Aku Seorang Janda Ustadz

Aku Seorang Janda Ustadz
bab 7


__ADS_3

Wanita itu mendekat pada Abimana tak memperdulikan bayinya yang sekarang dia tidurkan di sofa rumah itu.


"Abimana" ucapnya sambil memeluk Abimana dengan sangat erat.


Rena tak mempermasalahkan hal itu karena memang begitulah kelakuan Abimana yang Rena dengar dari Zia.


Abimana melepaskan pelukan wanita bernama Arin itu,


"ada apa kau datang, apa tak bisakah kau pergi menjauh dari kehidupan aku" geram Abimana.


"lihat Abimana dia bayimu, she is your baby" ucap Arin.


"bayi gak mungkin, bagaimana bisa jangan ngada ngada Arin itu tak baik untuk rumah tangga aku" ucap Abimana mencoba menolak kenyataan itu.


"tapi beneran Abimana itu bayi mu namanya Sandra baguskan, Abimana aku mau kau tanggung jawab karena aku gak mungkin membesarkan anak ini sendirian, bahkan Sandra juga butuh pigur seorang ayah" ucap Arin.


"aku sudah punya istri" ucap Abimana yang langsung menatap pada Rena yang hanya diam saja.


"jadi aku harap kau pergi dari sini" ucap Abimana menekan kan setiap kata yang keluar dari mulutnya.


"tapi Abimana aku harap kau mau menerima dia, pliss dia ingin punya ayah" ucap Arin memohon supaya Abimana berpikir lagi.


"pergilah" geram Abimana tak lagi menatap Arin yang sangat memohon itu.


Rena merasa kasihan pada wanita itu bahkan dia rela sampai berlutut hanya karena ingin anaknya di akui oleh Abimana.


"kak Abi" ucap Rena yang langsung membuat Abimana melihat padanya.


"ya ada apa Rena" tanya Abimana.


"tanggung jawablah mungkin kakak ini tak berbohong mungkin saja anak ini anakmu karena jika di lihat lihat kalian juga sangat mirip" ucap Rena yang langsung menatap pada bayi perempuan itu.


"tidak Rena itu bohong aku gak percaya kau tau kan kalau sekarang itu banyak sekali modus yang berpura pura saling mengenal dan memberikan anaknya supaya dapat uang" ucap Abimana.


"tapi Sandra ini benar benar anakmu Abimana" ucapnya yang langsung mendekat pada bayinya dan memperlihatkan nya pada Abimana.


"kau lihatkan dia benar benar mirip denganmu" ucapnya.


"tapi tetap saja aku gak mungkin percaya begitu saja" ucap Abimana.

__ADS_1


"sudah lah kak kamu gak perlu mengelak lagi, kau hanya perlu tanggung jawab dan menyelesaikan masalah ini tapi aku harap kau bisa menceraikan aku" ucap Rena.


"gak mungkin gak bisa begitu Rena aku gak mungkin menceraikan kamu" ucap Abimana.


"tapi mau bagaimana lagi kau sudah punya anak dari wanita lain, kalian hanya tinggal menikah saja dan bahagia layaknya keluarga" ucap Rena yang langsung menatap Abimana.


"lagi pula untuk kisah novel saja hanya ada satu protagonis wanita dan satu protagonis pria kalau aku ada di sini maka aku akan jadi apa selain antagonis" ucap Rena.


"tapi Rena" ucap Abimana.


"aku akan pulang besok aku harap kau bisa bahagia" ucap Rena ada rasa senang dalam hatinya karena ini lah yang sangat Rena inginkan apa lagi dia sering berdoa untuk menjauhkan nya kalau memang Abimana tak baik untuknya.


dan sekarang Alloh mendengar doa Rena, dengan cara itu Alloh menjauhkan Abimana dan Rena.


malam ini Rena tertidur di kamarnya, Rena mendengar dari pembantu di rumah itu kalau Arin dan bayinya menginap di sana.


"aku senang terbatas doa ku langsung di kabulkan" batin Rena.


pagi harinya Rena langsung bersiap akan pulang, bahkan dia juga sudah mengemasi pakaiannya karena akan pulang ke pesantren.


