Aku Seorang Janda Ustadz

Aku Seorang Janda Ustadz
bab 71 ngatur


__ADS_3

Mayang menatap pada beberapa anak buahnya yang sudah dia suruh untuk mencari Herman yang sekarang hilang tanpa kabar.


"Aku ingin kau mencari Herman" sahut Mayang.


"Nyonya ada nomor telepon yang bisa di hubungi" tanya anak buah yang lain.


"Ini kemarin nomor ini yang menelpon aku" ucap Mayang memberi kan hpnya pada anak buah nya itu.


"Baik Nyonya aku akan segera mencari nya" ucap anak buahnya itu yang langsung pergi dari sana.


"Aku ingin kalian mencari sampai dapat" titah Mayang.


Saat ini adalah hari pertama Sofi masuk kerja, saat ini Mayang berharap pada Sofi untuk mengambil harta Luthfi.


"Aku sangat berharap pada mu Sofi" ucap Mayang tersenyum penuh arti.


Sedangkan di perusahaan Luthfi, hari ini Sofi masuk kerja dan Luthfi juga datang karena ingin melihat mamah mertuanya itu bekerja.


Sebenarnya Luthfi tak terlalu percaya pada Mertuanya itu tetapi dia menghargai nya dan berusaha untuk percaya padanya.


"Mah sekarang mamah kerja di sini" ucap Luthfi menunjukan meja karyawan pada Sofi.


"Menantu yang benar saja masa aku di sini" tanya Sofi.


"Ya Mah tapi kan ini perjanjian awal" ucap Luthfi tersenyum pada mamah mertuanya itu.


"Di mana ruangan kamu" tanya Sofi.


"Di sana" jawab Luthfi sambil menunjuk ruangan nya yang cukup jauh dari sana.


"Oh baiklah" ucap Sofi.


"Aku permisi mah nanti akan ada orang yang akan membimbing mamah" ucap Luthfi.


Luthfi langsung pergi ke ruangan nya.


Sofi cukup kesal pada keputusan nya itu, dia sangat malas untuk bekerja.


"Kalau saja bukan karena si Mayang itu mungkin aku tak akan melakukan hal ini" ucap Sofi yang langsung mengambil hpnya yang ada di dalam tasnya.


📞📞


"Selamat pagi Jeng" tanya Sofi.


"Ya bagaimana kabar kamu" tanya Mayang.


"Aman" ucap Sofi.


"Baiklah kalau aku punya rencana yang pas aku akan hubungi kami lagi, sekarang jangan lupa untuk bekerja di sana dan jangan pernah memperlihatkan keanehan di hadapan Luthfi karena dia gampang sekali menyadari nya" ucap Mayang.


"Ya aku akan ingat itu" ucap Sofi.

__ADS_1


"Jangan banyak main hp nanti Luthfi mengira kalau kamu hanya main main saja pada pekerjaan ini" ucap Mayang.


"Ya" ucap Sofi malas karena merasa di atur oleh Mayang.


Padahal harusnya Mayang memperlakukan Sofi dengan sangat baik karena kehidupan Mayang ada di tangan Sofi, tetapi Mayang terlalu banyak aturan.


"Baiklah matikan hpnya" ucap Mayang.


📞📞


Sofi menaruh hpnya di atas meja kerja nya itu dia sangat kesal pada Mayang apa lagi Mayang seperti nya sangat menyepelekan Sofi.


"Malas sekali rasanya harusnya kan aku itu di perlakukan baik, tapi apa Mayang malah mengatur seakan aku akan melakukan kesalahan harusnya dia berterima kasih karena aku mau melakukan ini, sebenarnya ogah sekali melakukan ini aku kan punya bisnis sendiri untuk apa aku mengemis pekerjaan pada orang lain" gumam Sofi kesal.


Luthfi melihat mertua nya itu.


"Ada masalah" tanya Luthfi.


"Tak ada" ucap Sofi.


"Baiklah Mah aku akan pulang pekerjaan aku bawa ke rumah, sekalian aku juga mau menemani Rena" ucap Luthfi yang langsung pergi dari sana.


"ck terserah" gumam Sofi.


Sofi penasaran dengan perusahaan menantunya itu, dia langsung berjalan jalan menelusuri setiap ruangan perusahaan itu.


