
Mereka tertidur pulas namun berbeda dengan Nanda saat dia akan menyelesaikan tulisan nya.
Nanda merasa tak bersama pada kejadian tadi dia marah kalau anaknya hanya diam saja, harganya sebanding dengan uang yang sering anak anaknya itu keluar kan.
Mohon maaf ya tulisan yang ini di bab sebelumnya skip aja ya.
Author nulis ini sampai ketiduran jadi kata katanya ngabrut begini.
Sekali lagi Mohon maaf ya...
Di bab sebelumnya juga ada dan Author mohon maaf..
Lanjut..
Mereka tertidur tetapi Nanda saat ini sangat marah pada kejadian tadi, apa lagi Yadna seperti ingin menjatuhkan nya.
"Aku sangat marah pada mu Yadna" geram Nanda.
Nanda mempunyai rencana yang sangat bagus sekarang, Nanda langsung berjalan perlahan ke arah kamar Yadna yang sekarang cukup jauh dari kamar nya.
Nanda masuk dengan perlahan dia melihat ada Yadna yang sedang tertidur pulas, Nanda berjalan ke arah gamis merah maroon yang menggantung di luar lemari.
Nanda mengacungkan gunting yang ada di tangannya yang tadi dia bawa dari kamar nya.
Nanda tersenyum ja hat dia sangat ingin membuat Yadna merasa sangat marah karena baju nya robek.
"Kau akan merasakan apa yang aku rasakan" gumam Nanda.
Pagi hari nya Yadna bangun pagi sekali setelah Sholat subuh dia langsung tidur lagi, karena sudah kebiasaan bagi Yadna tidur lagi setelah subuh kalau dia sedang libur bekerja, dia tidak tau kalau Kathir sudah datang ke rumah nya sepagi itu.
Rena yang sadar putri nya belum juga keluar, dia langsung masuk ke dalam kamar putrinya.
"Yadna" sahut Rena.
Rena membangun kan putri nya itu, saat ini Rena sangat senang karena putri nya itu mempunyai kekasih, setelah banyak nya para laki laki yang mendekati Yadna namun mereka hanya main main saja tak ada yang mau serius dengan Yadna.
Yadna langsung terbangun dia melihat ke arah Uminya yang sekarang ada di sana.
"Umi ada apa" tanya Yadna dengan mata yang masih merem.
"Ada Kathir di luar" ucap Rena.
"Pak Kabir" gumam Yadna yang langsung terkejut mendengar ada bosnya datang.
"Sedang apa dia Umi" tanya Yadna panik.
"Katanya mau menjemput kamu" ucap Rena.
"Aish padahal kita janji pergi nanti sore" ucap Yadna.
"Temui saja dia terlebih dahulu" ucap Rena.
Yadna langsung memakai jilbab sports nya, dia keluar untuk menemani Kathir yang ada di sana.
"Pak Kabir ada apa" tanya Yadna.
"Adna nama ku Kathir" ucap Kathir menatap pada Yadna yang baru saja bangun tidur.
"Ya pak Kathir, ya Alloh kenapa mulut ini selalu salah nyebut" gumam Yadna memukul pelan mulutnya.
"Kata Papah kita datang lebih awal ada pertemuan dahulu jadi aku datang ke sini pagi" ucap Kathir.
"Baiklah pak aku akan bersiap" ucap Yadna.
"Ya" ucap Kathir.
Yadna langsung berlari dari sana menuju ke arah kamar nya.
Kathir hanya tersenyum menatap pada Yadna yang sangat lucu itu.
"Maaf nak Kathir" ucap Luthfi.
"Tak apa pak aku memaklumi putri mu yang itu" ucap Kathir.
__ADS_1
"Apa kau suka pada Yadna" tanya Luthfi.
Kathir langsung menatap pada Luthfi dia langsung salah tingkah saat di tanya seperti itu.
"Bapak ini" ucap Kathir.
"Nak Kathir tolong jaga Yadna ya, tak perduli kalian berjodoh atau tidak tapi aku sangat cemas pada Yadna" ucap Luthfi.
"Ya pak tugas aku untuk menjaga Yadna" ucap Kathir.
"Ya" ucap Luthfi.
Yadna langsung berjalan ke arah kamar mandi dia langsung mandi dan bersiap, namun betapa terkejutnya Yadna saat melihat baju yang akan dia kenakan robek.
"Astaghfirullah ulah siapa ini" gumam Yadna.
Yadna hampir saja menangis dia tak tau harus memakai baju yang mana lagi, apa lagi baju yang paling bagus hanya itu saja.
"Siapa yang melakukan ini" geram Yadna.
Yadna menangis dia sangat sedih dan kesal namun dia tak bisa berbuat apa apa lagi karena sekarang posisinya dia sedang di tunggu oleh Kathir.
Yadna tak mau di anggap lelet dia mengambil lagi baju gamis yang ada di dalam lemari nya dan hanya ada baju Navy blue yang baru beberapa kali Yadna pakai.
Yadna mengambil gamis itu, dia kurang suka pada gamis itu karena tangan nya sedikit menerawang.
Yadna tak kehabisan ide dia memakai sarung tangan panjang untuk menutupi nya.
Yadna memakai barang barang seadanya, bahkan hijab pashmina hitam yang sudah dia gantung pun terlihat Sobek di bagian bawah nya.
"Astaghfirullah ini ulah siapa" geram Yadna.
