Aku Seorang Janda Ustadz

Aku Seorang Janda Ustadz
bab 154 Kebenaran sikap Sisi


__ADS_3

Plakk


Mita memukul Arsala yang saat ini ada di sana tanpa ampun Mita memukul mukul Arsala yang sekarang sudah babak belur di sana.


Arsala tidak bisa melawan apa lagi dia sekarang di ikat dengan sangat kencang.


"Mungkin keputusan aku dengan menyekap kamu itu benar karena kau sangat menyebalkan" ucap Mita.


Arsala hanya tersenyum tipis saja saat melihat Mita yang saat ini kesal padanya, Tak ada rasa takut dari diri Arsala saat ini apa lagi Mita hanya lah orang tua yang sangat bo doh dan pedendam.


"Aku akan buat kau mati kelaparan" ucap Mita.


"Terserah" ucap Arsala.


Mita menempel kan lagi lakban ke mulut Arsala yang saat ini ada di sana, Mita sangat kesal sekarang dia tidak tau harus apa lagi menghadapai Arsala.


Sedangkan di sisi lain Yadna saat ini melihat foto Arsala yang baru saja Mita kirim kan, Yadna merasa sangat sedih karena Arsala ada pada Mita yang sangat ja hat itu.


Tanpa berpikir panjang saat ini Yadna langsung mengambil jaket yang ada di dalam lemari kamar nya.


"Ayo kita cari Arsala" sahut Yadna pada suaminya itu.


"Tapi ke mana kita akan mencari nya" tanya Kathir yang langsung menatap pada istri nya yang sekarang sangat khawatir.


"ke rumah orang tua kamu" ucap Yadna.


Namun saat Yadna sudah ada di ambang pintu dia ingat pada sesuatu.


"Pak tolong jangan beri tau hal ini pada orang tua aku, aku tidak mau mereka tau kalau Arsala saat ini tengah di sekap" pinta Yadna.


"Ya Baik lah ayo" ucap Kathir.


Mereka turun dari kamarnya dan ternyata ada orang tua Yadna di sana.


"Mau ke mana" tanya Rena.


"Umi aku akan datang ke makan nenek" ucap Yadna.


"Oh baiklah hati hati di jalan" ucap Rena.


"Ya Umi aku mungkin akan pulang terlambat maaf kalau aku gak ikut tahlil" ucap Yadna.


"Ya tak apa" ucap Rena.


"Hati hati di jalan kak" sahut Waffi.


"Ya pasti" ucap Yadna.


Yadna dan Kathir langsung menuju ke arah kediaman papahnya Kathir yang lumayan jauh dari sana.


"Apa Arsala akan baik baik saja" tanya Yadna.


"Aku yakin dia akan baik baik saja dan kamu jangan berpikir yang macam macam" ucap kathir.


"Tapi pak bagaimana aku tidak berpikir yang macam macam bapak tau kan kalau di foto itu Arsala tengah babak belur dan bahkan tidak berdaya" ucap Yadna.


"Ya aku tau dan kamu tenang ya" ucap kathir.


"Ya pak" ucap Yadna pura pura tenang padahal dalam hatinya dia sangat khawatir dan takut kalau Arsala akan kenapa kenapa.


Yadna sangat sayang ada adiknya itu tak pernah dia bayangkan adiknya akan menjadi korban karena masalah dia, padahal niat Arsala hanya ingin menolong saja tapi kenapa dia malah di sangka menjadi pelaku dan sekarang jadi korban.


"Bismillahi, tawakkaltu 'alallahi, laa haula wa laa quwwata illaa billaah" batin Yadna berdoa memohon perlindungan untuk Arsala. 


kita sebagai umat Islam di anjurkan untuk selalu meminta perlindungan dan pertolongan kepada Allah Swt. Salah satu caranya yakni dengan berdoa memohon perlindungan dari segala bentuk keburukan dan kejahatan. 


