Aku Seorang Janda Ustadz

Aku Seorang Janda Ustadz
bab 133 Kemana Yadna


__ADS_3

Malam ini Yadna masih ada di perusahaan nya, karena dia masih lembur bersama dengan Kathir yang sekarang tertidur pulas di sana.


Drtt


Drtt


Yadna melihat pada ponsel nya yang berdering.


"Arsala ada apa dia nelpon" gumam Yadna.


📞📞


"Ada apa Arsa" tanya Yadna dengan mata yang masih fokus pada layar laptop.


"Kak sekarang di rumah Nenek Mayang gak" tanya Arsala.


"Tidak, aku di kantor" ucap Yadna.


"Oh aku akan datang ke rumah Nenek Mayang, mau aku jemput" tanya Arsala.


"Jangan, seperti nya aku akan menginap di kantor, pekerjaan banyak sekali sekarang aku gak bisa ninggalin ini begitu saja" ucap Yadna.


"Oh baiklah" ucap Arsala.


Brugh


Suara keras terdengar sampai pada Arsala lewat ponsel itu, Yadna menatap pada orang yang baru saja datang.


"Tuan Fathir" sahut Yadna.


"Adna senang bertemu dengan mu, sekarang ikut lah bersama dengan ku" ucap Fathir.


Arsala yang masih terhubung dengan Yadna pun mendengar suara itu, Arsala langsung cemas saat ada laki laki yang bicara seperti itu pada kakaknya.


"Kak ada apa kak" tanya Arsala.


Namun saat ini Yadna panik dia ingin berontak tapi Fathir langsung membekap mulut dan hidung Yadna dengan kain yang sudah dia berikan obat bius.


Yadna pingsan namun sebelum pingsan dia berteriak dan Arsala mendengar kan sedikit teriakan itu,


"Kak kamu baik baik saja" tanya Arsala.


sayangnya ponsel Yadna terjatuh ke lantai dan mati, hingga membuat sambungan telepon nya terputus.


Arsala menatap pada ponsel nya.


Tutt


📞📞


Sedangkan sekarang Kathir tengah tertidur karena pengaruh obat tidur bahkan para karyawan Kathir juga tertidur kecuali Yadna sendiri yang masih sadar, kalau saja tidak di bius oleh Fathir.

__ADS_1


Fathir kakak nya Kathir itu menatap pada adiknya, entah ada masalah apa Fathir selalu suka pada apa yang Kathir miliki hingga Fathir merasa sangat ingin mendapati apa pun yang ada di kehidupan Kathir.


Begitu pun dengan Yadna yang menjadi sekretaris Kathir, padahal sekertaris Fathir juga tak kalah cantik dari Yadna.


Namun sayang Fathir mempunyai masalah tersendiri dengan adiknya hingga dia tidak suka melihat Kathir bahagia.


Fathir tersenyum menatap pada Kathir yang tak lain adalah adiknya yang sekarang terkapar lemas di atas sofa.


"Malam ini aku akan bersenang senang dengan sekertaris mu" ucap Fathir yang langsung membawa Yadna dari sana.


Beberapa jam sebelum nya.


Yadna mengambil makanan yang baru saja di pesankan oleh tuannya itu, namun di loby kurir tengah di ancam oleh anak buah Fathir.


Anak buah Fathir meminta kurir dari salah satu pengantar makanan dari aplikasi online itu menaruh Obat tidur di makanan itu.


Namun dia tidak mau melakukan nya apa lagi akan menjadi masalah besar jika Kurir itu mengijinkan nya.


Bughh


Bughh


Kurir itu di pukuli oleh anak buah Fathir karena tidak menuruti apa yang mereka inginkan.


Dengan sangat terpaksa Kurir itu memasukan obat tidur itu pada makanan makanan itu, tetapi ada dua kotak makanan yang tidak dia masukan obat tidur itu.


Kurir itu merapihkan kembali makanan itu, hingga terlihat rapih seperti belum di buka.


"Ya Non" ucap Kurir itu yang langsung menyerahkan makanan itu dan langsung pergi dari sana.


Yadna penasaran pada kurir yang terburu buru itu.


Namun Yadna di tugas kan untuk membagikan makanan itu, hingga dia tak memperdulikan kurir itu.


Yadna membagikan makanan itu pada karyawan yang ada di sana, hingga tersisa dua kotak makanan yang tak lain adalah untuk nya dan untuk bosnya.