"aku akan pulang, aku akan hidup layak nya wanita biasa lagi, tak perduli dengan status aku yang sekarang seorang janda" gumam Rena sambil mengusur kopernya untuk pergi dari sana.


"aku gak akan menceraikan mu" ucap Abimana dengan suara lantang di hadapan Arin dan bayinya itu.


"kamu gak bisa begitu kak Abi, karena aku gak mau merusak hubungan kalian jadi aku harap kau bisa segera mengurus perpisahan kita" ucap Rena yang langsung berjalan menuju pintu.


Abimana langsung memegang tangan Rena.


"aku bilang kamu gak boleh pergi ya arti nya gak boleh pahamkan" ucap Abimana dengan tatapan tajam.


"tapi kau salah Kak Abi, aku tak mau di poligami" ucap Rena.


"aku akan membuat dia pergi dari sini, aku akan memilih mu Rena wanita itu hanya ingin harta aku saja bahkan aku tak tau siapa ayah dari anaknya itu" ucap Abimana menunjuk pada Arin.


"ck sudah lah jangan mengelak kau tau kan kalau kau seperti apa dan aku yakin dia tak berbohong, lagi pula mana ada seorang laki laki alim yang kedatangan tamu seorang wanita dengan membawa bayi nya, mustahil bukan?" ucap Rena.


Abimana membuang mukanya.


"kalau kau mau pergi silahkan aku gak akan mengantar mu atau pun memberikan kau sepeser uang untuk ongkos" ucap Abimana.

__ADS_1


Rena tersenyum mendengar hal itu.


"aku gak perlu uang itu simpan saja" ucap Rena yang langsung pergi dari sana meninggal kan Abimana dan Arin serta bayinya.


Rena sangat kebingungan dia tak tau harus pulang ke pesantren dengan naik apa karena Rena gak punya uang untuk pulang.


tiba tiba saja Rena ingat dengan Mamah kandung nya yang ada di kota itu juga.


"apa aku pergi saja ke rumah mamah Sofi y" gumam Rena.


Rena masih ingat jalan menuju ke rumah mamahnya itu bahkan dia juga dulu pernah ke sana karena mamahnya itu dulunya adalah bibinya tapi setelah mendengar kebenaran kalau Rena adalah anaknya Perlahan Rena mulai menerima nya sebagai ibu kandung nya.


Rena naik taksi ke rumah itu, dia hanya punya uang untuk naik taksi saja.


sesampainya di sana Rena di kejutkan dengan seorang wanita yang memakai pakaian se ksi yang baru saja keluar dari rumah mamahnya itu.


"ada apa ini" gumam Rena.


hal yang menjadikan Rena kurang beruntung itu adalah properti mamah nya yang seorang mucikari, bahkan mamah nya Rena juga sama seperti mereka.


Rena sudah melarang nya tapi sayang susah sekali memintanya untuk berhenti.


Rena masuk ke dalam dia terkejut saat Melihat banyak sekali botol minuman yang berserakan di sana.


"astaghfirullah" ucap Rena yang melihat orang orang tengah mabuk berat bahkan ada yang sampai tepar di lantai.


rupanya mereka baru saja menyelesaikan pesta haram mereka, dengan para gadis yang datang ke sana.


"ya Alloh sadarkan mereka dan jauhkanlah aku dari pengaruh mereka" hanya itu doa yang keluar dari mulut Rena.


seorang asisten rumah tangga Sofi ibunya Rena datang ke sana.


"non Rena kan" tanya bi Anju pembantu setia nya Sofi.


"BI aku datang di mana mamah" tanya Rena melihat ke arah sekitar seolah meminta penjelasan tentang kejadian ini semua.


"nyonya Sofi ke luar kota nona" ucapnya, Bi Anju sangat takut untuk mengatakan namun tatapan Rena sangat meyakinkan untuk tau apa yang terjadi di rumah itu.


"mereka pesta Nona, entah ada persetujuan dari Nyonya Sofi atau tidak tapi mereka bahkan membawa para wanita kemari, mereka tak tau malu menggunakan kamar tamu untuk bermaksiat" ucap Bi Anju.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2