
Rena pulang dari sana dengan naik taksi yang sudah di pesan kan oleh Rena sendiri di salah satu aplikasi.
Luthfi bingung karena hari ini dia tak menemukan Rena di rumah sakit padahal Setiap pagi Rena selalu mengantar kan makanan untuk nya.
"perawat kemana Rena" tanya Luthfi.
"oh Rena sukarelawan itu, dia pulang pak baru saja pulang" ucap perawat itu.
"apa pulang" tanya Luthfi terkejut karena Rena tak bilang padanya.
"kataya ayahnya meminta nya untuk pulang" ucap Perawat itu.
"oh" ucap Luthfi yang langsung pergi dari sana untuk berkemas karena akan pulang juga bersama dengan Rena.
saat Luthfi akan pergi dia melihat Gita yang sudah ada di sana menatapnya dengan penuh tanya.
"kamu mau kemana gak boleh pergi kamu masih belum sehat" ucap Gita.
"aku sangat sehat" ucap Luthfi.
"tidak kamu masih belum boleh pulang" ucap Gita.
"tapi aku mau pulang" kekeuh Luthfi yang langsung pergi dari sana meninggal kan Gita dan langsung menghubungi nomor telpon anak buah nya untuk menjemput nya.
Luthfi langsung pergi dari sana dan pulang ke pesantren,
tiga jam kemudian Rena sampai di pesantren dia melihat pesantren yang sangat sepi karena para santri sedang belajar di kelas mereka.
Rena berjalan ke arah rumah Abah dia melihat ada Zia yang sedang menyiram tanaman.
"kak" ucap Rena yang langsung memeluk kakak iparnya itu.
"Ning akhir nya kau pulang juga" ucap Zia.
"ya kak aku pulang sekarang, karena Abah yang minta padahal aku masih betah di sana" ucap Rena.
"kamu tau Ustadz Ikhsan sudah 7 kali dia datang kemari, hanya ingin bertemu dengan mu" ucap Zia.
"kak aku gak mau" ucap Rena.
"tolak saja sendiri kalau berani" ucap Zia.
"CK aku gak bisa nolak laki laki" ucap Rena.
"masuklah dan makan" ucap Zia.
"siap bos" ucap Rena.
Rena melihat ada sebuah mobil yang berhenti di sana lalu keluar lah Luthfi dari Mobil mewah itu.
"Gus Luthfi, aku paham kalau dia itu mengikuti aku" gumam Rena tersenyum.
Rena masuk dan langsung makan di meja makan.
"Ning kapan kamu pulang" tanya Umi yang langsung memeluk putri nya itu.
__ADS_1
"baru saja sampai umi aku lapar sekali jadi aku langsung makan apa lagi kak Zia juga menyuruh makan" ucap Rena.
"ya makan lah yang banyak seperti nya kamu agak kurusan sekarang" ucap Umi.
"umi aku dari dulu emang kurus" ucap Rena.
"ya deh ya kurus hanya saja berisi" ucap Umi.
Rena memakan makanan itu namun dia ingat pada Luthfi yang dia yakini belum makan karena pasti Luthfi juga pulang pagi pagi.
Rena mengambil rantang dan memasukan makanan pada rantang itu.
Rena langsung pergi dari sana untuk mengantar kan makanan ke kamar Luthfi.
Rena melihat ada Gus Farid yang menjaga di sana.
"Ning Rena kapan pulang" tanya Farid.
"baru saja" ucap Rena.
"mau kemana" tanya Farid.
"aku mau mengantar kan makanan pada Gus Luthfi" ucap Rena.
"oh apa dia sudah pulang kata nya dia ada pekerjaan mendadak" ucap Farid.
"sudah baru saja pulang" ucap Rena yang langsung pergi dari sana menuju kamar Luthfi yang cukup jauh dari sana.
"oh" ucap Farid.
"baiklah aku permisi" ucap Rena yang langsung berjalan menuju kamar Luthfi.
"astaghfirullah" ucap Rena yang langsung menutup kembali pintu dan mundur dari sana untuk menjauh.
"ceroboh sekali kamu, bisa bisanya kamu langsung masuk tanpa mengetuk pintu" gumam Rena memukul pelan kepalanya.
setelah cukup lama Luthfi keluar dengan setelan pakaian yang lengkap.
