Aku Seorang Janda Ustadz

Aku Seorang Janda Ustadz
bab 6 flash back pernikahan Rena (2)


__ADS_3

Malam hari nya mereka berdua tidur dengan berbeda kamar, karena Rena masih belum bisa menerima pernikahan itu dengan ikhlas.


malam ini Rena tak bisa tidur dengan nyenyak karena dia merasa sangat tak nyaman di rumah itu.


"aku sudah memakai selimut tebal tapi kenapa masih dingin ya" gumam Rena namun dia melihat kalau di kamar itu ada AC.


"pantas ada AC jadi aku kedinginan sejak tadi" gumam Rena yang langsung mencari remote AC namun Rena tak menemukan nya.


"dimana kak Abi menyimpan nya" gumam Rena.


Rena keluar dari kamar nya dia melihat ada pembantu yang berjalan ke arah sana.


"nyonya tolong saya" ucap Rena menghentikan langkah pembantu itu.


"ada apa Nona muda" tanyanya.


"tolong matikan AC nya aku tak bisa menemukan remote nya" ucap Rena yang langsung mempersilahkan pembantu itu masuk ke dalam kamar nya.


"nona muda ini remote nya" ucap pembantu itu mengambil remote yang kecil yang ada di dalam vas bunga di atas meja.


"oh aku gak tau" ucap Rena.


pembantu itu mematikan AC nya padahal di sana itu cuacanya panas jadi pembantu sengaja membuat kamar itu dingin karena takut nya Nona muda kepanasan.


"apa begini cukup" tanya nya.


"sudah" ucap Rena yang sekarang sudah merasa tak kedinginan lagi.


"Terima kasih nyonya" ucap Rena yang langsung menunduk kan kepala nya pada pembantu itu.


"nona muda jangan panggil nyonya saya pembantu" ucapnya merasa kurang percaya diri kalau Rena memanggil nya dengan sebutan Nyonya, maklum karena Rena tak tau kedudukan Pembantu dan majikan apa lagi di pesantren tak ada pembantu di sana.


"oh baik lah" ucap Rena.


pagi harinya Rena terbangun dia melihat jam yang sudah menunjukkan pukul setengah lima pagi, Rena langsung menggelar sejarah nya di atas lantai.


Rena melaksanakan sholat 2 rakaat nya itu sendirian padahal yang Rena inginkan adalah laki laki yang bisa menjadi imam di sholat dan kehidupan nya.


"ya Alloh salah apa yang aku lakukan dahulu sampai kau memberikan aku suami yang seperti ini, katanya jodoh itu cerminan diri kita jadi apa seburuk ini aku sampai mendapat kan jodoh seperti ini, ya Alloh jika dia yang terbaik maka aku mau dia bisa membawa aku ke jalan yang benar tapi jika dia bukan jodoh ku tolong jauhkan kami secepatnya".


Rena berjalan ke arah luar kamarnya dia melihat kamar Abimana yang masih tertutup Rena tak berani untuk masuk apa lagi sangat pantrang bagi Rena untuk masuk ke kamar laki laki walau pun itu suami nya sendiri.


Rena berjalan ke lantai bawah dia melihat lihat dapur yang tak dia temukan.


"dimana dapur" gumam Rena.


namun karena tak menemukan juga Rena sengaja masuk ke salah satu ruangan di sana ternyata di sana adalah kamar tamu.


"dimana Dapur kenapa rumah ini sangat luas" gumam Rena.


dia melihat Abimana turun dari lantai atas.


"cari apa Rena" tanya Abimana.


"aku cari dapur" ucap Rena ketus.

__ADS_1


"itu masuk saja ke sana di dalam nya ada dapur, kamu tak perlu ke dapur karena kamu majikannya di sini, kamu hanya perlu diam saja" ucap Abimana.


"oh" ucap Rena singkat.


Rena langsung pergi dari sana menuju ke arah dapur yang tadi Abimana sebutkan.


di sana banyak sekali pembantu yang memasak.


"Rena hari ini mamah akan datang" ucap Abimana.


"oh" ucap Rena yang langsung duduk di meja makan yang cukup jauh dengan kursi punya Abimana.


Abimana hendak mendekati Rena namun dia mendapat kan tatapan tajam dari Rena.


"sudah dua malam kita menikah apa kau akan seperti ini terus padaku" tanya Abimana.


"maaf tapi jujur saja sangat susah untuk aku mencintai seseorang, aku harap kau mau bersabar untuk aku bisa membuka hati ku untuk mu, aku tau kau orang baik" ucap Rena.


