
"Pah tadi siang aku melihat mamah bersama laki laki" ucap Luthfi.
Tongkat yang ada di tangan tuan Yasir jatuh ke lantai, dia seperti tak percaya pada ucapan putranya itu.
"Jangan bohong Ufi" ucap Tuan Yasir.
"Demi Alloh Pah aku tak berbohong" ucap Yasir.
Rahang tuan Yasir mengeras dia terlihat sangat marah bahkan terlihat dari wajahnya yang sangat marah, Luthfi yang menyadari kalau papahnya marah pun langsung menundukkan kepalanya.
"Jangan membawa nama Tuhan untuk berbohong Luthfi" ucap Tuan Yasir dengan suara beratnya.
Tuan Yasir mengambil tongkat yang tadi terjatuh dia langsung mengambilnya dan menatap tajam pada Luthfi.
"Aku tak sangka kau akan menghina Mamah kandung mu sendiri Luthfi" geram Tuan Yasir.
Luthfi hanya menunduk dia menyesal karena membicarakan itu pada papahnya.
Tuan Yasir mengarahkan tongkat itu ke atas.
Plakk
Tongkat kecil tapi panjang itu mengenai punggung Luthfi, perih? hanya itu yang Luthfi rasakan di tak mampu bicara apa apa lagi karena sebelumnya papahnya itu tak pernah melakukan hal itu.
"Jangan pernah bicara yang buruk tentang mamah kamu, atau papah akan pukul kamu dengan sangat sakit sehingga kamu gak akan pernah lupa pada rasa sakitnya" ucap Tuan Yasir mengancam.
Tuan Yasir pergi dari sana menuju kamarnya, sedangkan Luthfi dia hanya menangis merasakan rasa sakit pada punggungnya.
Luka itu sangat sangat sakit sekali, namun Luthfi tak marah pada papahnya hal itu karena salah dia yang terlalu ikut campur pada urusan orang lain.
Jujur saja Luthfi belum pernah merasakan kasih sayang dari mamahnya karena mamahnya itu akan sangat sibuk jika sudah main ke luar.
"Papah aku hanya membela Papah" gumam Luthfi kecil sambil menangis.
Pengasuh Luthfi datang ke kamar Luthfi saat mendengar ada yang aneh di kamar Luthfi,
"Den ada apa" tanya pengasuh.
"Bi punggung aku sakit" ucap Luthfi kecil.
Bibi pengasuh membukakan baju Luthfi dia terkejut saat melihat punggung Luthfi yang memar bahkan luka itu sudah kebiru biruan padahal baru saja Papahnya itu memukulnya.
"Den biar Bibi yang obati" ucap bibi pengasuh itu.
Flash back off
"Karena cinta papah yang besar pada mamah dia tak percaya pada ku" ucap Luthfi.
"Yang sabar ya" ucap Rena yang langsung memeluk suaminya itu guna memenangkan suaminya itu.
Luthfi tersenyum dia menatap pada istrinya yang masih memeluknya erat itu.
"Untung saja saat papah meninggal aku langsung ke pesantren jadi aku tak merasakan kesepian, aku juga kuliah di luar negeri jadi aku tak terlalu kesepian" ucap Luthfi.
"Oh aku tau kenapa kamu saat tahun baru atau idul Fitri kamu jarang pulang" ucap Rena.
"Ya aku merasakan punya keluarga di pesantren, di rumah aku seperti tak punya keluarga" ucap Luthfi.
"Tapi kenapa kamu lebih memilih tinggal di pesantren yang serba kesusahan itu sedang kan di sini kamu punya segalanya" tanya Rena.
"Ning kamu tau saat aku di pesantren aku sadar kalau hidup itu tak perlu kekayaan, aku paham kalau bahagia itu bukan karena banyak uang tapi karena kebersamaan" ucap Luthfi.
"Ya kau benar" ucap Rena.
"Aku sadar kalau di pesantren lah bahagia aku berada tapi Ning aku sekarang terpaksa terjebak di sini, aku tak mungkin ada di pesantren bersama dengan mu kan aku tak mau aku menafkahi mu dengan uang seadanya aku mau kau bahagia" ucap Luthfi.
"Gus aku bahagia bersama dengan mu" ucap Rena.
"Terima kasih" ucap Luthfi.
