
Yadna terkejut melihat Video itu, di dalam nya terlihat Yadna yang tengah di bawa masuk oleh Fathir ke dalam kamar hotel itu.
"Astaghfirullah" gumam Yadna sambil menutup mulutnya karena tidak menyangka kalau Fathir benar benar membawa dia masuk ke dalam hotel itu.
"Ada apa" tanya Kathir.
Yadna memberikan lagi ponsel Kathir pada pemilik nya, namun saat Kathir melihat ada pesan yang masuk dan pesan itu dari mamahnya lagi.
{Bagaimana mau yang lain lagi} pesan dari mamahnya itu.
"Seperti nya mamah punya bukti itu" ucap Kathir.
"Lalu bagaimana sekarang" tanya Yadna panik, dia tidak mungkin bisa menjelaskan tentang itu semua.
Yadna takut kalau orang tuanya melihat video itu apa lagi orang tua Yadna terbilang aktif di sosial media.
"Astaghfirullah" gumam Yadna.
"Aku yakin ini semua karena sudah di rencanakan" ucap Kathir.
"Aku tidak peduli pada hal itu hanya saja bagaimana caranya aku menghentikan mamah mu itu" tanya Yadna.
"Katanya dia meminta aku menikah dengan Risa, Aku tidak mau Adna" ucap Kathir.
Yadna hanya menundukkan kepalanya saja dia tidak mungkin memaksa bosnya itu untuk menuruti Nyonya Amta.
Yadna merasa sangat sedih, seketika dia merasa kalau dunia tak adil padanya.
"Menikah dengan aku Adna" pinta Kathir.
Yadna menatap pada Kathir yang sekarang tengah bersungguh sungguh.
"Pikirkan ini Adna, kalau kamu menikah dengan aku maka kamu akan mendapatkan perlindungan dari aku, tentunya tak akan ada laki laki yang akan menghina mu nantinya" ucap Kathir.
"Tetapi kalau mamah mu menyebarkan video itu" tanya Yadna.
"Kamu tenang Adna setidaknya aku akan menjaga mu, dan tentunya aku akan membantah berita itu nantinya" ucap Kathir.
"Pak aku takut" ucap Yadna menangis namun sambil menutupi wajahnya.
"Kamu tenang ya kamu tenang" ucap Kathir.
"Kenapa harus aku yang mengalami hal ini" ucap Yadna.
Yadna mengusap air mata nya yang saat ini membasahi pipinya.
"Tapi kalau pun kita menikah aku adalah wanita yang Haram di sentuh" ucap Yadna.
"Kenapa begitu" tanya Kathir.
"Ada Dalilnya, katanya Nabi SAW bersabda: "Janganlah disetubuhi (dikawini) seorang wanita hamil (karena zina) hingga melahirkan." (Hadist Riwayat Abu Daud dan dishahihkan oleh Al-Hakim). Juga dalam riwayat lain, Nabi SAW bersabda: "Tidak halal bagi seorang muslim yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk menyiramkan airnya pada tanaman orang lain." (Hadist Riwayat Abu Daud dan Tirmizy).
Ada juga di Qur'an surat an Nur ayat 3
Yang Artinya: "Pezina laki-laki tidak boleh menikah kecuali dengan pezina perempuan, atau dengan perempuan musyrik; dan pezina perempuan tidak boleh menikah kecuali dengan pezina laki-laki atau dengan laki-laki musyrik; dan yang demikian itu diharamkan bagi orang-orang mukmin".
"Adna untuk sekarang jangan memikirkan itu" ucap Kathir.
"Tapi gak mungkin kan" ucap Yadna.
"Baiklah ayo menikah dan aku tidak akan menyentuh mu" ucap Kathir.
"Benarkah" tanya Yadna.
"Tidak akan" ucap Kathir.
"Baiklah aku mau tapi aku harap kalau mamah kamu tidak melakukan yang bukan bukan" ucap Yadna.
"Ya aku akan buat mamah menyesal karena melakukan hal ini" ucap Kathir.
Kathir memegang tangan Yadna.
