
Sisi saat ini menatap pada Arsala yang saat ini sudah tertidur pulas di sana, tanpa terasa Sisi juga ikut mengantuk hanya saja dia tidak bisa tidur apa lagi akan sangat bahaya bagi dia karena sudah melepas Arsala.
Sisi melihat GPS yang dia sambung kan pada ponsel Mita dan seperti nya Mita akan datang ke sana karena GPS menunjuk kan kalau Mita sudah semakin dekat.
Sisi terbangun dari duduknya dia langsung berjalan ke arah Arsala yang saat ini ada di sana, sayangnya Sisi harus membangun kan Arsala yang sudah beberapa menit tertidur di sana.
"Hey bangunlah" sahut Sisi membangun kan Arsala.
Arsala terbangun dia langsung paham pada maksud Sisi dia bangun dan duduk di kursi yang tadi nya tempat dia di ikat.
Sisi kembali mengingat Arsala di kursi itu.
"Kenapa kau baik pada ku" tanya Arsala.
"Karena aku tidak jah at" ucap Sisi.
"Kenapa kau melepaskan ikatan apa kamu tidak takut aku kabur" tanya Arsala.
"Tidak mungkin bukti nya kamu sampai sekarang tidak lari aku tau kamu orang yang amanah hanya saja perbuatan kamu salah karena telah memukuli Mas Fathir" ucap Sisi.
"Kamu akan menyesal melakukan ini pada ku saat kau tau kejadian sebenarnya" ucap Arsala.
"Apa yang tidak aku ketahui" tanya Sisi.
"Kamu hanya punya video aku saja yang memukuli laki laki beja t itu tapi kamu tidak tau alasan aku memukuli dia kan" ucap Arsala.
"Ya memang tapi kamu salah" ucap Sisi.
Arsala diam karena mulutnya di tutupi oleh lakban, Sisi hanya bisa duduk saja sambil melihat lihat sosial media yang baru saja dia buka itu.
Sisi melihat ada video suaminya yang sedang memangku Yadna dan masuk ke dalam sebuah kamar di hotel.
"Astaga apa ini" gumam Sisi terkejut dia tak percaya kalau suaminya itu melakukan hal itu dengan Yadna.
"Apa ini terjadi di malam itu" gumam Sisi.
Sisi mendekat pada Arsala yang sekarang hanya bisa diam saja.
"Lihat ini apa ini beneran" tanya Sisi Sambil membuka lakban yang ada di mulut Arsala.
"Ya itu benar dan biang kerok nya suami kamu yang sudah menculik kakak ku dan membawanya ke hotel, dia bahkan menodai kakak ku, kau tau Untung saja ada pak Kathir yang mau menikahi kakak ku kalau tidak bagaimana nasib kakak ku" ucap Arsala.
__ADS_1
Sisi menutup lagi mulut Arsala dia langsung terkejut karena tidak tau kalau suaminya akan melakukan hal itu padahal setau dia suaminya itu tidak akan mungkin melakukan hal itu padanya.
"Mas kau selingkuh" gumam Sisi.
Arsala ikut sedih karena video itu dia tidak tau bagaimana nasib kakaknya sekarang apa lagi jika melihat video itu tersebar.
"Kak semoga kamu kuat" gumam Arsala.
Sisi sangat marah dia tak bisa marah pada orang lain karena orang yang sudah menghianati dia sekarang sudah tidak ada.
"Berani nya kamu mas melakukan hal itu pada ku" geram Sisi.
"Akhirnya kamu tau apa yang sebenarnya terjadi" batin Arsala menatap pada Sisi yang saat ini terlihat sangat geram.
Sedangkan di sisi lain saat ini Kathir baru saja mendapatkan lokasi terbaru mamahnya itu, tanpa berlama lama Kathir langsung mengikuti mamahnya itu.
Mereka berada di salah satu jalan yang sangat berbatu, tanpa mereka tau jalanan pedesaan itu sangat lah rusak bahkan sampai mobil Kathir tidak maju karena terganjal batu yang cukup besar.
