Aku Seorang Janda Ustadz

Aku Seorang Janda Ustadz
bab 102 keputusan untuk Faiz


__ADS_3

"Gladys" Sahut Rena yang langsung berlari mengejar Gladys.


Jujur saja Rena sangat penasaran pada Gladys apalagi dengan apa yang tadi Abimana ucapkan.


Namun Luthfi menahan langkah Abimana yang akan mengejar Rena.


"Maksudnya apa" tanya Luthfi.


"Wanita itu simpanan ku, dan anak itu anak ku" ucap Abimana.


"Berani sekali kau menyebut Adik ku wanita simpanan mu" geram Luthfi.


"Ck siap siap saja aku akan gagal mendapatkan keuntungan besar" batin Abimana saat melihat Luthfi.


Sedangkan Rena saat ini melihat Gladys yang ada di belakang pesantren, di sana ada Farid juga yang sedang mencangkul tanah yang ada di belakang pesantren itu.


Farid sangat suka pada pertanian hingga dari itu Abah membiarkan Farid untuk menanam sayuran di tanah milik Abah yang ada di belakang pesantren.


Farid melihat Gladys yang tengah bersedih, dengan pakaian yang kotor dia langsung mendekat pada Gladys.


"Ada apa" tanya Farid.


Gladys mengusap air mata nya dia langsung menatap pada Farid yang ada di sana.


Tanpa di sangka Gladys langsung memeluk Farid yang ada di sana.


"Astagfirullah" ucap Farid.


Gladys meluapkan tangisan nya pada Farid yang sekarang ada di pelukan nya.


"Lepaskan nanti ada yang melihat" ucap Farid.


Gladys melepaskan pelukannya, saat ini Farid langsung pergi dari sana tapi saat dia akan pergi meninggalkan Gladys ada Rena di sana yang sekarang tengah melihat mereka.


"Ning aku bisa jelaskan" ucap Farid.


"Gus bisa kah bantu aku untuk membujuk Gladys agar mau ke rumah Abah, aku yakin hanya kamu saja yang bisa melakukan nya" pinta Rena.


"Tapi Ning" ucap Farid.


"Tolong" ucap Rena.


"Baiklah" ucap Farid yang langsung mendekat pada Gladys yang sekarang masih ada di sana.


"Gladys apa pun masalah nya kamu harus selesaikan" ucap Farid sambil duduk di samping Gladys.


"Aku gak mau bertemu dengan dia" sahut Gladys.


"Gladys aku gak tau masalah kamu seberat apa tapi bicara ini dengan yang lain, ayolah ingat ada aku yang masih bisa membela mu" ucap Farid.


"Benarkah" tanya Gladys pada Farid.


"Ya aku akan percaya pada mu" ucap Farid.


"Tapi aku takut mereka memarahi aku" ucap Gladys.


"Gak bakalan aku yakin kan ada Ning Rena juga di sana, bahkan ada kakak mu juga" ucap Farid.


"Aku sangat ingin lari dari sini" ucap Gladys.


"Ayo selesai kan dulu masalahnya" ucap Farid.


"Kamu gak akan paham" geram Gladys.


"Kalau seperti ini terus maka apa yang akan di harapkan, Gladys masalah tidak akan selesai kalau kau tidak berusaha untuk menyelesaikan nya" ucap Farid.


"Tapi mereka akan menghina aku" ucap Gladys.


"Tidak akan pernah" ucap Farid.


"Baiklah aku akan datang ke sana untuk menyelesaikan semua nya tapi kamu ikut kan" tanya Gladys.


"Tidak aku akan tunggu di sini, Gladys ini masalah keluarga mu aku tidak mau terlibat" ucap Farid.


"Baiklah tapi kamu yakin kan tak akan ada orang yang akan menghina aku" tanya Gladys.


"Tidak akan" ucap Farid.


Gladys pergi dari sana bersama dengan Rena yang ada di sana, mereka semua langsung berkumpul di rumah Abah.


Walau bagaimana pun Abah tidak mau masalah keluarga Puput terdengar sampai keluar dari pesantren itu.


Semua orang sudah berkumpul di sana bahkan Abah juga ada di sana menjadi orang yang akan memutuskan hal yang benar untuk menyudahi masalah itu.


"Baiklah ada apa" tanya Abah menatap pada Puput.


"Abah lihat aku gak habis pikir pada Abimana dia baru satu tahun lebih menikah karena ada yang mengaku punya anak dari abimana dan sekarang katanya Gladys adiknya Gus Luthfi juga punya anak dari Abimana" ucap Puput.

__ADS_1


"Om aku gak tau hal itu karena setelah malam itu kami tidak bertemu lagi" ucap Abimana pada Abah.


"Lalu bagaimana anak itu bisa jadi" geram Puput.


"Ya aku tau karena saat aku melakukan hal itu dia sering mengeluh sakit perut dan mual mual" ucap Abimana.


"Astaga Abimana kamu sangat ja hat" geram Puput.


"Mah aku minta maaf" ucap Abimana.


