Aku Seorang Janda Ustadz

Aku Seorang Janda Ustadz
bab 136 Lukisan berbeda


__ADS_3

Rena masih sangat panik karena Yadna belum juga membalas telpon nya, semalam ponsel yadna tertinggal di perusahaan Kathir.


Namun saat ini ada hal yang sering kali mengusik Yadna dalam diam nya.


"Ini salah kamu" ucap Fathir


"Aku akan lenyap Kan kamu" ucap Fathir dengan tatapan mata tajam menatap pada Yadna.


"Aaaaaa" Yadna tidak bisa mengontrol diri dia takut pada ucapan Fathir semalam.


Ucapan Fathir yang itu berasa seperti membekas di kepala Yadna, hanya perkataan itu saja yang membuat Yadna merasa sangat down.


Bahkan Yadna sekarang lebih banyak melamun karena masih sangat syok pada kejadian itu.


Tidak di sangka Mayang datang ke sana karena mendapat kan telpon dari Rena yang menanyakan Yadna sekarang.


"Yadna ini ada panggilan dari Umi kamu"


sahut Mayang.


"Umi" ucap Yadna yang malah merasa sangat ketakutan sekali saat mendengar kata Umi, dia kemudian ingat pada janjinya yang tidak akan membuat Uminya itu kepikiran tentang masalah dirinya.


Yadna mengambil ponsel itu padahal dalam hati nya dia masih sangat ragu untuk bicara dengan orang tua nya.


📞📞


"Ya Umi" akhirnya setelah lama diam akhirnya Yadna buka suara juga.


"Syukur lah, semalam umi khawatir tentang kamu nak, kamu gak papa kan sekarang kata Nenek kamu gak masuk kerja kenapa" tanya Rena.


"Aku kurang enak badan" ucap Yadna.


"Istirahat saja ya nak, nanti sore Umi akan datang ke sana untuk melihat kamu" ucap Rena.


"Tak apa Umi, aku baik baik saja" ucap Yadna.


"Makan lah habis itu minum obat, Umi gak mau kamu sakit" ucap Rena.


"Ya Umi" ucap Yadna.


"Baik lah kalau begitu Umi akan buat dulu makanan untuk Abi mu ya" ucap Rena.


"Ya Umi" ucap Yadna.


📞📞


Yadna merasa sangat bersalah pada orang tua nya itu karena dia sudah menutupi hal sebesar itu, Yadna berpura pura kuat padahal dia tidak sekuat itu.


**

__ADS_1


Sedangkan sekarang saat ini Faiz baru saja melakukan transaksi, jual beli obat terlarang kepala orang orang kaya.


Faiz terpaksa melakukan hal ini karena dia butuh uang, dan hal ini adalah kedua kalinya Faiz melakukan transaksi ilegal ini.


Tak ada yang tau hal itu apa lagi Faiz mengunakan identitas dia sebagai seorang dokter, layaknya seorang dokter dan pasien Faiz menjual obat itu tanpa merasa bersalah.


Di transaksi pertama Faiz meraup uang sebesar puluhan juta dan saat ini dia juga ingin mengambil keuntungan lagi, Faiz berpikir kalau dengan begini dia bisa membahagiakan Nanda dan bisa pindah dari rumah orang tua nya.


Nasib masih mendukung Faiz dia di berikan perlindungan ketat sampai sampai tak ada yang mencium kelakuan nya itu.


Namun ibaratkan bangkai pasti baunya akan tercium juga.


Entah besok atau lusa semua nya pasti akan terbongkar.


Sedangkan sekarang Nanda baru saja menerima uang sepuluh juta dari teman teman sosialita nya, Nanda menjual lukisan yang ada di rumah mertua nya itu.


Namun kata teman teman nya uangnya akan di transfer nanti sore, karena katanya teman nya hanya memegang uang cash sebesar sepuluh juta saja.


Dan sejak tadi Nanda menunggu uang transfer dari temanya itu, sampai sekarang belum juga ada uang yang masuk.


Nanda langsung menghubungi teman nya itu karena dia takut kalau teman nya itu lupa.


