Aku Seorang Janda Ustadz

Aku Seorang Janda Ustadz
bab 9 Rumah sakit


__ADS_3

Rena datang ke sana dengan membawa koper yang akan dia bawa, Rena meminta bekal uang pada Abah karena dia masih menjadi beban Abah apa lagi Rena belum bekerja.


"hati hati di jalan" ucap Abah sambil memberikan uang pada Rena.


"ya abah aku akan hati hati" ucap Rena yang langsung menyalami tangan Abah dan Umi.


"aku berangkat" ucap Rena.


"ya Ning, jangan jauh jauh dari temen kamu" ucap Umi.


"ya umi" ucap Rena.


mereka menempuh perjalanan yang sangat jauh hampir lima jam perjalanan akhir nya mereka sampai ke tempat yang akan mereka tuju.


"Alhamdulillah" ucap mereka serempak saat mereka baru saja turun di sebuah halaman rumah sakit yang sangat besar itu.


"ini tempatnya" tanya Rena kagum melihat mewahnya rumah sakit itu.


temannya menganggukkan kepalanya mengiyakan ucapan Rena.


"aku tak nyangka akan datang ke sini" ucap Rena.


"oh ya Rena kamu kan sukarelawan kamu bisa membantu bantu tapi ingat jangan sampai salah ya" ucap salah satu temannya itu.


"ya Nis aku paham" ucap Rena.


"semoga kau juga bisa menjadi dokter seperti kami" ucap Nisa sahabat Rena yang usianya Sangat jauh dengan Rena.


"amin ya Alloh" ucap Rena.


"baik lah ayo masuk" ucap Nisa.


rumah sakit itu membutuhkan relawan karena dokter di sana cukup sedikit apa lagi rumah sakit itu sangat besar, jadi teman teman Rena lah yang di pilih bahkan Rena juga ikut karena ajakan mereka.


mereka di beri tau tentang apa saja yang boleh dan tak boleh di lakukan di sana, Rena dan yang lainnya hanya mengikuti ucapannya saja.


"baik lah ini kamar kalian untuk beberapa jam kedepan kalian bisa istirahat tapi setelah itu kalian bisa mulai bekerja" ucap senior di sana.


"baik Bu" serempak.


Rena dan ketiga temannya itu langsung masuk ke dalam terlihat sangat nyaman dan empuk.


"Rena ada hubungan apa kamu dengan Ustadz Luthfi, aku pikir kalian sangat dekat bahkan tadi juga aku lihat Ustadz Luthfi Sangat care padamu" tanya Mita teman Rena yang lain.


"ah gak ada aku gak punya hubungan apa apa hanya sebatas guru dengan murid" ucap Rena.


"tapi dia sebut kau Layla" ucap Mita.


"entah lah aku gak tau" ucap Rena.


"kau merona Rena" ucap Nisa yang ikut menggoda Rena.

__ADS_1


"tak ada lah" ucap Rena.


satu jam kemudian mereka langsung memulai pekerjaan mereka untuk memeriksa para pasien yang datang, Rena juga ikut membantu namun hanya membantu membawa kan barang saja karena dia tak bisa kalau harus memeriksa pasien.


"Rena bisa ambil kan obat yang mengandung parasetamol" titah Nisa.


"ya baik lah" ucap Rena.


Rena berjalan ke arah ruang obat obatan yang berada di rumah sakit itu karena kekurangan perawat dan bidan jadi mereka mengundang teman teman Rena untuk menjadi relawan di sana untuk membantu apa lagi rumah sakit itu sangat banyak di kunjungi pasien.


Rena berjalan sambil menyebar senyum pada orang orang yang ada di sana, bagi Rena mereka itu asing jadi bagaimana cara nya agar Rena bisa beradaptasi di sana semua nya Rena lakukan.


brugh


Rena di tubruk seorang laki laki yang tak melihat jalan, hingga membuat Rena terduduk di lantai karena di tubruk laki laki dengan badannya tegap dan dada bidang.


Rena mendongak kan kepalanya ke atas.


