Aku Seorang Janda Ustadz

Aku Seorang Janda Ustadz
bab 27 mimpi


__ADS_3

Luthfi datang ke kamar Rena dia melihat Rena tidur, karena merasakan pergerakan Rena terbangun dia melihat ada Luthfi dan seorang wanita cantik di belakangnya.


Rena terbangun dari tidurnya.


"Gus ada apa" tanya Rena.


"Ning aku pikir hubungan kita hanya seperti ini saja setiap kita bersama, terasa sangat garing dan hambar sekarang terserah kamu saja aku mau menikah dengan Aisyah" ucap Luthfi.


"Apa maksud mu Gus" tanya Rena.


"Aku akan menikah dengan Aisyah setuju atau tidak aku akan tetap menikah dengannya" ucap Luthfi.


"Gak mungkin aku gak akan merestui hubungan kalian" ucap Rena.


"Terserah tapi aku mau menikah" ucap Luthfi.


Tangan Luthfi meraih tangan Aisyah mereka saling melihat satu sama lain tatapan mereka membuat tangis Rena pecah seketika.


"kamu ja hat Gus" teriak Rena sambil menangis.


Luthfi dan Aisyah pergi dari sana keluar dari kamar Rena.


"aaaaaaa kamu Ja hat Gus" teriak Rena yang langsung bangun dari tidurnya.


Nafas Rena ngos ngosan dia seperti baru saja di kejar oleh Ustadzah yang menagih hapalan Al Qur'an.


Rena menangis mengingat hal itu karena dia sedih mimpinya serasa sangat nyata sekali.


Luthfi langsung datang ke sana saat mendengar Rena berteriak.


Di dapatinya Rena yang sedang menangis sesenggukan.


"Ada apa Ning" tanya Luthfi yang langsung mendekat pada Rena.


"Gus" ucap Rena yang langsung memeluk suaminya itu dengan sangat erat.


Rena menumpahkan tangisannya di dada bidang Luthfi yang hanya di balut dengan kaos hitam polos saja.


"Ada apa ayo Cerita" tanya Luthfi.


"Aku mimpi" ucap Rena yang langsung berhenti menangis dia tak akan menceritakannya pada Luthfi karena dia malu kalau Luthfi tau Rena menangisi mimpi yang kon yol itu.


"Ada apa ayo Cerita" ucap Luthfi.


"Tak ada aku hanya mimpi buruk saja" ucap Rena.


"Baiklah kamu tenang ya ada Aku" ucap Luthfi.


"Ya" ucap Rena.


Rena tak juga melepaskan pelukannya dia sangat tak mau kehilangan Luthfi, apa lagi rasanya nyaman saja kalau ada di dekat Luthfi.


"Bisa aku bekerja lagi" tanya Luthfi.


Baru saat mendengar hal itu Rena langsung melepaskan pelukannya, Luthfi memegang tangan Rena.


"Tadinya aku mau bilang kalau aku dan Aisyah itu saudara jadi kamu jangan salah paham, dulu saat aku kecil aku minta asi pada ibunya Aisyah istri dari adiknya papah, jadi aku menganggap dia sebagai adik aku sendiri tak heran kalau kami sangat dekat karena kami di besarkan bersama, aku mohon kamu jangan salah paham ya" ucap Luthfi.


"Kenapa aku harus salah paham" tanya Rena.


"Aku pikir kamu salah paham karena aku dan Aisyah dekat" ucap Luthfi.


"Hah gak mungkin aku gak cemburu kok" ucap Rena.


"Baguslah kalau begitu" ucap Luthfi yang akan pergi dari sana.


"Gus bisa aku ikut" tanya Rena.


"Ayo" ucap Luthfi.


mereka masuk ke dalam ruangan kerja Luthfi, semenjak datang bulan Rena sangat malas untuk bergerak kemauannya hanya diam dan diam saja.


"Kamu suka drama Korea" tanya Luthfi.


"Suka" ucap Rena.


"Mau gak nonton bareng aku di laptop" tanya Luthfi.


"Boleh" ucap Rena.


Luthfi menyiapkan laptopnya dia akan nonton lewat laptop, Luthfi menyerahkan pada Rena tentang judul yang akan dia tonton.


"Kamu gak akan kerja" tanya Rena.


"Itu bisa nanti" ucap Luthfi.


"Oh baiklah" ucap Rena.


Mereka menonton Drama itu dari awal sebenarnya Luthfi tak terlalu suka nonton tapi dia pura pura antusias karena Rena juga sangat semangat melihatnya.


"Kenapa mereka saling bertengkar" tanya Luthfi saat melihat pemeran utamanya berkelahi.


"Karena dia jatuh cinta pada wanita yang cantik tadi" ucap Rena.


