Aku Seorang Janda Ustadz

Aku Seorang Janda Ustadz
bab 161 Rekaman


__ADS_3

Sisi menatap pada keluarga Arsala yang sangat syok berat saat mendapat kabar kalau putranya itu adalah buronan yang tengah di cari oleh polisi.


"Anda jangan macam macam pak mana mungkin Arsala menjadi buronan" tanya Sisi menatap pada polisi itu.


"Dulu saat dia tengah mengajar di sekolah kami membawa dia karena kami mendapat laporan dari Nyonya Mita karena katanya Arsala sudah memukuli putranya sampai meninggal, dan ini buktinya" ucap Polisi yang langsung memperlihatkan video singkat yang menampakkan Arsala yang tengah memukuli Fathir.


"Tunggu Abi lihat bukannya ini di hotel yang sama yang ada di Video kak Yadna" tanya Waffi.


"Ya benar itu hotel yang sama apa Kak Arsa tau sesuatu" tanya Adiba.


"Mungkin saja" ucap Luthfi.


Rena hanya menatap pada mereka tak percaya tak pernah dia sangka kalau putranya itu akan melakukan itu.


padahal Rena sangat percaya pada Arsala dan Yadna.


"Apa mungkin Kak Arsa datang karena dia ingin menolong Kak Yadna" tanya Adiba.


"Bisa jadi" ucap Waffi.


"Apa kalian benar benar tidak tau Arsala di mana" tanya Polisi itu.


"Anda tadi bilang Nyonya Mita apa Nyonya Mita yang ini" tanya Luthfi memperlihatkan Foto Pak Amta bersama dengan Nyonya Mita.


"Ya Benar dia yang melapor pada kami, dengan seorang wanita" ucap Polisi itu.


"Apa dia orangnya" tanya Adiba menunjuk pada Sisi yang ada di sana.


"Saya tidak tau tentang wanita itu" ucap Polisi itu.


Sisi merasa sangat bersyukur karena tak ada yang menyadari nya kalau saja ada yang tau bahwa sisi orangnya mungkin dia akan terjebak di sana.


"Kalian ini bicara apa" tanya Sisi menatap pada Adiba yang saat ini hanya tersenyum saja karena malu pada Sisi.


"Maaf pak tidak mungkin putra saya melakukan hal itu" ucap Luthfi.


"Kalau pun tidak melakukan nya dia tidak mungkin lari dari kami pak" ucap polisi itu.


"Maafkan Arsala kalau dia pulang kami akan beri tau bapak semua" ucap Luthfi.


"Tunggu Pak, saya sebagai istri sah Fathir saya mencabut penangkapan ini, dan saya mohon untuk kalian menghentikan mencari Arsala, saya tau kalau Arsala melakukan hal ini karena dia terpaksa, lagi pula kematian Suami saya bukan karena di pukuli tapi karena kecelakaan" ucap Sisi.


"Tapi Nona" ucap Polisi itu.


"Saya istri sah nya dan saya berhak akan hal ini, selebihnya akan saya bicarakan pada Nyonya Mita" ucap Sisi.

__ADS_1


"Baiklah Nona" ucap polisi itu.


"Kami akan menyelesaikan nya dengan cara kekeluargaan" ucap Sisi.


Sebenarnya Sisi bukan orang yang ja hat pada orang yang tidak bersalah, hanya saja karena Marah Sisi jadi hilang kendali.


"Arsala tidak bersalah hanya Yadna lah yang bersalah dan tidak seharusnya aku melampiaskan amarah ini pada Arsala kan" batin Sisi.


Polisi itu pergi dari sana karena mereka menganggap kalau pencarian ini sudah berakhir, Sisi hanya diam saja dia masih berpikir apa yang terjadi sekarang.


Antara ingin menyalahkan Yadna atau suaminya karena jika di lihat dari Video yang salah jelas suaminya karena dia yang membawa Yadna ke sana.


Tapi Sisi tidak percaya kalau suaminya akan melakukan hal itu pada wanita lain.


"Aku tidak mungkin mengalahkan mas Fathir, Arghh siapa yang salah di sini" geram Sisi dalam hatinya.


"Terima kasih karena sudah menolong kami, maaf ucapan kami yang tadi" ucap Luthfi.


"Anda tidak salah, saya hanya ingin bertanya pada Yadna, sebenarnya apa yang terjadi ini. saya sangat bingung Sekarang saya mau menyalahkan siapa" ucap Sisi.


"Maafkan anak kami" ucap Rena.


"Tidak apa Nyonya" ucap sisi yang langsung pergi dari sana meninggalkan Tempat itu.


Sedangkan sekarang Yadna dan Kathir baru saja datang ke kediaman Luthfi, setelah Sisi pulang saat ini Yadna datang ke sana.


"Nak kamu dari mana saja" tanya Rena yang langsung memeluk putri nya itu.


"Umi aku sedang mencari sesuatu" ucap Yadna.


