Aku Seorang Janda Ustadz

Aku Seorang Janda Ustadz
bab 56 belanja perlengkapan


__ADS_3

Luthfi masih berdiri di ambang pintu bersembunyi di sana, dia tak menyangka kalau Mamahnya akan melakukan itu, paginya Mamahnya itu kasar tapi sekarang dia baik sekali pada Rena.


"Mamah sudah kaya bunglon, pagi warna hitam sekarang warna putih" gumam Luthfi.


Tak ada niatan bagi Luthfi untuk masuk ke dalam, dia ingin tau niat awal mamah itu datang ke rumah nya.


"Rena kapan kapan kamu mampir lah ke rumah, aku akan masakan yang jauh lebih enak dari ini" ucap Mayang.


"Ya Mah insha Alloh kalau Gus Luthfi nya tak sibuk" ucap Rena.


"Sekarang Luthfi sibuk ya" ucap Mayang.


"Ya mah" ucap Rena.


"Tadi pagi ada berita yang membawa bawa Luthfi, namun Mamah sudah ancam yang buat berita untuk segera menghapus nya dan membuat klarifikasi, tak waras sekali orang itu membuat berita sembarangan" ucap Mayang sambil menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.


"Ya mah tapi aku yakin Gus Luthfi pasti kuat menerima nya" ucap Rena.


"Ya dia pasti kuat" ucap Mayang.


Luthfi yang masih mendengar pun langsung tersenyum.


"Dia lah Istri ku" gumamnya tersenyum.


Mayang menatap pada Rena dengan tatapan sendu.


"Rena bujuk suami mu untuk memberikan sedikit hartanya untuk mamah, ya mamah tau mamah seperti mengemis tapi harta itu ada sedikit bagian mamah yang belum Mas Yasir berikan pada mamah" ucap Mayang.


"Hah tapi mah aku gak mungkin melakukan itu aku takut Gus Luthfi marah" ucap Rena.


"Rena dia tak akan marah pada mu, apa lagi dia kan sangat sayang pada mu, tapi kalau kamu di marahi tinggalkan saja dia" ucap Mayang.


"Tapi Mah aku gak mungkin meninggalkan Gus Luthfi" ucap Rena.


"Ya terserah lah yang paling penting kamu harus membujuk dia" ucap Mayang.


"Ya baiklah aku akan coba" ucap Rena.


"Harus, baiklah aku permisi sudah sore juga, ingat jangan lupa untuk membujuk Luthfi ya" ucap Mayang.


"Ya mah" ucap Rena.


Mayang langsung pergi saat diambang pintu Luthfi langsung bersembunyi di balik dinding yang ada di sana.


"Akhir nya Ular menunjukkan bisa nya" gumam Luthfi.


Mayang melajukan mobilnya meninggal kan kediaman Luthfi, Luthfi langsung masuk ke dalam dia melihat ada Rena di sana yang sedang duduk.


"Assalamualaikum Ya Babarohman" ucap Luthfi.


"Waalaikum salam" ucap Rena.


"Waalaikum salam, hanya waalaikum salam" ucap Luthfi.


Rena tersenyum dan langsung mendekat pada Luthfi.


"Waalaikum salam Ya Sayidal Ammin" ucap Rena sambil menyalami tangan Luthfi.


"Gitu dong" ucap Luthfi.


"Ngapain sih, ngelakuin juga enggak" ucap Rena.


"Latihan buat nanti" ucap Luthfi.


"Hus" ucap Rena.


Luthfi duduk di sana dia pura pura tak tau pada apa yang dia lihat barusan.


"Siapa yang datang" tanya Luthfi.


"Mamah" ucap Rena.


"Mamah kamu" tanya Luthfi.


"Mamah kamu" ucap Rena.


"Oh, ada apa dia datang" tanya Luthfi.


"Katanya sih mau melihat Gladys tapi Gladys nya gak mau bertemu" ucap Rena.


"Oh ya aku tau sih kenapa Gladys gak mau bertemu mamah" ucap Luthfi.


"Ya dia langsung lari ke atas" ucap Rena.


"Mamah bawa makanan ini" tanya Luthfi.


"Ya katanya makanan kesukaan Gladys" ucap Rena.


"Oh" ucap Luthfi mengambil sendok yang bersih di sana dan langsung menyuapkan sesendok makanan pada mulut nya.


"Asin ya" ucap Luthfi.


"Ish kamu ini" ucap Rena.


"Beneran" ucap Luthfi.


"Sudah, oh ya kamu mau mandi dulu atau mau makan dulu" tanya Rena.


"Mau kamu" ucap Luthfi.