Hanya kepada Allah lah tempat kita meminta pertolongan. Dia-lah sebaik-baiknya pelindung dan penolong bagi hamba nya yang membutuhkan pertolongan. Hal ini sebagaimana termaktub dalam QS Al-Hajj ayat 78: 


yang Artinya: "Dialah Pelindungmu; Dia sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong,” (Quran surat al-Hajj ayat 78).


Ada pula doa meminta perlindungan dari Lingkungan buruk.


Allāḥumma innī a‘ūdzu bika min shāhibi ghaflatin wa min jāri sū’in wa min zawjin yu’dzī.


Doa untuk meminta perlindungan dari orang yang Dzalim dan suka memFitnah.


Rabbanâ lâ taj‘alnâ fitnatal lil qaumidh dhâlimîn wa najjinâ birahmatika minal qaumil kâfirîn.


Mereka sampai di kediaman papahnya Kathir saat ini mereka akan mencari tau di mana mamahnya itu menyekap Arsala.


"Apa kita akan langsung mencari Arsala" tanya Yadna.


"Mungkin saja kita akan bersikap seperti tamu dan mencari kebenaran Mamah" ucap Kathir.


"Oh baiklah" ucap Yadna.


Mereka turun dari mobil milik Abinya Yadna itu, dia langsung akan masuk ke dalam tapi sayang satpam di sana menghentikan langkah Kathir.


"Tuan muda" ucap Satpam.


"Apa papah ada" tanya Kathir.


"Tidak ada tuan katanya ada pertemuan" ucap satpam itu.


"Oh kalau mamah ada" tanya Kathir.


"Nyonya beberapa hari ini ada di villa tuan" ucap satpam itu.


"Baiklah pak terima kasih" ucap Kathir yang langsung masuk ke dalam rumah orang tuanya itu.


Kathir dan Yadna masuk ke dalam mereka langsung mencari keberadaan Arsala yang sekarang entah di mana.


Mereka melihat lihat seluruh rumah itu karena ingin mencari Arsala.


Yadna berharap kalau Arsala ada di sana dan bisa Yadna selamatkan.


Tapi semua ruangan sudah mereka lihat dan tak ada Arsala di sana hanya ada pembantu saja yang keheranan karena melihat Kathir dan Yadna membuka buka pintu kamar.


"Gak ada" ucap Yadna menggeleng.


"Tidak ada" ucap Kathir.


Yadna terduduk di sofa dia langsung menangis karena tau kalau Arsala tidak ada di sana.


"Bagaimana kalau mamah kamu berbuat ja hat pada Arsala" tanya Yadna.


"Tidak mungkin dan tidak akan aku biarkan mamah melakukan hal itu" ucap Kathir.


"Aku sangat khawatir pada Arsala di mana dia sekarang aku sangat ingin bertemu dengan dia, karena aku dia menjadi seperti ini hanya karena dia ingin menolong aku dia jadi seperti ini, Arsala maafkan aku hikss hiks" Yadna menangis sesenggukan sambil menutup wajahnya itu.


Kathir yang merasa sangat sedih pun langsung duduk dan memeluk istrinya itu, Kathir tidak bisa melakukan apa pun sekarang mamahnya itu sudah sangat keterlaluan sekarang.


"Sabar ya aku janji akan membawa Arsala pulang" ucap Kathir.


"Tapi di mana Arsala sekarang pak aku sangat khawatir kalau belum melihat dia sekarang" ucap Yadna.


"Tenang saja tenang aku janji" ucap Kathir.


"Hiks..... hiks.... hikss Arsala maafkan aku" gumam Yadna menangis.


"Mamah kenapa kau malakukan ini pada ku mah kenapa harus Adna yang kau buat menderita kenapa tidak aku saja mah" batin Kathir tidak tahan melihat istrinya yang semakin bersedih karena ingat pada Arsala.


Hati Kathir sangat sesak dia tidak tau harus membela siapa sekarang Mamahnya salah dan sangat sangat salah tapi di sisi lain sesalah apa pun dia Mita adalah ibu Kathir yang sudah merawat kathir.


