Aku Seorang Janda Ustadz

Aku Seorang Janda Ustadz
bab 87 kabur


__ADS_3

Beberapa Jam sebelum nya.


Di penginapan tengah hutan saat ini Herman yang tak lain adalah Ayah tiri Luthfi, dia akan menjual Rena pada seorang Casanova yang dia kenal.


Rena di tarik paksa oleh anak buah Herman untuk di masukan ke dalam mobil karena sekarang akan dibawa ke salah satu tempat untuk melakukan transaksi itu.


Namun sayang Luthfi datang ke sana dan langsung menghentikan itu semua.


"Lepaskan dia" geram Luthfi.


Herman melihat ke arah suara itu, senyum nya merekah saat melihat Luthfi ada di sana.


"Baguslah kau datang" sahut Herman.


"Lepaskan Rena" Sahut Luthfi.


Dimas melihat kalau anak buah Herman sangat banyak sedang kan mereka hanya berdua, Dimas merasa sangat takut apa lagi Dimas yakin kalau mereka pasti punya senjata tajam.


"Tuan apa kita yakin akan melawan mereka" bisik Dimas.


"Demi Rena aku akan melakukan apa pun" bisik Luthfi.


Luthfi langsung mendekat pada Rena yang sekarang di ikat oleh Herman bahkan yang lebih parahnya lagi mulut Rena di ikat dengan kain.


"Mana uang perjanjian kita" tanya Herman.


"Aku belum membawa nya tapi aku sudah persiapkan di rumah" ucap Luthfi.


"Hahah aku sudah tidak tertarik lagi pada tawaran itu aku lebih tertarik untuk menjual istri mu ini pada seorang Casanova" ucap Herman.


"Berani sekali" geram Luthfi.


Tanpa rasa takut Luthfi langsung maju ke depan dia akan menghabisi Herman sekarang juga, seperti nya amarah saat ini sedang menguasai nya.


Bugh.


Luthfi memukul wajah Herman yang saat ini ada di hadapannya.


"Jangan berani berani nya kamu menyentuh Rena" geram Luthfi.


Herman merasakan rasa sakit pada pipinya,


"Habisi mereka" titah Herman pada anak buahnya itu.


Bughh


Bughh


Anak buah Herman memukuli Luthfi hingga membuat Luthfi terkapar lemah di atas tanah, Dimas mencoba melawan namun dia kalah karena anak buah Herman yang jumlahnya cukup banyak.


Rena hanya bisa menangis sambil melihat suaminya di pukuli.


"Ya Alloh tolong selamatkan Gus Luthfi" batin Rena sambil meneteskan air mata nya.


Dorr

__ADS_1


Suara tembakan terdengar nyaring di telinga semua orang, banyak sekali orang orang yang datang ke sana bahkan tanpa sepengetahuan Luthfi mau pun Herman.


"Jangan sakiti mereka" sahut orang orang yang baru datang itu.


"Siapa kalian" tanya Herman.


"Kami anak buah tuan Revan" sahut orang orang itu.


"Revan, CK si al orang itu menghianati ku, Ayo Serang" teriak Herman pada anak buahnya.


Anak buah Herman dan Revan langsung berkelahi mereka saling melukai satu sama lain, seperti nya mereka adalah orang orang yang berhati dingin.


Apa lagi yang mereka penting kan itu adalah menang melawan musuh.


Luthfi bangkit dia langsung mendekat pada Rena yang sekarang ada di sana, untung saja Herman malah sibuk pada orang orang itu jadi Luthfi bisa membawa Rena dengan gampang.


Salah satu anak buah Revan mendekat pada Luthfi.


"Tuan ayo lewat sini" sahutnya.


Tak lupa Dimas juga ikut bersama dengan mereka, Luthfi menggandeng Rena yang sekarang tak bisa berbuat apa apa karena tangan dan mulut nya di ikat.


Mereka menuju ke salah satu parkiran motor yang sangat banyak sekali di sana.


"Tuan pakai motor yang ini" sahut orang itu yang langsung memberikan kunci motor pada Luthfi dan Dimas.