"Ish ayo mandi dulu" ucap Rena.


"Ya sayang" ucap Luthfi.


Luthfi beranjak dia akan berjalan ke arah kamarnya namun dia ingat pada rencana nya kalau sekarang dia akan mengajak Gladys dan Rena untuk belanja perlengkapan bayi.


"Rena sekarang kita belanja" ucap Luthfi.


"Belanja apa Gus" tanya Rena.


"Belanja kebutuhan bayi untuk bayinya Gladys" ucap Luthfi.


Gladys yang mendengar pun langsung keluar dari kamar nya.


"Kak aku ikut ya aku mau belanja juga" ucap Gladys sumringah.


"Punya uang gak" tanya Luthfi.


Gladys menggeleng dia tak punya uang karena setelah dia pulang ke rumah Luthfi dia tak membawa apa apa.


"Ikut saja" ucap Luthfi.


"Wah terima kasih" ucap Gladys bahagia.

__ADS_1


Mereka bersiap untuk berangkat, hari ini menunjukkan pukul setengah lima sore, karena di kota pusat perbelanjaan masih buka walaupun sudah sore.


Luthfi yang mengendarai mobil, Luthfi merasa kalau sekarang waktu yang tepat untuk membeli peralatan bayi.


Namun sebelum membeli pakaian bayi Luthfi akan membawa Gladys untuk di periksa dahulu.


Dia ingin memastikan kalau Bayi yang ada di kandungan Gladys baik baik saja apa lagi Luthfi yakin sebelum nya Gladys belum pernah di periksa lagi.


"Kenapa kita ke dokter" tanya Rena.


"Kita mau memeriksa Gladys dulu" ucap Luthfi.


"Oh baiklah" ucap Rena.


Gladys hanya diam saja dia tak bisa berbuat apa apa lagi, jujur saja dalam hati nya ada sedikit penyesalan yang dia rasakan.


"Kenapa dulu aku mengikuti kehidupan teman teman ku" Batin Gladys.


Namun dahulu Gladys Sangat menikmati nya, bahkan Gladys juga dengan sendirinya masuk ke kehidupan hitam itu.


tetapi sekarang dia ingin berhenti dia ingin mengakhiri semua nya.


Kehidupan itu bisa menyiksanya dan mungkin Gladys sudah terjerumus lebih jauh dari itu.


Sekarang Gladys hamil tanpa Ayah yang jelas, kehidupan Gladys hancur kalau saja Mayang tau dia pasti akan menyiksa Gladys habis habisan.


Kehidupan Gladys hancur bahkan dia akan tersiksa kalau tak ada Luthfi dan Rena yang menolong nya.


Gladys cukup beruntung mempunyai Luthfi, meski pun dulunya mereka tak akur.


"Kak kalau dokter itu banyak pertanyaan Tolong kakak jawab ya" ucap Gladys pada Rena.


"Ya tak apa" ucap Rena.


"Aku paling malas kalau berhadapan dengan Dokter" ucap Gladys.


"Aku akan mengantar mu sampai ke dalam" ucap Rena.


"Ya terima kasih" ucap Gladys.


Mereka masuk ke dalam rumah sakit di kota itu, tak di sangka ternyata banyak sekali pasien di sana.


Terpaksa Rena dan Gladys harus menunggu beberapa orang untuk menunggu giliran nya di periksa.


"Lumayan lama ya" ucap Rena.


"Kita tunggu saja" ucap Luthfi.


"Baiklah kita tunggu" ucap Rena.


"Aku akan ambil kan minuman untuk kalian" ucap Luthfi yang langsung pergi dari sana.


Rena menatap pada Gladys yang seperti nya sedang melamun, Gladys seperti sedang memikirkan sesuatu, Rena membiarkan Gladys larut dalam lamunan nya.


Rena tak mau menganggu Gladys, Rena akan memberikan privasi pada Gladys.


Hingga Gladys lama melamun dia menatap pada orang orang yang berlalu lalang di sana.


Gladys melihat orang yang seperti nya dia kenal, dia langsung berdiri dan menuju pada orang itu.


Gladys berlari mengejar orang itu, dia juga tak memperdulikan teriakan Rena yang memintanya untuk tak berlari.


"Gladys jangan lari" Sahut Rena.


Gladys memegang jas seorang laki laki dari belakang.


Hingga membuat orang itu menghentikan langkahnya.


"Tuan" ucap Gladys.


Orang itu berbalik dan ternyata orang itu bukan laki laki yang Gladys cari,


"Maaf tuan aku salah orang" ucap Gladys meminta maaf.