Sedangkan Yadna sekarang dia adalah istri nya dan sudah tugas Kathir menjaga Yadna dalam kesusahan nya.


Namun tak mungkin juga Kathir melawan ibunya.


"Apa aku harus menjadi ja hat" gumam Kathir.


Malam ini mereka pulang tadinya mereka akan ke villa tapi sayangnya tak ada yang tau di mana letak villa itu karena tak ada yang datang ke sana sebelum nya bahkan papahnya juga tidak tau.

__ADS_1


Mita masih belum pulang apa lagi saat ini dia tengah bersama dengan Sisi di villa itu.


Kathir sangat kasihan pada kondisi nya saat itu apa lagi Yadna terus saja menangis.


"Ayo pulang dulu sembunyikan kesedihan kamu" ucap Kathir.


"Ya aku akan mencoba" ucap Yadna.


"Sabar aku akan mencari Arsala besok" ucap Kathir.


"Ya" ucap Yadna.


Malam ini mereka semua tertidur hanya Kathir saja belum tidur karena memikirkan hal itu, terlihat kalau Yadna sudah tertidur pulas sekarang.


"Adna maafkan keluarga aku" gumam Kathir.


Namun saat ini Yadna bermimpi.


Dalam mimpi nya dia melihat ada Fathir dan kejadian itu seperti terulang lagi.


Saat Yadna terbangun dia melihat kalau Fathir ada di sana dan tengah mabuk parah, namun saat Yadna melihat sekarang dia sudah tak memakai bawahan.


Tubuh Yadna hanya di tutupi oleh Selimut saja, tanpa Yadna tau apa yang sudah Fathir lakukan padanya.


"Astaghfirullah" gumam Yadna.


Yadna mengambil celana nya yang ada di samping tempat tidur dia langsung memakai celana itu.


"Pak Fathir" sahut Yadna bangun dari ranjang itu.


"Sudah bangun" sahut Fathir dengan suara serak.


Mata Fathir sekarang sangat merah bahkan seperti yang baru saja menangis.


Namun Fathir tak ingat apa apa karena dia mabuk parah saat ini.


Yadna tak percaya kalau sekarang Fathir sudah menyentuh nya.


"Duduklah aku akan bertanggung jawab" ucap Fathir yang di penuhi dengan kesedihan.


"Kenapa kamu tega melakukan hal ini tuan, apa salah saya pada anda tuan" geram Yadna memegang kerah baju Fathir.


Air mata Yadna tak bisa dia tahan lagi saat ini Yadna sangat hancur, tanpa dia tau sekarang Yadna sudah tidak asli lagi karena tubuh nya sudah di jamah oleh Fathir.


Brughh


Fathir mendorong Yadna hingga membuat Yadna terjatuh ke lantai.


"Anda jaha t tuan, hikss hiks hiks " Yadna menangis karena merasa sangat ketakutan.


Yadna merasa gagal menjadi seorang wanita karena dia baru saja di jamah oleh orang lain yang tentunya bukan mahram nya Yadna.


"Astagfirullah, apa salah aku sampai sampai aku mendapat kan nasib seperti ini" batin Yadna.


Namun Fathir langsung berdiri dia mendekat pada Yadna yang sekarang terduduk di lantai sambil menangis.


Fathir mencekik leher Yadna yang sekarang masih di balut oleh Jilbab.


"Ini salah kamu" ucap Fathir mencekik leher Yadna.


Hal itu membuat Yadna merasa kesakitan karena cekikan itu sangat kasar.


"Arghh" ringis Yadna.


Brughh


Fathir melempar Yadna ke lantai dan hal itu sangat membuat Yadna kesakitan.


"Aku akan lenyapkan kamu" ucap Fathir.


"Ampun tuan" ucap Yadna ketakutan sekali.


"Aku sayang pada mu Adna tapi mereka meminta aku untuk melakukan hal ini, aku sangat menyesal maafkan aku" ucap Fathir yang langsung terduduk di lantai dan bersujud pada Yadna.


