
Malam ini Rena tak merasa mengantuk dia hanya melihat ke arah sekeliling kamarnya itu.
Rena hendak melihat Luthfi dia terbangun dan melihat Luthfi ternyata Luthfi juga belum tidur.
"apa Ning" tanya Luthfi melihat pada Rena.
"ish aku pikir kau sudah tidur" ucap Rena.
"aku gak bisa tidur, entahlah rasanya tak lega kalau tak melihat pesantren dulu" ucap Luthfi.
"ck" Rena berdecak.
"lalu kenapa kamu belum tidur" tanya Luthfi.
"karena ada kamu" ucap Rena.
Luthfi hanya tersenyum dia gemas pada istrinya itu tapi dia tak bisa melakukan apa apa karena dia tak mungkin langsung menyentuh Rena kalau Rena tak mau nanti kesannya Luthfi akan memaksa.
"baiklah Gus aku mau tanya, kenapa kamu mau di jodoh dengan ku" tanya Rena padahal dia sendiri tau jawabannya.
"apa salah kalau aku mau menikah" tanya Luthfi.
"tapi tak masuk akal" ucap Rena.
Luthfi bangun dia melihat istrinya itu.
"duduklah bersama ku akan aku ceritakan" ucap Luthfi menepuk ranjang yang kosong mengkode pada Rena untuk duduk di sana.
"apa" tanya Rena.
"sebenarnya kau tau kan alasan aku mau menikah dengan mu" ucap Luthfi.
"ya aku tau" ucap Rena cemberut.
"Ning aku berjanji, aku tak kan menyentuh mu sebelum kau yang mengijinkannya dan satu hal lagi aku tak akan menyakiti mu aku janji" ucap Luthfi.
Rena mengacungkan kelingkingnya.
"janji" tanya Rena.
Luthfi tersenyum dia membalas jari kelingking Rena dengan jari Kelingkingnya.
"janji" ucap Luthfi.
"baiklah aku akan tidur" ucap Rena yang merasa canggung bila dekat dengan Luthfi.
padahal Rena tak sedang mengantuk tapi dia memaksakan untuk tidur.
"jangan lupa berdoa" ucap Luthfi.
"ya" ucap Rena.
Pagi harinya Luthfi terbangun dia melihat jam yang sekarang menunjukan pukul setengah lima pagi.
Luthfi terbangun dia melihat istrinya yang masih tertidur di bawah, Luthfi turun dia hendak membangun kan Rena.
namun matanya masih mengantuk berat dia berjalan untuk membangunkan Rena.
namun sayangnya kaki Luthfi tersandung pada kaki ranjang, hingga menyebabkan dia terjatuh dan menimpa Rena yang sedang tidur terlentang.
Bruggh
"aaaaa" teriak Rena kesakitan karena ketimpa sugar Daddy di pagi hari.
Rena terbangun di atas tubuhnya ada Luthfi yang menindihnya.
"gus sakit" ucap Rena meringis kesakitan.
Luthfi bangun dia melihat istrinya itu yang kesakitan, tak bisa Luthfi bayangkan berapa kesakitan nya Rena saat tertimpa tubuhnya yang cukup berat.
"kamu gak papa" tanya Luthfi panik.
"sakit" geram Rena yang langsung bangun dari rebahan nya.
"katanya kamu gak akan menyentuh ku tapi apa kau menindih ku, mana sakit lagi" ucap Rena mengeluh.
"maaf" ucap Luthfi merasa bersalah.
"sudahlah ayo bangun kita sholat" ucap Rena.
"kau yakin tak apa apa" tanya Luthfi.
"ya tak apa Gus" ucap Rena berbohong padahal badannya terasa sangat sakit karena ulah Luthfi.
mereka melaksanakan Sholat subuh berjamaah di sana Luthfi sebagai imamnya dan Rena sebagai makmumnya.
Rena merasa sangat senang karena bisa mendapatkan suami yang dia idam idamkan dan bisa membawa Rena ke jalan yang benar.
"assalamualaikum warahmatulah" ucap Luthfi sambil melihat ke arah kanan.
"assalamualaikum warahmatullah" ucap Rena mengikuti Luthfi.
