Aku Seorang Janda Ustadz

Aku Seorang Janda Ustadz
bab 13 pulang


__ADS_3

Namun Rena melihat obat yang di ambil dokter Andre itu sudah lewat masa Expired Date,


"obat ini satu Minggu lagi udah masuk tanggal Expired, pasti tak pernah di periksa atau bisa juga jarang di pakai" gumam Rena yang langsung mengambil obat kolesterol yang lain dan membawa nya menyusul Dokter Andre.


Rena keluar dari rumah itu mencari cari dokter Andre yang belum jauh dari sana.


"dokter" sahut Rena.


Luthfi melihat Rena yang menyusul Dokter Andre.


"CK apa aku kurang tampan hingga tak pernah di kejar oleh Ning Rena" gumam Luthfi cemburu.


"dokter tunggu" ucap Rena.


"ya ada apa Rena" tanya Dokter Andre.


"ini dok obat yang kamu bawa itu sudah hampir masa Expired aku bawakan yang lain" ucap Rena menyodorkan obat itu.


"oh ya terima kasih" ucap Dokter Andre.


"ya tak apa" ucap Rena.


dokter Andre pergi dari sana meninggalkan Rena yang masih berdiri di sana.


"syukur lah ada Rena" gumam Dokter Andre.


Rena langsung kembali ke ruang obat karena akan mengambil obat yang di butuhkan Nisa.


namun dia melihat ada Luthfi di sana dia langsung buru buru pergi karena tak mau Luthfi sampai tau ada Rena di sana.


"ngejar laki laki tampan ya" ucap Luthfi.


Rena Menatap sekilas dan langsung pergi dari sana meninggal kan Luthfi.


"jika ada seseorang yang bicara itu dengarkan jangan di abaikan" ucap Luthfi.


"buat apa unpaedah sekali" ucap Rena.


"kamu suka pada Dokter Andre ya" tanya Luthfi.


"suka atau tidak nya aku maka kau tak berhak untuk tau" ucap Rena.


"kenapa apa aku seburuk itu" tanya Luthfi.


"tidak hanya saja aku yang buruk" ucap Rena yang langsung pergi dari sana meninggal kan Luthfi.


malam hari nya semua perawat dan dokter di panggil ke ruangan kosong yang ada di sana.


"aku mau bicara" ucap kepala rumah sakit itu.


semua orang mendengar kan dengan tenang karena takut nya ini suatu hal yang penting.


"aku dapat kabar kalau tadi siang ada kejadian, tentang obat yang sudah masa expired tapi tak ada yang mengantinya" ucap kepala rumah sakit itu.


dia melihat lihat para dokter di sana yang hanya berjumlah 6 orang saja sedangkan 3 dokter sukarelawan karena Rena bukan dokter jadi tak terhitung.


"kalian dokter dan perawat kalian sekolah kan, sekolah kalian tinggi kan tapi kenapa kalian kalah sama Rena yang hanya sekolah Tamatan SMP saja" ucapnya.


ada rasa sakit di hati Rena saat dia membicarakan Rena hanya sekolah sampai SMP saja.


tapi Rena berusaha menahannya apa lagi di sana banyak orang.


"untung saja ada Rena yang mengingatkan kalau tidak pasien sudah akan mengkhawatirkan karena memakan obat yang satu Minggu lagi masa expired" ucapnya.


"maafkan saya pak" ucap perawat.

__ADS_1


"lain kali lebih teliti karena ini itu bukan main main ini itu untuk keselamatan banyak orang" ucapnya.


"siap pak" serempak.


"Terima kasih Rena sudah membantu" ucap kepala rumah sakit itu namun belum Rena bicara kepala rumah sakit itu sudah pergi dari sana.


"Rena kamu hebat" ucap Nisa.


"ah tak apa lagi pula saat Dokter Andre mengambil obat aku ada di sana" ucap Rena.


"baiklah ayo kita istirahat aku sangat mengantuk sekali" ucap Mita dan Diya.


"ayo" ucap Nisa mengajak Rena.


"baiklah ayo" ucap Rena.


Rena melihat Luthfi yang sudah berdiri di dekat kamarnya.


"Rena kami duluan ya" ucap Nisa yang langsung mengajak Mita dan Diya masuk ke dalam kamar membiarkan Rena dan Luthfi berdua.


"Ning aku mau bicara" ucap Luthfi.


