
Malamnya Gladys merasakan sakit pada perutnya dia tak kuat menahan nya, padahal mungkin sekarang dia mengalami kontraksi palsu.
"Awss kenapa ini sakit sekali" ucap Gladys yang langsung turun dari ranjang dan menuju ke kamar Rena.
Sedangkan di kamar Luthfi saat ini tengah memeluk istrinya itu, dia ingin meminta haknya pada istri nya.
"Ayolah" ucap Luthfi.
"Nanti aja aku mau baca ini dulu" ucap Rena membuka buku Novel yang ada di tangannya.
"Kapan, aku lama nunggu nya" ucap Luthfi.
"Ya sebentar" ucap Rena.
Luthfi merebut Novel itu dan langsung menyembunyikan Buku Novel itu di belakang punggung nya.
Rena menatap pada suaminya itu, yang sekarang sedang bermain main dengan nya.
"Gus berikan pada ku" ucap Rena.
"Gak mau" ucap Luthfi.
"Ayolah" ucap Rena.
"Gak mau mau itu" ucap Luthfi tersenyum.
"Baiklah" ucap Rena.
Lutfhi akan memeluk istrinya tapi suara ketukan pintu menggagalkan aksi nya itu.
"Astaghfirullah siapa itu" ucap Luthfi.
"Apa itu Gladys" tanya Rena.
Tokk
Tokk
"Kak buka" teriak Gladys yang sekarang ada di depan pintu kamar Luthfi.
"Aku akan buka pintu nya" ucap Rena yang langsung beranjak dari tempat tidur nya.
"Argh gagal lagi kan" keluh Luthfi meremas rambutnya.
Rena membuka pintu nya ternyata benar ada Gladys yang tengah meringis kesakitan di depan pintu nya.
"Gladys ada apa" tanya Rena.
"Perut aku sakit, mungkin aku akan melahirkan" ucap Gladys.
"Melahirkan" tanya Rena panik dia belum siap untuk menyambut Bayi.
"Gus, Gladys mau melahirkan" ucap Rena yang semakin panik.
Luthfi terkejut dia tak percaya kalau Gladys akan melahirkan sekarang karena usia kandungan nya baru saja delapan bulan.
"Ayo bawa ke rumah sakit" ucap Luthfi yang langsung mengambil kunci mobil.
Rena menggandeng Gladys untuk di bawa ke rumah sakit, mereka panik karena Gladys terus saja mengeluh kesakitan.
"Tuan ada apa" tanya Revan.
"Tolong bantu Gladys dia akan melahirkan" ucap Luthfi.
"Biar aku bantu" ucap Revan yang hendak menggendong Gladys.
"Hey kau mau apa, jangan berani beraninya menyentuh adik ku" ucap Luthfi yang akan marah.
"Tuan aku mau bantu" ucap Revan.
"Kamu ikut saja sekarang ke rumah sakit" ucap Luthfi.
"Baik tuan" ucap Revan.
"Sudah jangan bertengkar ayo cepat berangkat" ucap Rena kesal karena mereka malah berdebat.
"Ya ayo" ucap Luthfi.
Saat sampai di bagasi mobil Luthfi akan masuk namun Gladys malah berhenti dan memegang perut nya.
"Kak rasanya perut aku gak sakit lagi" ucap Gladys.
"Beneran gak sakit" tanya Rena.
"Beneran" ucap Gladys merasa baik baik saja, bahkan dia juga langsung masuk lagi ke dalam rumah Luthfi tanpa merasa bersalah.
"Gladys mau di periksa gak" sahut Luthfi yang tak di gubris oleh Gladys.
"Mungkin dia kontraksi palsu" ucap Rena.
__ADS_1
"Argh anak itu membuat aku cemas saja" ucap Luthfi.
"Ayo masuk lagi saja, maaf Revan kami merepotkan mu padahal kamu baru pulang kuliah" ucap Rena.
"Tak apa Nona" ucap Revan.
Namun Revan heran karena setau dia adik Luthfi belum menikah tapi kenapa sudah mau melahirkan.
