
Sesampainya di kediaman Luthfi.
Bukan Rena yang justru terkejut tapi Yadna yang terkejut karena rumahnya itu sudah di hias sebagus mungkin.
"Apa ini" tanya Yadna menatap pada ruang tengah di rumah nya itu.
"Happy wedding kak" ucap Waffi yang langsung mendekat pada kakaknya dan memberikan buket bunga yang sangat besar untuk Yadna.
"Apa apaan ini" tanya Yadna masih sangat bingung dengan semua yang terjadi ini.
Rena datang dari dapur bersama dengan Adiba yang sekarang membawa kue pengantin yang cukup besar.
"Umi" ucap Yadna tersenyum saat melihat uminya yang menyiapkan semua itu.
"Kamu ini kalau ada sesuatu jarang bicara pada Umi" ucap Rena yang langsung memeluk putri nya itu.
"Umi aku hanya tidak mau menyakiti hati Umi saja, aku paham Umi kalau sekarang kita sedang berkabung hanya saja kan aku dan pak Kathir sudah daftar ke KUA sejak awal" ucap Yadna.
"Tak apa yang paling penting kalian sah dan acaranya berjalan dengan lancar" ucap Rena.
"Alhamdulillah Umi" ucap Yadna.
"Kakak ipar aku tau kalau sejak dulu kalian itu berjodoh" ucap Waffi yang langsung mendekat pada Kathir yang saat ini ada di samping Yadna.
"Hah benarkah" tanya Kathir tersenyum.
"Ayo duduk dan makan" ucap Rena.
Mereka duduk bersama dan makan makan bersama namun ada yang Yadna cemaskan sekarang yaitu adalah Arsala yang sekarang tidak ada kabarnya.
Bahkan pesan yang di kirim kan oleh Yadna pun belum Arsala lihat.
"Kemana anak itu" gumam Yadna.
Yadna menatap pada Kathir yang sekarang sedang makan makanan yang ada di sana.
Yadna mengambil kan minum untuk Kathir.
"Minumlah" ucap Yadna.
"Terima kasih" ucap Kathir.
Yadna tersenyum tipis dia langsung mengambil kan sate beberapa tusuk di atas piring yang sekarang sedang di makan oleh Kathir.
"Selamat menikmati" ucap Yadna.
"Awas ya" gumam Kathir.
"Makan saja habiskan" ucap Yadna.
"Nak Kathir saya sangat bahagia karena ternyata kamu yang Yadna pilih, tolong jaga Yadna ya" ucap Rena.
"Ya Umi aku berjanji akan menjaga Adna" ucap Kathir.
"Kami mengandalkan kamu" ucap Luthfi.
"Ya Abi" ucap Kathir.
Yadna mengambil segelas teh yang masih sangat panas, Yadna memasukan gula kedalam teh itu bahkan dia juga sudah mengaduk nya.
"Ini pak minum lah" ucap Yadna memberikan teh itu pada Kathir.
Namun saat ini tangan Kathir sedang tidak bersahabat bahkan tangannya itu terasa sangat kram sekarang.
"Ambil ini Adna" ucap Kathir namun Yadna tak paham hingga Kathir tidak bisa menahan nya lagi dan gelas itu jatuh tepat di gaun indah yang sedang Yadna pakai.
"Aaaa" ucap Yadna kecewa karena gaunnya di tumpahan teh oleh Kathir.
"Maafkan aku" ucap Kathir namun saat ini dia tengah mengusap tangannya karena kepanasan oleh teh itu.
"Ada apa pak" tanya Yadna yang langsung melihat tangan Kathir.
"Tangan aku tiba tiba saja kram" ucap Kathir.
"Tapi sekarang tak apa" tanya Yadna.
"Tidak hanya saja sedikit terasa panas" ucap Kathir.
"Celana dan gaun aku basah ayo kita ganti baju, aku juga akan obati luka mu itu" ucap Yadna.
"Tapi" ucap Kathir.
"Yadna benar nak Kathir sekarang ganti saja dulu baju kamu" ucap Luthfi.
"Baiklah Abi saya permisi" ucap Kathir yang langsung mengikuti Yadna yang sekarang berjalan di hadapan nya.
Kathir merasa sangat malu karena sudah ceroboh di hadapan Yadna bahkan saat ini juga Kathir mampu merubah mood Yadna yang tadinya tersenyum sekarang menjadi dingin.