"oh" ucap Luthfi.


Hingga selang lama mereka menyaksikan Drama itu namun ada sesuatu yang sangat terkejut bagi Rena, pemeran utamanya melakukan cium an dengan wanitanya.


Luthfi langsung melihat pada Rena yang sekarang memejamkan matanya, hal yang paling Luthfi tak suka adalah melihat hal itu, sebagai laki laki dia juga ingin melakukannya tapi sayang dia terlalu takut dan malu.


"bagus" ucap Luthfi.


"Ish kamu tonton ya" ucap Rena yang masih memejamkan matanya.


"Ya" ucap Luthfi berbohong.


"Kamu ini" ucap Rena.


"Tak apa lah itung itung untuk latihan" ucap Luthfi.


Rena menatap pada Luthfi yang tengah melihatnya.


"Kamu ini me sum ya" ucap Rena.

__ADS_1


"Ning aku laki laki dan aku masih normal" ucap Luthfi.


"Sudahlah" ucap Rena.


"Mau melakukannya" tanya Luthfi.


"Ish kamu ini tak sopan" ucap Rena.


"Baiklah aku tak akan minta" ucap Luthfi tersenyum.


Rena ingat pada mimpi itu dia tak ikhlas jika Luthfi menikah lagi.


Lagi pula Rena juga takut berdosa karena menolak ajakan dari Luthfi.


"Gus" ucap Rena memegang tangan Luthfi yang saat ini akan mengambil berkasnya.


Tanpa Luthfi sadari Rena langsung menci um bibirnya hal itu membuat Luthfi sangat terkejut sekaligus senang karena mendapatkan ciu man pertamanya.


Luthfi menelan ludahnya kasar dia tak menyangka kalau dia telah melakukannya.


Sedangkan Rena dia baru sadar kalau dia baru saja menciu m Luthfi.


Lancang sekali kamu Ning, Batin Rena.


Jangan di tanya Jantung mereka bagaimana sekarang, Jantung mereka hampir saja copot karena saking malunya mereka.


"Aku akan mengambil minum" ucap Rena yang langsung pergi dari sana.


Rena memegang detak jantungnya yang tak aman itu, dia menyesali perbuatannya bahkan pipinya memerah karena merasa sangat malu pada Luthfi.


Namun di ruangannya Luthfi merasa sangat bahagia karena dia baru saja mendapatkan ciuma n pertamanya.


Namun hatinya berpikir apa itu ciu man pertama bagi Rena atau yang kedua kalinya karena mengingat Rena seorang Janda.


"Astagfirullah kenapa aku begini, aku sudah berjanji akan menerima Rena ada apanya, aku gak perduli pada masa lalunya yang aku pikirkan sekarang adalah masa depannya" gumam Rena.


Luthfi memegang bibirnya merasa seperti sengatan listrik yang menyetrum Luthfi.


"hahah aku sangat sayang pada mu Ning" ucap Luthfi yang tak henti hentinya bahagia karena mendapatkan ciu man pertamanya.


Rena mengambilkan minuman untuk Luthfi dia sangat malu karena melakukan hal itu.


"Aku harap Gus Luthfi paham kalau aku sedang datang bulan" gumam Rena.


Rena sekarang ada di ruang tamu dia tengah membawa minuman untuk Luthfi tapi sayang ada Mayang di sana yang tengah masuk ke dalam rumahnya.


"Mamah" ucap Rena yang langsung membukakan pintunya, Rena menyodorkan tangannya untuk menyalami tangan Mamah mertuanya itu.


Namun sayang sekali tangan Rena di tepis oleh Mayang hal itu membuat Rena paham kalau mertuanya itu tak mau bersentuhan dengannya.


"Ayo masuk Mah" ucap Rena.


"Dimana Luthfi" tanya Mayang yang langsung duduk di sofa ruang tamu itu.


"Biar aku yang panggilkan" ucap Rena.


"Tunggu" ucap Mayang yang langsung menghentikan langkah Rena.


"Aku tak setuju pada pernikahan kalian, aku juga tak mungkin membuat kalian terpisah, aku hanya mau Luthfi menikah lagi dengan Nagita, kamu akan tetap menjadi istri pertamanya" ucap Mayang.


Rena cukup sakit hati mendengarnya dia tak habis pikir pada pemikiran Mertuanya itu.


"Astaghfirullah kuatkan hati ku ini Ya Alloh" batin Rena.


Rena tak tau harus melakukan apa karena mau bicara pun dia sangat susah lidahnya sangat kelu untuk bicara.


"Aku akan panggil Gus Luthfi" ucap Rena yang langsung pergi dari sana.


Rena langsung pergi dari sana menuju ke arah ruangan Luthfi.


