Aku Seorang Janda Ustadz

Aku Seorang Janda Ustadz
bab 73 mata mata


__ADS_3

Herman merencanakan sesuatu dia ingin mengambil alih kehidupan Luthfi hal itu adalah impian dia sejak lama namun dia tak akan bersikap bar bar seperti yang Mayang lakukan.


"Aku akan lakukan perlahan" gumam Herman.


Anak buah Herman datang ke sana.


"Tuan Casino itu milik wanita paruh baya, dia juga seorang mucikari" ucap Anak buah Herman.


"Siapa namanya" tanya Herman.


"Sofi tidak ada yang tau nama lengkap nya karena identitas nya sangat di jaga ketat" ucap Anak buahnya.


"Apa tak bisa kamu retas komputer ini untuk mencari identitas nya" tanya Herman.


"Tuan aku pikir dia bukan orang sembarangan jika ada yang berani mencari nya apa lagi mengulik informasi nya maka aku yakin komputer punya mereka akan langsung dapat melacak kita" ucap anak buahnya.


"Secanggih itu orang orang dan kita masih menggunakan komputer seperti biasa" ucap Herman.


"Orang lain melakukan apa pun demi uang tuan" ucap anak buahnya.


"Baik lah kalau kau tau yang lain beri tau aku" ucap Herman.


"Baik tuan" ucapnya.


Herman ingin sekali melihat wanita itu namun dia tak mungkin langsung turun ke sana hanya untuk melihat siapa wanita misterius itu.


"Sofi nama yang tak asing" gumam Herman.


Herman langsung mengambil hpnya yang ada di atas meja kerja nya, Herman sangat suka mengelabui anak buah Mayang.


"Kenapa aku tak melakukan nya dari dulu" gumam Herman tertawa.


Sedangkan di kediaman Luthfi saat ini Luthfi menatap pada istri nya itu.


"Mau gak ke pesantren" tanya Luthfi.


"Mau apa" tanya Rena.


"Mau jalan jalan" ucap Luthfi.


"Jangan nanti kerjaan kamu bagaimana" ucap Rena.


"Tak apa kerjaan aku kan ada Dimas" ucap Luthfi.


"Jangan mengandalkan orang lain terus kasihan karyawan kamu itu" ucap Rena.


"Ya, bagaimana mau gak" tanya Luthfi.


"Kamu sibuk jadi nanti saja setelah kamu punya waktu luang" ucap Rena.


"Jangan begitu Sayang aku tau kamu di sini tak ada temen aku tau hal itu, jadi ayo ke pesantren kita main di sana liburan selama satu Minggu" ucap Luthfi.


"Tapi" ucap Rena.


"Tidak ada tapi tapian ayo kita berkemas kita akan jalan jalan ke pesantren sekalian mau lihat Gladys juga" ucap Luthfi.


"Baiklah" ucap Rena.


Luthfi paham betul apa yang istri nya itu rasakan dia tak bisa melihat istrinya seperti itu, Luthfi sadar jauh dari orang tua itu memang sangat menyedihkan.


Berbeda dengan orang yang sudah Senang hidup sendiri, seperti Luthfi yang tak mau jika dia dekat dengan ibunya karena dia tau kalau Mayang akan memanfaatkan nya.


Luthfi yang paling antusias menyiapkan semua nya.

__ADS_1


"Maaf jika aku jarang ada di rumah" ucap Luthfi.


"Tidak apa aku tau kamu kerja jadi aku gak boleh egois kan" ucap Rena.


"Rena aku tau kamu tak punya teman aku paham itu maafkan aku karena membawa kamu ke zona tak nyaman ini" ucap Luthfi.


"Asal ada kamu aku bahagia" ucap Rena.


"Ya tapi tetap seorang wanita itu harus butuh teman curhat nya di setiap wanita, sedang kan aku tidak setiap hari aku ada di rumah" ucap Luthfi.


"Gus aku sangat sayang pada mu" ucap Rena.


Luthfi yang mendengar hal itu langsung memeluk Rena ucapan itu adalah momen langka yang Luthfi dapatkan.


Selama ini Rena tak pernah mengatakan apa pun jadi pantas kalau Luthfi sangat mengharapkan perkataan itu.


"Terima kasih sudah mau hidup bersama dengan ku" ucap Luthfi.


"Justru aku yang berterima kasih karena kamu mau hidup bersama dengan aku yang tak punya apa apa ini" ucap Rena.


"Kamu punya aku sekarang jadi jangan bilang kamu gak punya apa apa" ucap Luthfi.


Sedang di luar kamar Luthfi saat ini Revan tengah mendengar kan ucapan mereka.


Revan mengambil hpnya dia langsung mengirimkan pesan pada seseorang.


{Tuan mereka akan ke pesantren} pesan dari Revan.


{Bagus} balas nya.


