Aku Seorang Janda Ustadz

Aku Seorang Janda Ustadz
bab 45 kecelakaan


__ADS_3

Malam hari nya benar saja Luthfi merasa sangat lapar dia tak bisa menahan nya lagi untung Rena siap siaga dia langsung menghangatkan makanan untuk suaminya itu.


"Jangan repot repot aku bisa sendiri" ucap Luthfi.


"Tak apa aku istri mu kan jadi ini tugas aku" ucap Rena.


"Kamu ini" ucap Luthfi.


Sedang kan di kota saat ini Mayang tengah menyelundup ke kediaman Luthfi, Mayang tau kalau dia datang dengan sendirinya para satpam yang menjaga di sana tak mungkin membiarkan Mayang masuk ke dalam.


Mayang masuk lewat pintu belakang dia terpaksa membobol pintu yang sengaja Luthfi gembok supaya tak ada yang berani masuk ke sana.


Mayang tau betul seluk beluk rumah itu karena dahulu saat Luthfi membeli nya dia orang pertama yang melihat lihat rumah itu.


Mayang masuk ke dalam, lampu semua mati karena sengaja Bi Cici selalu mematikan nya kalau sudah malam katanya guna menghemat listrik.


"Di mana hp" gumam Mayang meraba saku pakaiannya tapi ternyata dia tak membawa hp.


"Ihh aku lupa hpnya ada di mobil" gumam Mayang.


Mayang berjalan ke lantai atas dengan perlahan karena dalam kegelapan, Mayang berniat akan mengambil surat kepemilikan perusahaan yang Luthfi simpan.


Bahkan Mayang juga berniat akan mengambil aset berharga lainnya, dia ingin menghancurkan Luthfi dengan mengambil semua hartanya.


Ja hat? tentu saja di dunia ini seorang ibu rela melakukan apa pun asal anak nya bahagia tapi berbeda dengan Mayang yang rela melakukan segala cara untuk membuat dirinya Bahagia walau pun harus menghancurkan kehidupan anaknya sendiri.


Mungkin pribahasa "Sej ahat jah at nya harimau dia tak mungkin memakan anaknya" itu tak berlaku bagi Mayang.


Bagaimana Luthfi akan merasa kan kasih sayang dari orang tua kalau Mayang saja seperti itu, Wajar jika Luthfi tak suka pada mamahnya karena sikap mamahnya yang seperti itu.


Mayang menyusuri anak tangga satu persatu dia berharap kalau tak akan ada orang yang akan melihat nya datang ke sana.


Tapi sayang saat ini di pintu gerbang Revan baru saja pulang dia baru saja menyelesaikan kuliah nya, karena siangnya dia bekerja jadi Revan ambil kuliah malam.


Revan berjalan ke arah pintu rumah Luthfi, dia memegang kunci duplikat rumah itu karena Bi Cici sengaja memberikan nya, apa lagi Revan pulang malam dan tak mungkin Revan tak di biarkan masuk.


Revan membuka pintu dan masuk ke dalam, alangkah terkejutnya Revan saat tau kalau ada langkah kaki di sana selain dirinya.


Mayang sering memakai hills jadi hills itu bersuara jika sedang di kenakan.


"Apa ada orang, apa Bi Cici memakai selop" gumam Revan.


Revan mencari cari cari hpnya yang tadi ada di sakunya, dia menyalakan senter di hpnya, Revan mengarah kan senter itu pada orang yang ada di tangga sekarang.


"Hey siapa kamu" teriak Revan pada Mayang yang sedang mengendap endap.


Mayang panik dia langsung berlari naik ke lantai atas, dia masuk ke dalam satu kamar yang tak di kunci.


Revan mengikutinya tapi sayang dia tak menemukan nya, karena Mayang berlari sangat cepat, apa lagi keadaan yang cukup gelap dan mata Revan yang mulai mengantuk jadi membuat Revan tak terlalu Fokus.

__ADS_1


"Kemana orang itu aku yakin orang itu pasti maling" gumam Revan.


Revan mencari saklar lampu dia ingin menghidupkan lampu di ruangan lantai atas itu, ternyata Revan menemukan nya dan lampu di lantai atas semua nya hidup.


Revan tak tau letak saklar di rumah itu karena dia belum pernah menghidupkan atau mematikan lampu.


Revan mencari cari maling itu, Revan membuka semua pintu kamar itu.


Tapi ada beberapa yang di kunci karena itu tempat Pribadi Luthfi.


Revan membukakan kamar khusus tempat ibadah seperti mushola yang ada di sana, hanya itulah kamar yang terbuka dan tak pernah di kunci karena Luthfi mengijinkan siapa saja boleh masuk ke sana.


Revan membuka nya dia melihat kamar itu gelap, Revan ingat kalau kamar itu lampu nya mati karena kemarin Bi Cici meminta nya untuk memanggil tukang untuk membenarkan lampu di ruangan itu.