Luthfi mengadahkan tangannya dia langsung berdoa dan tugas Rena yang akan mengaminkan setiap Doa yang Luthfi ucapkan.
Luthfi mengusapkan tangannya pada wajahnya Rena pun mengikutinya.
Luthfi melihat ke arah belakang dia langsung menyodorkan tangannya untuk Rena salami.
tanpa sengaja Luthfi mencium kening Rena membuat Rena tersipu malu.
"aku akan ambilkan sarapan" ucap Rena.
"dengan memakai mukena" tanya Luthfi.
"tidak aku pakai dulu kerudung" ucap Rena yang salah tingkah karena di cium oleh Luthfi tadi.
Rena memakai Khimar nya namun dengan menyembunyikan kepalanya di dalam mukena yang masih dia pakai.
Luthfi hanya tersenyum melihat hal itu dia tak menyangka kalau sampai sekarang Rena tak memperlihatkan auratnya pada Luthfi walau pun hanya selembar rambutnya saja.
Luthfi membuka baju Koko yang dia pakai di hadapan Rena, Mata Rena melotot melihat badan Luthfi yang sangat mulus itu namun ada sebuah luka yang sudah menghitam di punggung Luthfi.
saat Luthfi melihat ke arah Rena, dengan cepat Rena menutup matanya.
__ADS_1
"tak bisakah kau lebih sopan Gus" ucap Rena.
"Ning buka saja mata kamu lihat pusar aku ketutup lagi pula batas aurat laki laki itu kan dari pusar ke bawah" ucap Luthfi.
"tetap saja tak sopan" ucap Rena yang masih memejamkan matanya.
Luthfi tersenyum dia langsung memakai kaos polos warna hitam.
"sudah ayo buka saja mata kamu" ucap Luthfi.
Rena membuka matanya.
"begitu kan bagus dari pada harus buka aurat" ucap Rena yang langsung pergi dari sana karena akan menggambil makanan untuk Luthfi.
Rena berjalan ke arah rumah Abah para santri baru saja berhamburan keluar dari Mesjid, semua santri menatap pada Rena yang hanya di balas senyuman oleh Rena.
Rena paham pada apa yang mereka pikirkan apa lagi hari ini status Rena berubah menjadi istrinya Luthfi Afdal Yasir.
Rena masuk ke dalam rumah Abah di sana terlihat kalau Umi sedang memasak sesuatu.
"assalamualaikum umi masak apa" tanya Rena.
"waalaikum salam Ning, Umi lagi ngangetin makanan kemarin" ucap Umi.
"aku mau ambil makanan, Gus Luthfi harus makan tepat waktu apa lagi lambungnya akan sakit kalau dia telat makan" ucap Rena.
Umi tersenyum dia tak percaya kalau Rena akan seperhatian itu pada Luthfi padahal kemarin kemarin Rena secara blak blakan bicara kalau benci pada Luthfi.
"ambil saja Ning" ucap Umi.
"ya Umi" ucap Rena yang langsung mengambilnya dan membawanya ke kamarnya yang ada di paling belakang kamar para santri putri.
Rena masuk ke dalam sana kamarnya dia melihat Luthfi tengah mengutak atik ponselnya.
"makanlah Gus" ucap Rena.
"Ning kalau misal kita ke kota apa kau akan ikut" tanya Luthfi.
Rena menatap pada Luthfi, rasanya berat bagi Rena untuk ikut bersama Luthfi bahkan dia juga belum siap beradaptasi dengan dunia baru.
"aku tau Ning kalau kamu gak siap tak apa aku paham" ucap Luthfi.
Rena duduk di samping Luthfi.
"Gus maafkan aku tapi aku belum siap dengan dunia baru" ucap Rena.
"ya tak masalah" ucap Luthfi.
"maaf" ucap Rena.
"kenapa harus minta maaf, sudah gak papa aku paham Ning" ucap Luthfi yang melihat istrinya itu menunduk.
"kalau kau marah kau boleh menghukum aku" ucap Rena.
"baiklah aku akan menghukum kamu" ucap Luthfi.
Rena langsung melihat pada Luthfi yang akan menghukumnya itu.
"berani sekali kamu mau menghukum aku" ucap Rena.
