
Luthfi tengah mengerjakan pekerjaan nya di meja kerja nya, Namun Luthfi mendengar banyak notif yang masuk ke hpnya.
Luthfi melihat hpnya ternyata notif dari akun sosial media nya.
"Ada apa ini" gumam Luthfi dia melihat ada berita yang sangat mengejutkan nya.
di sana tertulis kalau
"SEORANG PENGUSAHA TERKENAL MENCULIK ADIKNYA SENDIRI DAN TAK MEMBIARKAN IBUNYA UNTUK MENEMUI NYA WALAUPUN IBUNYA SUDAH BERSUJUD DI HADAPAN NYA, TEGA NYA SEORANG ANAK MEMPERLAKUKAN IBUNYA BEGITU: DURHAKA"
Luthfi hanya tersenyum melihat hal itu dia tak menyangka kalau ibunya akan senekat itu.
"Ternyata mamah sangat pintar berakting" gumam Luthfi.
Luthfi meremas lembaran kertas yang ada di sana, dia tak mungkin bisa melawan para netizen yang sudah berkomentar di sana.
Luthfi hanya menghapus akun sosial media nya untuk mengakhiri itu semua.
Sedangkan di rumah Luthfi, saat ini Gladys sedang menscroll sosial media nya dia melihat berita itu.
Gladys membacanya dia menutup mulutnya karena terkejut dengan berita itu.
"Kakak ipar" teriak Gladys.
Rena yang mendengar suara teriakan pun langsung datang ke sana.
"Ada apa" tanya Rena.
"Lihat kak ada berita" ucap Gladys.
"Berita apa" tanya Rena.
"Kak Luthfi dengan mamah" ucap Gladys.
"Astagfirullah" ucap Rena terkejut melihat hal itu.
"Ini yang membuat berita apa sudah gak waras ya" ucap Gladys.
"Sudah tau apa" ucap Rena.
"Kak lihat lebih parahnya lagi kak Luthfi di tag" ucap Gladys.
"Apa Gus Luthfi sudah melihat" tanya Rena.
"Mungkin sudah karena banyak yang menandai dia, kasihan kakak" ucap Gladys.
"Kamu jangan ungkit ini di hadapan Gus Luthfi, aku mau kalau dia kepikiran bisa ya" ucap Rena.
"Ya aku akan coba" ucap Gladys.
"Terima kasih" ucap Rena.
__ADS_1
"Ya kakak ipar kamu tenang saja" ucap Gladys.
Rena sangat sedih pada kehidupan nya itu, suaminya sangat tabah menjalani ini semua padahal Rena saja yang mendengar nya sudah hampir putus asa.
"Ya Alloh kenapa harus Gus Luthfi yang merasakan ini, aku kasihan padanya sudah cukup derita yang sekarang sedang dia jalani, bahkan masalah dia saja belum selesai ya Alloh, aku salut pada suami ku dia bisa bertahan dengan semua masalah ini" batin Rena sambil meneteskan air mata nya.
Rena yang merasa berat menjalani masalah suaminya ini, Padahal itu semua masalah suaminya tapi Rena merasa sangat tak sanggup menjalaninya.
Jika harus pergi untuk menyelesaikan itu semua mungkin Rena akan pergi jauh sekali untuk menghindari masalah.
Tapi suaminya tetap menghadapi semua masalah ini.
"Dia sangat kuat" gumam Rena.
Sedangkan di sisi lain Mayang tertawa melihat berita itu, tak sia sia dia melakukan hal itu karena dia cukup puas dengan hasil nya.
"Rasakan itu Luthfi kau sekarang tau rasanya kan, itu lah hukuman karena membantah aku" ucap Mayang tertawa.
Seorang laki laki mata mata Mayang dari pengusaha Luthfi datang ke sana, saat ini Mayang ada di sebuah cafe karena dia ada janji temu dengan mata matanya.
"Ada apa" tanya Mayang menatap pada laki laki itu.
"Ada kabar bagus tapi sekarang jadi buruk lagi" ucap Orang itu.
"Apa" tanya Mayang menyeruput kopi yang dia pesan.
