
Malam ini Revan mempersiapkan semua nya dia akan menyelamatkan tuan nya besok pagi bersama dengan Dimas yang akan ikut membantu.
Revan bingung dia tak bisa berbuat apa apa lagi sekarang selain mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan Luthfi.
"Pasal Nona aku akan serahkan pada tuan dan Dimas" gumam Revan.
Di sebuah Casino yang sangat besar saat ini Mayang tengah menikmati minuman, Sofi sudah marah pada Mayang karena Mayang merencanakan sesuatu yang tak Sofi ketahui.
Bahkan Mayang juga yang membuat Casino itu jadi sepi karena sudah terjangkau oleh Polisi, bahkan banyak yang tak berani lagi datang ke sana karena tempat itu dua puluh empat jam di pantau oleh polisi.
"Pulang lah" sahut Sofi yang sekarang marah dan langsung mengambil botol minuman yang Mayang pegang.
"Astaga kamu ini sangat sombong, pelit, jangan begitu beri kan ini pada ku, Sofi aku ingin minum" sahut Mayang merebut botol itu.
"Kamu pulang lah, enak saja tak bayar tapi minum banyak, bisa bisa aku rugi karena kedatangan orang seperti kamu" geram Sofi.
__ADS_1
"Ck sombong awas ya kalau aku sudah menjadi kaya raya aku gak akan melihat kamu lagi" ucap Mayang sambil tersenyum cengengesan karena sedang mabuk berat.
"Terserah aku gak perduli" ucap Sofi yang langsung meraih tasnya yang ada di atas meja ruangan itu.
"Tutup tempat ini dan usir saja wanita tak berguna ini" titah Sofi pada anak buahnya.
Sofi saat ini akan datang ke salah satu orang yang sudah dia tugaskan untuk mencari buku ahli waris keluarga Luthfi yang saat ini tak ada di rumah nya.
Sofi akan meminta sesuatu pada orang itu untuk mengganti ahli waris anak anak Luthfi menjadi Rena dan Sekarang Sofi juga akan meminta tanggung jawab karena Rena sudah di culik karena ulah keluarga nya Luthfi.
Sofi yang sekarang mengambil harta Luthfi namun dia akan melibatkan Mayang pada masalah itu nantinya.
"Tenang saja aku akan melibatkan kalian semua" ucap Sofi.
Pagi ini Revan sudah bersiap akan menolong Luthfi dan membebaskan nya, bahkan Dimas juga sudah ada di sana, mereka akan melakukan misi ini bersama sama.
__ADS_1
Revan tak bisa menggerebek kediaman Nagita karena di sana akan banyak sekali orang yang akan menjaga di sana.
"Apa kau berpikir tentang apa yang aku pikir kan" tanya Revan pada Dimas.
"Apa" tanya Dimas yang sekarang langsung menatap pada Revan.
"Tuan mungkin saja suka pernikahan ini kemarin aku sudah mendengar nya kalau dia membaca Al Qur'an di salah satu kamar yang ada di ruangan itu, masuk akal gak ya" tanya Revan.
"Tuan tak mungkin Melakukan itu dia sangat setia pada Nona Rena walau pun begitu dia mungkin pasti akan lari" ucap Dimas..
"Sebenarnya ada apa ya sekarang, apa aku salah dengar ya" ucap Revan.
"Tak apa aku akan membantu kamu menyelesaikan masalah ini tenang saja aku tak akan mengkhianati mu" ucap Dimas.
"Kalau kau mau beri tau saja tuan tentang aku, aku gak mau ada masalah lagi, aku janji setelah selesai aku akan minta maaf pada tuan, ya aku tau penghianatan ini sangat tak pantas namun aku benar benar melakukan nya karena aku terpaksa" jelas Revan.
__ADS_1