Revan hanya tersenyum menang dia menjadi muna fik sekarang pada Luthfi dia bekerja dan dia juga menjadi mata mata dari salah satu musuh Luthfi.


"pekerjaan ini menguntungkan" gumam Revan.


Sedangkan di sisi lain ada seorang anak buah Herman yang datang ke casino itu dia ingin mengambil hpnya Mayang yang saat ini tengah terbaring di atas ranjang di tempat itu.


Dia melihat tas Mayang ada di sana dia langsung membuka nya berharap ada hp juga di sana.


"Di mana dia menyimpan nya" gumam mata mata itu.


Mata mata itu menemukan hp Mayang yang ada di dalam tasnya dia langsung menyimpan nya ke saku jaket nya.


"satu persatu aku bisa mengatasi nya" gumamnya.


Dia keluar dari kamar itu dia di lihat oleh orang orang yang ada di sana,


Sofi melihat laki laki yang baru saja masuk ke dalam kamar yang di tempati Mayang.


"Siapa kamu" tanya Sofi.


"Nyonya aku di minta oleh Nyonya yang ada di dalam untuk datang" ucap Mata mata itu.


"Oh" ucap Sofi tersenyum.


"Baiklah Nyonya saya permisi" ucap mata mata itu yang langsung pergi dari sana.


Sofi tersenyum hingga tertawa terbahak bahak.


"Astaga aku tau si Mayang itu pasti jajan di luar, apa laki laki di sini tidak menarik di mata nya ya" ucap Sofi.


"Tapi Nyonya sejak kapan dia datang" tanya anak buah Sofi.


"Sudahlah ini bukan urusan kita mungkin saja dia sudah lama" ucap Sofi yang langsung pergi dari sana menuju ke arah ruangannya.

__ADS_1


Sofi masih sangat muda dia mungkin masih berusia 40 tahunan, tapi karena Sofi sibuk dia jarang melakukan perawatan.


"Astaga aku sangat lelah sekarang" gumam Sofi.


Malam ini setelah melaksanakan sholat isya, Luthfi langsung merebahkan tubuh nya di atas ranjang, sekarang di atas ranjang itu berisi tiga orang dengan Faiz di tengah.


"Tidur lah di samping ku" pinta Luthfi.


"Gak mungkin nanti Faiz jatuh" ucap Rena.


"Hah baiklah" ucap Luthfi.


Rena tersenyum dia langsung mendekat pada Luthfi,


"Maafkan aku tapi sekarang aku sedang datang bulan" ucap Rena berbisik di telinga Luthfi.


"CK pantas kamu tak sholat" keluh Luthfi.


"Maaf" ucap Rena.


"Tak apa sayang aku paham" ucap Luthfi.


"Ayo tidur" ucap Rena.


"Baiklah ayo" ucap Luthfi.


Pagi hari nya, Luthfi sudah bersiap karena akan ke pesantren dia juga sudah memasukan beberapa koper yang akan dia bawa ke dalam bagasi mobil nya.


"Ayo Sayang" Sahut Luthfi.


"Ya bentar aku mengambil termos Faiz dulu" ucap Rena.


Sedangkan di dapur saat ini Revan sedang menatap pada Rena yang sedang mengemasi barang barang Faiz seperti susu dan yang lainnya.


Revan mengambil hpnya dia mengutak atik hpnya.


{Tuan mereka akan berangkat sekarang} pesan dari Revan.


Revan datang ke sana untuk membantu Rena.


"Nona bisa aku bantu" tanya Revan.


"Terima kasih Revan" ucap Rena.


Revan membantu membawa kan tas untuk dia masukkan ke dalam bagasi mobil.


"Kamu gak kuliah" tanya Luthfi.


"Tidak tuan nanti siang" ucap Revan.


"Baiklah jaga rumah ya" ucap Luthfi.


"Baik tuan" ucap Revan.


Luthfi dan Rena langsung masuk ke dalam mobil yang sekarang di kemudikan oleh supir, Luthfi sengaja membawa supir agar dia bisa bebas di belakang bersama dengan Rena.


Mobil melaju meninggalkan rumah Luthfi saat ini Revan adalah seorang mata mata dari orang lain, entah apa yang Revan dapatkan karena sampai sampai dia mampu menghianati Luthfi.


Mobil melaju meninggalkan kediaman Luthfi mereka sangat bahagia karena akan pergi ke pesantren.


Di sebuah gudang penyimpanan barang barang, seorang pria menatap pada anak buahnya.


"Bawa orang yang ada di jalan ..... dengan plat nomor kendaraan D...... aku mau mereka di bawa ke sini" pintanya.

__ADS_1


"Baik tuan" ucap anak buahnya yang setia padanya.


Mereka melaksanakan tugas nya mereka dibayar untuk melakukan ke jaha tan, dan tentu saja bayaran nya akan sangat besar jika dia berani menghabisi Musuh dari tuan nya itu.


__ADS_2