Mereka masuk ke dalam kamar Yadna yang ada di lantai atas.
"Maafkan aku" ucap Kathir.
"Tak apa hanya ketumpahan teh" ucap Yadna.
Kathir menatap para kamar Yadna yang sekarang sangat bagus itu karena di hias oleh bunga bunga mawar yang merah bertaburan di atas ranjang.
"Kamu yang melakukan ini" tanya Kathir.
"Tidak Mungkin Umi dan Adiba yang melakukan nya" ucap Yadna.
"Katanya umi kamu gak kamu kasih tau" tanya Kathir.
"Ya aku juga gak tau, kamu tau kan kalau Abi aku itu sangat jujur dia tidak mungkin bisa menyimpan rahasia lama lama dari Umi, kata Umi menebak Abi itu sangat gampang" ucap Yadna.
"Ya baguslah, tapi syukurlah kalau umi kamu tidak marah pada kita" ucap Kathir.
"Kenapa marah" tanya Yadna.
"Ya karena kita berbohong" ucap Kathir.
"Sudah lah" ucap yadna.
Namun saat ini Yadna kesusahan membuka resleting gaun yang ada di belakang nya, Yadna tidak bisa membuka nya dia berniat akan memanggil Adiba untuk membuka kan resleting gaunnya.
"Biar aku bantu" ucap Kathir yang langsung menarik Yadna sehingga membuat Yadna mendekat pada Kathir.
Mereka saling berhadapan Kathir dengan tangannya yang memerah karena kepanasan itu membuka resleting gaun Yadna dengan perlahan.
__ADS_1
Yadna menatap pada bosnya itu, baru kali ini dia berdekatan sedekat itu, Yadna sangat kagum pada bosnya itu apa lagi Kathir ternyata sangat tampan jika di lihat dari dekat.
"Sudah" ucap Kathir.
Yadna langsung membuka gaunnya itu di hadapan Kathir yang sekarang hanya bisa menutup matanya saja.
Kathir berpikir kalau Yadna tak memakai apa apa padahal Yadna memakai baju dalaman yang menutupi tubuh nya.
"Pak ayo aku bantu" ucap Yadna.
Kathir membuka matanya dia melihat Yadna yang ternyata memakai pakaian lagi di dalamnya, Yadna mengarahkan Kathir untuk duduk di atas ranjang.
Yadna mengambil kotak p3k yang ada di laci yang ada di kamar itu.
"Apa kram kamu itu sering terjadi" tanya Yadna.
"Ya kemarin juga terjadi sekarang cuman tangan aja yang kram dulu bahkan sampai kaki" ucap Kathir.
"Tapi apa rasa kram itu akan hilang dengan sendirinya" tanya Yadna.
"Ya hilang sendiri tapi kalau sakitnya lama aku sampai tidak bisa melakukan apa apa" ucap Kathir.
"Kenapa begitu ya" tanya Yadna.
"Entah aku belum tau pasti karena kata dokter belum ada obat nya apa lagi penyakit aku ini bawaan lahir" ucap Kathir.
"Oh" ucap Yadna.
Kathir menatap pada Yadna yang saat ini terlihat jarum pentul di kerudung Yadna yang terlihat seperti akan menusuk siapa saja yang memegang kepala Yadna.
"Ada Jarum di kepala kamu, aku bantu lepas ya takutnya ada yang tertusuk" ucap Kathir yang langsung berdiri dan membantu Yadna mengambil jarum yang ada di kerudung Yadna.
"Padahal tak apa pak" ucap Yadna.
"Bahaya ini Adna bagaimana kalau kamu terluka" ucap Kathir.
"Tidak mungkin" ucap Yadna.
"Mungkin saja" ucap Kathir.
Kathir sudah membuka semua jarum pentul itu karena takut Yadna tertusuk karena jarum itu.
"Baiklah sekarang sudah selesai dan aku akan istirahat" ucap Kathir yang langsung duduk di pinggir ranjang.
"Kamu gak akan ganti baju" tanya Yadna.
"Aku gak punya baju" ucap Kathir.
"Aku punya baju untuk kamu sengaja aku beli, aku akan ambil" ucap Yadna.
"Ya terima kasih kamu baik Adna" ucap Kathir.
"Kamu yang baik pada ku pak karena sudah mau membantu aku untuk melancarkan masalah ini" ucap Yadna.
