Aku Seorang Janda Ustadz

Aku Seorang Janda Ustadz
bab 86 Pernikahan Nagita dan Revan


__ADS_3

Bughh


Bughh


Revan memukul kedua anak buah Nagita yang baru saja akan menyeretnya keluar, tak lupa Revan juga memukulkan pas bunga pada kedua anak buah Nagita itu.


"Baiklah sekarang waktunya ijab qobul silahkan pengantin pria menuju ke tempat yang sudah di sediakan" panggil MC meminta Revan untuk datang ke sana.


Mayang menatap pada Nagita karena Luthfi lama sekali keluar nya.


"Perlu aku yang memeriksa nya" tanya Mayang.


"Tidak usah" pinta Nagita.


Tes


Suara Revan di menggema di ruangan itu karena dia baru saja bicara lewat microphone.


"Huh Syukur lah Luthfi datang" ucap Mayang.


Penghulu membicarakan apa saja yang harus Revan katanya, Papahnya Nagita menjabat tangan Revan yang saat ini wajah Revan di tutupi oleh kain yang panjang dan tinggi di sana.


Saat ini wajah Revan masih babak belur dia tak sempat menutupi nya tadi.


Revan melihat pada ponsel Nagita yang sudah terhubung pada sound sistem di sana.


"Licik sekali Nagita dia akan memanfaatkan hp nya itu untuk mengucapkan ijab qobul, ini tidak sah" gumam Revan.


Tangan kiri Revan mematikan hp itu, hp itu tak bisa bersuara lagi, tak lupa Revan juga mengantongi hp Nagita itu untuk dia jadikan sebagai bukti.


"Pengantin pria anda siap" tanya Penghulu.


"Insha Allah siap" sahut Revan.


Nagita merasakan ada yang berbeda dengan suara Luthfi namun dia tak menghiraukan nya karena suara Luthfi itu adalah tiruan.


Nagita tersenyum dia merasa menang, karena sebentar lagi akan menikah dengan Luthfi laki laki yang sangat mahal itu.


Nagita sudah lama menginginkan Luthfi hanya saja dia tak bisa mendapatkan dahulu karena dia masih takut, tapi sekarang Nagita arogan dia ingin mendapatkan apa pun yang dia inginkan sekarang.


Revan mengucapkan ijab qobul dengan lancar bahkan setiap perkataan Revan tangan nya bergetar hebat, Revan bocah yang masih kuliahan yang sekarang sudah berganti status sebagai suami orang.


"Bagaimana para saksi Sah" tanya Penghulu.


"Sah" sahut para tamu yang hadir di sana, acara itu sangat meriah apa lagi banyak sekali orang orang kaya yang datang ke sana.


Nagita tersenyum bahagia dia tak bisa membayang kan bagaimana dia menjadi istri Luthfi dan menjadi nyonya di rumah Luthfi yang besar itu.


Namun pemikiran nya salah dia tak menikah dengan Luthfi justru dia menikah dengan Revan pembantu Luthfi.


Sekarang acara penurunan tirai besar itu, para tamu undangan sangat penasaran akan calon suami dari Nagita itu, apa lagi di undangan yang tersebar tak ada nama Luthfi dengan jelas hanya inisial saja yang tertera di sana.


Tirai di buka namun alangkah terkejutnya Nagita saat melihat laki laki yang ada di balik tirai itu, yang sekarang tengah memakai baju pengantin yang senada dengan gaun Nagita.


"Siapa dia" gumam Nagita.


Mayang mendekat pada Nagita yang sekarang tengah syok.


"Bukan nya itu pembantu Luthfi" ucap Mayang.

__ADS_1


Revan langsung mendekat pada Papah Nagita dia langsung menyalami papah Nagita yang saat ini tersenyum melihat ke arah Revan.


"Semoga kamu bisa menyayangi Nagita ya" ucap Papah Nagita mengelus punggung Revan.


"Ya pah Insha Allah" ucap Revan tersenyum.


Ucapan ucapan pujian dari para tamu terdengar jelas di telinga Nagita dan papahnya.


"Wah tampan ya tapi terlihat sangat muda"


"Nagita sangat beruntung mendapatkan berondong"


"Pantas Identitas nya di sembunyikan dia masih muda".


"Tampan ya"


"Tapi keturunan dari mana dia"


"Ibunya yang ada di pelaminan"


"Tampan sekali laki laki itu aku yakin dia juga dokter"


"Masih muda sekali aku jadi iri"


Nagita hanya menggelang geleng kan kepala nya karena tak percaya pada apa yang dia lihat itu.