"kamu" ucap Rena yang langsung ketus pada laki laki itu.


siapa lagi kalau bukan Luthfi laki laki yang Rena benci padahal hati Rena sangat mencintai nya.


Luthfi menyodorkan tangannya untuk di raih oleh Rena namun tangannya tak di gubris oleh Rena.


Rena berdiri sendiri, dia tak bicara lagi Rena langsung menuju ke arah ruangan obat untuk mengambil obat yang mengandung parasetamol.


"kenapa harus ada dia, rasanya dunia ku sangat sempit karena terus di ikuti oleh dia" gumam Rena.


Rena melihat ada Luthfi yang datang dengan dokter Gita berjalan ke arah di mana Rena berada.


"ya" ucap Rena.


"baiklah" ucap Gita itu, karena sudah selesai Rena langsung pergi dari sana tanpa memperdulikan keadaan Luthfi yang berdiri di sana.


Rena membawa obat itu di sana terdapat tulisan parasetamol jadi dia tau kalau obat itu mengandung parasetamol.


Rena memberikan nya pada Nisa.


Rena mendekat pada Mita yang sekarang tengah memeriksa pasien juga.


"bisa aku bantu" tanya Rena yang melihat Mita berkeringat menangani pasien yang cukup banyak.


"ambil kan saja tisu" ucap Mita.


"baiklah" ucap Rena mengambil kan tisu untuk Mita.


Rena duduk di kursi karena tak ada yang harus dia bantu lagi.


namun datanglah pasien dengan luka yang cukup serius, Rena langsung mengambil kursi roda dan mendudukkan orang itu di sana.


Rena membawa nya langsung ke UGD, dokter di sana langsung sigap menangani orang itu sedangkan Rena menunggu di luar, sebenarnya Rena suka pusing kalau melihat darah.

__ADS_1


bahkan sekarang juga dia mulai merasa pusing tapi dia menahan nya dan mulai mengelap kursi roda yang kena darah dan lantai yang berceceran darah juga.


"Rena gak papa ini bukan tugas kamu" ucap Gita yang melihat Rena mengepel lantai.


"tak apa dok hanya sedikit saja" ucap Rena.


"lain kali jangan ya" ucap Gita.


"ya dok" ucap Rena.


Rena melihat ke arah kanan kiri Gita mencari Luthfi namun tak ada di sana.


"apa mungkin dia pulang syukur lah, lagi pula mau apa dia datang jauh jauh hanya untuk di periksa bahkan di pesantren juga kan ada" batin Rena.


malam hari nya pasien tak henti hentinya datang, bahkan Rena juga harus membantu mendata para pasien yang mau berobat ke sana.


hingga pukul dua dini hari mereka baru santai karena para pasien sudah selesai di periksa.


Rena memijat mijat jarinya yang pegal karena banyak menulis.


"syukurlah aku bisa tidur sekarang" ucap Nisa.


seorang perawat datang ke sana.


"bisa kalian tuliskan stok obat yang habis" tanya perawat itu.


"hah tapi kami baru selesai menyelesaikan pekerjaan kami" ucap Nisa.


"oh padahal kami akan memberi tau kan pada pusat obat apa saja yang habis besok" ucapnya.


"kami gak bisa" ucap Diya.


"biar aku saja" ucap Rena yang sanggup padahal jarinya sudah pegal pegal.


"kamu bisa" tanya Nisa.


"kalau tinggal melihat saja aku bisa" ucap Rena.


"mudah kok kamu cuman ceklis obat yang masih ada, kamu juga hanya perlu tulis jumlah obat yang ada ini nama nama obat nya sudah aku tuliskan" ucap perawat itu.


"oh baik lah" ucap Rena.


"makasih ya" ucapnya.


"jaga diri Rena" ucap Nisa.


"gak papa lagi pula hanya sebentar" ucap Rena.


"kami tunggu di kamar" ucap Mita.


"ya" ucap Rena.

__ADS_1


mau tak mau dia harus pergi.


bersambung


__ADS_2