Rena datang ke sana dia melihat kalau Gladys memohon pada orang lain.


"Nona jangan lakukan ini istri saya takutnya akan salah paham" ucap laki laki itu.


"Maaf kan saya" ucap Gladys.


"Tuan maafkan adik saya dia salah orang" ucap Rena yang ikut meminta maaf.


"Lain kali jangan lakukan lagi" ucap Orang itu yang langsung pergi.


"Ya tuan sekali lagi saya minta maaf" ucap Rena.


Rena menatap pada Gladys yang sekarang sudah meneteskan air mata nya.


"Gladys ada apa" tanya Rena.


"Kak aku melihat laki laki itu, aku melihat pak tua itu tadi" ucap Gladys.


"Pak tua? laki laki siapa" tanya Rena.


"Orang yang menghamili aku" ucap Gladys.


"Di mana? kamu barusan salah orang kan mungkin kamu salah lihat saja, Gladys ayo sekarang giliran kita" ucap Rena yang langsung membawa Gladys untuk masuk kedalam ruangan dokter.


Mereka di periksa di dalam ruangan sedang kan Luthfi menunggu di luar karena dia tau kalau Rena baru saja masuk ke dalam.


Luthfi bertemu dengan orang yang sangat dia tak suka.


"Sedang apa ngantar Rena di periksa" tanya Abimana yang tak lain adalah mantan suami nya Rena.


"Ya kenapa salah ya" tanya Luthfi.


"Hahaha ternyata kamu sangat menikmati bekas ku" ucap Abimana.


"Bekas yang mana justru aku menikahi berlian seperti Rena, tak apa gelar dia sebagai Janda namun tetap dia masih asli" ucap Luthfi.


"Oh ya apa mungkin kamu kurang teliti ya" tanya Abimana.


"Bekas mana yang aku dapat kan, Gigi Rena yang sudah mengigit dagu mu, atau tangan Rena yang sudah menyentuh mu" tanya Luthfi.


Abimana marah jika ingat kalau dahulu dia belum pernah menyentuh Rena sama sekali, sampai perceraian pun Abimana belum pernah tidur dengan Rena.


"Aku tak menyesal menikah dengan Rena" ucap Luthfi.


"Ck belagu sekali" ucap Abimana yang langsung pergi dari sana meninggal kan Luthfi yang masih menunggu.


"Sekarang aku akhirnya bisa membela mu Rena" Gumam Luthfi.


Sedangkan di dalam Rena menjawab semua pertanyaan, Dokter juga seperti nya tak terlalu suka mengobrol,

__ADS_1


"Usia kandungan nya 34 Minggu ya, delapan bulan lebih 2 Minggu, perkiraan lahir sekitar 3 mingguan lagi, sering sering lah di periksa Nona" ucap Dokter itu.


"Oh terima kasih Dok" ucap Rena.


"Untuk keluhan nya seperti nya itu biasa terjadi pada ibu hamil, sering lah jalan jalan bila perlu mengepel lantai dengan berjongkok, sering sering juga melakukan hb dengan pasangan itu bagus untuk persalinan nanti" ucap dokter itu.


Gladys terdiam dia malah ingat pada penyesalan nya itu, Rena langsung berterima kasih dan membawa Gladys keluar dari sana.


"Baiklah ayo kita pulang" ucap Rena.


"Kita akan belanja kan" ucap Luthfi.


"Baiklah ayo" ucap Rena.


Sekarang waktu menunjukkan pukul setengah enam sore, sebentar lagi Maghrib namun mereka menuju ke arah pusat perbelanjaan.


Mereka tak tau tentang pamali membawa ibu hamil saat malam hari ke luar rumah.


Sebenarnya Luthfi juga tak terlalu percaya pada mitos tak seperti Rena yang justru percaya karena hidup di kampung.


Mereka berbelanja di pusat perbelanjaan, Gladys di biarkan belajar sesuka nya oleh Luthfi itu juga Luthfi anggap untuk membahagiakan Gladys apalagi seperti nya dia sudah lama tak berbelanja.


Rena memilih perlengkapan bayi yang sangat banyak, padahal dia kurang tau jenis kelamin anak Gladys itu.


"Kita beli peralatan yang anak laki laki atau perempuan ya" tanya Rena.


"Aku yakin anaknya laki laki" ucap Luthfi.


"Bagaimana kalau perempuan" tanya Rena.


"Kamu ini semua bayi itu sama lihat bajunya juga seperti itu semua, aku yakin mau laki laki atau perempuan baju nya sama" ucap Luthfi.


"Ya kalau perempuan aku akan belikan gaun" ucap Rena.