"Mamah ku salah Yadna maafkan dia" ucap Fathir.


"Aku menyesal" ucap Fathir.


"Tidak tolong jangan dekati saya" racau Yadna karena tengah bermimpi.


"Tidak tolong" teriak Yadna yang sekarang sudah keluar keringat di wajah nya.


"Adna hey Adna sadarlah" sahut Kathir mencoba membangun kan Yadna.


"Aaaaa" teriak Yadna yang langsung terbangun dia langsung menatap pada Kathir yang sekarang ada di sana.


Yadna langsung memeluk Kathir karena Yadna berusaha untuk mencari perlindungan di badan Kathir.


Hanya saja dia tidak bisa karena sekarang Yadna benar benar ketakutan.


"Ada apa" tanya Kathir.


"Pak aku takut" ucap Yadna.


"Kenapa" tanya Kathir yang merasakan kalau Yadna benar benar sangat ketakutan tanpa lama lama lagi Kathir langsung memeluk Yadna lagi guna memenangkan nya.


"Pak saat itu tuan Fathir bicara" ucap Yadna.


"Aku sayang pada mu Adna tapi mereka meminta aku untuk melakukan hal ini, aku sangat menyesal maafkan aku" ucap Fathir


"Mamah ku salah Yadna maafkan dia" ucap Fathir.


"Aku menyesal" ucap Fathir.


"Maksud nya apa ya" tanya Yadna.


"Mungkin Fathir di ancam" tanya Kathir.


"Pak aku sangat takut, Astagfirullah kenapa setiap malam aku bermimpi ini" ucap Yadna.


"Kamu hanya takut Yadna" ucap Kathir.


"Pak aku benar benar sangat ketakutan" ucap Yadna.


"Sadarlah Adna rasa takut kamu itu yang membuat mimpi itu selalu datang, kuatkan diri mu aku yakin kamu bisa berdoa ya" ucap Kathir.


"Pak aku hanya takut saat melihat wajah tuan Fathir saat dia mengurung aku" ucap Yadna.


"Ada apa" tanya Kathir.


"Wajahnya itu terlihat sangat mengerikan Pak, wajah nya penuh dengan kebencian, kesedihan, kehancuran, keputusan asaan, bahkan aku bisa merasakan sesedih apa dia saat itu" ucap Yadna.


"Aku yakin kalau Fathir pasti mendapat kan ancaman apa mungkin dari mamah" tanya Kathir.


"Bisa saja kan" ucap Yadna.


"Baiklah ayo tidur lagi sudah malam lupakan mimpi itu ada aku di samping kamu" ucap Kathir.


"Alhamdulillah terima kasih pak kamu sudah ada di sini" ucap Yadna.


"Ya sama sama" ucap Kathir.


Kathir tidak bisa berbuat banyak dia hanya berbaring saja bersama dengan Yadna tak berani bagi Kathir untuk memeluk Yadna padahal siang tadi Yadna sudah menjadi istri nya.


Kathir masih merasa sangat canggung apa lagi pernikahan mereka hanya lah sebagai ajang balas dendam, Kathir tidak mungkin akan berani menyentuh Yadna tanpa ijin dari Yadna.


"Ya Alloh kenapa aku harus bermimpi ini lagi apa mungkin dari mimpi ini ada pesan dari tuan Fathir untuk aku, tapi apa ya Alloh aku sangat ketakutan jika kedatangan mimpi itu lagi" gumam Yadna.


Kathir menatap pada Yadna yang sekarang sudah menutup matanya karena akan tertidur.


"Apa mungkin Adna trauma ya, karena dia sampai bermimpi dan kata Adiba juga Adna sering bermimpi tentang ini apa mungkin di benar benar trauma" gumam Kathir tidak percaya namun dia menyaksikan nya sendiri hal itu.

__ADS_1


Sedangkan sekarang di tengah pedesaan saat ini Mita tengah bersama dengan Sisi yang tadinya akan melihat Arsala.


Mita sengaja tidak pulang karena punya teman mengobrol di sana.


