Aku Seorang Janda Ustadz

Aku Seorang Janda Ustadz
bab 140 Mamah


__ADS_3

"Maafkan Nanda Abi bukan dia yang salah tapi aku" ucap Faiz.


"Aku sudah maafkan tapi aku harap istri mu tidak melakukan hal ini lagi" ucap Luthfi.


"Ya aku akan jalani hukuman ku ini, Umi tolong jaga Nanda" ucap Faiz.


"Umi tidak berjanji nak, karena sekarang saja istri mu sedang tak ada" ucap Rena.


"Sebenarnya Faiz, Abi ingin bertanya lagi pada mu aku harap kamu menjawab dengan jujur" ucap Luthfi.


"Ya ada apa" tanya Faiz.


"Kenapa kamu melakukan hal ini" tanya Luthfi.


"Aku terpaksa Abi, aku butuh uang banyak sekarang karena aku malu terus menerus di tagih oleh orang orang itu, hingga aku ingin sekali punya uang banyak dan akhirnya teman aku yang menawari aku pekerjaan ini, aku sangat takut melakukan hal ini tapi karena aku butuh uang aku terpaksa Abi" ucap Faiz.


"Kamu menyesal melakukan ini" tanya Luthfi.


"Ya tadinya aku menyesal hanya saja aku beruntung karena aku bisa melunasi hutang ku pada teman teman ku dan teman nya Nanda" ucap Faiz.


"Maaf Abi tidak akan membantu kamu untuk bebas" ucap Luthfi.


"Tidak usah Abi aku akan menerima hukuman ini" ucap Faiz.


"Tapi ada seseorang yang akan membebaskan mu" ucap Luthfi.


"Siapa" tanya Faiz.


"Bibi Gladys, kamu tau Nak dia ibu kandung mu" ucap Luthfi.


"Abi bukan kah dari dahulu kau selalu bilang begitu tapi Umi selalu membantah" ucap Faiz.


"Sekarang kamu harus percaya pada ku, Umi kamu tidak akan mungkin bicara karena dia sangat sayang pada mu, tapi kamu rasakan saja kasih sayang Bibi Gladys sekarang, dia akan mati matian untuk membebaskan kamu" ucap Luthfi.


Faiz hanya diam saja dia sebenarnya tidak percaya pada hal itu apa lagi Rena tidak pernah mau bicara,


"Kalau benar Bibi Gladys seperti itu mungkin dia benar adalah ibu kandung ku" batin Faiz.


Sulit bagi Rena untuk membicarakan hal itu apa lagi dia sudah sangat sayang pada Faiz dan tidak mungkin Rena memberi tau kan hal itu apa lagi dia takut Faiz akan lebih sayang pada Gladys dari pada dirinya.


"Astaghfirullah kenapa aku jadi begini" batin Rena menatap pada Faiz yang sekarang tengah di borgol.


"Faiz kamu benar putra kandung kak Gladys, tolong minta maaf lah pada nya Faiz, apa lagi surga kamu ada padanya" ucap Rena.


"Apa itu benar" tanya Faiz.


"Kalau kamu gak percaya tunggu saja kedatangan nya" ucap Luthfi.


"Ya baiklah" ucap Faiz.


Dan benar saja Gladys datang ke sana karena mendapat kan kabar dari Mayang.


"Faiz" sahut Gladys yang langsung mendekat pada Faiz.


"Bibi" ucap Faiz.


"Astaghfirullah apa yang terjadi pada mu nak" tanya Gladys yang terlihat sangat khawatir.


"Dia terlibat dalam pengedaran narkoba" ucap Luthfi yang menjawab.


"Apa" tanya Gladys tak percaya pada ucapan Luthfi barusan.


"Itu tidak benar kan" tanya Gladys.


"Itu benar Bi, aku sangat butuh uang jadi aku terpaksa melakukan hal ini" ucap Faiz.


"Tapi kenapa kamu sampai melakukan hal ini" tanya Gladys.


"Aku terpaksa aku banyak hutang dan menurut aku pekerjaan ini yang bisa membuat aku cepat mendapatkan uang banyak untuk membayar hutang, entahlah aku juga heran pada diri aku yang dulu" ucap Faiz.


"Tenang lah aku akan bantu kamu keluar dari sini" ucap Gladys.