"Tuan maaf bisa saya bertanya" tanya Revan saat mereka sudah ada di ruang tamu.
"Ya" tanya Luthfi.
"Apa Nona muda sudah menikah" tanya Revan.
Luthfi tersenyum dia menatap pada Revan.
"Belum, dia na kal jadi dia punya anak tanpa pernikahan, jangan tanya siapa laki laki yang menghamili nya, aku gak tau, tolong rahasia kan ini" ucap Luthfi.
"Baik tuan" ucap Revan.
"Jangan beri tau kan ini pada siapa pun, meskipun mamah ku" ucap Luthfi.
"Baik tuan saya akan merahasiakan ini dari siapa pun" ucap Revan.
Prang
Luthfi menatap pada Bi Cici yang baru saja menjatuhkan panci yang baru saja dia cuci.
"BI tak apa" tanya Luthfi.
"Tidak tuan" ucap Bi Cici.
"Hati hati Bi" ucap Luthfi.
"Tuan apa benar apa yang anda katakan itu" tanya Bi Cici.
"Ya tolong rahasia kan ya" ucap Luthfi.
"Astagfirullah ada laki laki yang seperti itu ya" ucap Bi Cici.
"Sudah Bi jangan kasihani Gladys dia juga yang salah aku harap mamah gak akan tau masalah ini" ucap Luthfi.
"Ya tuan" ucap Bi Cici.
Luthfi pergi dari sana dia merasa sangat kasihan pada Gladys yang merasa kan nikmatnya mengandung sendirian tanpa ada nya suami yang mendampingi.
Sedang kan di sisi lain, Mayang baru saja pulang dia pulang larut malam tak memperdulikan putri nya yang baru pulang dari luar kota.
Mayang menatap sekilas pada Herman dia sangat benci pada suaminya itu, apa lagi Herman tak melakukan apa apa padanya.
"Kau gak tau kalau Gladys pulang" ucap Herman.
"Gladys? pulang? kapan?" tanya Mayang.
Herman tersenyum menyeringai dia bangun dan langsung mendekat pada istrinya.
"Kau ibunya harusnya kau tau segalanya, Mayang ada apa dengan mu kau antagonis pada ku sekarang" ucap Herman.
"Jangan berani berani nya kau bicara begitu tenang ku, aku sangat sayang pada Gladys dia putri ku" ucap Mayang marah dia sangat sensitif sekarang.
"Ya dia putri mu tapi sepertinya kau tak memperdulikan dia, ck sayang sekali anak itu dia harus menderita karena ibunya yang keluyuran malam" ucap Herman.
"Di mana Gladys" tanya Mayang.
"Di rumah ini hanya ada aku ayahnya dan dia merasa sangat bosan aku ijinkan dia tinggal di rumah Luthfi" ucap Herman.
"Hey kau gi la apa bagaimana kalau Luthfi memanfaatkan Gladys untuk menghancurkan kita" ucap Mayang geram.
"Aku tak yakin kalau Luthfi tak akan sej ahat itu, dia tak seperti dirimu Mayang" ucap Herman.
"Jaga bicara mu" ucap Mayang.
"Baiklah aku akan tidur, biarkan saja Gladys di sana lagi pula dia punya ijin dari ku yang tak lain adalah ayahnya" ucap Herman.
"Ayah? ayah seperti apa yang kau bicarakan Hah bukannya dahulu kau yang tak menerima Gladys ya dengan alasan kalau Gladys bukan anak mu karena aku masih bersama dengan mas Yasir" ucap Mayang.
"Ya namun setelah dia besar aku yakin dia anak ku, lagi pula siapa lagi yang akan menganggapnya sebagai putri nya" ucap Herman.
"Hahah kau muna fik" ucap Mayang yang langsung menuju ke arah kamar nya dan menutup pintu nya.
Herman hanya bisa menghela nafas nya kasar, dahulu dia lah yang meminta Herman untuk tak meninggal kannya tapi sekarang malah Mayang lah yang ingin Herman pergi.