Namun Yadna tak akan memikirkan hal itu dia langsung mengambil pashmina warna senada dan memakai nya.
Yadna membelitkan pasmina itu pada leher nya namun tetap di bagian dadanya masih tertutup oleh pasmina itu.
Yadna mengambil tas kecil berwarna hitam dia terpaksa memakai warna yang gelap sekarang.
Yadna sangat sempurna dia juga memoleskan sedikit make up pada wajahnya.
Kathir yang melihat hal itu hanya diam dan terpana melihat kecantikan Yadna.
"Sudah siap" tanya Luthfi.
"Ya Abi sudah siap, tapi Umi ada yang merobek baju gamis aku yang merah maroon" ucap Yadna merengek.
"Siapa yang merobek nya" tanya Rena.
"Aku gak tau" ucap Yadna.
"Nanti cari tau nya dan sekarang kalian pergi lah, kasihan nak Kathir menunggu kamu lama sekali" ucap Luthfi.
"Ih Abi" ucap Yadna.
Yadna menatap pada Kathir ternyata mereka memakai pakaian yang sama, saat ini Kathir memakai jas navy blue dan celana bahan warna hitam.
Mereka sangat serasi apa lagi mereka juga sangat cocok jika menjadi pasangan.
"Aku permisi pak, Bu" ucap Kathir pada Luthfi dan Rena.
"Ya nak Kathir kami titip Yadna" ucap Rena.
"Assalamualaikum" ucap Kathir dan Yadna.
"Waalaikum salam" ucap Luthfi dan Rena.
Kathir menatap pada Yadna yang sekarang ada di belakang nya.
"Kau sangat cantik" ucap Kathir.
"Oh ya tapi rasanya aku seperti biasa" ucap Yadna.
"Ya tapi sekarang lebih cantik" ucap Kathir.
__ADS_1
"Terserah" ucap Yadna.
Kathir membuka kan pintu mobil nya untuk Yadna, belum ada wanita yang Kathir pelakukan semanis itu.
Yadna sangat gugup dia belum pernah datang ke acara apa pun bersama dengan Laki laki bahkan saat Yadna masih bekerja pada Pak Amta saja Yadna pergi selalu bersama dengan rekan kerja nya yang perempuan.
"Sekarang kita akan ke rumah Mamah aku dulu boleh kan" tanya Kathir.
"Nyonya akan datang" tanya Yadna.
"Ya ini acara yang sangat sakral" ucap Kathir.
"Sakral bukannya kita akan datang ke peresmian perusahaan" tanya Yadna.
"Ya tapi ini juga sekalian pemilik nya nikah jadi pernikahan dan pembukaan perusahaan di satukan, pengantin pria nya itu adalah sahabat aku dan orang tuanya adalah teman nya Mamah" ucap Kathir.
"Oh" ucap Yadna.
Mereka masuk ke salah satu halaman rumah yang sangat megah bahkan terlihat kalau rumah itu adalah rumah yang paling besar dan megah.
"Jangan gugup" ucap Kathir.
"Pak aku tidak gugup" ucap Yadna.
"Baiklah ayo masuk" ucap Kathir.
Mereka masuk dengan Yadna yang mengikuti Kathir dari arah belakang nya.
Kathir merasa sangat salah tingkah bila bersama dengan Yadna.
"Tak aku sangka gadis yang galak itu sangat sangat cantik" gumam Kathir.
"Assalamualaikum mah" ucap Kathir saat sudah masuk ke dalam rumah nya dan memeluk mamahnya yang ada di sana.
"Waalaikum salam" ucap Mamahnya.
Namun mamahnya Kathir menatap sinis pada Yadna yang ada di sana.
"Selamat pagi nyonya" ucap yadna.
"Pagi" ketus mamahnya.
"Senang bertemu dengan anda" ucap Yadna yang baru saja tau kalau itu adalah nyonya Amta.
Ucapan Yadna tidak di gubris dia hanya di diam kan saja oleh orang tua Kathir.
Tiba tiba saja ada seorang wanita yang datang pada Kathir yang sekarang baru saja duduk.
"Kathir" sahutnya yang langsung memeluk Kathir layaknya mereka sudah sangat akrab.
"Risa ada apa" tanya Kathir.
"Kathir aku sangat rindu pada mu" ucap wanita yang bernama Risa itu.
"Siapa dia" tanya Risa menatap pada Yadna yang hanya diam saja di sofa.
"Namanya Adna dia sekertaris aku di kantor, cantik kan" ucap Kathir.
"Gak bisa saja" ucap Risa.
"Oh ya Adna dia Risa anak sepupu mamah" ucap Kathir.
"Selamat pagi Mbak Risa saya Adna" ucap Yadna yang langsung berdiri dari duduknya dan langsung menyodorkan tangan pada Risa.
Namun tangan Yadna tidak di balas oleh Risa, Yadna yang paham langsung menarik lagi tangannya yang tadi tersodor itu.
"Mau pergi sekarang" tanya Risa.
"Ya bentar nunggu papah" ucap Nyonya Amta.
Yadna merasa sangat kurang percaya diri apa lagi keluarga itu sangat cantik cantik, bahkan mungkin Yadna akan terlihat seperti badut jika berdandan tebal.
"Ada apa" tanya Kathir yang melihat pada Yadna yang sekarang hanya diam saja.
__ADS_1
"Tidak" ucap Yadna menggeleng kan kepala nya.