"Tidak begitu kita saling menguntungkan bukan" ucap Kathir yang langsung membuka jasnya di sana.
"Mungkin saja" ucap Yadna.
Yadna merasa sangat sakit hati saat mendengar perkataan kalau mereka saling menguntungkan.
"Apa ini salah? itu benar kan dan kebenaran nya juga begitu" batin Yadna.
Yadna menyisir rambut nya karena terasa sangat gerah, dia mengikat nya sehingga membuat leher jenjang Yadna terlihat.
Yadna merasa sangat lelah padahal dia hanya diam dan melakukan ijab qobul saja.
"Ngomong ngomong kemana Arsala sekarang" gumam Yadna yang langsung melihat ponsel nya yang sekarang ada di atas ranjang nya.
{Kamu di mana, balas pesan aku agar aku tidak bertanya tanya kemana kamu} pesan Yadna yang tak di lihat oleh Arsala.
"Anak ini hanya akan membuat aku khawatir saja" ucap Yadna.
Yadna memakai kembali Khimar yang cukup panjang hingga menutupi dadanya yang terlihat oleh orang yang akan melihat nya.
Terlihat Kathir baru saja keluar dari kamar mandi, Kathir terlihat sangat tampan apalagi dengan rambut yang basah.
baru kali ini dia melihat perut bosnya itu.
Tanpa berlama lama menatap pada Kathir, Yadna langsung memalingkan wajahnya supaya tidak melihat perut Kathir lagi.
"Sudah dapat kabar dari Arsala" tanya Kathir.
"Belum" ucap Yadna.
"Kemana dia ya" tanya Kathir.
"Mungkin saja dia sibuk aku sangat khawatir padanya tapi aku harus mencari dia ke mana" ucap Yadna.
"Nanti juga dia pulang" ucap Kathir.
Sedangkan sekarang di ruang tamu saat ini Rena tengah bahagia karena putri nya itu menikah walaupun tanpa dia, hanya saja Rena sangat bahagia akhirnya mereka tidak akan mendengar lagi rumor yang mengatakan kalau Yadna perawan tua.
"Abi ada rahasia lagi" tanya Rena menatap pada suaminya itu.
"Tidak ada Umi" ucap Luthfi.
"Aku bahagia karena kau tidak merahasiakan apa pun padaku" ucap Rena.
Flash back onn
"Ada apa Abi" tanya Rena menatap pada suaminya yang saat ini seperti nya tengah menyembunyikan sesuatu.
"Tidak ada Umi" ucap Luthfi berbohong dia sudah berjanji pada Yadna untuk tidak bicara.
"Jangan bohong Abi" ucap Rena.
"Aku tidak bohong" ucap Luthfi.
"Aku tau betul bagaimana wajah kamu jika sedang bersedih atau tengah menutupi sesuatu dari ku, jujur saja Abi sejak kapan kamu menutupi rahasia dari ku" ucap Rena.
"Mana berani Umi" ucap Luthfi.
"Jujur lah" ucap Rena.
Luthfi yang sangat patuh dan sayang istri itu langsung membicarakan segalanya pada istri nya itu.
Luthfi suami yang sangat susah untuk menyimpan Rahasia.
__ADS_1
Apa lagi saat dia baru punya rahasia saja Rena pasti akan langsung menyadari nya.
"Apa wajah aku ada tulisan nya jika tengah menyembunyikan rahasia" batin Luthfi.
"Ya baiklah aku akan ceritakan" ucap Luthfi.
"Apa" tanya Rena.
"Yadna ingin menikah tiga hari lagi katanya dia akan..." ucap Luthfi terpotong.
"Yadna akan menikah tanpa aku, kenapa Abi apa aku tidak boleh terlihat dalam kebahagiaan dia" tanya Rena yang langsung marah saat mendengar hal itu.
"Umi saat ini Yadna takut kalau kamu kepikiran hanya itu saja, dia sudah terlanjur daftar nikah di KUA dan jangan salahkan dia Umi, dia hanya tidak mau kamu tau kalau dia akan menikah karena kata Yadna kalau kamu tau maka dia takut kamu kepikiran dan tidak mengijinkan dia tapi dia akan bilang pada mu saat dia sudah menikah nanti" ucap Luthfi.
"Kenapa aku tidak terlibat" tanya Rena.
"Tenanglah Umi dia akan bicara pada mu nanti jadi sabarlah dan aku yakin kalau anak kita itu tidak akan melakukan apa pun yang tidak kita mau" ucap Luthfi.