"Bagaimana sekarang" tanya Yadna menatap pada suaminya itu.
"Kita lewati saja aku yakin mamah juga lewat jalan ini" ucap Kathir.
"Ini sudah mogok pak" ucap Yadna.
"Hati hati" ucap Yadna.
"Hm" dehem Kathir.
Mereka sudah hampir melewati jalan rusak itu dan ternyata ada juga jalanan yang bagus di sana, mobil Kathir bisa melaju dengan lancar di jalanan itu.
Tanpa berlama lama Kathir langsung melihat ponsel nya dan melihat aplikasi pelacak itu, dan ternyata mamahnya itu tak jauh dari sana.
Kathir melihat ada sebuah villa yang sangat indah dan sangat besar, bahkan terlihat sangat indah jika masuk ke dalam sana.
"Apa ini Villa yang mamah tempati" tanya Kathir.
"Mungkin saja pak lihat bukannya itu mobil Nyonya" tanya Yadna menunjuk mobil hitam yang terparkir di halaman depan Villa itu.
"Ya benar itu mobil mamah" ucap Kathir.
"Mau masuk langsung" tanya Yadna.
__ADS_1
"Jangan ini akan sangat bahaya bagi kita, bagaimana kalau kita diam saja dulu dan melihat bagaimana kondisi villa itu kar..e..na" ucap Kathir yang langsung terdiam Karena dia masih ingat pada ucapan Yadna yang tadi memarahi nya.
"Maafkan aku karena sudah memarahi mu, aku tau kamu pasti sakit hati maafkan aku pak" ucap Yadna.
"Tak apa" ucap Kathir.
"Baiklah sekarang aku akan mendengar kan ucapan mu" ucap yadna yang merasa kalau ucapan Kathir memang benar apa lagi ada banyak penjaga di sana.
"Terima kasih" ucap Kathir.
"Tidak aku yang harus nya berterima kasih" ucap Yadna.
Kathir hanya tersenyum dia tidak tau harus apa karena Sekarang akan sangat bahaya bagi mereka untuk datang ke sana apa lagi penjaga itu akan dengan cepat menghabisi mereka.
"Apa benar arsala ada di dalam" tanya Yadna.
"Mungkin saja" ucap Kathir.
Namun mereka melihat ada Sisi yang baru saja keluar dari vila itu, Kathir memerintahkan Yadna untuk menunduk saat Sisi melewati mereka nantinya.
Kathir yakin kalau sekarang Sisi bekerja sama dengan mamahnya padahal sebelumnya mereka tak saling kenal bahkan mereka tak terlalu dekat.
"Ada hal yang aneh" gumam Kathir.
Sisi pergi dari sana meninggal kan Villa itu entah kenapa, Sisi merasa kalau sekarang dia harus bertanya pada Yadna tetapi di pikiran Sisi sekarang itu adalah Yadna salah karena pemikiran Sisi memvonis kalau Yadna yang menggoda Fathir terlebih dahulu.
Sisi tidak percaya kalau suaminya itu akan melakukan hal itu padanya.
Hingga dari tidak kepercayaan itu Sisi menyalahkan Yadna akan hal itu padahal yadna tidak tau apa apa.
Karena Yadna adalah korban sekarang, dia bukan pelaku atau pun orang yang menggoda.
Tapi pemikiran Sisi sudah di penuhi oleh hal hal yang negatif dia jadi gampang memvonis seseorang salah tanpa tau alasannya.
Tak heran istri yang mana yang akan secepatnya mengikhlaskan suaminya yang baru saja pergi dengan cara yang sangat mengenaskan itu.
"Aku tidak menyangka kalau hal ini terjadi" gumam Sisi.
Kathir menatap pada Yadna saat Sisi sudah melewati mobil nya yang dia parkirkan di pinggir jalan.
"Pantas Sisi ada di sini ternyata dia bekerja sama" ucap Kathir.
__ADS_1
"Bagaimana sekarang" tanya Yadna.