"Gladys alangkah baiknya kalau kau membiarkan Faiz menerima hukuman nya ini, ya itung itung untuk menembus dosa Faiz" ucap Luthfi.


"Tidak, aku tidak akan membiarkan dia mendekam di penjara, kalau saja aku tidak bisa mengeluarkan Faiz maka lebih baik aku saja yang ada di sana" ucap Gladys.


"Umi sabar lah" ucap Farid yang sekarang ada di sana juga bersama dengan Gladys.


"Abi kamu tau kan, gak enak hidup di penjara dan aku gak akan mungkin membiarkan Faiz di penjara" ucap Gladys cemas.


Faiz menatap pada Bibinya itu, tak pernah Faiz sadari kalau ternyata benar Gladys itu adalah ibu kandung nya.


Bahkan saat seperti itu Gladys datang dan ingin membantu membebaskan Faiz.


Berbeda dengan Faiz yang dahulu saat dia tengah jaya, dia tidak pernah ingat pada Gladys bahkan pada Rena dan Luthfi yang jelas jelas mengasuh nya saja Faiz lupa untuk membahagiakan nya.


"Mamah" ucap Faiz menatap pada Gladys.


Gladys yang tengah panik pun langsung menatap pada Faiz yang sekarang mengucap kan kata Mamah.


"Aku tau kamu Ibu kandung aku" ucap Faiz.

__ADS_1


Gladys menatap pada Rena dan Luthfi yang sekarang tersenyum karena ikut bahagia.


Gladys tak bisa menahan air mata nya, bagaimana tidak, anak nya yang sekarang berusia dua puluh lima tahun baru mengakui dirinya sebagai mamahnya.


Padahal dahulu Gladys sangat benci pada Faiz karena Faiz lahir saat dirinya masih na kal dan bahkan Gladys tidak menginginkan Faiz saat itu.


Kalau saja bukan bujukan dari Luthfi dan Rena, saat itu Gladys akan membuang Faiz ke panti asuhan atau di jalanan.


Farid yang ikut bahagia pun langsung memegang tangan istrinya itu.


"Dia putra mu" ucap Farid.


Gladys langsung memeluk Faiz dengan sangat erat, dan air mata Gladys sudah benar benar tak bisa di tahan lagi.


"Maafkan aku nak karena dahulu aku sangat membenci mu, tapi sekarang aku sadar kalau kau tetap anak ku dan tetap menjadi anak ku" ucap Gladys.


"Maaf aku baru menyadari nya" ucap Faiz.


"Kau tetap anak ku" ucap Gladys.


"Pantas kau sangat peduli pada ku" ucap Faiz.


"Ibu yang mana yang akan rela melihat anaknya menderita" ucap Gladys.


"Terima kasih karena sudah mau datang dan mau membebaskan aku, tapi Abi benar aku akan tanggung semua dosa ini" ucap Faiz.


"Tidak nak, kehidupan mu lebih berharga dari pada uang, aku akan cari uang sebanyak banyaknya untuk membebaskan kamu" ucap Gladys.


"Tidak usah" ucap Faiz melarang bukan apa apa karena Faiz tau betul siapa bibinya itu.


Gladys mengambil ponsel nya yang ada di saku gamisnya, dia mencari nomor yang ada di ponsel nya itu.


"Aku harap kamu tidak akan menyesal" ucap Farid yang tau betul kalau istri nya itu akan menghubungi siapa.


"Ini demi kebaikan Faiz tolong jangan larang aku" ucap Gladys.


"Ya aku dukung kamu" ucap Farid.


📞📞


"Assalamualaikum" ucap Gladys pada seseorang yang ada di telpon itu.


"Ada apa" tanya Abimana yang tak lain adalah ayah dari Faiz dan mantan suami Rena dahulu.


"Kirimkan aku uang" ucap Gladys.


"Untuk apa" tanya Abimana.


"Putra mu sekarang ada di penjara dan aku harap kau bisa mengirim kan uang cepat karena aku akan membebaskan nya" ucap Gladys.


"Satu miliar" ucap Gladys lagi.


"Ya" ucap Abimana.


📞📞


Benar saja Gladys mendapatkan pesan kalau ada yang mengirim kan uang pada m banking di ponsel nya.


"Ayo kita urus semua nya" ucap Gladys meminta Farid suaminya untuk mengurus hal itu.


"Baiklah ayo" ucap Farid.