📞📞


"Mana uang sisanya" tanya Nanda.


"Sisa apanya" tanya temannya.


"Nanda anggap saja uang itu untuk melunasi hutang kamu pada Meri, kamu punya hutang banyak kan sama Meri, jadi anggap saja yang sisa itu sebagai ganti uang meri yang kamu pinjam" ucap Teman nya.


"Hey gak boleh begitu, aku butuh uang" ucap Nanda.


"Sudah lah Nanda masih syukur kalau Meri memberikan kamu uang sepuluh juta juga banyak kan, jadi anggap saja ini imbang" ucap Temannya.


"Dasar wanita jahanam kamu gak bisa begini pada ku" ucap Nanda geram.


"Terserah" ucapnya.


📞📞


"Arghh dasar orang terkutuk" geram Nanda.


Sedangkan sekarang sudah menjadi kebiasaan tersendiri bagi Luthfi memandangi keindahan rumah nya, hingga saat ini dia jarang sekali melihat lukisan mahal itu.


Luthfi melihat lukisan itu dengan teliti, hal yang paling Luthfi suka adalah memandang setiap sudut rumah nya itu.


Bukan karena apa apa karena banyak sekali kenangan yang ada di dalam rumah itu, bahkan lukisan itu juga mempunyai kenangan yang sangat penting bagi Luthfi.


Lukisan itu mempunyai coretan lain yang di hasilkan oleh Yadna saat dia masih kecil, bahkan coretan itu tak pernah mau Luthfi hapus karena dia menganggap kalau coretan itu adalah kasih sayang Yadna pada nya.

__ADS_1


Dulu hanya Yadna saja yang berani melawan pada Luthfi, sedang kan yang lain nya tak ada yang berani.


Yadna mencoret lukisan itu karena dulu Yadna marah pada Luthfi, jadi Yadna melakukan hal itu karena marah pada sikap Luthfi yang menghukum nya saat Yadna melakukan kesalahan.


Namun mata Luthfi mengernyit saat dia tidak melihat ada coretan itu di sana, karena seingat Luthfi dia tidak menghapus nya.


"Umi" sahut Luthfi.


Rena yang sekarang sedang mencuci piring pun datang ke sana karena merasa di panggil oleh suaminya.


"Ada apa Abi" tanya Rena.


"Lihat lukisan ini, dulu ada coretan kan tapi sekarang tidak ada" ucap Luthfi.


"Ke mana" tanya Rena.


"Abi tidak tau" ucap Luthfi.


"Apa mungkin lukisan ini beda sama lukisan yang dulu, atau jangan jangan ada yang menukar kan lukisan ini" ucap Rena.


"Gak mungkin siapa yang berani melakukan nya" tanya Luthfi.


"Entah Umi tidak tau" ucap Rena.


Namun Rena ingat pada lukisan yang di beli Nanda saat itu,


"Astaghfirullah aku gak boleh suudzon begini" batin Rena.


"Siapa yang berani mengambil lukisan ini" ucap Luthfi.


"Abi waktu itu Umi melihat kalau Nanda memesan lukisan, Umi yang menerima nya dari kurir yang datang ke sini, apa mungkin Nanda yang melakukan nya" ucap Rena.


"Benarkah" tanya Luthfi.


Sofi datang ke sana dan duduk di sofa yang ada di ruang tamu.


"Ada apa" tanya Sofi.


"Ini Mah lukisan ini berbeda" ucap Rena.


"Aish anak itu penurut juga" gumam Sofi.


"Padahal lukisan itu lukisan kesayangan Gus Luthfi" ucap Rena yang langsung duduk bersama dengan Sofi.


"Aku yakin kalau yang melakukan hal ini adalah Nanda, aku yakin akan hal itu" ucap Sofi.


"Kenapa kalian yakin kalau Nanda yang melakukan nya" tanya Luthfi.


"Nak Luthfi dia itu sangat cepat kalau soal keuangan jadi sudah pasti dia yang melakukan nya" ucap Sofi.

__ADS_1


"Tapi mah kita gak bisa menuduh Tanpa bukti" ucap Luthfi.


__ADS_2