
Satu Minggu berlalu akhirnya Rena dan Luthfi harus pulang ke kota karena pekerjaan Luthfi yang sudah banyak jadi tak mungkin bisa di tinggal kan lagi.
Luthfi dan Rena sudah berpamitan pada Abah dan Umi serta yang lainnya.
Mereka sekarang sedang di perjalanan menuju ke kota.
"Besok keputusan sidang, apa kamu akan ikut" tanya Luthfi.
"Aku ikut" ucap Rena.
"Kenapa" tanya Luthfi.
"Aku janji pada Abah untuk meringankan hukuman Papah dan Mamah" ucap Rena.
"Ya baiklah" ucap Luthfi.
Luthfi tak tau harus apa karena dia tidak bisa memprediksi hukuman untuk orang tuanya, apa lagi kasus Papah Herman saat itu Luthfi masukan ke penculikan dan hampir ke penjualan manusia.
Dan mungkin saja hukuman nya akan cukup berat, Namun tak salah jika Luthfi berpikir positif apa lagi saat itu Luthfi mengikut sertakan nama Rena sebagai korban.
Mungkin saja jika korban yang meminta hukuman nya di ringan kan mungkin saja akan di ringankan.
"Bismillah semoga saja" gumam Luthfi.
Rena hanya diam saja menatap pada sekeliling perjalanan, namun dia juga sambil menggendong Faiz yang sekarang ada di pangkuan nya.
Bayi satu bulan itu masih tidur apa lagi tadi sebelum berangkat Rena juga memandikan dahulu Faiz jadi bayi itu mungkin saja mengantuk lagi.
Rena sangat bingung bagaimana cara dia bicara pada hakim nantinya.
Apa lagi kasus ini bukan kasus main main jadi Rena tidak yakin akan bisa meminta hakim meringankan hukuman.
Setiap harinya ada saja pemikiran yang harus Rena pikirkan, walaupun terkesan sepele tapi Rena sering kali menganggap nya dengan serius.
"Jangan banyak pikiran" ucap Luthfi.
"Tidak" ucap Rena.
__ADS_1
Rena tersenyum menatap pada suaminya itu, Rena merasa sangat beruntung mendapatkan Luthfi selama ini tak ada yang mereka ributkan, bahkan Luthfi juga tidak pernah kasar pada Rena.
Mereka mungkin lolos dalam ujian rumah tangga tapi mereka di beri cobaan melewati keluarga nya.
Seperti kenyataan yang baru terbongkar kalau Rena Putri dari Herman yang sekarang menjadi ayah tiri Luthfi.
Bahkan keluarga Luthfi ingin sekali mengambil harta Luthfi, sampai sampai apa pun akan Mayang lakukan hanya untuk mendapatkan harta.
Ada juga cobaan dari Sofi yang mencuri uang perusahaan Luthfi, bahkan Sofi juga melarang hubungan antara Luthfi dan Rena katanya mereka adalah saudara.
Dan semoga kedepannya tak ada yang akan terjadi lagi di antara mereka.
"Mau lihat Revan" tanya Luthfi saat mereka sudah sampai di kota.
"Ada apa dengan Revan" tanya Rena.
"Sakit" jawab Luthfi.
"Baiklah ayo sebentar saja kita melihat Revan" ucap Rena.
Mereka langsung menuju ke arah kediaman Nagita yang dahulu pernah Luthfi datangi saat pernikahan Nagita bersama dengan Revan.
"Assalamualaikum apa Revan nya ada" tanya Luthfi.
"Waalaikum salam ada pak" ucap Pembantu itu.
Luthfi dan Rena di persilahkan untuk masuk ke dalam, dan benar saja ada Revan di sana yang sedang duduk di ruang tamu dan sedang di suapi oleh Nagita.
Sudah beberapa hari ini Revan sakit belum sembuh juga, kata Dokter saat di periksa Revan mengalami penyakit tipus.
Bahkan Nagita juga tak masuk kerja karena sibuk menjaga Revan.
"Assalamualaikum" ucap Luthfi.
"Waalaikum salam tuan" ucap Revan yang langsung menatap pada Luthfi dan Rena yang baru saja datang.
"Bagaimana kabar kamu, maaf aku datang ke sini" ucap Luthfi.
__ADS_1
"Tak apa tuan aku justru senang" ucap Revan.
Nagita hanya menatap sinis pada Rena yang ikut bersama dengan Luthfi datang ke sana.
"Maaf kami datang mendadak" ucap Luthfi.
"Tak apa aku senang kau datang" ucap Nagita menatap pada Luthfi.
"Alhamdulillah kalau begitu" ucap Luthfi.
"Tuan katanya anda habis dari pesantren ya" tanya Revan.
"Ya kami habis menginap di sana" ucap Luthfi.
"Tuan aku sangat menyesal melakukan hal itu dahulu, kalau tuan butuh aku untuk membuat Tuan Herman jatuh aku bisa melakukan hal itu" ucap Revan.
"Tidak apa, lagi pula Rena akan membantu meringankan hukuman mereka" ucap Luthfi.
"Kenapa begitu" tanya Revan.
"Ya karena mereka orang tua aku" ucap Rena.
"Ya aku tau Nona tapi kenapa harus seperti itu, biarkan mereka merasakan hukuman dari dosa mereka" ucap Revan.
"Tak akan mungkin aku gak akan membiarkan hal itu" ucap Rena.
"Ya Nona tak apa, itu terserah pada mu" ucap Revan.
"Ya Revan" ucap Rena.
Nagita pergi dari sana meninggalkan Revan yang masih mengobrol dengan Luthfi.
"Bagaimana" tanya Luthfi.
"Alhamdulillah tuan sudah baikan" ucap Revan.
"Apa yang kamu lakukan" tanya Luthfi.
__ADS_1
"Karena aku sakit jadi aku dan dia sering dekat jadi tak heran sekarang kita bersama" ucap Revan..
"Bagus lah kalau begitu" ucap Luthfi.