Aku Seorang Janda Ustadz

Aku Seorang Janda Ustadz
bab 121


__ADS_3

Malam ini Rena ingin istirahat namun saat akan beristirahat Rena melihat pada tasbih Hitam yang menggantung di sana.


"Abi ingat dengan ini gak" tanya Rena memperlihatkan tasbih hitam itu.


"Tasbih" tanya Luthfi.


"Hm" ucap Rena.


Flash back onn


Luthfi dan Rena menuju ke dalam kamarnya, Rena mendudukkan dirinya di pinggir ranjang.


"kamu gak akan ganti pakaian" tanya Luthfi.


"mau tapi nanti saja" ucap Rena.


"kenapa" tanya Luthfi yang tak peka pada ucapan Rena.


"ya aku akan ganti sekarang" ucap Rena yang langsung berjalan ke arah lemari dia mengambil pakaian tidurnya yang sudah di belikan oleh Luthfi untuknya.


sebelum Rena datang ke sana sudah banyak pakaian yang ada di lemari kata Gus Luthfi pakaian itu sengaja dia beli untuk Rena.


Rena mengambil piyama panjang warna biru dengan gambar kartun di setiap desain kainnya.


tanpa Luthfi sadar Rena berganti pakaian di sana, Luthfi dengan cepat memejamkan matanya karena tak mau melihat Rena yang berganti pakaian itu.


Rena melihat pada Luthfi yang hanya memejamkan matanya saja tanpa mau melirik Rena.


"gus" ucap Rena.


"hmm" ucap Luthfi.


"kamu mau gak bantu aku" ucap Rena.


"apa" tanya Luthfi.


"tolong ambilkan ini" ucap Rena pada Luthfi saat ini dia ingin mengambil kerudung yang biasa karena akan tidur.


namun kerudung itu Luthfi taruh paling atas Rena tak bisa menggapainya.


Luthfi melihat pada Rena ternyata Rena sudah memakai pakaian lengkap.


"kenapa berganti pakaian di sini" tanya Luthfi.


"salah ya" tanya Rena.


"tidak salah hanya saja ada aku kenapa kamu tak malu" tanya Luthfi.


"kenapa malu kamu kan suami aku, lagi pula kenapa malu kamu juga tutup mata" ucap Rena.


"ya salah aku juga sih" ucap Luthfi.


"kenapa salah" tanya Rena.


"karena tak melihat kamu ganti pakaian, aku tak menikmati keindahan barusan" ucap Luthfi.


"ish kamu ini" ucap Rena tersenyum.


Luthfi mengambil kerudung berwarna putih yang ada di atas itu.


"bukan yang ini Gus tapi yang itu" ucap Rena.


"warna hitam" tanya Luthfi.


"ya yang hitam" ucap Rena.

__ADS_1


Luthfi mengambil kan dia langsung memberikannya pada Rena.


Luthfi mengambil sesuatu di dalam lemarinya.


sebuah kotak panjang berwarna hitam.


"aku tak pernah melihat kamu bertasbih memakai tasbih, aku punya tasbih ini masih baru aku beli saat aku main ke Mekah, buat kamu aja Ning lagi pula aku sudah punya yang lain" ucap Luthfi memberikan tasbih berwarna hitam itu.


"wah terima kasih, ya aku lupa tasbih aku ketinggalan di pesantren" ucap Rena.


"ya semoga kamu lebih semangat beribadahnya ya" ucap Luthfi.


"ya Gus" ucap Rena.


"Tapi tunggu katanya kamu main ke Mekah" tanya Rena.


"Bukan begitu aku ke sana untuk ibadah" ucap Luthfi tersenyum.


Flash back off


Rena tersenyum mengingat kenangan itu,


"Waktu berjalan dengan sangat cepat ya, aku bahkan lupa apa saja yang kita lakukan selama ini" ucap Rena.


"Tidak begitu Umi, setidaknya kita telah melewati banyak waktu bersama dan Alhamdulillah nya kita tidak pernah punya masalah sampai sampai salah satu dari kita pergi kan, aku sangat tak mau akan hal itu" ucap Luthfi.


"Tidak Abi" ucap Rena.


"Ya aku sangat senang, tapi Umi bagaimana kalau aku tiada apa kamu akan menikah lagi" tanya Luthfi.


"Tidak mungkin aku tidak akan mungkin menikah lagi" ucap Rena.


"Benarkah" tanya Luthfi.


"Abi jangan seperti itu, kalau Abi sudah tidak ada bagaimana dengan aku" ucap Rena.


"Beda Abi mereka akan menikah dan mereka akan punya pasangan masing masing, aku harap ajal kita dekat jadi kita bisa meninggal bersama" ucap Rena.


"Tidak mungkin tugas aku sudah selesai tapi tugas kamu masih panjang, ingat saat kamu membagikan warisan tolong bagikan pada anak anak dengan adil aku tidak suka kalau ada yang bertengkar karena harta" ucap Luthfi.


"Ya Abi aku akan usahakan untuk berlaku adil namun Abi suatu saat nanti aku akan kirim Faiz pada Kak Abimana, aku tak ikhlas dia pada Kak Abimana hanya saja harusnya Kak Abimana bertanggung jawab pada Faiz seperti apa yang dia katakan dahulu kan" ucap Rena.