"baik lah" ucap Abimana.


hari ketiga mereka menikah tak ada hal yang bahagia yang mereka lakukan, Rena diam di rumah dan Abimana kerja sampai pulang larut malam.


malam ini Rena menatap pada Al Qur'an yang baru saja dia baca namun Rena ingat pada sebuah hadits yang membuat Rena tertampar oleh kata kata nya.


Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah SAW juga bersabda: "Bila seorang lelaki mengajak istrinya ke ranjang, tetapi istri tidak mau mendatanginya, lalu suami marah, maka ia akan dilaknat sampai pagi."


Rena Menatap pada buku hadits itu, Rena merasa dirinya sangat bo doh hanya karena rasa bencinya Rena tak memberi kan hak untuk Abimana sebagai suami nya.


walau bagaimanapun Rena harus memberikan nya karena bagi seorang istri Ridho Alloh itu ada pada ridho suaminya.


"bismilah ya Alloh, aku tak akan menyimpan lagi dendam di dalam hati ku ini" gumam Rena.


Rena mendengar suara mobil yang berhenti di halaman rumah Abimana, Rena langsung antusias menyambut Abimana yang baru saja pulang.


Rena berdiri di depan pintu rumah itu, saat Abimana membuka nya Rena langsung nampak jelas oleh Abimana.


"ada apa" tanya Abimana.


"waalaikum salam" ucap Rena yang langsung menyalami tangan Abimana dengan secara mendadak seperti itu.


karena Abimana sangat jatuh cinta pada Rena dia merasa sangat bahagia saat Rena memperlakukan nya seperti itu.


"mau langsung makan atau mandi dulu" tanya Rena.


"aku akan mandi dulu" ucap Abimana.


Rena mengambil tas kerja Abimana.


"biar aku saja yang bawa" ucap Rena.


rena mengikuti Abimana masuk ke dalam kamar nya.


"aku taruh di meja, aku akan siap kan pakaian mu" ucap Rena.


"terima kasih" ucap Abimana yang langsung mendekat pada Rena dan mendaratkan ciuman di kening Rena.

__ADS_1


Rena tak merasa kan apa apa, berbeda dengan Luthfi jika Rena melakukan apa saja dengan Luthfi maka Rena akan merasa kan jantung nya yang hampir meledak.


saat Abimana akan mencium bibir Rena dengan cepat Rena menjauh dan menahan dada Abimana dengan tangan nya.


"mandi lah dulu" ucap Rena.


"ya baik lah" ucap Abimana.


"aku akan siapkan baju tidur untuk mu" ucap Rena yang langsung berjalan ke arah lemari yang ada di sana.


Rena mengambil piyama asal karena dia tak tau kesukaan Abi seperti apa.


Rena menaruh nya di atas ranjang dia langsung menuju ke arah dapur untuk menyiapkan makanan.


setelah selesai Rena duduk di ruang tamu sambil menunggu Abimana.


tokk


tokk


namun ada suara ketukan pintu yang cukup keras di sana.


Rena berjalan ke arah pintu takut nya ada tamu yang datang.


"siapa" tanya Rena menatap pada seorang gadis yang baru saja datang namun gadis itu membawa seorang bayi.


"apa abimana ada" tanya nya.


"oh ada ayo masuk kak" ucap Rena mempersilahkan gadis itu masuk.


"ayo duduk aku akan buat kan minuman" ucap Rena.


"tunggu" ucap gadis itu dan berhasil membuat Rena menatap padanya.


"maaf tapi aku gak mau minum aku hanya mau bertemu Abimana" ucapnya.


"sebentar ya kak abi nya lagi mandi" ucap Rena.


"apa kau istri nya" tanya Gadis itu sambil memperhatikan Rena dari atas sampai bawah membuat Rena insecure karena penampilan Rena yang terkesan kampungan.


"ya kak saya istri nya" ucap Rena.


"beruntung sekali Abimana mendapatkan wanita seperti dirimu" ucapnya yang hanya di balas senyum oleh Rena.


"apa kau akan marah saat mendengar kebenaran yang akan aku ucapkan" ucap nya.


"kenapa marah kak, aku gak akan marah kalau itu bukan menyangkut harga diri ku" ucap Rena.


"sebenarnya aku ini.. " ucap wanita itu terpotong.


"Arin" ucap Abimana yang baru saja datang ke sana dengan piyama yang Rena pilihkan.


"sedang apa kamu di sini" tanya Abimana geram pada Gadis itu yang Abimana sebut sebagai Arin.


(ada hubungan apa mereka? dan siapa Arin ini)...???

__ADS_1


bersambung


__ADS_2