"sudahlah" ucap Rena.
Rena pergi dari sana namun tangan Luthfi langsung memegang tangan Rena, sehingga membuat Rena terjatuh namun dia terjatuh tepat di pangkuan Luthfi.
mata mereka saling memandang tangan Luthfi menopang tubuh Rena yang ada di pangkuannya.
"kau sangat menggemaskan" ucap Luthfi.
"ishh" ucap Rena yang langsung bangkit dari pangkuannya Luthfi.
"kamu tak sopan Gus" ucap Rena geram pada Luthfi.
"maaf" ucap Luthfi.
"te sopan pisan" gumam Rena.
"jangan pakai bahasa Sunda Ning aku lemah pada bahasa Sunda" ucap Luthfi.
"bukan salah aku kenapa gak belajar" ucap Rena.
"salah lagi kan" gumam Luthfi.
Rena keluar dari sana tadinya dia merasa bersalah karena tak mau ikut Luthfi ke kota tapi setelah Luthfi melakukan itu Rena langsung marah pada Luthfi.
Rena melihat ada seorang ibu ibu yang datang ke pesantren pagi sekali.
"assalamualaikum" ucap Ibu itu pada Abah.
"waalaikum salam" ucap Abah.
"Abah aku mau bicara penting" ucap Ibu itu.
"baiklah ayo masuk" ucap Abah mempersilahkan, namun Abah sadar kalau di dalam rumah tak ada siapa siapa karena Umi dan Zia ada di ruang makan.
"Ning ayo ikut" ucap Abah.
"ya Abah" ucap Rena yang ikut masuk ke dalam rumah.
"ada apa Bu" tanya Abah.
"ini Abah aku mau tanya anak saja Nilam dia tak pulang pulang sudah satu minggu dia tak pulang Abah aku mau Abah tolong doakan dia supaya bisa cepat pulang" ucap Ibu itu memohon.
Abah tersenyum mendengar hal itu.
"sebelum menghilang apa Ibu tau dia pergi dengan siapa" tanya Abah.
"aku gak tau Abah tapi yang aku tau dari tetangga yang melihat dia bersama dengan laki laki" ucap Ibu itu.
"mungkin itu paca rnya Bu" ucap Rena.
"ya mungkin saja tapi ada yang bilang kalau dia di sembunyikan setan" ucap Ibu itu.
Rena tersenyum dia merasa kalau ibu itu sudah bicara tak masuk akal.
__ADS_1
"Bu begini mustahil ada setan yang menyembunyikan manusia karena kita tau kan kalau setan itu makhluk gaib dan tak mungkin ada yang akan melakukannya" ucap Rena.
"tapi saya tanya ke dukun katanya begitu" ucap Ibu itu.
"begini Bu tak salah mempercayai orang lain karena setiap orang bisa menjadi sababiah untuk kita tapi jangan salah Bu semuanya Alloh yang akan menentukan, begini Bu anak ibu mungkin punya masalah dengan ibu jadi dia sampai berani melakukan itu" ucap Rena.
"ya waktu dia pergi aku memarahinya, aku kesal karena dia pembangkang apa lagi lelaki itu tak baik untuk Nilam" ucap Ibu itu.
"saya sarankan seorang anak itu tak perlu di kekang tapi orang tua tetap harus menjaganya, jika di kekang maka seperti itu seorang anak akan berbohong, karena begini pikiran seorang anak itu masih perlu berkembang dia perlu mengeksplor dunia luar, tapi seorang ibu hanya perlu menasehati kalau dia salah dan ibu juga harus menjadi teman bagi seorang anaknya biar anak tak merasakan kesepian, maaf Bu bukan maksud aku untuk menasehati karena aku pernah merasakannya jadi aku tau rasanya seperti Nilam" ucap Rena.
"ya Ning aku paham" ucap Ibu itu.
"baiklah bu aku akan doakan semoga Nilam cepat pulang" ucap Abah.
"ya Abah terima kasih" ucap Ibu itu.
"ya Bu, tapi aku gak bisa jamin soalnya aku tak bisa berbuat apa apa" ucap Abah.
