
Sore ini mungkin pukul empat sore Rena baru saja bangun dari tidur nya dia menatap pada Luthfi yang ada di sana tengah merapihkan buku bukunya.
"Abi" ucap Rena.
"Sudah tidur nya" tanya Luthfi.
"Ya, astagfirullah aku lupa belum sholat Ashar" ucap Rena.
"Lakukan saja sekarang" ucap Luthfi.
"Baiklah" ucap Rena.
Namun saat Rena akan masuk kedalam kamar mandi dia baru ingat dia belum membuat makanan untuk tamu yang akan datang.
"Astaghfirullah Abi aku lupa belum memasak" ucap Rena panik dia langsung berjalan ke arah dapur yang ada di lantai bawah.
"Umi" sahut Luthfi yang hanya menggelengkan kepalanya saja.
Rena melihat banyak sekali box makanan di ruang tengah nya yang sedang di bereskan oleh Yadna dan Adiba.
"Anak anak" ucap Rena.
"Umi" ucap Yadna.
"Astaghfirullah Umi ketiduran umi lupa membuat makanan" ucap Rena.
"Tak apa Umi, Abi yang sudah pesan kan makanan ini" ucap Yadna.
"Syukur lah" gumam Rena menatap pada kamarnya yang pintunya terbuka.
"Kamu memang sangat gercep Abi" gumam Rena tersenyum.
Rena langsung melaksanakan sholat Ashar nya dia sangat senang sekarang akhirnya dia bisa beristirahat.
Rena juga sudah mendaftar kan Waffi ke pesantren Abah yang ada di kampung.
Rena berpikir kalau Waffi akan baik baik saja di sana, apa lagi banyak sekali hal yang akan membuat Waffi sangat senang di sana.
"Semoga semua ini berjalan dengan lancar" gumam Rena.
Sedangkan di sisi lain Mayang menunggu di rumah bersama dengan Nanda dan Faiz karena Gladys dan suaminya akan pergi ke rumah Rena yang sekarang mengadakan acara tahlilan.
Mayang menatap pada Nanda yang seperti nya bersikap antagonis, apa lagi terlihat dari raut wajah nya yang seperti nya tak suka pada manusia.
"Faiz bagai mana rumah sakit mu" tanya Mayang.
"Alhamdulillah Nek berjalan dengan lancar" ucap Faiz.
"Apa Abi mu pernah datang ke sana" tanya Mayang.
"Tidak dia sangat sibuk" ucap Faiz.
"Percaya lah Faiz kalau orang tua mu itu sangat sayang pada mu" ucap Mayang.
"Tidak Nek putramu sangat pelit aku pinjam uang pada mereka tapi tak pernah di berikan, padahal kalau ada uangnya aku akan ganti" ucap Nanda.
"Berpikir positif saja, anak anak mereka bukan kamu saja jadi jangan berpikir yang macam macam ya" ucap Mayang.
"Malah Nenek sekarang aku berpikir kalau Umi dan Abi tak sayang padaku" ucap Faiz.
"Kenapa begitu, mereka sangat sayang pada mu jadi jauhi pikiran seperti itu aku sangat marah kalau kamu melakukan hal itu" ucap Mayang.
"Ya Nek" ucap Faiz.
Mayang ingat pada kejadian dahulu saat dia ingin sekali mengambil Faiz dari Luthfi dan Rena.
Flash back 23 Tahun yang lalu.
Satu tahun saat Mayang di penjara, akhir nya Mayang bisa keluar juga dari jeruji besi itu.
Mayang membangun bisnis nya kembali dia akan hidup sendirian karena seperti nya Herman akan kembali pada Sofi.
Mayang memulai bisnisnya dari awal dia ingin kaya dan sukses apa lagi sekarang Mayang tak punya siapa siapa lagi selain Gladys yang ada di pesantren.
Namun satu kenyataan membuat Mayang kembali arogan, Mayang baru saja mengetahui kalau Faiz anak yang Luthfi adopsi itu adalah anak dari Gladys dan Abimana mantan suami Rena dahulu.
Mayang sangat marah pada Gladys yang sangat bodoh apa lagi Gladys punya anak tanpa sepengetahuan Mayang mau pun Herman yang dahulu masih menjadi Papahnya.
__ADS_1
Kabar itu Mayang dengan dari Herman, saat Mayang akan menjenguk Herman ke rumah sakit Mayang mendapatkan kabar itu.
"Makannya jadi orang jangan ja hat lihat di penjara nya lama kan" ucap Mayang mentertawakan Herman.
"Apa masalah mu, kau juga mantan narapidana" ucap Herman.
"Tapi aku cuman satu tahun" ucap Mayang.
"Lalu, apa kau datang hanya untuk melakukan hal ini pada ku" tanya Herman.
"Ya aku akan melakukan ini pada mu aku sangat benci pada mu apa lagi kamu lebih memilih dia dari pada aku, Herman aku sangat benci pada mu apa lagi saat kamu mengambil semua harta aku dan mulai sekarang aku sudah menggugat cerai kamu, aku akan selesai kan semua nya sendiri an" ucap Mayang.