Plak


Arka sebagai papahnya Abimana langsung geram mendengar hal itu, dia menampar putra nya itu.


"Mulai sekarang kau bukan lagi anak ku" geram Arka.


"Arka tenang lah dulu" sahut Topan papahnya Zia.


"Ya kak" ucap Arka berusaha mati matian untuk menahan amarahnya itu.


"Lalu bagaimana sekarang" tanya Abah pada mereka semua.


"Abah" Sahut Luthfi.


"Ya ada apa" tanya Abah.


"Abah aku sanggup menganggap Faiz sebagai putra aku dan Rena, jadi saat ini keputusan ada di tangan Gladys" ucap Luthfi.


"Baiklah Gladys bagaimana kamu sekarang" tanya Abah.


"Kamu mau menikah" tanya Puput.


Gladys menggeleng kan kepala nya.


"Aku gak mau menikah" ucap Gladys.


"Baiklah kamu mau apa sekarang" tanya Puput.


"Tidak ada" ucap Gladys.


"Begini saja Gladys akan tetap di pesantren hidup sebagai apa yang dia jalani sekarang, dan Faiz jika Luthfi sanggup membesar kan Faiz maka tak ada masalah sedang kan Abimana saat ini dia tetap menjadi ayah dari bayi itu, sebagai seorang ayah kamu harus melakukan layaknya seorang Ayah, kamu Wajib memberikan nafkah pada Bayi itu, walau bagaimana pun dia putra mu" ucap Abah.


"Aku setuju" ucap Abimana.


"Abah aku bisa membesar kan Faiz" ucap Rena.


"Ya dan aku akan ikut campur pada hal menafkahi Faiz" ucap Abimana.


"Baiklah lah bagaimana Bu" tanya Abah pada Puput.


"Ya Abah aku setuju" ucap Puput.


Masalah sudah terbilang clear sekarang keluarga Puput pulang setelah minta maaf pada Gladys yang sejak tadi hanya diam saja.


Bahkan Abimana tak bicara sedikit pun pada Gladys dia merasa sangat marah pada Gladys karena kecerobohan nya membuat Gladys hamil.


Hanya tinggal Mayang dan Herman saja yang belum tau kalau Gladys punya anak.


Namun Luthfi dan Rena berjanji akan memberi taukan bayi itu pada mereka nanti saat Faiz sudah besar.


Karena sekarang mereka tak akan mungkin bicara apa lagi takutnya Mayang ingin mengambil Faiz dari Rena dan Luthfi.


penjelasan anak dari hubungan Zina.


Meskipun terlahir sebagai anak zina, ia tetap dilahirkan dalam keadaan suci dan tidak membawa dosa turunan. Namun demikian, anak hasil zina tetap tidak mempunyai hubungan nasab dengan laki-laki yang menzinai ibunya, ia hanya dinasabkan dengan ibu yang melahirkannya.


Begitu pun dengan warisan, si anak tak akan menjadi ahli waris karena anak itu di ibaratkan tak punya ayah.


Berbeda dengan Anak yang sah secara otomatis mempunyai hubungan nasab dengan ayah dan keluarga ayahnya kecuali ayah (suami dari ibu yang melahirkannya) mengingkari/menyangkalnya. Sabda Nabi SAW :


“Dari ‘Amr ibn Syu’aib ra dari ayahnya dari kakeknya ia berkata: seseorang berkata: Ya rasulallah, sesungguhnya si fulan itu anak saya, saya menzinai ibunya ketika masih masa jahiliyyah, rasulullah saw pun bersabda: “tidak ada pengakuan anak dalam Islam, telah lewat urusan di masa jahiliyyah. Anak itu adalah bagi pemilik kasur/suami dari perempuan yang melahirkan (firasy) dan bagi pezina adalah batu (dihukum)” (HR. Abu Dawud).


Lalu jika tidak ada hubungan nasab bagaimana mungkin Abah meminta Abimana untuk membiayai Faiz.


Karena begini, Abah tidak mau memberatkan semua pada Luthfi, walau pun Luthfi orang berkecukupan tetap saja tak akan sebanding dengan bagaimana susahnya mempunyai seorang anak itu.


Menjadi orang tua itu tidak gampang kita di tuntut untuk bisa memberikan hal banyak pada seorang anak, termasuk pada pakaian, makanan, dan ilmu yang bermanfaat, bukan itu saja orang tua di tuntut untuk menjadi contoh yang baik bagi anaknya.


Bahkan orang tua juga harus memperkenalkan hal yang baik dan tidak baik pada anak, jadi mungkin dengan didikan itu tak akan sebanding dengan uang yang akan Abimana berikan sebagai nafkah nanti nya.


Sebenarnya melakukan hal Zina ini hanya akan merugikan pihak perempuan!.


kenapa begitu?


Karena terbukti setelah melahirkan seorang ibu yang akan mengurus dan membesarkan anak nya, sedang kan seorang ayah dia tidak punya nasab dengan Anaknya.


