Aku Seorang Janda Ustadz

Aku Seorang Janda Ustadz
bab 17 kedatangan Misbah


__ADS_3

Luthfi mengantar kan Rena sampai ke rumah abah.


"ada apa Ning kau perhatikan sekali pada ku" tanya Luthfi.


"Jangan terlalu percaya diri Gus aku hanya tak mau kau sakit kalau kau sakit nanti berabe apa lagi jarak ke rumah sakit jauh" ucap Rena.


saat ini Rena berjalan paling depan sedangkan Luthfi mengikuti nya dari belakang.


"aku paham kok kalau Layla emang tak pernah jauh dari Qais" ucap Luthfi.


"kau tau kan kalau Layla itu malam dan anggap saja Qais itu siang jadi kita itu tak bisa bersatu Gus,


ada dalam Quran surat Yasin ayat 10


yang artinya:" tidak lah mungkin bagi matahari mendahului bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang, masing masing beredar pada garis edarnya" ucap Rena.


Luthfi tersenyum mendengar hal itu.


"seperti nya kamu lupa kalau Alloh juga menciptakan gerhana matahari untuk memperlihatkan pada semua orang bahwa tak ada yang mustahil dalam cinta, hanya saja saling menjaga jarak itu lebih baik sambil menunggu waktu nya tiba untuk di persatukan" ucap Luthfi.


"tapi terjadi nya gerhana tak tiap hari Gus hanya beberapa tahun sekali" ucap Rena.


"yang paling penting adalah Bulan dan matahari bisa satu jajar dan terlihat bersama walau pun waktu nya hanya sebentar tetapi mereka pernah bersama" ucap Luthfi.


Rena tak menggubris lagi karena dia akan kalah pada ucapan Luthfi yang siap menceramahi nya itu.


"pulang lah aku sudah sampai Terima kasih" ucap Rena yang langsung masuk ke dalam rumah.


"aku tau Ning kalau kamu itu sebenarnya perhatian pada ku hanya saja kamu gengsi" gumam Luthfi.


Luthfi melihat ada dua orang santri putri yang ada di sana.


"sedang apa" tanya Luthfi ketus dan datar.


"tadi mau ambil obat" ucap santri itu.


"sudah" tanya Luthfi.


"sudah" ucapnya.


"baiklah kembali ke kamar" ucap Luthfi.


"ya Gus" ucap Kedua santri itu yang langsung pergi menuju kamarnya.


pagi hari nya Rena keluar dari kamarnya dia melihat ada Ning Misbah yang ada di sana.


"ada apa Ning Misbah datang" gumam Rena.


perasaan nya tak enak apa lagi ucapan Abah yang akan menjodohkan Luthfi dengan Ning Misbah terngiang ngiang di pikiran Rena.


"apa mungkin dia datang karena ingin bertemu dengan Gus Luthfi" gumam Rena yang langsung berpikiran ke sana.

__ADS_1


"CK aku tak akan membiarkan hal ini terjadi" gumam Rena lagi.


dia langsung berjalan ke arah Ning Misbah usianya dengan ning Misbah mungkin hanya beda beberapa tahun saja karena kalau Rena sekarang enam belas tahun maka Ning Misbah baru tujuh belas tahun.


"assalamualaikum Ning Misbah ada apa" tanya Rena.


"waalaikum salam Ning Rena oh ya aku mau ketemu Ustadz Luthfi kata santri dia ngajar dulu" ucap Misbah dengan suara anggun dan senyuman yang tak lepas dari bibir nya.


"dia cantik sekali beda dengan ku yang seperti ini, apa mungkin Gus Luthfi mau pada Ning Misbah karena Ning Misbah cantik dan Sholeh, CK bahkan aku jauh di bawah nya" batin Rena.


"Ning Misbah aku temani saja dulu sambil menunggu Gus Luthfi" ucap Rena.


"wah terima kasih aku merepotkan mu ya" ucap Misbah.


"gak lah lagi pula aku juga ada gak kemana mana" ucap Rena.


"oh ya Ning aku dengar dari orang orang kamu jadi dokter ya" tanya Misbah.


"tidak hanya sukarelawan saja" ucap Rena.


"wah kamu hebat bisa membantu orang" ucap Misbah sambil mendudukkan dirinya di kursi taman pesantren itu.


