Aku Seorang Janda Ustadz

Aku Seorang Janda Ustadz
bab 39


__ADS_3

Mereka masuk ke salah satu yayasan Rena tau Yayasan itu adalah tempat untuk anak yatim piatu yang tak punya keluarga di sana.


Rena heran dari mana Luthfi tau kalau di sana ada yayasan karena setau Rena, Luthfi itu jarang sekali keluar dari pesantren apa lagi hanya untuk jalan jalan.


Mereka masuk pihak yayasan menyambut kedatangan mereka dengan sangat baik karena seperti nya mereka mengenal Gus Luthfi.


"Assalamualaikum bu, kami bawa ini" ucap Luthfi.


"Waalaikum salam, Nak Ustadz jadi ngerepotin" ucap ibu Yayasan.


"Tidak Bu, ambillah maaf aku tak bisa lama karena aku harus pulang" ucap Luthfi.


"Terima kasih" ucap ibu yayasan itu.


"Baiklah aku pamit pulang Bu Assalamualaikum" ucap Luthfi.


"Waalaikum salam gak mau mampir dulu" tanya ibu itu.


"Tidak Bu Terima kasih" ucap Luthfi.


Rena dan Luthfi pergi dari sana, Rena menatap kagum pada suaminya itu dia tak bisa lepas dari pandangan suaminya itu.


"Maaf kita kemalaman" ucap Luthfi.


"Tak apa lagi pula belum adzan juga" ucap Rena.


"Ya" ucap Luthfi.


"Gus besok Sholat idul Adha kira kira siapa ya yang akan jadi imamnya" tanya Rena.


"Entah aku gak tau" ucap Luthfi.


"Ya sih, Abah gak pernah memberi tau" ucap Rena.


"Maka dari itu setiap Gus di pesantren harus berlatih karena akan dengan sangat mendadak Abah menunjuk salah satu dari pada Gus di sana" ucap Luthfi.


"Ya kau benar" ucap Rena tersenyum.


"Kau tau doanya" tanya Luthfi.


"Tau" ucap Rena tersenyum.


"Bagaimana caranya" tanya Luthfi.


"Ushallii sunnatal lidil adha rok'ataini (makmuman/imaaman) lillahi ta'alaa.


Artinya: "Aku berniat salat sunah Idul Adha dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah taala.


Itu niatnya setelah itu seperti biasa membaca doa iftitah, lalu di raka'at pertama takbir selama tujuh kali di antara takbir di anjurkan membaca.


Subhaanallaah walhamdulillaah walaailaahaillaah wallaahuakbar.

__ADS_1


Setelah nya membaca surat Al Fatihah dan surat pendek lainnya, lalu rukuk, sujud seperti biasa dan di raka'at kedua takbir hanya sebanyak lima kali saja, setelah itu membaca kan surat Al Fatihah dan surat surat, rukuk, sujud, salam, selesai" ucap Rena menjelaskan.


"Oke tapi apa saja Sunnah yang di lakukan sebelum Sholat idul Adha" tanya Luthfi.


"Sunnah sebelum melaksanakan Sholat idul Adha adalah Tidak makan dahulu sebelum sholat, jika kita di anjurkan untuk makan dulu saat akan sholat idul Fitri maka di idul Adha kita gak boleh makan dulu,


kedua mandi sebelum sholat idul Adha, ketiga memakai baju yang bagus atau wewangian, keempat melewati jalan yang berbeda ibarat kita datang ke Mesjid jalan kecil maka pulang jalan raya, kelima mengucap kan banyak takbir di perjalanan menuju ke mesjid, kelima tidak boleh memotong kuku atau rambut" ucap Rena.


"Baiklah apa Doa untuk melakukan mandi wajib pada saat Idul Adha" tanya Luthfi.


"Nawaitul ghusla liyaumi 'iiedil adha sunnatan lillahi ta'ala.


Artinya: "Saya niat mandi pada hari raya Idul Adha sunnah karena Allah Ta'ala." ucap Rena.


"Bagus" ucap Luthfi.


"Oh ya Gus menurut kamu ya, kalau misal sholat idul Adha atau idul Fitri pada hari Jumat kan, misal paginya kita melakukan sholat eid tapi siangnya tidak melaksanakan sholat Jumat apa tak apa apa" tanya Rena.


"Coba beri tau aku alasannya kenapa tak Melakukan Sholat Jumat" tanya Luthfi.


"Alasannya karena waktu yang sempit atau sedang bersilaturahmi gitu, bisa juga orang itu sedang dalam perjalanan, apa bisa Sholat Jumat nya di lewat" tanya Rena.