Sedangkan di Kediaman Mamahnya Luthfi saat ini Nagita datang ke sana, dia meminta penjelasan pada Mayang kalau katanya Nagita akan dijodohkan dengan Luthfi tapi sayang Luthfi belum mau pada Nagita.
"Tante aku mau Luthfi" ucap Nagita.
"Gita kamu tenang ya, Tante akan pikirkan rencana yang bagus" ucap Mayang.
__ADS_1
"Ya tapi apa Tante ini sudah beberapa hari" ucap Nagita.
"Kamu tenang Tante akan pikirkan" ucap Mayang.
"Tante plis aku mau Luthfi" ucap Nagita kekeuh.
"Ya hari ini Tante akan datang ke sana" ucap Mayang.
"Ya itu bagus aku berharap lebih pada Tante" ucap Nagita.
"Kamu bisa mengandalkan Tante" ucap Mayang.
"Sayang yang benar saja kau mau memisahkan mereka sekarang" tanya Herman suaminya Mayang.
"Sayang bagaimana lagi" ucap Mayang.
"Tapi kita gak mungkin memaksa Luthfi" ucap Herman.
"Ya aku tau tapi apa yang akan Luthfi dapat dari wanita itu" ucap Mayang.
"Aku akan ikut" ucap Herman.
"Baiklah nanti malam kita akan ke rumah Luthfi" ucap Mayang.
Mayang menyiapkan uang yang banyak di dalam koper yang cukup besar itu, dia sangat ingin menyingkirkan Rena.
Alasannya hanya satu yaitu Mayang ingin Luthfi ada di bawah kendalinya, Mayang ingin menguasai harta yang Tuan Yasir berikan pada putranya itu.
Karena saat tuan Yasir meninggal dia tak menuliskan harta untuk istrinya itu karena tuan Yasir tau kalau Mayang sudah selingkuh darinya.
Mayang hanya mendapatkan satu pabrik kecil saja itu pun sebagai tanggung jawab tuan Yasir sebagai harta gono gini terakhir darinya.
Malam harinya paman Retno yang tak lain adalah Abinya Aisyah datang ke rumah Luthfi, saat ini dia akan mengajak Luthfi untuk ke mesjid.
"Assalamualaikum" ucap paman Retno.
"Waalaikum salam paman ayo masuk" ucap Luthfi yang langsung membuka pintu.
"Kata pak Ustadz setempat Sekarang akan di adakan rapat mengenai hewan untuk kurban, ayo kita ikut ke sana" ucap paman.
"Baiklah ayo, aku ganti dulu pakaian" ucap Luthfi.
Luthfi langsung masuk ke dalam kamarnya dia melihat ada Rena yang tengah mengutak atik ponselnya karena sedang menghubungi Abah di kampung.
"Ning aku akan ke mesjid" ucap Luthfi.
"Kapan" tanya Rena.
"Sekarang bersama paman" ucap Luthfi yang langsung ganti pakaian di sana.
"Baiklah hati hati" ucap Rena yang langsung mendekat pada Luthfi tapi terlihat oleh Rena kalau Luthfi tengah menghitung uang dengan sangat banyak.
"Uang untuk apa" tanya Rena.
"Aku mau berikan pada pengurus mesjid tahun ini aku gak bisa beli hewan jadi aku berikan uang saja" ucap Luthfi.
"Oh" ucap Rena.
"Baiklah aku akan berangkat kamu di rumah ada Bi Cici ya" ucap Luthfi.
"Ya Gus" ucap Rena yang langsung menyalami tangan Luthfi dengan takzim.
"Aku berangkat ya" ucap Luthfi mendaratkan kecupan pada kening Rena.
"Ya lepaskan tangan mu kalau seperti ini terus kau tak akan pergi" ucap Rena.
"Ya deh ya" ucap Luthfi yang langsung pergi dari sana setelah mengucapkan salam pada Sang istri.
Rena duduk di atas ranjang saat ini dia sangat merindukan pesantren karena dari kecil Rena besar di sana jadi wajar saja kalau Rena tak bisa jauh dari pesantren.
Dan sekarang rasanya Rena sangat sangat merindukan teman dan keluarganya.
Apa lagi kakak ipar nya yang sedang hamil dia sangat merindukannya.
"Kapan aku bisa pulang" gumam Rena.
__ADS_1
Saat ini Rena merasakan rasa lapar dia langsung pergi dari kamarnya menuju ke dapur.
