oh ya di mana Nindita" tanya Rena menanyakan putri Gladys dan Farid.


"Ada di pesantren" ucap Farid.


"Aku sudah lama tidak melihat nya" ucap Rena.


"Ya Dua puluh lima tahun ini berjalan dengan sangat cepat, bahkan dulu aku masih ingat saat kamu mengandung Yadna" ucap Farid.


"Ya waktu sangat cepat" ucap Rena.


Luthfi datang ke sana.


"Sedang bahas apa" tanya Luthfi.


"Ada" ucap Rena.


"Ustadz Farid kapan kembali ke pesantren" tanya Luthfi.


"Entah" ucap Farid.


"Menginap saja di sini dulu, dan nanti kalau kalian mau pulang aku mau titip sesuatu untuk Abah" ucap Luthfi.


"Oh ya" ucap Farid.


"Lihat Ustadz tak terasa ya, kita sudah tua tapi istri istri kita malah semakin cantik dan awet muda" ucap Luthfi.


"Ya aku juga berpikir hal yang sama" ucap Farid.


"Tak terasa kita sudah akan menjadi kakek" ucap Luthfi.


"Benar Ustadz, aku sangat tak menyangka takdir membawa kita sejauh ini" ucap Farid.


Malam ini acara tahlilan di mulai para tetangga banyak yang datang, dan itu menjadi kesenangan bagi keluarga yang berduka karena tandanya kalau banyak orang akan banyak yang mendoa kan.


Sedangkan di kampung yang sangat jauh dari perkotaan.


Saat ini Nanda dan Faiz baru saja sampai apa lagi mereka sampai kemalaman di mobil.


Mereka langsung masuk ke dalam rumah, seperti biasa orang tua Nanda menyambut mereka dengan sangat ramah bahkan Ibunya Nanda sampai rela membawa kan koper milik Faiz atau Nanda.


"Tumben kalian datang" ucap Ibu Nanda.


"Bu kami bangkrut dan sekarang rentenir pihak bank dan teman teman ku menagih hutang pada ku" ucap Nanda.


"Ya Bu kalau bisa kami ingin menumpang di sini" ucap Faiz.


"Nu-num-pang" tanya Ibu Nanda.


"Ya sekalian kami sembunyi juga" ucap Faiz.


Ibu Nanda langsung menampakan wajah yang tidak bersahabat.


"Bagaimana ya Ibu tidak bisa menampung kalian apa lagi Ibu juga sedang kesusahan sekarang" ucap Ibu Nanda.


"Ibu ayolah sebentar saja" ucap Nanda memohon.


"Tapi Nanda ibu gak bisa" ucap Ibu Nanda menolak.


"Kami janji setelah baik baik saja kami juga akan pulang" ucap Nanda.


"Ya Bu hanya untuk beberapa Minggu" ucap Faiz.


"Tidak bisa ibu tidak mungkin menampung kalian apa lagi adik adik kamu juga sangat butuh uang" ucap ibunya Nanda.


"Bu aku hanya ikut bersembunyi kenapa ibu sangat ja hat" ucap Nanda.


"Tapi kalau kamu datang hanya menyusahkan saja, ibu gak bisa, Nanda ibu sengaja menyekolahkan kamu tinggi tinggi karena Ibu mau kamu menjadi kaya dan bisa membagikannya ibu, kalau begini caranya ibu gak bisa" ucap Ibu Nanda.


"Ibu tega sekali kamu" ucap Nanda.


"Tapi ibu harus tega" ucap Ibu Nanda.


Ibu Nanda langsung menyeret beberapa koper yang Nanda bawa, Faiz dan Nanda mengikuti keluar dari rumah itu karena ibunya juga ada di sana.


"Ibu aku mohon" pinta Nanda dengan sangat.


"Ibu gak bisa pulang lah ke kota" ucap ibu Nanda yang langsung masuk ke dalam rumah nya dan mengunci pintu nya dari dalam.


Nanda menggedor pintu rumah itu berharap ibunya akan berubah pikiran dan membiarkan mereka untuk menumpang di sana.


Tapi tidak ibunya Nanda malah tidak perduli pada Putri nya itu,


Faiz menarik Nanda untuk pergi dari sana meninggalkan rumah itu.


"Kembali ke kota dan kita cari kehidupan baru di kota" ucap Faiz.


Mereka terpaksa pulang lagi karena tak di terima oleh ibunya Nanda, saat ini Faiz menyesal datang ke sana apa lagi dia seperti orang yang sedang mengemis jika berada di bawah kaki ibunya Nanda.


Malam ini Rena tak bisa tidur dia melihat Mamahnya yang saat ini banyak melamun, Rena sangat takut kehilangan orang yang sudah melahirkan dia.


Namun pikiran Rena sedang ada di mana mna, dia memikirkan Faiz yang sekarang tidak tau ke mana apa lagi Faiz saat ini adalah buronan.


Hal yang paling Rena takut justru jika Gladys tau perbuatan Faiz padanya, jika saja Gladys tau mungkin dia akan menghukum Faiz.


Apa lagi Gladys terkenal cukup keras pada anaknya, anak seperti Faiz mungkin akan tunduk di hadapan Gladys.


"Bagaimana ini aku sudah banyak berbohong" gumam Rena.


Rena merasakan sakit pada kepala nya, dia mengambil obat dan meminum nya berharap kalau dia bisa tidur pulas dan melupakan tentang permasalahan itu.


Jika Rena orang yang lemah mungkin sekarang dia sudah pingsan atau sakit karena pemikiran.

__ADS_1


untung nya ada Luthfi yang bisa menguatkan Rena jadi Rena tidak terlalu memikirkan hal itu.


"Ayo tidur aku sangat ingin tidur dan melupakan semua ini" gumam Rena.


__ADS_2