"Sempit sekali pemikiran nya" ucap Luthfi.


"Kenapa" tanya Rena.


"Rena Sholat idul Adha walaupun satu tahun sekali itu tetap saja Sunnah dan kamu tau kan sholat Sunnah itu jika di kerjakan akan mendapatkan pahala jika di tinggalkan tak apa apa, masa kita akan meninggalkan sholat fardhu demi Sholat Sunnah" ucap Luthfi.


"Mereka salah, kalau aku seperti itu mending aku gak sholat idul Adha dari pada tidak sholat Jumat" ucap Luthfi.


"Ya aku juga berpikir begitu" ucap Rena.


"Tak apa lah mereka gak tau jadi wajar saja tapi karena kita tau kita tak boleh meninggalkan nya, Rena kau tau aku selalu berpikir begini jika kita terus mengejar Alloh entah kenapa aku merasa aku malah semakin jauh darinya" ucap Luthfi.


"Maksudnya" tanya Rena.


"Ya aku pernah di ajarkan ini oleh Abah aku pikir itu cuman bohong tapi aku sering kali merasakan, namun aku dengan cepat beristighfar aku tak mau membicarakan hal itu, tapi benar ini sangat terasa bagi ku" ucap Luthfi.


"Ah gak mungkin" ucap Rena.


"Ini beneran, tapi yasudah lah aku malah berpikir begini semakin aku gali semua ilmu maka akan semakin sadar aku kalau hanya sebesar krikil saja ilmu yang aku punya" ucap Luthfi.


"Ya kau benar" ucap Rena.


"Kau mau tau Rena, ada doa yang langsung terkabul" ucap Luthfi.


"Doa apa" tanya Rena penasaran.


"Doa makan karena setelah berdoa kita langsung makan" ucap Luthfi tersenyum.


Rena menyenggol lengan suaminya itu.

__ADS_1


"Bisa saja" ucap Rena tersenyum.


"Beneran" ucap Luthfi.


"Ya aku tau" ucap Rena.


"Rena apa kau percaya kalau ucapan itu adalah Doa" tanya Luthfi.


"Percaya" ucap Rena.


"Kau tau aku dulu pernah bicara sama papah saat papah masih berbaring lemah di atas blangkar karena dia sakit, aku pernah bicara begini padanya, "Pah aku akan pasti kan kalau tak akan ada lagi orang yang akan menyakiti papah, dan papah akan bahagia bersama dengan ku" dulu aku bicara seperti itu dan kau tau beberapa Minggu setelah nya Alloh membawa papah pergi Ya sekarang tak akan ada yang akan menyakiti papah karena papah sudah di ambil, dari sana aku paham kalau ucapan itu adalah Doa" ucap Luthfi.


"Ya mungkin itu lah penting nya kita menjaga Lidah gus" ucap Rena.


"Ya kau benar mungkin sebaiknya kita tak boleh banyak bicara karena kau tau kan kalau ucapan itu adalah doa" ucap Luthfi.


"Tak seperti itu juga sebaiknya kita bicara yang baik baik saja" ucap Rena.


"Ya mungkin" ucap Luthfi.


Malam hari nya mereka berada di dalam kamar Luthfi yang ada di kamar santri putra.


Saat ini Rena tengah membaca buku yang pernah dia beli dahulu.


"Baca buku lagi" tanya Luthfi.


"Ya aku suka yang ini" ucap Rena.


"Ya lanjut kan saja" ucap Luthfi.


Luthfi memakai sarung dan baju Koko yang dia bawa, saat ini dia akan ke mesjid karena malam ini suara takbir tengah di kumandangkan di mesjid.


"Mau kemana" tanya Rena.


"Aku mau ke mesjid" ucap Luthfi.


"Ikut" ucap Rena merengek.


Luthfi mendaratkan kecupan pada Rena yang saat ini ada di sana bersama dengan nya.


"Ayo" ucap Luthfi.


"Aku tunggu di rumah umi" ucap Rena.


"Ya sayang ayo" ucap Luthfi.


Mereka keluar menuju ke rumah Abah yang ada di dalam pesantren, Suara takbir sudah menggema di setiap mesjid hal ini lah yang Luthfi rindukan.


Karena di kota dia tak akan mungkin bisa mendengar hal itu apa lagi di kota dia tak terlalu dekat dengan orang orang, kebanyakan para tetangga nya adalah orang dari jauh dan merantau ke sana jadi mereka hanya sebatas bekerja, setelah ada hari raya apa pun mereka akan pulang lagi.


"semoga orang lain juga tak merasa kan kesepian seperti aku" gumam Luthfi.

__ADS_1


__ADS_2