"Kau akan tau rasanya karena telah mengkhianati ku" geram Herman.
Pagi harinya Gladys sudah duduk di meja makan dia melihat ada Revan di sana.
"Siapa nama mu" tanya Gladys.
"Revan" ucap Revan.
__ADS_1
"Berapa usia mu" tanya Gladys.
"Aku 21 tahun" ucap Revan.
"Kau sudah cukup umur menikah lah dengan ku" ucap Gladys.
Revan heran dia ingin tertawa tapi dia tahan.
"Maaf Nona aku masih kuliah dan aku tak mau menikah dulu" ucap Revan.
"CK aku pasti kan kau akan menyesal karena menolak ku" ucap Gladys.
"Ya semoga saja tidak" ucap Revan.
Rena datang ke sana dengan membawa baju ganti untuk Gladys.
"Gladys pantas aku mencari mu di kamar gak ada ternyata Kamu di sini" ucap Rena.
"Ya aku lapar aku masak mie" ucap Gladys memakan mie yang ada di mangkuk nya itu.
"Jangan makan yang pedas" ucap Rena.
"Tidak hanya sedikit" ucap Gladys.
"Sekarang kita akan ke bidan ya" ucap Rena.
"Mau apa" tanya Gladys.
"Di periksa" ucap Rena.
Gladys mengambil baju salin dari tangan Rena,
"Selalu saja baju yang longgar" ucap Gladys.
Gladys akan membuka gamis yang dia pakai di hadapan Rena dan Revan.
"Argh nona kau tak punya malu" ucap Revan yang langsung membalikkan badannya.
"Gladys jangan di sini di kamar ya" ucap Rena menyuruh Gladys pergi.
Gladys pergi dari sana untuk mengganti pakaian.
"Maafkan dia" ucap Rena pada Revan.
"Tak apa Nona" ucap Revan.
"Aku tau kau malu melihat nya tapi aku harap kau bisa memaklumi nya" ucap Rena.
"Ya nona tapi kenapa adik tuan seperti itu padahal kan Tuan sangat beradab" ucap Revan.
"begini mereka beda asuhan, kata lain nya apa ya mungkin mereka beda jalan, tapi aku berjanji akan merubah dia sebisa mungkin tapi kalau aku gak bisa ya aku akan menyerah" ucap Rena.
"Nona jangan menyerah tau kan pribahasa yang cikaracak ninggang batu laun laun jadi legok, mungkin dia juga pasti akan berubah dengan seiring berjalan nya waktu" ucap Revan.
"Ya kau benar" ucap Rena.
"Baiklah nona banyak yang harus aku kerjakan, aku permisi" ucap Revan.
"Ya" ucap Rena.
Gladys datang ke sana dia menunjukan baju yang dia pakai.
"Aku mau masak kau mau makan apa biar aku buatkan" tanya Rena.
"Aku mau salad kayanya enak" ucap Gladys.
"Baiklah aku kan buatkan" ucap Rena.
"Jangan lupa pakai mayonaise ya" ucap Gladys.
"Gladys berani sekali kau menyuruh istriku" ucap Luthfi marah.
"Kak aku gak nyuruh, kakak ipar yang mau membuat kan nya" ucap Gladys.
"Jangan suruh suruh istri ku dia bukan pembantu" ucap Luthfi.
"Sudahlah tak apa" ucap Rena.
"Rena biarkan aku teh hangat" ucap Luthfi.
"Ya aku akan buatkan" ucap Rena.
"Pakai gula sedikit saja" ucap Luthfi.
"Huh sama aku saja marah kalau kakak ipar di suruh suruh, tapi diri nya sendiri malah nyuruh nyuruh" ucap Gladys.
"Beda lagi" ucap Luthfi.
"Huh" Gladys menatap sinis pada kakaknya itu.
__ADS_1
"Gladys..... Gladys.... Keluar kamu" Teriak seseorang yang ada di luar rumah Luthfi.
"Siapa itu" tanya Luthfi.