__ADS_1
"Adna jika kita bersama aku yakin mamah akan bisa kita kalahkan, aku tidak menyangka kalau Mamah melakukan hal ini" ucap Kathir.
"Mamah mu sangat membenci aku pak" ucap Yadna.
"Kamu tenang saja aku akan selalu berada di samping mu" ucap Kathir.
Namun sekarang di kediaman Luthfi, saat ini tengah kedatangan Nanda yang marah marah karena di talak oleh Faiz.
"Aku bilang Faiz tidak ada" ucap Rena yang masih sabar pada sikap Nanda padahal Nanda sudah marah marah bahkan melempar gelas yang ada di meja.
"Kemana Mas Faiz, enak sekali dia menalak aku dan langsung pergi jauh" geram Nanda.
"Sudah lah Nanda jangan membahasnya bukanya kamu kan yang mau" tanya Rena.
"Umi kok jadi nyalahin aku, aku hanya ingin represing dan apa salah nya kalau aku main sebentar" tanya Nanda.
"Maafkan aku Nanda tapi aku tidak bisa membantu kamu, mungkin itu jalan yang baik bagi Faiz tapi kamu tenang saja kalau pun mungkin jodohnya kalian pasti akan bersama lagi" ucap Rena.
"Oh ya kapan Umi, bukannya dia pergi ke luar negeri dan apa mungkin dia pulang seminggu dua Minggu" tanya Nanda.
"Umi tidak tau pada masalah ini" ucap Rena.
"Arghh" geram Nanda marah.
"Kak sudahlah jangan menyalah kan Umi" sahut Arsala yang saat ini tak rela kalau Nanda marah marah pada orang tuanya.
"Kamu masih bocah jadi jangan banyak ba cot" bentak Nanda.
"Kamu ini melunjak ya kalau di kasih tau" sahut Sofi yang saat ini marah karena Nanda sangat menyebalkan.
"Kamu yang diam nenek tua" geram Nanda yang langsung mendekat pada Sofi.
Tanpa di duga Sofi mendorong kursi roda Sofi dengan kencang hingga membuat Roda itu maju ke arah tangga yang ada di sana.
Brakk
Sofi terjatuh padahal hanya terjatuh saja ke lantai namun karena Sofi sudah tua dia langsung tergeletak tak berdaya di lantai.
Arsala mencoba untuk membawa neneknya itu, namun sayang saat Arsala memeriksa denyut nadi nya, Neneknya itu sudah tidak bernafas lagi.
"Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un" ucap Arsala.
"Apa yang kamu katakan Arsa, Nenek mu masih hidup" ucap Rena marah bahkan sambil menepis tangan Arsala yang berada di hidung Sofi.
"Umi, nenek sudah tidak bernafas" ucap Arsala.
"Gak mungkin" ucap Rena yang langsung menangis karena tak percaya mamahnya akan pergi meninggalkan nya.
"Nenek" sahut Adiba yang baru saja keluar dari kamar nya.
Adiba melihat perlakuan Nanda pada Nenek nya tadi, dia langsung mendekat pada Nanda yang hanya mematung dengan rasa ketakutan karena sudah membun uh seseorang.
Plakk
"Kau ja hat kak" Adiba marah sambil menampar kakak ipar nya itu.
"Kenapa tak kau saja yang ma ti Nanda" geram Adiba.
Nanda tidak membalas dia terlalu syok pada apa yang sudah dia lakukan itu.
Apa lagi Nanda semakin panik saat melihat Rena yang sekarang pingsan karena syok berat.
"Umi" sahut Arsala.
Saat ini Luthfi baru saja pulang dari luar karena tadinya Luthfi akan menemui Mamahnya setelah itu dia akan membeli buah naga yang di pesan oleh Sofi.
"Umi" sahut Luthfi yang terkejut saat melihat istrinya pingsan sedang kan Arsala tengah mengutak atik ponsel nya.
"Ada apa ini" tanya Luthfi mendekat pada Istri nya itu.
"Abi, Nenek Sofi meninggal dan itu semua karena ulah Si Nanda itu" geram Adiba menatap sinis pada Nanda.