"Abi kata nya ada polisi yang datang ke sini apa benar" tanya Kathir.


"Ya para polisi mencari Arsala karena katanya Arsala terlibat dalam kasus kematian Pak Fathir" ucap Luthfi.


"Oh ya lalu bagaimana sekarang" tanya Kathir.


"Untung saja ada Istrinya Pak Fathir dia datang ke mari karena akan bertanya keaslian video itu, dan dia juga yang menghentikan polisi itu untuk mencari Arsala" ucap Luthfi.


"Sebenarnya ada apa Yadna" tanya Rena menatap pada Yadna yang sekarang hanya bisa diam saja karena belum siap menjelaskan apa pun.


"Kalau kamu ingin klarifikasi maka tolong beritahu istri nya pak Fathir terlebih dahulu" ucap Luthfi.


"Ya kak dia sudah membantu kita" ucap Adiba.


"Aku akan jelaskan semuanya" ucap Yadna menatap pada Kathir mereka akan memberi tau kan hal yang sebenarnya pada Sisi yang katanya baru saja datang ke sana untuk mendengar kebenaran dari Yadna.

__ADS_1


"Aku akan antar" ucap Kathir yang menyanggupi permintaan Yadna untuk mengklarifikasi video itu pada Sisi.


Sedangkan sisi saat ini ada di kamar di rumah nya, dia menatap pada foto pernikahan nya yang ada di atas meja di sana.


"Siapa yang harus aku percaya, siapa yang salah" gumam Sisi.


Sisi menangis di sana dia tidak menyangka kalau suaminya akan meninggalkan nya dengan cara seperti itu.


"Apa Yadna yang melakukan hal ini" gumam Sisi.


Sisi membuka peti yang ada di bawah ranjang nya dia melihat ponsel Fathir dan jam tangan Fathir yang ada di sana.


Sisi menghidupkan ponsel suaminya yang saat ini terlihat berdebu.


"Aku hanya berharap kalau ini adalah mimpi, kamu sudah mengkhi anati aku mas" ucap Sisi menghapus air mata nya.


Sisi tidak menyangka kalau suaminya akan melakukan hal itu.


Sisi melihat pada galeri ponsel itu hanya ada foto mereka saja di sana yang di ambil saat mereka honey moon.


Senyuman sisi merekah saat melihat kalau suaminya itu sangat perhatian padanya.


Kening Sisi berkerut saat melihat ada rekaman suara yang di ambil saat kecelakaan itu.


"Apa ini baru, aku akan membuka nya" gumam Sisi.


("Sisi aku tau kamu pasti yang akan membuka rekaman ini, selama ini aku tau kalau kamu sering melakukan rekaman suara di ponsel ini, Ck aku tidak menyadari hal itu, Oh ya maafkan aku, Hahaha Maafkan aku Si karena sudah mengkhi anati kamu, sumpah demi tuhan aku tidak berani melakukan ini pada wanita mana pun, Sisi aku suka pada Yadna hingga niat ingin menikahi nya membuat aku lupa kalau aku punya istri yang lucu seperti dirimu, hahaha maafkan aku Sisi, aku tidak melakukan apa pun pada Yadna ini hanya sebuah perintah dari Mamah kamu pasti paham apa maksud aku kan, mamah ja hat Si dia ingin membuat Yadna hancur aku baru sadar sekarang, kamu tau aku di paksa oleh mamah untuk menodai Yadna dan dia Sekarang berbaring di samping aku, tapi sumpah demi Alloh aku tidak menyentuh nya, Jika terjadi sesuatu pada ku maka aku harap rekaman ini bisa menjelaskan dan kamu bisa memaafkan aku, aku berharap kalau kamu adalah orang pertama yang mendengar hal ini, Sisi aku sangat mencintai mu")


Rekaman itu di putar oleh Sisi dan bisa di pastikan kalau Sisi saat ini sangat tidak baik baik saja dia menangis sesenggukan karena mendengar ucapan suaminya itu.


Selama ini Sisi ja hat sama seperti Mita yang ingin menghancurkan seseorang tanpa alasan yang jelas.


"Apa aku yang salah" gumam Sisi.


Sisi bangkit dari duduknya dia menyimpan kembali ponsel suaminya itu dia akan membantu melepaskan Arsala dan dia juga akan memberikan perhitungan pada mertua nya itu.


"Aku sudah duga kalau hal ini akan terjadi" geram Sisi.


Dengan amarah yang memuncak Sisi datang ke sana dia akan memberikan perhitungan pada Mertua nya itu.


"Awas saja kau Mita" geram Sisi.


Tanpa berlama lama Sisi sekarang sudah sampai di villa milik Mita padahal perjalanan menuju ke sana lumayan jauh dan sangat berbatu.


Tapi hal itu tidak menjadikan Sisi untuk tenang dia memaksa kan mobil nya jalan walaupun perjalanan nya sangat berbatu.

__ADS_1


"Awas kau" geram Sisi.


__ADS_2