"Mayang dengarkan aku, saat aku menculik Rena aku dengar kalau Rena bilang Faiz anak yang Rena asuh adalah anak Gladys aku tidak percaya akan hal itu namun pernah saat itu aku melihat perut Gladys membesar dan dia muntah muntah, aku dengar dia mengumpat kalau bayi itu sangat menyiksanya" ucap Herman.
"Benarkah" tanya Mayang terkejut.
Herman masih sangat jelas ingat ucapan Rena dan dia dahulu saat di gudang.
Rena yang sedang di kurung dia baru saja ingat dia tadi membawa Faiz dan sekarang tidak ada Faiz di sana.
"Di mana Faiz" tanya Rena.
"Faiz? siapa?" tanya Herman.
"Bayi ku di mana Dia" tanya Rena.
"Oh bayi yang berisik itu, aku sudah buang dia" ucap Herman.
"Apa buang, Ayah apa kalian sudah gi la itu anak ku dan harus nya itu adalah cucu mu" ucap Rena.
"Tapi aku gak punya cucu, itu bukan anak kamu kan jadi cucu dari mana nya" ucap Herman.
"Itu adalah anak dari Gladys" jelas Rena.
Herman terkejut dia langsung terperanjat mendengar hal itu.
"Dia adalah cucu mu karena bayi itu turunan dari Gladys dan Gladys adalah anak mu" ucap Rena.
"Hahahaha" Herman tertawa terbahak bahak dia menganggap kalau Rena sedang bercanda dan dia tak percaya hal itu apa lagi Gladys belum punya suami.
"Jangan berbohong Rena jangan membohongi aku, aku sangat tak suka itu mana mungkin Gladys punya anak sedang kan dia baru saja keluar dari sekolah dan kalian membawanya ke pesantren" ucap Herman.
"Jangan ngawur" ucap Herman.
"Aku gak ngawur kalau gak percaya tanya saja pada Gladys" ucap Rena mencoba melawan dia sengaja berbuat seperti itu supaya dia tidak di anggap lemah oleh orang orang itu.
"Aku bilang apa jangan berbohong karena aku gak suka kalau ada yang berbohong" ucap Herman.
"Terserah karena aku sangat tak sibuk jika untuk berbohong" ucap Rena.
***
Herman menyesal karena tidak percaya pada ucapan Rena tapi sekarang dia baru ingat kalau dahulu Rena benar benar berkata benar.
"Aku bahkan sudah mencocokan rambut Gladys dan Rambut bayi itu ternyata hasilnya sama, Anak itu cucu kita anak dari Gladys kita aku menyesal karena tak percaya pada Rena dahulu aku tak perhatian pada Gladys aku membiarkan Gladys sendirian tanpa pemantauan ku, hingga anak malang itu menjadi seperti itu, Astaga dosa apa yang aku perbuat hingga membuat Gladys ku menjadi seperti itu, aku marah pada laki laki yang sudah melakukan hal itu pada Gladys aku sangat ingin membu nuh laki laki itu" Geram Herman.
"Apa" tanya Mayang terkejut dia tak tau kalau Gladys akan seperti itu.
"Kau tau Luthfi dan Rena bahkan rela menyembunyikan Gladys karena takut ada orang lain yang tau kalau Gladys sedang mengandung, anak ku yang lain menyelamatkan anak kita, bahkan mereka juga memasukan Gladys ke pesantren, mereka ingin Gladys taubat dari apa yang sudah Gladys perbuatan itu" ucap Herman.
Mayang terduduk lemas saat mendengar semua itu,.
"Aku malu Mayang, kita yang sudah tua malah sibuk memikirkan harta sedang kan anak anak kita tengah mendapat musibah, kamu dan aku malah sibuk memperebutkan harta itu, aku malu Mayang sangat sangat malu" ucap Herman.
Mayang menatap pada Herman yang sekarang bersedih.
"Faiz cucuku" tanya Mayang.
"Ya" ucap Herman.
Mayang langsung pergi dari sana meninggalkan Herman yang sekarang sedang di kantor polisi, Mayang langsung menuju ke arah rumah Rena dan Luthfi.
Saat itu Rena sudah punya Yadna, sedang kan Faiz sudah satu tahun lebih.
Mayang langsung datang ke sana dia langsung akan mengambil Faiz saat melihat Faiz yang ada di halaman rumah putranya itu.
Mayang mengendong Faiz namun sayang Faiz menangis hal itu membuat Luthfi langsung datang ke sana.
__ADS_1
Karena sudah terbiasa Faiz main di luar apalagi sekarang Faiz baru saja bisa berjalan.
"Mah lepaskan Faiz" ucap Luthfi.
"Dia cucu ku" ucap Mayang.
"Ya aku tau dan sayang sekali kamu baru tau, mah aku yang mendapat kan hak asuh untuk mengasuh Faiz jadi tolong jangan pernah membuat aku melapor kan Mamah ke kantor polisi karena kasus penculikan" ucap Luthfi.
"Tapi aku ingin cucu ku" ucap Mayang.
"Mamah bisa datang kapan saja ke sini, aku ga akan larang tapi jangan pernah bawa Faiz" ucap Luthfi.