"Tuan Luthfi membuat berkas penting sekali, dia akan memberikan sebagian hartanya untuk anda" ucap Orang itu.
uhukk
uhukk
"Apa yang benar" tanya Mayang tak percaya.
"Beneran Nyonya, tapi sayang ada kabar buruk sekarang" ucap orang itu.
"Apa" tanya Mayang.
"Tuan membatalkan nya" ucap Orang itu.
"Apa? kenapa?" tanya Mayang terkejut bukan main.
"Karena dia melihat berita itu" ucap Orang itu.
"Apa, ck sial ternyata aku melakukan hal yang salah sekarang" kesal Mayang pada perbuatan nya.
"Tapi aku mendengar kalau dia membicarakan anak anak begitu, katanya lebih baik aku berikan pada anak begitu kata Tuan" ucap orang itu menatap pada Mayang.
"Anak? tapi kenapa kau tak bilang lebih awal" geram Mayang.
"Nyonya tadi pagi saya sudah atur pertemuan ini kan tapi katanya anda ada urusan penting" ucap orang itu.
__ADS_1
"Temukan bukti yang lain, kalau bisa kau bujuk lagi Luthfi untuk memberikan harta nya itu padaku" ucap Mayang.
"Maaf Nyonya saya kurang bisa kalau itu karena aku hanya seorang karyawan di sana" ucap Orang itu.
"Kau gak berguna baiklah tugas kamu hanya memata matai Luthfi yang itu tugas aku" ucap Mayang.
"Saya permisi" ucapnya.
Mayang geram dia tak bisa berpikir jernih mungkin karena berita itu Luthfi membatalkan memberikan hartanya itu.
Mayang langsung mengutak atik hpnya dia mengirim pesan pada wartawan yang tadi dia sewa.
{Hapus semua berita itu jangan sampai ada yang mengungkit nya lagi dan tolong buat klarifikasi kalau itu hanya cerita bohong} pesan dari Mayang dia tak mau kalau Luthfi membatalkan rencana nya itu.
"Argh aku sangat menyesal melakukan ini" geram Mayang.
Rasa menyesal hinggap di hati Mayang dia menyesal melakukan hal itu apa lagi Luthfi sudah akan memberikan harta padanya.
"Karena ini aku kehilangan kesempatan baik" geram Mayang.
Tak disangka Mayang benar benar menyesal melakukan hal itu, jika waktu bisa di ulang dia tak akan melakukan hal itu .
Di perusahaan Luthfi, saat ini Ayahnya datang ke sana entah mau apa karena Herman tak memberi tau kan alasan dari kedatangan nya.
"Luthfi aku sangat heran pada mamah mu" ucap Herman menceritakan semua nya pada Luthfi walau pun Luthfi tak mendengar kan nya.
"Ya aku gak bisa menyalahkan mamah karena kau juga mau padanya kan" ucap Luthfi.
"Ya aku gak menyalahkan mamah mu ya aku juga yang salah, tapi kan sekarang mamah kamu itu jadi menuntut" ucap Herman.
"Ceraikan saja dia" ucap Luthfi yang malas sekali mendengar kan Ayah tirinya itu.
"Aku gak mungkin meninggalkan dia" ucap Herman.
"Ya kau sayang padanya kan, makannya kau tak mungkin meninggalkan nya" ucap Luthfi.
"Seburuk apa pun mamah mu dia tetap istri ku" ucap Herman.
"Jangan seperti itu Mamah tak salah itu semua karena kesalahan kamu sebagai suaminya, kau berhak melakukan apa pun pada Mamah karena dia istri mu dan dia tanggung jawab mu" ucap Luthfi.
"Tapi" ucap Herman.
"Tapi selama ini kau bukan kepala keluarga nya, karena mamah yang mengambil alih kehidupan mu" ucap Luthfi.
"Bukan seperti itu tapi mungkin kehidupan aku bergantung pada nya" ucap Herman.
"Jangan mau kalah kau kepala keluarga kau berhak bicara kalau ada masalah di antara kalian" ucap Luthfi.
"Bagaimana caranya" ucap Herman.
"Aku yakin kau bisa melakukan nya" ucap Luthfi yang sudah malas menanggapi ucapan Ayah tirinya itu.
__ADS_1
"Kenapa gak pulang saja ya" Batin Luthfi.