Jadi hanya seorang wanita yang akan di rugikan akan hal ini.

__ADS_1


Semoga kita dan keluarga kita di jauh kan dari sikap yang seperti itu ya...


Aminnn..


Malam ini Revan baru saja pulang ke rumah Nagita namun dia melihat ada papahnya Nagita yang katanya akan menginap di sana dan kemarin malam juga papanya Nagita menginap di sana


Mau tak mau Revan dan Nagita harus tidur satu kamar karena tak ingin papahnya curiga akan hal itu.


"Jangan pernah mendekat pada ku" ucap Nagita memastikan Revan untuk menjauh.


"Siapa yang akan mendekat" tanya Revan.


Revan mengambil uang dari saku celana nya.


"Aku ada uang hasil dari gajian aku bekerja, ya aku tau uang ini tidak besar tapi aku harap uang ini bisa kamu terima" ucap Revan.


"Sebenarnya aku malas dengan uang receh mu itu tapi lumayan lah buat bayar parkir" ucap Nagita yang langsung mengambil uang itu.


Revan hanya menggeleng geleng kan kepala nya dia tak tau harus berbuat apa lagi pada Nagita agar Nagita bisa menerima nya.


"Papah sampai kapan akan menginap di sini" tanya Revan.


"Entah tapi aku harap bisa segera pergi" ucap Nagita.


Revan hanya menggeleng geleng kan kepala saja tak tau harus bagaimana lagi mendidik Nagita.


"Aku tak berpikir kalau mendidik seorang istri itu akan sesusah ini" gumam Revan.


"Diam lah aku mau tidur" ucap Nagita.


"Ya terserah" ucap Revan.


Malam ini menjadi malam yang sangat kaku bagi Revan, dia harus nya bahagia karena bisa tidur dengan sang istri tapi sayang Revan malah tak nyaman karena hal itu.


Namun berbeda dengan Nagita yang seperti nya biasa biasa saja tanpa merasa kan apa pun yang Revan rasakan.


Di pesantren Luthfi tengah membaca Al Qur'an, dia tidak bisa tidur karena begitu lah Luthfi jika di pesantren.


Dia akan merasa tak tenang jika belum melihat lihat pesantren dahulu.


Dunia malam di pesantren sangat menyenangkan dari pada dunia malam di perkotaan.


Luthfi bisa menikmati angin malam yang mampu membuat kantuknya seketika langsung datang.


"Umi aku keluar dulu ya" ucap Luthfi.


"Mau apa" tanya Rena.


"Sebentar saja ya, Faiz juga sudah tidur kan" ucap Luthfi.


"Ya tapi jangan lama lama ya" ucap Rena.


"Ya tak akan" ucap Luthfi.


Luthfi keluar dia melihat ada bintang bintang yang menghiasi malam di langit sana, Luthfi sangat senang menatap langit malam.


Setidaknya di pesantren udaranya sangat asli dan alami tak seperti di kota yang penuh dengan polusi dan asap yang membuat dada sesak.


"Subhanallah malam ini terasa sangat indah bahkan lebih indah dari perkiraan ku" ucap Luthfi.


Namun seperti dahulu dahulu Luthfi jika memandang keindahan Langit dia sering kali menghawatirkan akan kematian nya.


Luthfi takut selama dia hidup itu dia pernah menyakiti hati orang lain.


Luthfi takut kalau dia tidak bisa menjadi orang yang baik untuk istri dan anaknya.


Luthfi sangat tak ingin jika di akhirat nanti dia di pertanyakan.


"Astaghfirullah" gumam Luthfi.


Luthfi selalu membayangkan tentang kematian nya, dia takut saat dia meninggal dia meninggal kan Rena dan anak anaknya yang akan menyusahkan Rena nanti nya.


Luthfi ingin panjang umur dia ingin menumpulkan harta agar setelah dia meninggal Rena bisa hidup bahagia dan tercukupi.


Rasa takut akan kematian itu selalu datang pada Luthfi.


Sebenarnya Luthfi bukan takut meninggal kan Rena tapi dia terlalu jatuh cinta pada dunia hingga dia tak bisa meninggalkan dunia.


Namun jika kita ikhlas dengan takdir yang akan terjadi insha Allah kita akan rela meninggalkan orang orang yang kita sayang.


Luthfi nyatanya masih sangat sayang pada Rena dia masih sangat sayang pada kehidupan nya.


Ya tak heran, karena Luthfi dahulu sangat susah untuk mendapatkan Rena jadi tak heran kalau Luthfi sangat sayang pada Rena.


Kenikmatan ini menjadi kenikmatan tersendiri bagi Luthfi, apa lagi jarang jarang mendapat kan istri yang seperti Rena.


Luthfi mungkin orang yang sangat beruntung mendapatkan nya.

__ADS_1


Luthfi merasakan mengantuk dia langsung masuk lagi ke dalam kamarnya dan tidur bersama dengan Rena yang sekarang tengah tertidur lelap.


"Selamat malam" gumam Luthfi.


__ADS_2