Mita juga ijin pada suaminya karena tidak akan pulang malam ini mereka menginap di Villa itu dan tak ada siapa pun yang tau keberadaan tempat itu karena itu adalah tempat bagi Mita untuk istirahat dari masalah yang ada di kota.


Dan tak ada yang tau kapan dan bagaimana Mita membangun Villa itu karena dia membuat nya benar benar sangat pribadi.


Namun sekarang Vila nya itu di tempati oleh Arsala dan ada sisi juga.


Hanya mereka yang tau tempat itu sekarang, sebelum nya tak ada yang tau kalau Mita punya vila di sana.


Drtt


{Aku baru dapat kabar kalau Kathir menikah dengan sekertaris nya, kamu mau membohongi aku Mita} pesan dari Rita mamahnya Risa wanita yang suka pada Kathir.


Mita bingung dia benar benar bingung mau membalas apa karena kenyataannya memang benar kalau Kathir sudah menikah dengan Yadna.


{Kamu mau aku bocorkan rahasia kamu} pesan dari Rita lagi.


"Arghh bagaimana ini" geram Mita.


"Ada apa mah" tanya sisi yang melihat mamah mertuanya itu sedang cemas.


"Ada orang gi la yang mengancam mamah" ucap Mita.


"kenapa bisa" tanya Sisi.


"Entah mamah juga kurang tau" ucap Mita.


Sisi merasa sangat aneh pada mertuanya itu, Mita menganggap kalau sisi itu adalah orang bo doh tapi sebenarnya Sisi tidak sebod oh itu dia tau semua nya tentang Mita hanya saja jika tentang Rita dia tidak tau.


"Dia masih saja menganggap aku bo doh" gumam Sisi yang sekarang terlihat sangat benci pada Mita.


Sisi sebenarnya sengaja melakukan hal itu karena dia sangat ingin balas dendam pada mita, Sisi hanya bisa diam saja sampai Mita sendiri yang akan membuka keaslian diri nya sendiri, hingga suatu saat nanti Sisi akan membuat Mita bertekuk lutut padanya.


Tak bisa Sisi percaya kalau Mita yang terlihat tua itu sangat ja hat bahkan dia sangat tidak sayang pada anaknya.


Mita rela mengorbankan nyawa putra nya hanya untuk balas dendam kon yol yang seolah olah kejadian itu terjadi pada Mita sendiri.


Padahal Mita ini adalah seorang Antagonis yang tengah menyamar menjadi protagonis dan berputar pura sebagai orang yang paling tersakiti.


"Dunia ini tidak bisa kamu kendali kan Nenek tua hingga dari itu kau memanfaatkan aku untuk menyiksa laki laki itu" gumam Sisi.


Sisi menatap pada Arsala yang saat ini lemah tak berdaya.


"Sabar saja suatu saat nanti aku akan tolong kamu dari manusia seperti dia, tak akan aku biarkan nyawa mu melayang begitu saja, aku butuh kamu sebagai bukti nantinya" batin Sisi menatap pada Arsala yang babak belur.


Sisi menikmati minuman yang di buat oleh Mita.


"Mah apa dia benar benar orang yang membu nuh mas Fathir jika memang dia mungkin saja adik ipar juga terlibat kan karena dia juga ada di sana" ucap Sisi.


"Biarkan dia aku tidak perduli pada nya karena selama ini dia hanya lah anak yang sangat menyusahkan" geram Mita.


"Kenapa begitu mah" tanya Sisi.


"Ya aku sangat geram padanya apa lagi dulu Kathir itu saingan Fathir aku sangat tak suka karena Kathir serakah" ucap Mita.


"Bukan nya Kathir putra mamah yang paling mamah dan papah sayang" tanya Sisi.


"Aku benci orang yang serakah" sahut Mita.


"Bukan kah kau juga sangat serakah Nenek tua aku tau sikap asli mu Sekarang, aku tau kau seperti ini pada ku itu bukan karena kamu tulus tapi karena kamu ingin memanfaatkan aku kan" batin Sisi tersenyum sinis.