"Pak ayo makan" ucap Yadna.


"Ah ya" ucap Kathir terbangun dari rebahan nya.


Mereka makan dan sayangnya Kathir memakan makanan yang di dalam nya ada obat tidur nya sedang kan Yadna makanan yang tidak di campur apa apa.


Setelah makan beberapa karyawan merasa sangat mengantuk bahkan mereka sudah tak bisa menahan lagi kantuk nya itu.


Sama hal nya dengan Kathir yang merasa sangat mengantuk karena efek dari obat itu, Kathir merebahkan tubuhnya di atas sofa lagi hingga tertidur pulas.


***


Arsala yang khawatir pun langsung datang ke tempat kakaknya bekerja itu dia tidak mau kalau kakaknya kenapa kenapa, apa lagi dia sangat takut terjadi sesuatu pada kakak nya itu.


Arsala datang ke sana memakai mobil milik abinya yang dia bawa tanpa ijin terlebih dahulu pada Abinya.

__ADS_1


Setelah jam Arsala sampai di perusahaan itu dia langsung masuk ke dalam perusahaan yang besar itu, Arsala sangat bingung dia akan bicara pada siapa bahkan satpam yang ada di sana juga sedang tertidur dan tak bisa di bangunkan.


Arsala mencoba menerobos perusahaan itu, Arsala tidak perduli kalau nanti nya dia akan di hukum yang paling penting sekarang dia bisa memastikan kalau kakaknya baik baik saja.


Arsala menuju ke lantai atas dia melihat ada karyawan yang tertidur di meja kerja nya, malam hari perusahaan itu sangat sunyi bahkan tak terdengar apa apa selain suara Motor dan mobil yang berlalu lalang di jalanan depan perusahaan itu.


Arsala menuju ke ruangan pemimpin di sana hingga dia menemukan ruangan yang di depan pintu nya bertulis kan, "Kathir".


Arsala masuk ke dalam sana, Arsala bisa menebak kalau saat ini di perusahaan itu ada masalah karena terlihat dari karyawan nya saja yang tertidur Semua nya.


"Aku yakin kakak ada di sini" gumam Arsala.


Arsala melihat Kathir yang tertidur namun bukan itu yang Arsala pikirkan dia malah fokus pada laptop yang masih menyala dengan tempelan di belakang laptop itu.


Arsala baru ingat kalau dahulu dia memberikan stiker nama pada Yadna, hanya stiker huruf Y dan A saya yang Arsala berikan.


Dan huruf itu ada di laptop itu,


"Apa ini punya kak Yadna" gumam Arsala.


Arsala melihat ada ponsel yang terjatuh ke lantai, dia memungut nya dan melihat ponsel itu, Sekarang Arsala belum percaya kalau ponsel itu milik Yadna.


Arsala menghidupkan ponsel yang mati itu, dan ternyata saat hidup, Wallpapers ponsel itu adalah foto Keluarga Luthfi yang tak lain adalah keluarga Arsala dan Yadna.


"Ini benar ponsel kakak" gumam Arsala.


Arsala langsung berjalan ke arah Kathir yang sekarang masih tertidur di sana, Arsala punya rencana dia akan membangun kan Kathir.


Tapi sayang hal itu cukup sulit karena nyatanya Kathir belum bangun juga sampai sekarang.


Arsala geram dia melihat ada kamar mandi pribadi di sana, dia langsung masuk dan mengambil air satu gayung dari kamar mandi itu.


Byurr


Air itu Arsala guyurkan pada Kathir yang sekarang tengah tertidur pulas, tetapi syukur nya Kathir yang merasa ketakutan pun langsung bangun dan melihat ada Arsala di sana.


Dengan mata yang masih tertutup karena masih mengantuk, Kathir melihat Arsala seperti orang lain.


"Siapa kamu" tanya Kathir.


"Bangun Kak Adna di culik" sahut Arsala.


Kathir langsung bangun saat mendengar ada suara itu.


Prakk.


Rena sekarang kebangun dia melihat jam dinding yang menunjukkan pukul setengah sebelas malam.


Rena tak sengaja menyenggol gelas yang ada di atas meja itu, Rena kebangun namun sayang saat ini Rena merasa sangat tidak enak hati.


Seperti ada yang Rena pikirkan.

__ADS_1


"Astaghfirullah aku yakin ini pasti tentang anak anak" gumam Rena yang sudah paham pada insting keibuannya.


__ADS_2