__ADS_1
Nanda yang merasa ketakutan pun langsung pergi dari sana meninggalkan keluarga yang tengah bersedih itu.
"Hey dasar wanita tak mau malu jangan pergi kau" teriak Adiba.
"Sudah nak sekarang ayo kita bawa umi dan Nenek ke rumah sakit" ucap Luthfi.
Ambulan datang ke sana dan membawa Sofi untuk di autopsi, namun Rena di bawa ke rumah sakit dengan mobil milik Luthfi.
Arsala yang membawa mobil dia tau kalau sekarang Abinya tidak akan fokus menyetir apa lagi istri nya tengah pingsan.
"Kau punya minyak kayu putih" tanya Luthfi pada Adiba.
"Ada Abi di tas" ucap Adiba yang langsung melihat isi tasnya untuk mengambil minyak kayu putih.
Adiba langsung membalurkan minyak itu pada kening Uminya itu.
"Umi sadarlah" ucap Adiba.
Sayangnya sekarang mereka tengah dalam masa berkabung, bahkan Luthfi sampai lupa memberi tau pada Yadna kondisi Neneknya itu.
Namun untungnya Arsala ingat pada kakaknya itu.
{Kak saat ini Nenek sudah meninggal, tapi kami membawa dia ke rumah sakit karena akan di autopsi, bahkan Umi juga sekarang tengah pingsan} pesan dari Arsala untuk Yadna.
Saat ini Yadna yang melihat pesan itu pun langsung panik karena dia tidak menyangka kalau Nenek nya akan pergi meninggalkan nya padahal tadi pagi dia masih bicara dengan neneknya itu.
"Pak kata Arsala Nenek meninggal dan Umi Pingsan" ucap Yadna menatap pada Kathir yang sekarang bersama dengan nya.
"Apa kamu mau pulang ayo aku antar" ucap Kathir.
"Terima kasih, tapi mereka di rumah sakit" ucap Yadna.
"Baiklah ayo aku antar" ucap Kathir.
Mereka langsung menuju ke arah rumah sakit yang Arsala sebutkan tadi, Kathir tau kalau Yadna saat ini tengah sedih tapi Kathir hanya bisa diam saja karena tak mau mengubah perasaan Yadna yang sekarang pasti sangat rapuh.
"Sabar ya" ucap Kathir yang melihat Yadna tengah mengusap air mata nya.
Kathir merasa sangat bersalah apa lagi kesedihan Yadna juga karena ulah mamahnya yang sudah sangat ja hat itu.
"Kenapa setiap musibah selalu datang padaku" gumam Yadna yang masih bisa di dengar oleh Kathir.
"Adna, Alloh tau kamu kuat jadi dia memberikan beban ini pada mu, sabar ya aku tau ada hikmah di balik ini semua" ucap Kathir.
"Ya" ucap Yadna.
Yadna dan Kathir sampai di rumah sakit dia akan melihat Umi nya terlebih dahulu.
"Abi bagaimana Umi" tanya Yadna yang melihat Luthfi menunggu di sana.
Arsala dan Luthfi terkejut karena Yadna datang bersama dengan Kathir yang jelas jelas Yadna tolak lamaran nya.
"Kak sekarang Umi sedang di periksa" ucap Adiba.
"Bagaimana dengan Nenek" tanya Yadna yang langsung mendekat pada Adiba.
"Nenek meninggal karena Nanda" Jawab Adiba.
"Nanda" tanya Yadna.
"Ya wanita itu mendorong kursi roda Nenek hingga membuat Nenek terjatuh dan kehilangan nyawa nya" ucap Adiba.
"Astaghfirullah jadi karena Kak Nanda" gumam Yadna.
"Sudah duduk lah kalian yang sabar saja tabah kan hati kalian" ucap Luthfi.
"Tapi Abi apa umi bisa menerima ini, belum selang beberapa bulan kematian Kakek dan sekarang Nenek Sofi" ucap Adiba.
"Dia tidak akan mampu, tapi Adiba kamu yang harus kuat untuk menguatkan Umi kamu" ucap Luthfi.
"Ya Abi" ucap Adiba.
__ADS_1