Luthfi menatap pada Faiz yang sekarang hanya bisa terharu saja pada Gladys yang sangat sayang padanya.


"Benar kan" tanya Luthfi.


"Ya aku baru menyadari nya, tapi Abi siapa Ayah aku" tanya Faiz.


"Namanya Abimana Marta jaya, kamu tak akan asing mendengar nama itu, dia mantan suami Umi kamu, dan dia juga ayah kandung kamu" ucap Luthfi.


"Kenapa bisa" tanya Faiz heran.


"Ya dulunya dia seorang Cassanova, dia menikah dengan Umi mu dan hal itu hanya bisa bertahan tiga hari saja, namun setelah nya Abimana menyewa banyak wanita dan mungkin Gladys adalah satu satunya wanita itu, dan hanya Gladys lah yang hamil dari Abimana hingga lahir lah kamu ke dunia ini" ucap Luthfi menjelaskan.


"Apa mungkin aku anak haram" tanya Faiz.


"Tidak kamu bukan anak haram yang haram itu perbuatan mamah dan ayah kamu, tidak apa kamu tidak salah dan sekarang Mamah mu juga sudah sadar dan bertaubat" ucap Luthfi.


"Syukur lah" ucap Faiz.


"Kamu beruntung mendapatkan mamah seperti dia Faiz, kau tau dia sangat membenci mu saat kamu kecil, alasan nya hanya satu karena kau anak dari laki laki yang dia benci, tapi karena Rena kau di angkat menjadi anak aku, aku sangat sayang pada mu bahkan Rena juga rela bangun tengah malam saat kamu sakit dahulu sambil mengandung Yadna di dalam kandungan nya, ingat jangan lupakan Rena saat kamu tau ibu kandung mu yang asli" ucap Luthfi.


"Tidak akan Abi" ucap Faiz.


"Berterima kasih lah pada Farid dia sudah menerima Mamah mu, bahkan dia juga sudah mengubah Mamah mu menjadi orang baik, yang paling penting dia menerima kamu Faiz, Farid sangat perduli pada mu berbeda dengan ayah kandung kamu sendiri" ucap Luthfi.


"Ya aku akan berterima kasih padanya" ucap Faiz.


"Jika aku menjadi kamu, aku akan ceraikan Nanda istri kamu itu" ucap Luthfi.


"Kenapa" tanya Faiz.

__ADS_1


"Kamu akan tau sifat asli nya nanti, dan sekarang terserah pada mu kalau kau masih sayang terserah tapi kalau kau mau pisah terserah, aku hanya ingin kamu bahagia" ucap Luthfi.


"Ya aku paham tapi aku sayang pada Nanda, Abi walau bagaimana pun dia tetap istri ku kan" ucap Faiz.


"Ya terserah kamu saja" ucap Luthfi.


"Ya Abi aku akan sekuat tenaga merubah Nanda ke jalan yang benar lagi" ucap Faiz.


"Dengar ini, semua jalan itu baik hanya saja manusia nya yang tidak baik, semua jalan itu lurus hanya saja manusia yang membelokan nya" ucap Luthfi.


"Ya Abi" ucap Faiz.


Sedangkan sekarang di kediaman Luthfi.


Arsala tengah marah pada kakaknya karena menolak lamaran yang baru saja datang padanya itu.


Arsala tidak habis pikir pada pemikiran Yadna yang menolak Kathir padahal perjanjian nya tidak seperti itu.


"Kak kenapa di tolak" tanya Arsala.


"Arsa aku tidak mau egois aku tidak mungkin melakukan hal ini pada Pak Kathir kamu tau kan yang salah itu bukan dia tapi tuan Fathir" ucap Yadna.


"Ya dan laki laki itu baru saja meninggal, siapa yang akan bertanggung jawab Kak kau mau hidup seperti ini bagaimana kalau suami kamu nanti nya akan bertanya pada mu kenapa kamu seperti ini" ucap Arsala.


"Jika perlu aku tidak akan menikah Arsa" ucap Yadna.


"Oh ya apa kau tau Kak, Abi itu sangat sensitif dia pasti akan menjodohkan kamu" ucap Arsala.


"Tapi Arsala aku tidak mau menikah aku takut akan hal itu" ucap Yadna.