"Mamah sabar saja ya aku tau kok mamah orang baik" ucap sisi.


"Ya aku hanya ingin mereka itu tidak bertengkar saja" sahut Mita.


"Mamah sabar saja ya" ucap Sisi.


"Ya aku juga akan sabar dan tenang sekarang tapi tugas kamu belum selesai sekarang ayo kita basmi orang yang sudah menghancurkan kehidupan Fathir" ucap Mita.


"Ya mah ayo" ucap Sisi.


"Bukan kah kamu kuman nya mah" batin Sisi tertawa terbahak bahak dalam hatinya karena tidak mau kalau dia akan terdengar oleh Mita yang saat ini tengah merasa kesakitan karena terlalu banyak bersandiwara.


Drtt


Drtt


"Sebentar mamah angkat dulu telpon nya" ucap Mita.


"Ya mah" ucap Sisi.


📞📞


"Ada apa" tanya Mita.


"Kenapa kau biarkan Kathir menikah dengan orang lain" tanya Rita.


"Aku tidak tau dia menikah" ucap Mita.


"Aku gak percaya" ucap Rita.


"Terserah karena aku saat ini tidak tau dan aku baru saja tau jangan salahkan aku" ucap Mita.


"Kau berjanji akan menepati janji" geram Rita.


"Ya tapi Kathir memilih orang lain bagaimana? apa aku yang salah hah? itu salah anak kamu yang tidak laku bukan karena aku" ucap Mita.


"Apa berani nya kau bilang anak aku tidak laku" geram Rita.


"Sudah aku sibuk" ucap Mita yang langsung menutup telepon nya.


📞📞


Sedangkan di sisi lain saat ini Rena tengah melaksanakan sholat malam dia akan mendoakan keberkahan dalam keluarga nya dia juga mendoakan orang tuanya yang sekarang sudah tidak ada di dunia ini.


"Umi bareng" ucap Luthfi menatap para istri nya.


"Ya ayo" ucap Rena yang baru sadar kalau suaminya juga ada di sana.


Rena duduk dan melihat kalau suaminya itu baru saja ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu.


"Sudah sejauh ini aku bersama dengan Abi, terkadang aku berpikir bagaimana kalau aku di tinggal kan Abi apa aku bisa hidup tanpa dia" gumam Rena.


Rena menatap pada tasbih hitam yang di berikan oleh Luthfi saat mereka baru saja menikah, Rena menatap pada tasbih itu masih sangat utuh dan sangat bagus.


Tak pernah sekali pun talinya putus atau warna nya pudar padahal setiap sholat Rena pasti memakai tasbih itu.


"Selama ini aku memakai kamu dan kamu masih awet terima kasih" gumam Rena.


"Ada apa Umi" tanya Luthfi.


"Tidak Abi aku hanya melihat ini, tasbih yang kamu berikan saat kita menikah masih sangat awet" ucap Rena.


"Ya karena kan cinta aku juga awet sama kamu dari awal sampai sekarang cinta aku juga awet" ucap Luthfi.


"Ya aku percaya" ucap Rena yang sekarang menatap pada suaminya itu.


Mereka sholat bersama dengan sangat khusyuk, benar kata orang orang kalau kita harus memilih laki laki yang paham pada agama.


Karena sebagai seorang wanita kita butuh pendamping yang bisa membimbing kita sampai mendapatkan ridho dari Allah SWT.


Jika salah memilih takutnya akan membuat seorang wanita sangat rentan akan sakit hati.


Wanita adalah tulang yang bengkok jika di lurus kan secara paksa maka Takut nya akan patah jika tidak di lurus kan maka akan semakin bengkok saja.


Maka dari itu jangan salah pilih pasangan takutnya nyasar di jalan.


Hehe bercanda ya....

__ADS_1


Luthfi dan Rena berdoa karena ingin meminta keberkahan dalam rumah tangga dan keluarga nya.


__ADS_2