"ada apa Ning, maaf aku baru selesai mandi" ucap Luthfi.
"tak apa lagi pula aku yang harus minta maaf karena tak mengetuk pintu dahulu" ucap Rena.
"tak apa yang paling penting kau tak melihat tubuh ku" ucap Luthfi.
Rena menggeleng kan kepala nya padahal tubuh Luthfi terpampang jelas di mata Rena.
"ini makanan untuk mu, setelah ini kamu jangan terlambat makan" ucap Rena.
"terima kasih" ucap Luthfi.
"ya sama sama" ucap Rena yang langsung pergi dari sana.
Luthfi hanya tersenyum melihat Rena yang salah tingkah itu,
"Ning padahal jika kau melihat pun aku tak akan apa apa, karena aurat ku saja tertutup handuk" gumam Luthfi yang langsung tersenyum.
__ADS_1
Rena menyesali perbuatannya itu dia malu pada Luthfi karena sudah berani langsung membuka pintu.
Rena memegang dadanya, detak jantung nya sangat terasa sekali.
"tenang" gumam Rena menarik nafasnya.
malam hari nya Rena masih berada di rumah Abah karena akan menemani kakak ipar nya.
tiba tiba saja Luthfi datang ke sana dia mengetuk pintu dan langsung masuk saat abah menyuruh nya.
"assalamualaikum Abah" ucap Luthfi.
"waalaikum salam ada apa Gus" tanya Abah.
Luthfi duduk di sana dia terasa gugup sekarang namun dia menahan nya karena tak mau terlihat payah di mata keluarga Abah.
"Abah tujuan saya datang kemari saya ingin melamar Ning Rena" ucap Luthfi yang langsung to the poin.
"apa" tanya semua orang yang langsung terkejut mendengar nya.
sedangkan Rena dia hanya menelan ludah nya kasar, dadanya berdebar dia tak percaya Luthfi akan mengatakan itu pada Abah di hadapan nya.
Abah tersenyum mendengar hal itu.
"abah senang karena Ning Rena di lamar laki laki sebaik Kamu tapi ini semua tergantung pada Ning Rena kamu tau kan dia itu gengsi nya seperti apa" ucap Abah.
lamaran ini adalah lamaran kedua kalinya bagi Luthfi karena yang pertama dia hanya menyampaikan nya pada Abah, tetapi sampai sekarang Abah belum memberikan jawaban karena Luthfi tau kalau Rena tak mungkin mau.
"ayo Ning jawab" ucap Zia mencolek Adik nya itu.
"gak" ucap Rena yang membuat Luthfi menghela nafas nya kasar namun tak ada raut wajah sedih di wajah nya dia tetap tersenyum mendengar hal itu.
"Ning" ucap Abah.
"tak apa Abah aku paham" ucap Luthfi.
Abah merasa sangat malu pada Luthfi apa lagi Luthfi adalah murid Abah yang paling sedikit bicara tapi banyak bekerja.
Abah sangat menyayangkan keputusan Rena yang tak mau menikah dengan Luthfi.
"baiklah sudah malam aku permisi" ucap Luthfi yang langsung pergi dari sana.
"assalamualaikum" ucap Luthfi saat dia sudah keluar dari rumah Abah.
Abah menatap tajam pada Rena.
"apa maksud kamu, Ning lihat Gus Luthfi itu sangat tampan dia juga baik kenapa kamu menolak dia" tanya Abah.
"Abah aku hanya gak mau menikah" ucap Rena.
"gak mau menikah tapi Ning, Abah malu sudah dua kali Gus Luthfi melamar mu tapi kamu belum memberikan jawaban juga ayo jawab lah Ning jangan hanya tidak tidak kalau kamu masih menolak terpaksa Abah akan jodohkan Gus Luthfi dengan Ning Misba putrinya Ustadz abu Haidar" ucap Abah sedikit mengancam Rena supaya Rena sedikit takut kalau Luthfi di ambil orang.
"mana bisa begitu" ucap Rena.
"kenapa tak bisa" tanya Abah yang langsung pergi ke kamarnya.
__ADS_1
"ish menyebalkan" gumam Rena.
bersambung