"ah kamu bisa saja, oh ya kamu di mana sekarang aku baru melihat kamu" tanya Rena.


"aku sedang mendaftar kuliah Ning aku ambil kuliah jurusan keuangan aku mau jadi bendahara di perusahaan Abi aku juga sekarang sudah mulai bekerja di perusahaan Abi" ucap Misbah.


Rena langsung menelan ludah nya, mau bersaing dengan Ning Misbah bagaimana jika sebelum bersaing saja Rena sudah kalah telak.


"kalau Ning Misbah dan Gus Luthfi bertemu pasti mereka nyambung, apa lagi Ning Misbah gampang akrab dengan siapa saja" batin Rena.


"kenapa" tanya Rena.


"Ning usia aku belum mencukupi harus nya aku tuh sekarang kelas 3 SMA lah tapi kan aku sekolah nya Lebih dulu jadi aku bisa kuliah di usia tujuh belas tahun" ucap Misbah


"menurut aku tak salah Ning asal kita bisa usia bukan halangan" ucap Rena.


"ya juga ya aku akan coba dahulu" ucap Misbah.


"ya coba lah" ucap Rena.


namun mata Rena fokus pada kotak makan yang Ning Misbah bawa.


"Ning kamu bawa sarapan" tanya Rena.


"ah tidak ini itu makanan untuk Ustadz Luthfi semoga saja dia suka" ucap Misbah.


"oh" ucap Rena yang hanya menatap datar saja.


"apa aku akan mengalah saja saingan aku berat semua" batin Rena.


"itu Ustadz Luthfi sudah keluar baiklah Ning Rena aku permisi ya" ucap Misbah.

__ADS_1


"ya" ucap Rena.


Misbah mendekat pada Luthfi yang ada di sana sedang berjalan menuju ke arah gerbang.


"assalamualaikum Ustadz Luthfi" ucap Misbah.


"waalaikum salam" ucap Luthfi.


"ustadz aku datang untuk pekerjaan" ucap Misbah.


"oh baiklah ayo kita bahas di taman pesantren saja pemandangan nya terbuka dan banyak orang juga" ucap Luthfi.


"baiklah" ucap Misbah ikut saja, namun dia ingat pada kotak makan nya.


"ustadz ini ada makanan dari Umi katanya buat Ustadz" ucap Misbah.


"Terima kasih" ucap Luthfi namun dengan nada yang ketus dan dingin.


mereka berjalan ke arah taman pesantren sedang kan Rena juga masih ada di sana dia tengah memikirkan bagaimana cara nya untuk dia menerima lamaran Luthfi tapi dengan cara elegan.


"assalamualaikum" ucap Luthfi yang membuat Rena terkejut.


"waalaikum salam" ucap Rena.


"Ning bisa kami duduk di sini kami ingin membahas sesuatu di sini" ucap Misbah.


"oh silahkan Ning" ucap Rena.


Misbah dan Luthfi duduk cukup jauh mereka pun duduk bersebrangan hanya saja Rena dan Misbah duduk bersama.


"aku tak sangka Ustadz Luthfi ternyata orang nya itu adalah kamu, aku harap kamu tak akan menyesal" ucap Misbah.


"ya aku juga tak sangka ternyata Ning Misbah itu kamu" ucap Luthfi namun dengan nada datar.


"ya oh ya Gus kapan tanggal jadinya" tanya Misbah.


Rena langsung menyimak percakapan itu.


"mungkin satu Minggu lagi setelah aku selesai menyiapkan semua nya" ucap Luthfi sambil melihat pada Rena.


"oh baik lah aku akan sampai kan pada Abi nanti kamu datang aja ke rumah ya" ucap Misbah.


"ya aku akan datang" ucap Luthfi.


"baiklah ayo kita bicara kan persiapan nya" ucap Misbah.


Rena terkejut Rena berpikir kalau Misbah dan Luthfi sedang membicarakan tentang pernikahan mereka padahal mereka sebenarnya tengah membicarakan pekerjaan.


"Ning" sahut Umi dari halaman rumah nya.


"ya umi" ucap Rena yang langsung pergi dari sana.

__ADS_1


"CK umi ganggu saja aku jadi gak tau kan apa saja yang mereka bicarakan" batin Rena terpaksa mendekat pada Uminya.


bersambung


__ADS_2