Sofi melihat kalau perusahaan Luthfi itu ada tiga lantai dan mereka ada di lantai atas.


Sofi merasa nyaman ada di sana apa lagi pemandangan nya sangat indah jika di lihat dari lantai tiga itu.


Seorang karyawan datang ke sana.


"Ibu ada yang bisa saya bantu" tanya Karyawan Luthfi.


"Aku mau melihat ini" ucap Sofi.


"Ibu ada kepentingan apa ibu datang" tanya nya.


"Saya bekerja di sini kamu jangan macam macam pada saya kamu gak tau saya siapa saya ini adalah Mertuanya Luthfi" ucap Sofi.


"Oh baiklah, Ibu saya antar ke meja ibu" ucap karyawan Luthfi.


"Saya tau jalan jangan so perduli pada ku, aku gak suka pada orang seperti itu" ucap Sofi.


"Apa maksud ibu" tanya karyawan Luthfi tak tau pada apa yang dibicarakan oleh Sofi.


"Pergilah aku mau di sini" ucap Sofi kesal.


Karyawan Luthfi itu langsung pulang dia tak tau harus apa pada Mertua bos nya itu, apa lagi Sofi sangat gampang marah marah.


"Apa aku harus menghubungi tuan" gumamnya.

__ADS_1


Luthfi sampai ke rumahnya dia langsung masuk dan melihat ada Rena dan Faiz yang sedang duduk di ruang tamu.


"Assalamualaikum" ucap Luthfi.


"Waalaikum salam" ucap Rena.


Rena menyalami tangan suaminya itu, Luthfi balas mencium kening istrinya.


"Istri ku ini paling bisa kalau membuat aku tak betah di luar" ucap Luthfi.


"Kenapa begitu" tanya Rena.


"Ya aku gak betah di perusahaan aku ingat kamu terus" ucap Luthfi.


"Ada ya yang seperti itu" ucap Rena tersenyum sambil menyenggol lengan suaminya itu.


"Ada kan ini aku suami kamu" ucap Luthfi.


"Baiklah kamu makan apa" tanya Rena.


"Aku mau makan roti saja dengan selai coklat" pinta Luthfi.


"Baiklah" ucap Rena yang langsung membuat kan keinginan suaminya itu.


Luthfi melihat ke arah Faiz yang ada di sana dia langsung menggendong bayi kecil itu.


"Faiz bagaimana kamu menyusahkan Umi ya, jangan begitu ya kasihan umi" ucap Luthfi.


Rena datang ke sana bersama dengan roti dan selai coklat.


"Gak Abi aku gak menyusahkan umi" ucap Rena.


"Rena kamu yakin akan membesar kan Faiz" tanya Luthfi.


"Ya aku yakin" ucap Rena.


"Tapi apa kamu gak akan merasakan apa apa" tanya Luthfi.


"Maksudnya bagaimana" tanya Rena.


"Ya maksud aku, aku sangat takut suatu saat nanti ada pertanyaan kalau anaknya tak mirip dengan kita dan aku sangat tidak mau kamu mendengar ucapan ucapan yang lain lagi yang pasti nya akan menyakiti hati kamu" ucap Luthfi.


"Gus kalau aku gak mau mengurus anak ini kamu akan kemana kan anak ini" tanya Rena.


"Aku akan kasih ke panti asuhan" ucap Luthfi.


"Gak aku gak mau seorang anak tidak merasakan kasih sayang orang tuanya, aku sangat butuh Faiz aku sudah menyayangi Faiz seperti putra aku sendiri" ucap Rena.


"Ya aku tau kamu pasti akan gampang sayang pada seseorang, ya aku tau sekali tapi Rena dia bukan turunan kita" ucap Luthfi.


*Aku tau rencana nya juga saat nanti Faiz sudah besar aku akan beri tau dia siapa ibunya, tak adil rasanya jika kita tak memberi tau kan itu pada Faiz, baik atau pun buruk kabar itu aku harus menyampaikan nya pada Faiz" ucap Rena.

__ADS_1


"Kamu memang baik" ucap Luthfi.


"Aku tidak sebaik itu" ucap Rena.


__ADS_2