"Takut kamu takut kak lalu kenapa kamu tolak pak Kathir itu, aku berjanji kak kalau dia mencoba menghina atau merendahkan kamu nanti nya aku akan hajar dia sampai babak belur, tapi kamu menolak nya dengan alasan bukan dia pelakunya" ucap Arsala kesal pada kakaknya itu.


"Arsa aku hanya ingin hidup bebas, dan Karena pernikahan ini bisa saja kalau pak Kathir terpaksa, mungkin dia terpaksa perduli pada ku bahkan dia juga terpaksa menyukai aku" ucap Yadna.


"Lalu" tanya Arsala.


"Aku tidak mau hubungan yang di dasari dengan keterpaksaan aku ingin hubungan ini datang dari saling sayang" ucap Yadna.


"Bagaimana kalau Abi dan Umi tau" tanya Arsala.


"Aku tidak akan biarkan mereka tau" ucap Yadna.


"Kau yakin kak" ucap Arsala.


"Arsa aku harap kau diam dan pergi dari sini aku sangat muak mendengar ocehan mu" geram Yadna.


"Kamu takut kak, aku tau itu" ucap Arsala.


"Ya aku takut tapi aku tidak bisa egois begini Arsa aku juga takut aku juga takut" ucap Yadna yang langsung menangis sambil terduduk di pinggir ranjang nya.


"Istirahat lah" ucap Arsala yang langsung keluar dari kamar Yadna.


Sedangkan Yadna hanya menangis saja karena merasa sangat takut, Yadna sangat Frustasi dia juga ingin menjadi ja hat seperti yang Arsala minta namun dia tidak mungkin melakukan hal itu, apa lagi Yadna tidak bisa menjadi egois hanya untuk dirinya sendiri.


Hal itu hanya akan membuat Kathir rugi dan mungkin saja hal itu akan mempermalukan Kathir nantinya.


"Ucapan Arsala ada benar nya, tapi aku harus apa" gumam Yadna.


Sedangkan sekarang Arsala masuk ke dalam kamarnya dan menganti pakaian yang baru saja dia pakai.


Tadinya dia ingin mandi apa lagi dia baru saja pulang kerja namun rasanya enggan sekali bagi Arsala untuk mandi sekarang apa lagi Arsala masih sangat kecapean.


"Aku akan tunggu beberapa menit lagi" gumam Arsala.


"Kak" sahut Adiba yang langsung masuk ke dalam kamar Arsala namun saat ini Arsala tengah bertelanj ang dada karena dia merasa sangat gerah.


"Astaghfirullah" ucap Adiba yang langsung membalikan badannya memunggungi Arsala yang sekarang tidak memakai kaos.


"Kamu asal masuk saja bagaimana kalau aku tengah telanj ang" ucap Arsala.


"Aku pikir kamu tidak melakukan hal itu" ucap Adiba.


"Ada apa datang" tanya Arsala yang sekarang sudah memakai kaos polos nya lagi untuk menutupi badan nya.


"Berbalik saja aku sudah selesai" ucap Arsala.


Adiba menatap pada Arsala yang sekarang duduk di pinggir ranjang kamar nya.


"Aku hanya mau tanya kak, kenapa kau datang ke kamar kak Yadna dan saat aku melihat kak Yadna menangis, apa yang kalian bicarakan sampai sampai Kak Yadna menangis" tanya Adiba.


"Bocah di larang kepo" ucap arsala.


"Ayolah kak jangan berbohong lagi aku tau kok yang sebenarnya" ucap Adiba.


"Apa" tanya Arsala.


"Kalian bicarakan tentang kak Faiz kan, aku juga sama merasa kasihan padanya, apa lagi Kakak ipar tidak ada, entah ke mana dia" ucap Adiba.


"Sudah lah jangan khawatir kan di sana ada Abi dan Ummi juga" ucap Arsala.


Malam harinya Faiz baru saja bisa pulang setelah mengurusi semua berkas berkas dan perjanjian agar Faiz bisa di bebaskan.

__ADS_1


Mereka pulang ke kediaman Rena yang sekarang lumayan jauh dari kantor polisi itu, untung saja jalanan tidak macet jadi mereka bisa cepat sampai, kalau saja mereka terjebak macet mungkin mereka akan pulang larut malam.


Malam ini mereka sekeluarga akan makan bersama di meja makan, apa lagi mereka sangat bahagia karena bisa berkumpul lagi.


__ADS_2