
Revan pergi ke kediaman Nagita menggunakan motor Luthfi yang ada di garasinya, walaupun Revan terkesan tak sopan karena sudah sembarangan memakai Motor Luthfi tanpa ijin.
Tetapi dia sangat terpaksa melakukan hal itu karena dia tak mau menunda nunda lagi waktu takut nya dia akan menyesal nantinya apa lagi ini semua juga karena Revan.
Revan mengendarai motor nya untuk melaju ke kediaman Nagita yang besar dan mewah itu, Revan melaju cukup kencang sampai sampai hanya dalam lima belas menit saja dia sampai ke sana.
Namun ada hal yang paling Revan terkejut kan, Rumah besar itu sekarang sedang di hias oleh banyak sekali bunga bunga.
Revan mencoba mencari tau ada apa di rumah itu.
"Pak ini ada apa ya" tanya Revan.
"Akan ada acara pernikahan besok di rumah ini" ucap Bapak itu yang membawa peralatan untuk mendekorasi rumah besar itu.
"Oh" ucap Revan.
Revan ingin sekali masuk dia ingin tau acara siapa yang akan di gelar perasaan dia tak enak menyangkut acara itu dan tuan nya yang ada di dalam.
"Apa jangan jangan" gumam Revan.
Dia langsung masuk ke dalam dengan memakai seragam ala ala kang dekor pernikahan, dari mana dia mendapat kan itu.
Beberapa menit sebelum nya.
"Apa jangan jangan" gumam Revan menatap pada orang orang yang ada di halaman rumah Nagita.
Revan melihat ada seorang laki laki yang kelelahan di sana.
"Pak ada apa" tanya Revan.
__ADS_1
"Saya lelah saat ini saya sedang sakit" ucap seorang bapak bapak yang bekerja menjadi kang dekorasi.
"Pak bagaimana kalau saya bantu bapak" ucap Revan.
"Bantu maksud nya" tanya Bapak itu.
"Pak saya bisa menggantikan bapak asal hasil nya kita bagi dua saja, saya butuh uang buat beli bensin motor saya mogok" ucap Revan.
"Bagaimana ya" ucap bapak itu.
"Ini juga terserah bapak aku hanya butuh uang untuk beli bensin" ucap Revan.
"Baiklah tapi jangan buat kesalahan" ucap bapak itu berbaik hati pada Revan yang berbohong.
"Terima kasih pak" ucap Revan.
Revan tersenyum karena dia sudah bisa masuk ke dalam tak di sangka rezeki anak Sholeh itu memang tak pernah kemana.
Sedangkan di dalam rumah itu, Nagita tengah bicara pada seorang anak buah nya yang dia tugas kan untuk mengedit suara sama seperti suara Luthfi.
"Seperti nya akan susah" ucap laki laki itu.
"katanya kamu konten kreator tapi gak bisa ngedit begini" kesal Nagita.
"Nona saya akan coba tapi susah aku bahkan tak tau bagaimana suara nya, kalau pria itu bangun dan bicara mungkin aku bisa menjadi kan suara nya sebagai sound tapi aku gak tau suaranya" ucap Kang edit itu.
"ck kamu ini masa kamu gak tau suara Luthfi A Yasir" ucap Nagita.
"Nona aku gak tau" ucap kang edit.
__ADS_1
Nagita mengambil hpnya dia melihat lihat hpnya tak di sangka Nagita dulu pernah merekam suara Luthfi saat ngaji Al Qur'an itu pun suara saat masih kuliah bersama.
"Ini kedengaran gak" tanya Nagita menyetel suara Luthfi yang sedang mengaji Al Qur'an.
"Jangan bilang kamu gak bisa" ucap Nagita kesal.
"Saya akan coba dahulu" ucap kang edit.
"Aku tunggu di luar, awas ya jangan sampai kamu menyentuh calon suami aku" ucap Nagita.
Nagita langsung keluar memastikan kalau dekorasi semua nya berjalan seperti yang dia inginkan.
"Astaga aku tak sangka dia akan menjadi suami aku" gumam Nagita.
Saat ini Revan melihat lihat rumah itu dia bisa masuk karena memakai baju kang dekor kalau saja tidak mungkin dia sudah di usir.
Revan mendengar sesuatu tapi entah apa dia mendekat pada salah satu kamar yang ada di sana, Revan hanya berdiri di ambang pintu sambil mengikat ikatkan bunga pada dinding yang ada di sana.
"Wa qulil-ḥaqqu mir rabbikum, fa man syā`a falyu`miw wa man syā`a falyakfur, innā a'tadnā liẓ-ẓālimīna nāran aḥāṭa bihim surādiquhā, wa iy yastagīṡụ yugāṡụ bimā`ing kal-muhli yasywil-wujụh, bi`sasy-syarāb, wa sā`at murtafaqā"
Revan mendengar ada suara Luthfi yang sedang mengaji surat Al Kahfi ayat 29, Revan semakin yakin kalau tuan nya itu pasti ada di dalam sana.
Revan mengira kalau tuan nya itu sedang mengaji mungkin dia ingin melupakan beban hidup nya dengan tadarusan tapi mungkin saja besok dia akan berubah status.
"Bagaimana cara aku menyelamatkan nya" gumam Revan.
Saat ini dia merasa tak ada orang yang bisa membantu nya, apa lagi Revan sejak kemarin hanya melakukan nya sendirian dia berdiri di atas kaki nya sendiri.
Revan menghitung kamar keberapa yang di tempati tuan nya itu.
__ADS_1
"Kamar ke tiga di sisi kiri" gumam Revan.
Revan membantu bantu mendekor itu sampai selesai mereka mengangkat angkat barang.