"Terima kasih tapi kalian bagaimana" tanya Luthfi.


"Jangan khawatir kami" sahutnya.


"Tuan Revan yang meminta kami melakukan ini" ucapnya.


"Baiklah aku akan berterima kasih padanya" ucap Luthfi.


"Baiklah segera lah pergi motor anda akan saya bawa kan pulang ke rumah anda" ucap orang itu yang langsung pergi lagi ke sana.


Luthfi membantu Rena melepaskan ikatan pada mulut dan tangan Rena, tanpa Luthfi bendung lagi dia langsung menangis sambil memeluk istrinya itu.


"Maaf aku terlambat menyelamatkan mu" gumam Luthfi.


"Tidak ayo pulang aku gak mau di tempat ini" ucap Rena.


Tanpa mereka sangka Herman dan dua anak buah nya mengikuti Luthfi,


"Tuan ayo pulang" sahut Dimas.


Luthfi langsung menaikan Rena pada motor yang ada di sana.


"Ayo pulang" sahut Luthfi.


"Tuan alangkah baik nya kita ke kediaman Nagita" sahut Dimas.


"Kenapa" tanya Luthfi.


"Lakukan saja tuan aku akan jelaskan semua nya nanti" sahut Dimas.

__ADS_1


Mereka mengendarai motor nya dengan kecepatan penuh, Rena hanya bisa memeluk Luthfi dengan sangat erat karena dia takut akan terjatuh.


Rena masih sangat takut tentang hal ini dia seperti nya merasa sangat takut pada papah mertua nya itu.


"Ya Alloh Tolong sadar kan hati Ayah kalau berbuat begini itu adalah salah" batin Rena.


sedang kan di kediaman Nagita.


Saat ini Nagita tak percaya pada ucapan Revan dia mulai mengingat hal yang terjadi malam itu setelah Revan menceritakan nya.


"Kamu pasti bohong" bantah Nagita.


"Kenapa harus berbohong" tanya Revan.


"Kamu hanya ingin aku merasa bersalah dan aku menerima pernikahan ini kan" tanya Nagita.


"Maaf aku tak ada niat seperti itu, oh ya kalau boleh ayo sekarang kita keluar aku sangat tak enak dengan papah yang sekarang pasti menunggu kita" ucap Revan.


Brugh


Nagita mendorong Revan sehingga membuat Revan terjatuh ke dinding yang cukup keras.


"Aku gak akan setuju pada pernikahan ini" geram Nagita.


"Kenapa karena aku bocah, karena aku tak kaya" tanya Revan.


"Kau bahkan lebih dari itu" geram Nagita.


"Ini terserah kamu mau seperti apa, tapi aku sudah mengucapkan ijab qobul jadi mulai detik ini aku dan kamu adalah sepasang suami isteri" sahut Revan.


"Tapi aku sangat membenci mu, aku sangat sangat membenci diri mu" geram Nagita sambil memukul mukul dada Revan dengan tangan nya.


"Kuatkan diri mu harus aku yang merasakan hal ini bukan kau" ucap Revan.


"Diam dan pergilah aku sangat tak mau bersama dengan siapa pun".


"Ikut aku setidaknya jangan buat orang orang menunggu" sahut Revan.


"Di mana Luthfi" tanya Nagita.


"Dia sedang menyelamatkan istri nya" ucap Revan.


"Omong Kosong aku sangat benci pada kalian" geram Nagita.


"Aku lebih benci lagi, ayo ke depan ada makanan yang belum aku makan" ucap Revan.


"Arghh" teriak Nagita dia sangat marah namun Nagita tak bisa melakukan apa apa sekarang karena banyak tamu undangan yang hadir di sana.


Revan hanya tersenyum melihat hal itu.


"Apa aku bisa menerima dia sebagai istri ku" batin Revan.


Mereka keluar lagi menikmati hiburan yang di putar di atas panggung.


"Andai aku bisa memutar semua" batin Revan.

__ADS_1


"Aku akan minta cerai saat acara ini selesai" batin Nagita


__ADS_2