Nagita berjalan menuju ke arah Revan, dia membawa nya masuk ke dalam kamar yang tadi Revan keluar.


Papah Nagita terlihat heran namun dia tak melakukan apa apa, dia tak tau apa yang terjadi saat itu karena yang dia tau adalah laki laki mana pun kalau bisa melindungi dan mencintai Nagita dia akan menerima nya.


"Maaf ya para tamu undangan pengantin nya ada urusan sebentar" sahut Papah Nagita.


"Baiklah sekarang silahkan di nikmati dahulu makanan nya" sahut Papah Nagita.


Papah Nagita mendekat pada Mayang yang saat ini cemas karena laki laki itu bukan Luthfi.


"Bu ternyata anak ibu masih muda ya" ucap papah Nagita.


"Tapi pak mungkin ada kesalah pahaman" ucap Mayang.


"Maksud nya" tanya papah Nagita.


Sedangkan di kamar Nagita menatap pada jendela yang saat ini terbuka karena tadi Luthfi juga keluar dari sana.


"Kemana Luthfi" tanya Nagita ke sekian kali nya.


Revan hanya tersenyum dan menggeleng kan kepala nya, dia tak habis pikir pada Nagita.


"Kenapa harus menayangkan tuan kan ada aku" sahut Revan.


"Aku gak mau menikah dengan mu bocah" geram Nagita.


"Bocah? kau menyebut aku bocah? mungkin bocah ini kau ajari caranya melakukan hubungan" ucap Revan.


Nagita geram dia melihat pada Revan dengan tatapan tajam.


"Apa maksudmu" tanya Nagita.


"Malam itu" sahut Revan menatap pada Nagita yang sekarang tengah menahan amarah.

__ADS_1


"Apa maksud mu jangan bertele tele aku gak suka" geram Nagita.


"Kau melecehkan aku" ucap Revan yang langsung membelakangi Nagita.


"Melecehkan apa" tanya Nagita.


"Jangan bohong aku tau kau ingat" sahut Revan.


Nagita mencoba mengingat ingat malam itu.


Flash back onn


Malam itu Revan mengantarkan Nagita pulang ke rumah nya, Nagita membuat kekacauan di rumah Luthfi.


Bahkan Luthfi harus di guyur dengan air bekas pel an oleh BI Cici karena Nagita memeluk nya.


Tadinya Revan sangat malas mengantarkan Nagita hanya saja Revan tak mungkin membiarkan Nagita pulang sendirian apa lagi Nagita tak sadarkan diri.


Revan tau apartemen Nagita dia langsung mengantarkan nya ke sana.


"Pak aku akan antar dia sampai kamarnya" sahut Revan pada pak supir yang membawa mobil.


"Ya" ucap Pak supir.


Revan menggendong Nagita untuk sampai ke kamar apartemen nya dia membuka pintu apartemen Nagita dengan kunci pintu yang ada di tas Nagita.


Revan masuk ke dalam apartemen dia langsung menidurkan Nagita di atas kasur itu.


Namun saat Revan akan menidurkan Nagita.


Tanpa disangka Nagita menarik Revan hingga membuat Revan terjatuh menimpa Nagita yang sekarang berbaring di atas ranjang.


"Astaghfirullah" gumam Revan mencoba untuk bangun namun dia tak bisa bangun karena Nagita memeluk nya dengan sangat erat.


Nagita menatap pada wajah Revan yang ada di atas nya.


"Luthfi aku sangat mencintaimu" ucap Nagita dengan keadaan dirinya masih mabuk.


"Aku Revan" sahut Revan.


Nagita mendaratkan ci uman pada Revan, sebagai seorang laki laki hati Revan menyalahkan hal itu namun pikiran nya berkata lain.


Revan nyatanya menikmati setiap detik yang mereka lewati itu.


Hingga malam hari Revan baru keluar dari apartemen Nagita dia melihat kalau pak supir tertidur di dalam mobil.


"Pak" Sahut Revan menggedor gedor jendela mobil.


Pak supir terbangun dia melihat ke arah Revan.


"Maaf Revan aku ketiduran" ucap pak Supir.


"Tidak apa pak aku sudah nongkrong dulu di warung itu, seperti nya bapak tidur sangat lelap jadi aku tak tega untuk membangun kan nya" ucap Revan berbohong.


"maafkan aku" ucap pak Supir.


"Ya, tak apa baiklah ayo pulang sudah malam" sahut Revan.


Flash back off..

__ADS_1


__ADS_2