Mayang melepaskan Faiz dari pelukan nya, bayi kecil itu pun langsung berlari menuju ke arah Luthfi yang saat ini seperti nya ketakutan saat melihat Mayang.
"Maafkan aku" sahut Mayang.
Flash back off
Mayang tersenyum saat ingat hal itu, dia tidak akan pernah bisa memaafkan diri nya sendiri, semenjak kejadian itu Mayang sering datang ke rumah Luthfi dan mengasuh Faiz serta Yadna.
Benar sekali kalau perkataan "Setelah kesedihan akan ada kehidupan", dan hal itu terbukti pada Rena dan Luthfi mereka merasakan hal itu.
Bahkan dalam Al Qur'an juga sudah di jelaskan..
Ada di surat Al Imran ayat 154
Yang artinya:" . "Kemudian setelah kamu ditimpa kesedihan, Dia menurunkan rasa aman kepadamu (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari kamu, sedangkan segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri; mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliah. Mereka berkata, "Adakah sesuatu yang dapat kita perbuat dalam urusan ini?" Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya segala urusan itu di tangan Allah." Mereka menyembunyikan dalam hatinya apa yang tidak mereka terangkan kepadamu. Mereka berkata, "Sekiranya ada sesuatu yang dapat kita perbuat dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini." Katakanlah (Muhammad), "Meskipun kamu ada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditetapkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh." Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Dan Allah Maha Mengetahui isi hati."
Ada juga di Quran surat Alam Nasyrah ayat 4
yang artinya“Sesungguhnya bersama kesusahan itu ada kemudahan.”
Contoh, musibah yang menimpa seseorang. Ia disebut musibah namun di saat yang sama sekaligus sebagai penggugur dosa-dosanya. Terkadang musibah itu disangka mendatangkan kesedihan dan kegalauan semata. Padahal di saat yang sama Allah berkenan memberi kebaikan dan pahala yang banyak.
Terkadang kita hanya akan mengeluh saat mendapat kan musibah padahal harus nya kita bersyukur, bisa jadi itu adalah penggugur dosa bagi itu namun bisa juga sebagai teguran atas dosa yang sudah kita perbuat dahulu.
Mustahil rasanya kalau tidak ada jalan di setiap musibah yang kita alami, bahkan di dalam Quran surat Alam Nasyrah terbukti kalau ada dua ayat yang di ulang ulang.
Setiap satu kesulitan diiringi dengan dua kemudahan sekaligus
Hal itu dipahami dari adanya redaksi yang berulang tentang “yusran” yang bermakna jumlah lebih dari satu. Sebagian salaf berkata, demi Allah tidak mungkin satu kesempitan mengalahkan dua kelapangan sekaligus.
Lalu bagaimana caranya kita ingin bahagia??
Jawaban nya hanya satu yaitu ibadah..
Allah berfirman “… Kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.” [Quran Surat: Alam Nasyrah ayat 7]
Yaitu sambutlah ketaatan dan ibadah selanjutnya. Ibadah adalah pintu utama dalam mencapai kebahagiaan sejati. Setiap perkara yang mengantarkan kalian kepada suatu ibadah berarti juga mengantar kepada kebahagiaan.
Ibn Taimiyah berkata, “Barangsiapa yang menghendaki kebahagiaan yang sejati maka perbanyaklah ibadah.”
Ada juga nih penting nya menghargai waktu luang.
Allah berfirman:
“Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan).” [Quran Surat: Alam Nasyrah ayat 6]
Ayat ini mengisyaratkan, tak sepantasnya seorang Muslim terlena dengan kekosongan waktu. Nabi juga bersabda: “Ada dua nikmat yang kebanyakan manusia terlena dengannya, yaitu kesehatan dan waktu kosong”.
Penting nya memanfaatkan waktu ya..
Tulisan ini bukan hanya untuk sekedar di baca semoga saja pihak author atau pembaca bisa juga menjalankan ibadah yang benar benar.
Karena waktu kita itu tidak lama dan apa yang akan kita tunggu selain kematian.
Hidup itu bukan untuk menunggu kebahagiaan bukan untuk menunggu kekayaan tapi dunia itu untuk mengumpulkan bekal kita di akhirat nanti.
Semoga saja kita bisa mengamalkan ilmu ini, semoga kita bisa taat lagi di jalan yang benar.
Semakin banyak cobaan yang akan datang nantinya, jadi kita harus persiapkan diri kita agar kita bisa menghadapi kerasnya dunia ini.
Berdoa dan meminta hanya pada Alloh saja, jangan pernah berharap pada manusia karena kebenaran nya berharap pada manusia itu hanya akan menimbulkan luka.
Maka dari itu berharap lah pada Alloh.
Author tidak berniat untuk menceramahi atau menggurui karena begini, sebanyak apa pun ilmu yang kita punya kalau tidak di bagikan maka akan percuma.
__ADS_1
Ingat Amalkan dan bagikan..
Author juga bukan orang alim bukan orang suci tapi hanya seorang pendosa yang ingin bertaubat di tengah gempuran para pendosa yang selalu mengajak pada kemaksiatan.