Revan masuk dengan di temani cahaya dari senter hp android lama, Revan mengarahkan senter itu ke segala arah namun dia tak menemukan nya.


Sedangkan Mayang saat ini dia ada di dekat dinding, tangannya memegang pas bunga yang terbuat dari kaca.


Mayang sangat berani sekali sekarang dia bahkan siap jika untuk menjadi psikopat.


Prakk


Mayang memukulkan pas bunga itu pada kepala Revan dan hal itu membuat Pasnya pecah dan kepala Revan berdarah.


"Awshh" Revan meringis sambil memegang kepala nya, dia melihat siapa yang sudah melakukan itu tapi matanya hanya menatap pada rambut wanita itu.


Mayang tersenyum menang dia pasti bisa mengambil aset berharga punya Luthfi.


Mayang berjalan ke arah kamar Luthfi dia mengeluarkan kunci otomatis yang bisa membuka pintu mana pun saja.


Mayang masuk dia melihat kamar Luthfi sangat rapih bahkan semua barang sangat sangat tertata rapi.


"Aku akan cari" gumam Mayang membuka lemari yang ada di sana.


Dia mengacak acak pakaian di dalamnya tapi dia tak menemukan nya karena Luthfi menyimpan nya sangat rapih.


Mayang beralih pada laci yang berisi beberapa buku buku.


Mayang tak menemukan apapun di sana dia merasa sangat geram,


"Arghh di mana anak itu menyimpan aset berharga nya" geram Mayang.


Mayang mengacak acak tempat tidur Luthfi namun tetap tak ada apa apa di sana.


Mayang melihat tas Rena yang menggantung di dinding sana.


Mayang membuka nya dia melihat ada beberapa lembar uang receh di sana.


"Ini pasti punya Rena, haha jiwa miskin nya memang tak bisa hilang darinya" gumam Mayang.

__ADS_1


Mayang menyimpan lagi uang itu, dia mulai menyerah karena tak menemukan apa apa namun dia tak menyerah dia mendekat pada berangkas yang ada di sana, Mayang mencoba membuka nya namun kunci sandi nya selalu salah.


"Apa yang anak itu masukan" geram Mayang.


Mayang memasukan tanggal lahir Luthfi tapi sayang itu salah, dia mengingat ingat tanggal pernikahan Rena dan Luthfi, Mayang mulai memasukan nya dan benar saja bisa terbuka.


Dalam berangkas itu ada banyak uang dan perhiasan, Mayang sangat kagum melihat uang yang bertumpuk itu.


"Dia punya uang sebanyak itu" gumam Mayang.


Mayang mengambil satu perhiasan yang sangat membuat dia terkagum kagum, Mayang ingat pada gelang yang ada di tangan nya itu.


"Ini kan gelang pemberian Mas Yasir" gumam Mayang mengingat sesuatu tentang gelang yang ada di tangan nya itu.


Flash back on..


Mayang dahulu tengah duduk di meja rias mungkin dahulu dia masih 20 tahunan dia baru saja menikah dengan Yasir yang sangat kaya.


Tuan Yasir datang ke arah Mayang yang tengah menyisir rambut nya.


"Sayang aku bawa ini untuk mu" ucap tuan Yasir.


"Apa" tanya Mayang.


Tuan Yasir memperlihatkan gelang emas dengan Berlian di sisi sisinya, membuat emas itu sangat indah dan mewah.


"Wah terima kasih mas" ucap Mayang memeluk suaminya itu.


Flash back off


Mayang langsung memasukan gelang itu pada berangkas yang ada di hadapannya dia langsung menutup nya, Mayang berusaha untuk tidak mengingat kenangan indah yang dia lakukan bersama dengan Tuan Yasir.


Mayang ingat pada ruang kerja Luthfi yang belum dia lihat, Mayang langsung bangkit dia langsung menuju ke arah ruangan kerja Luthfi tapi Mayang tak bo doh dia mengunci lagi pintu itu.


Namun Mayang membiarkan kamar Luthfi berantakan karena ulahnya.


Mayang membuka pintu ruang kerja Luthfi dia melihat banyak sekali berkas berkas yang menumpuk di atas meja.


Mayang mencari cari keberadaan surat surat penting tapi tak ada karena Luthfi tak menyimpan nya di sana.


Mayang mulai prustasi dia langsung pergi dari sana meninggalkan rumah Luthfi dia langsung pulang ke arah rumahnya, saat ini dia tak fokus karena memikirkan gelang itu.


Mayang berpikir dari mana Luthfi mendapatkan gelang itu, bahkan Mayang yang punya nya saja tak tau kapan gelang itu hilang.


Mayang tak memperhatikan jalanan hingga dia hilang kendali dan menabrak pohon yang ada di sisi jalan.


Brakk


Mayang mengalami kecelakaan tunggal.

__ADS_1


__ADS_2