"dengan membantu saya saja saya sudah senang Abah" ucapnya.
ibu itu pulang Rena hanya tersenyum melihatnya itu, dia tak bisa banyak bicara karena itu jelas salah orang tuanya yang tak pandai mendidik bisa juga kalau si anak bergaul bebas dengan teman temannya.
Rena makan di ruang makan dia melihat para santri Putri yang tak suka pada Rena karena Rena menikah dengan Luthfi idola di pesantren itu.
Luthfi datang ke sana dia melihat istrinya yang tengah makan.
"Ning itu" ucap Zia melihat Luthfi yang datang.
"biarkan saja kak" ucap Rena.
"samperin Ning" ucap Zia.
"baiklah" ucap Rena pasrah padahal dia sedang makan.
Rena mendekat pada Luthfi yang berdiri di sana.
"ada apa Gus" tanya Rena.
"aku mau pergi dulu" ucap Luthfi.
"kemana" tanya Rena.
"ke kota aku ada pekerjaan" ucap Luthfi.
"oh baiklah" ucap Rena yang langsung mengantar Luthfi menuju kamarnya untuk bersiap.
Rena berjalan ke arah kamar Luthfi yang ada di kamar santri putra, tentu saja para santri putra melihat kedua sejoli itu.
mereka masuk ke dalam kamar Luthfi.
"kamar mu berantakan" tanya Rena.
"ya aku lupa membereskan" ucap Luthfi.
"kapan pulang" tanya Rena.
"entah tapi secepatnya" ucap Luthfi.
"apa kau akan menemui paca rmu di kota" tanya Rena.
"hah paca r" tanya Luthfi heran pada perkataan Rena.
"ya gus aku tau kalau pernikahan kita ini hanya permintaan dari Abah, tapi Gus aku tak mau di duakan, aku gak mau di poligami" ucap Rena jujur pada Luthfi.
Luthfi tersenyum mendengarnya.
"siapa yang akan poligami" tanya Luthfi.
"kamu" ucap Rena.
"Ning aku gak akan menikah lagi satu saja sudah cukup" ucap Luthfi.
"tapi kau kaya Gus, apa kau tak malu punya istri seperti diriku" tanya Rena yang mulai merasa insecure.
"Ning aku gak mungkin menduakan wanita yang sangat susah aku dapatkan" ucap Luthfi.
Rena tak bicara lagi dia hanya menunduk sebenarnya di hadapan Luthfi, Rena merasa tak pantas untuk bersanding dengan Luthfi.
"oh ya ibu mu kenapa tak datang saat pernikahan" tanya Rena.
"aku dan dia tak akur Ning, dia ingin harta papah tapi ahli warisnya itu aku sekuat tenaga dia mencoba menguasai aku tapi aku gak mau karena aku tau siapa mamah sebenarnya" ucap Luthfi.
"oh" ucap Rena.
"kau mau ikut" tanya Luthfi.
"kemana" tanya Rena.
"ke kota" ucap Luthfi.
Rena berpikir sejenak dia cukup ragu untuk ikut ke kota.
"kalau kamu gak mau ga papa" ucap Luthfi.
"aku ikut" ucap Rena.
Luthfi melihat ke arah Rena yang mau ikut pada Luthfi.
"aku ikut aku siap tinggal di kota bersama dengan mu" ucap Rena.
"benarkah tapi aku gak mau maksa" ucap Luthfi.
"ya aku ikut, lagi pula kau juga suamiku kan sudah seharusnya aku mematuhi mu" ucap Rena.
"baiklah ayo" ucap Luthfi.
Luthfi duduk bersama dengan Rena.
"aku tau kalau ini berat tapi aku pastikan kalau kau tak akan kesepian di sana" ucap Luthfi.
"Terima kasih" ucap Rena.
jantung keduanya berdetak kencang apa lagi Luthfi yang sangat gugup kalau dekat dengan Rena padahal Rena sudah menjadi istrinya.
__ADS_1
dia tak bisa menahan diri jika berdekatan dengan Rena, padahal jika di lihat dengan mata orang Normal tak ada yang istimewa dari Rena.
hanya saja Rena terlihat sangat cantik Rena juga sedikit gemuk apa lagi dia juga sering memakai pakaian yang longgar jadi membuatnya terlihat sangat gemuk.