"Jangan malu, Faiz saja tidak tau kalau Gladys mamahnya jadi mana mungkin dia akan menerima Abimana papahnya" ucap Luthfi.


"Aku hanya tidak mau Faiz keluar dari jalan yang sudah ada, aku ingin Faiz yang dulu yang menghargai kita yang datang dengan banyak tawa bukan yang sekarang yang bahkan dia di kejar kejar penagih hutang, aku bersyukur karena Gladys tidak tau hal itu kalau saja dia tau entah bagaimana nasib Faiz, apa lagi katanya Gladys sudah memberikan uang dua puluh juta untuk Faiz" ucap Rena.


"Benarkah" tanya Luthfi.


"Ya aku juga tak percaya tapi Faiz sudah menipu ibu kandung nya sendiri" ucap Rena.


"Dia sudah keluar dari jalan" ucap Luthfi.


"Apa ini salah kita" tanya Rena.


"Salah kita" tanya Luthfi.


"Ya dulu kita tidak membekali Faiz dengan hukum hukum Islam, kita tidak memasukan dia ke pesantren apa itu dosa kita" tanya Rena.


"Tidak kenapa kita yang salah, kita sudah memberikan dia apa yang dia inginkan bukan, jadi apa yang harus kita salahkan" ucap Luthfi.


"Ya aku tau" ucap Rena.


Ada di dalam Al Qur'an dan Hadist tentang wajibnya memberikan ilmu pada anak.


Ada dalam (Quran Surat Al-Mujadalah ayat: 11).

__ADS_1


yang Artinya: "Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majelis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."


Dari Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhuma berkata, bahwa: Didiklah anakmu, karena sesungguhnya engkau akan dimintai pertanggung jawaban mengenai pendidikan dan pengajaran yang telah engkau berikan kepadanya. Dan dia juga akan ditanya mengenai kebaikan dirimu kepadanya serta ketaatannya kepada dirimu (Tuhfah al Maudud, halaman. 123).


Selain itu, orang tua lebih berkewajiban untuk mendidik anaknya daripada bersedekah setiap hari. Mengenai kewajiban mendidik anak ini, telah digambarkan dalam sejumlah hadis Nabi Muhammad Saw di antaranya:


yang Artinya: Nabi Muhammad Saw bersabda: “Seseorang mendidik anaknya itu lebih baik baginya dari pada ia menshadaqahkan (setiap hari) satu sha.” (Hadist Riwayat. At-Tirmidzi)


yang Artinya: Nabi Muhammad Saw bersabda: “Tidak ada pemberian seorang ayah untuk anaknya yang lebih utama dari pada (pendidikan) tata krama yang baik.” (Hadist Riwayat. At-Tirmidzi dan Al-Hakim)


Serta hadis riwayat Abu Ya’la dari Aisyah RA:


Yang Artinya: Nabi Muhammad Saw bersabda: “Sungguh di dalam surga itu ada rumah yang disebut rumah kebahagiaan yang tidak dimasuki kecuali orang yang membahagiakan anak-anak kecil.”


Dari beberapa hadis di atas sangat jelas bahwa begitu pentingnya pendidikan dalam hidup manusia. Karena dengan terpenuhinya pendidikan dengan baik, maka kehidupan pun akan berjalan dengan baik. Pendidikan baik yang diberikan kepada seorang anak, dapat menjadi pahala yang panjang bagi orang tuanya. Sebagaimana Rasulullah Saw bersabda:


Yang Artinya: Apabila seorang telah meninggal dunia, maka seluruh amalnya terputus kecuali tiga, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang mendoakannya. (Hadist Riwayat. Muslim)


Jelas ya penting nya memberikan ilmu pada anak anak kita, apa lagi sekarang banyak sekali berita yang menyampaikan bahwa orang tua membun uh anaknya hanya karena anak rewel ada juga yang mengatakan bahwa ada seorang Anak yang membu nuh orang tua nya karena keinginan seorang anak yang tidak di penuhi.


Jadi banyak sekali ya kewajiban orang tua yang harus di lakukan pada anak anaknya.


karena kalau sudah salah siapa yang akan di salahkan.


Namun bagaimana dengan seorang anak yang durhaka pada orang tuanya..


Alloh SWT berfirman dalam Quran Surat Al Isra ayat 23 dan 24


Surat Al Isra ayat 23


Yang Artinya: Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.


Surat Al-Isra Ayat 24


Yang Artinya: Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".


ada 11 perbuatan yang termasuk durhaka kepada orang tua:



Menyakiti fisik


Menyakiti perasaannya


Berkata 'Ah' dan mengeraskan suara


Membicarakan keburukan orang tua


Mencaci atau menjadi sebab dicaci orang


Membelalakkan mata


Bakhil


Sangat membebani


Tidak peduli dan menjauhi orang tua


Tidak mengakui orang tua


Berlaku zalim kepada orang tua



Diriwayatkan sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:

__ADS_1


"Siapa membuat kesedihan hati ibu dan ayahnya, maka dia telah durhaka kepada keduanya," (HR. Thabrani dari Ja'far bin Muhammad As Sholah).


__ADS_2