"Ya" ucap Rena yang berusaha untuk diam saja sampai pernikahan itu selesai.
Flash back of
Rena menatap pada Adiba yang saat ini ada bersama dengan dia.
"Adiba di mana kakak mu" tanya Rena.
"Aku tidak tau umi, sudah aku kirim pesan tapi dia tidak membalas aku" ucap Adiba.
"Kemana dia ya karena katanya dia akan pulang sebelum ashar tapi sudah satu malam tapi tidak ada" ucap Rena.
"Aku yakin dia baik baik saja Umi hanya saja mungkin dia sedang sibuk" ucap Adiba.
"Sekarang makan lah" ucap Rena.
Sedangkan sekarang di kamar Yadna saat ini dia baru saja mendapatkan pesan dari orang yang tak dia kenal.
"Siapa" tanya Kathir.
"Nomor nya tak aku kenal" ucap Yadna.
"Lihat lah dia mengirim kan pesan apa" ucap Kathir.
{Bagaimana rindu dengan adik kamu} pesan itu yang tak lain dari mamahnya Kathir.
"Pak lihat" ucap Yadna menatap pada ponsel nya itu.
Kathir datang dia mencoba untuk melihat ada apa yang terjadi pada Yadna dan ternyata dia mendapat kan pesan dari mamahnya.
Yadna langsung menelpon Nomor yang tidak dia kenal itu.
📞📞
"Kau sangat khawatir rupanya" sahut Mita yang sekarang mengangkat telepon dari Yadna.
"Siapa kamu dan beri tau aku di mana Arsala" tanya Yadna.
"Tidak perlu tau aku hanya ingin kau melihat adik mu yang sekarang ada pada ku mau lihat adik mu" tanya Mita.
"Jangan macam macam pada ku Nyonya" geram Yadna.
"Kenapa kau takut" tanya Mita.
"Diam lah atau aku akan melakukan hal yang tak pernah aku lakukan" ucap Yadna.
"Ada apa sayang" tanya Kathir yang langsung mendekat pada Yadna.
Mita yang mendengar ada suara kathir pun langsung terdiam dia tak menyangka kalau ada Kathir di sana.
"Ada apa" tanya Kathir yang langsung mengedipkan matanya pada Yadna.
"Katanya dia tau di mana Arsala mas" ucap Yadna sedikit di manjakan.
"Hey penjah at di mana Arsala berada sekarang" tanya Kathir pada telpon itu.
Ttuut
📞📞
Kathir menatap pada Yadna.
"Jangan panggil Nyonya dia tidak tau kalau kita tau, bersikap seolah kamu tidak tau kalau yang melakukan ini adalah mamah" ucap Kathir.
"Ya aku tau" ucap Yadna.
"Aku akan kirim foto pernikahan kita pada mamah" ucap Kathir.
"Ya baiklah" ucap Yadna.
"Kirim" gumam Kathir saat dia sudah mengirimkan pesan itu.
Sedangkan di kediaman Mita saat ini dia bingung karena Kathir ada bersama dengan Yadna.
"Sayang" gumam Mita tak percaya.
Dia langsung melihat ponsel nya yang baru saja menerima pesan dari Kathir.
Mita tidak percaya sangat tidak percaya kalau sekarang Kathir sudah menikah dengan Yadna.
"Arrgh rencana aku gagal" geram Mita.
Mita tidak menyangka kalau Kathir dan Yadna akan secepat itu melakukan sesuatu.
{Maaf aku tidak mengabari mu dulu tapi aku sangat menyesal} pesan dari Kathir.
Mita tersenyum melihat hal itu dia tidak yakin kalau saat ini dia bisa melawan Yadna jika mereka sudah bersama seperti itu.
"Astaga aku sangat benci pada mereka" geram Mita.
Mita mengambil foto Arsala yang sekarang tengah dia sekap.
Mita Kirimkan foto itu pada Yadna yang saat ini sangat dia benci itu.
"Kalau saja kau tidak macam macam pada ku maka ini tak akan terjadi Adna" ucap Mita.
"Jangan macam macam pada kakak" geram Arsala yang sekarang lemah karena di pukuli habis habisan.
"Apa kau bicara apa, berani sekali kau pada ku" tanya Mita.
__ADS_1
"Dasar Nenek tua" geram Arsala.