"Non mau makan" tanya Bi Cici.
"Ya bi saya akan makan mie instan saja rasanya aku mau makan mie instan" ucap Rena.
"Baiklah biar bibi buatkan" ucap Bi Cici.
"Jangan biar aku saja yang buat bi" ucap Rena.
Dia langsung membuat mie instan karena Sekaran Rena masih datang bulan jadi dia tak melaksanakan Sholat.
Sekarang sudah tanggal tiga Dzulhijjah harusnya Rena puasa dari tanggal satu Dzulhijjah tapi sayang dia tengah datang bulan.
Bahkan Rena juga tak bicara pada Luthfi mungkin Luthfi lupa kalau saja Luthfi ingat dia mungkin akan melaksanakan puasa Sunnah itu.
Selama ini Luthfi belum pernah meninggalkan Puasa Sunnah itu.
Puasa di bulan Dzulhijjah ini adalah puasa Sunnah, sedangkan Sunnah berarti perbuatan yang jika di lakukan mendapatkan pahala jika tidak di lakukan tidak akan mendapatkan dosa.
Namun lebih baik jika di lakukan karena keutamaan melaksanakan Puasa Sunnah sebelum Idul adha ada tiga yaitu.
Pertama,di lipat gandakan pahalanya
Seperti sabda Baginda Rasulullah Saw..
Yang Artinya: "Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam Lailatul Qadar." (Hadist Riwayat At-Trmidzi).
Kedua, sebagai penghapus dosa
Ketiga, hari pembebasan dari siksa neraka.
Sedangkan puasa Dzulhijjah di bagi menjadi tiga yaitu
puasa Sunnah Dzulhijjah di lakukan pada tanggal satu sampai tanggal tujuh di bulan Dzulhijjah.
Puasa Sunnah tarwiyah dilakukan tanggal delapan Dzulhijjah.
Puasa Sunnah Arafah tanggal sembilan di bulan Dzulhijjah.
Di Riwayatkan oleh Muslim, Rasulallah Saw bersabda,
Yang Artinya: "Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu." (Hadist Riwayat Muslim).
**
Sedangkan di Kediaman Mayang, saat ini Mayang tengah menyeret koper yang penuh dengan uang itu, dia berharap dengan membawa uang itu dia bisa mengusir Rena dari rumah itu.
"Kamu yakin kalau gadis kampung itu akan pergi" tanya Herman.
"Aku yakin karena kan dia menikah dengan Luthfi karena dia mau uang saja" ucap Mayang.
"Ya kita lakukan saja" ucap Herman.
Mereka berangkat ke kediaman Luthfi yang cukup jauh dari kediamannya.
Mayang sangat terobsesi dengan harta Luthfi apa lagi sejak dahulu dia tak bisa mengendalikan Luthfi karena Luthfi ada di pesantren.
Sekarang dia tak akan menyia nyiakan kesempatan emas itu, karena yang Mayang pikirkan jika dia bisa membuat Luthfi menikah dengan Nagita dia akan menjadi dekat dengan Nagita dan bisa memoroti Luthfi melalui Nagita.
Padahal jika Mayang bicara dan membaik baiki Luthfi mungkin dengan mudah Luthfi akan memberikan hartanya.
Tapi sayang Mayang malah membuat dirinya sibuk dengan pemikiran yang berat itu, padahal dia ibu kandung Luthfi jika saja dia memberikan kasih sayang pada Luthfi mungkin semua harta itu menjadi milik Mayang.
Sehingga dia tak harus melakukan hal ini untuk menyingkirkan Rena yang sudah jelas menjadi pilihan Luthfi.
Sesampainya di Kediaman Luthfi, Mayang dan Herman serta kedua anak buahnya masuk ke dalam tanpa permisi dahulu.
Rena yang menyadari pun langsung menyambut mereka untuk masuk ke dalam.
"Mah" ucap Rena yang langsung akan menyalami Mertuanya itu tapi sayang tangannya malah di tepis oleh Mayang.
Rena melihat seorang laki laki paruh baya yang berdiri di belakang Mayang, Rena seperti kenal laki laki itu namun Rena tak yakin kalau sebelumnya mereka pernah bertemu.
"Kamu Rena" tanya Herman.
__ADS_1
"Ya" ucap Rena tersenyum.
Rena meminta pada Bi Cici untuk membuat kan minuman untuk mertuanya itu.