"apa aku mengantuk" ucap Rena ketus dan tak menatap pada Luthfi.


"ini" ucap Luthfi memberikan makanan untuk Rena.


"ini makanan kesukaan kamu" ucap Luthfi.


"apa" tanya Rena mengambil makanan yang di bungkus itu dan membuka nya.


"wah ini kan roti bakar" batin Rena.


"kamu suka" tanya Luthfi.


"sebenarnya aku kenyang tapi aku gak mau menolak pemberian orang lain, jadi aku menerima nya terima kasih" ucap Rena.


"Rena" ucap Gita yang melihat Luthfi memberikan sesuatu pada Rena.


"ya dok ada apa" tanya Rena.


"apa itu" tanya Gita menunjuk pada kantong kresek pemberian Luthfi.


"oh ini makanan dari Gus Luthfi" ucap Rena.


"buat kamu" tanya Gita yang di balas anggukan kepala oleh Rena.


"sebenarnya sedekat apa sih kamu dengan Luthfi" tanya Gita.


"sebenarnya tak dekat hanya sebatas guru dan murid sudah itu saja" ucap Rena.


"yakin hanya sebatas guru dan murid" tanya Gita.


"ya memang nya ada apa" tanya Rena.


"tak ada baik lah selamat istirahat" ucap Gita yang langsung pergi dari sana meninggal kan Rena.


"ya" ucap Rena.


pagi hari nya seperti biasa Rena mengantarkan makanan ke ruangan VIP yang isinya Luthfi.


"selamat pagi" ucap Rena sambil membawa kan nampan yang isi nya nasi.


"masuklah" ucap Luthfi yang sekarang sedang bersama seorang laki laki paruh baya namun seperti orang penting karena memakai setelan jas.


"saya mau mengantar kan makanan" ucap Rena.

__ADS_1


Rena menaruh nya di meja ruangan itu.


"saya permisi" ucap Rena.


"tunggu" ucap Luthfi yang menghentikan langkah Rena yang akan keluar.


"ya" tanya Rena.


"bisa suapi aku" ucap Luthfi pada Rena.


"oh baiklah" ucap Rena yang langsung mengambil nampan itu dan menyuapi Luthfi.


"paman keluar dulu" ucap laki laki paruh baya itu.


"ya paman" ucap Luthfi.


Rena menyuapi Luthfi dengan fokus dan teliti walaupun rasanya canggung tapi Rena menahan nya karena niat awal dia membantu jadi dia menyimpan rasa canggung itu.


"terima kasih" ucap Luthfi.


"sama sama" ucap Rena.


setelah selesai dengan cepat Rena langsung keluar karena ingin membantu teman temannya.


laki laki yang di sebut paman oleh Luthfi pun ada di sana.


Rena hanya tersenyum padanya karena dia tengah mengobrol dengan dokter Andre.


"ini pak kenalkan nama nya Rena" ucap Andre menunjuk pada Rena.


"hah, selamat pagi pak" ucap Rena menunduk.


"Rena kamu umur berapa" tanya nya.


"saya 16 tahun" ucap Rena.


"oh" ucapnya.


Rena menatap pada Andre meminta penjelasan tentang bapak yang ada di hadapannya itu.


"Rena ini bapak Indra pemilik dan pengelola rumah sakit ini" ucap Andre.


"oh maafkan saya pak saya tak tau saya sudah tak sopan pada anda" ucap Rena yang langsung menunduk.


"tak apa lagi pula kamu baru kan" ucap pak Indra.


"sekali lagi maafkan saya" ucap Rena.


"tak masalah" ucap bapak itu.


"oh ternyata paman Luthfi itu adalah pemilik rumah sakit ini" batin Rena.


satu Minggu kemudian..


hari ini Rena harus pulang karena Abah meminta nya pulang padahal teman temannya masih lama di sana.


dengan terpaksa Rena akan pulang hari ini juga, walau pun Rena masih betah di sana tapi dia tak bisa lama lama apa lagi Abah juga mengkhawatirkan nya.


"aku pamit ya" ucap Rena.


"hati hati ya padahal kenapa pulang nanti aja bareng" ucap Nisa.


"ya mau bagaimana lagi" ucap Rena.


"baiklah jaga diri ya" ucap Mita.

__ADS_1


"siap" ucap Rena.


bersambung


__ADS_2