"Baju seperti itu nanti saja sekarang yang penting nya saja" ucap Luthfi.


"Ya baiklah" ucap Rena.


Rena membungkus beberapa pakaian bayi dia tak belanja apa apa dia hanya memikirkan tentang bayi saja.


"Kak ini punya aku" ucap Gladys menuju ke arah Kasir sambil membawa beberapa pakaian.


"Itung saja" ucap Luthfi sambil menyodorkan kartu ATM nya pada Kasir.


Mereka pulang untung saja mereka sampai ke rumah pukul setengah tujuh, mereka sholat setelah itu malam malam.


Sedangkan di kediaman Mayang saat ini Mayang dan Herman tengah bertengkar hanya karena masalah sepele.


Herman hanya diam saja sedang kan Mayang terus saja bicara tak henti hentinya.


"Kamu salah mas kenapa datang ke perusahaan Luthfi" ucap Mayang.


"Aku hanya ingin melihat apa Luthfi marah saat dia melihat berita itu" ucap Herman.


"Berita itu berita itu lagi, aku tak mau mendengarnya lagi" geram Mayang.


"Karena berita itu kau yang buat kan" ucap Herman.


"Dari mana kau tau" tanya Mayang.


"CK aku tau semua nya dan kau biang masalahnya" ucap Herman.


"Diam kau" geram Mayang.


"Apa kenapa kau menyuruh wartawan itu menghapus berita itu kau juga membuat klarifikasi, kenapa apa kau menyesal" tanya Herman sambil tertawa.


"Diam kau" geram Mayang membentak.


"Kau takut Luthfi tak memberikan hartanya pada mu kan, jadi kau menghapus berita itu" ucap Herman yang membuat Mayang diam.


"Hahaha aku tau Mayang aku tau semuanya, Luthfi sudah menandatangani surat pernyataan kalau dia memberikan harta nya pada mu, tapi apa kau sendiri yang membuat Luthfi gagal memberikan nya" ucap Herman.


"Diam" geram Mayang.


"Kenapa hah kamu kalah sekarang sampai kamu membaiki Rena dan meminta nya untuk membujuk Luthfi untuk memberikan hartanya pada mu" ucap Herman.


"Hahaha Lawak" ucap Herman lagi sambil tertawa.


Mayang sangat geram dia tak bisa menahan amarahnya lagi, hingga dia mendekat pada Herman dan..


Plak


Satu tamparan mendarat di pipi Herman, saat ini Mayang sangat geram pada suami nya itu.


"Diam dan tutup mulut mu jangan terlalu ikut campur pada urusan orang lain" ucap Mayang dengan angkuh.


"Waw hebat sekali aku bahkan tak tau sikap kau yang seperti ini" ucap Herman.


"Kalau saja ku hempas kau, mungkin kau yang akan bersujud meminta aku untuk merawat mu kembali" ucap Mayang.


"Lalu" tanya Herman.


"Aku pasti kan kehidupan mu hancur setelah aku menggugat cerai" ucap Mayang.


"Silahkan lakukan saja" ucap Herman.


Mayang langsung pergi dari sana meninggal kan Herman yang ada di sana.


Mayang sangat kesal dia akan jalan jalan berharap kalau pikiran nya itu akan baik baik saja di luaran sana.


Sedangkan di Rumah Luthfi saat ini Rena sedang bingung antara akan memberi tau kan maksud kedatangan Mayang tadi atau tidak.


Namun Rena tak mungkin mengingkari ucapannya, Rena yakin kalau dia akan memberi taunya.


"Gus" ucap Rena yang langsung duduk di samping suaminya.


"Ya ada apa" tanya Luthfi.


"Tadi mamah datang katanya dia ingin kau memberikan harta nya yang dulu belum Papah berikan" ucap Rena.


"Harta yang mana, Rena jangan gampang percaya mamah sering berbohong, sampai saat ini tak ada harta mamah yang ada di aku, dulu papah menulis wasiat kalau Mamah hanya di berikan pabrik yang sedang dia kelola saja" ucap Luthfi.


"Tapi kata mamah tadi" ucap Rena.


"Jangan mudah percaya" ucap Luthfi.


"Ya maaf tapi aku tak mau kalian berantem lagi" ucap Rena.


"Sudah jangan di pikirkan ini masalah aku" ucap Luthfi.


"Ya baiklah" ucap Rena.


"Sebenarnya aku akan memberikan harta itu dengan ikhlas tapi apa boleh buat mamah sendiri yang merubah pikiran aku" batin Luthfi.

__ADS_1


__ADS_2