"Gus ada mamah di bawah" ucap Rena yang hanya bisa diam saja di sana sambil menahan tangisnya.


"Ada apa Mamah datang" tanya Luthfi biasa saja.


"Aku gak tau" ucap Rena berbohong.


"Baiklah aku akan turun" ucap Luthfi yang langsung pergi dari sana sambil menuntun Rena untuk turun ke lantai bawah.


"Ada apa" tanya Luthfi yang menyadari sikap Rena yang berubah.


"Tidak aku baik baik saja" ucap Rena tersenyum dengan terpaksa.


Luthfi menemui Mamahnya itu yang saat ini tengah duduk di sofa ruang tamu.


"Selamat siang ada apa" tanya Luthfi dengan wajah serius.


"Aku mau menjodohkan kamu dengan Nagita" ucap Mayang.


"Aku gak mau" ucap Luthfi membantah ucapan orang tuanya itu.


Mayang tersenyum melihat hal itu dia tak bisa melawan putranya yang sangat keras kepala itu.


"Terserah tapi aku sudah siapkan tanggal pernikahannya" ucap Mayang.


"Tapi aku gak mau, apa telinga mu Tuli Nyonya" ucap Luthfi.


"Luthfi aku hanya mau kau menikah dengan orang yang sederajat dengan mu" ucap Mayang.


"Tapi aku tak mau kalau kau mau kenapa tak jodohkan saja Nagita pada Suamimu yang tak berguna itu" ucap Luthfi.


"Jaga bicaramu Luthfi dia tetap Ayahmu" ucap Mayang.


"Papah aku cuman satu jadi aku tak berhak menganggap dia sebagai pengganti papah" ucap Luthfi.


"Terserah aku akan suruh Nagita datang ke sini semoga saja saat kau tau dia kamu akan menerimanya" ucap Mayang.


"Pintu keluarnya ada di sana" ucap Luthfi menunjuk pada pintu utama.


Mayang langsung bangkit dari sana dan pergi dari rumah putranya itu.


"Aku yakin kalau Luthfi melihat Nagita dia pasti akan menerimanya" gumam Mayang.


Luthfi menatap pada Rena yang hanya berdiri di sana tanpa mau duduk bersama dengannya.

__ADS_1


"Lain kali jangan biarkan Mamah untuk masuk" ucap Luthfi.


"Tapi Gus kau keterlaluan pada mamah" ucap Rena.


"Ning aku malas bertemu Mamah aku tau kalau aku terkesan durhaka tapi Ning aku benci pada Mamah" ucap Luthfi.


"Jangan seperti itu kalau Mamah kamu tak melahirkan kamu maka kamu tak akan ada di sini" ucap Rena.


"Aku tau kalau surga ada di telapak kaki Ibu tapi Ning Ibu yang seperti apa yang harus aku hormati" ucap Luthfi.


"Ya kau benar Gus, mungkin aku juga seperti itu pada Mamah Sofi" ucap Rena.


"Kita sama sama Ning" ucap Luthfi.


"Ya setidaknya kita bisa merasakan kasih sayang satu sama lain" ucap Rena.


"Bisa aku memeluk mu" tanya Luthfi.


Rena langsung berdiri di hadapan Luthfi yang masih duduk di atas kursi.


Luthfi menarik Rena sehingga membuat Rena naik ke atas pangkuannya.


Luthfi memeluk Rena dengan sangat erat bahkan dia seolah tak mau melepaskan Rena dari kehidupannya.


"Aku sayang pada mu Ning, aku harap kau tak meninggalkan aku" ucap Luthfi.


"Tidak akan aku janji" ucap Rena.


"Aku pun berjanji tak akan meninggalkan mu" ucap Luthfi.


Setelah cukup lama Luthfi menatap pada Rena yang masih ada dalam pangkuannya.


"Mau gak jalan jalan" tanya Luthfi melihat pada Rena yang seolah sangat nyaman di atas pangkuannya.


"Boleh, tapi apa kamu gak sibuk" tanya Rena.


"Tidak" ucap Luthfi.


"Baiklah" ucap Rena yang langsung turun dari pangkuan Luthfi.


Luthfi tersenyum pada Rena yang sangat membuatnya tak waras itu.


"Terima kasih Ya Alloh kau sudah mengirim kan wanita yang baik untuk ku" gumam Luthfi.


Mereka segera bersiap hingga selesai mereka barengan turun dari kamarnya.


"Besok aku akan ke kantor kamu bisa kan di rumah sendiri, lagi pula ada Bi Cici juga" ucap Luthfi.


"Ya Gus" ucap Rena.


Mereka menuju ke arah taman kota yang cukup dekat dengan rumahnya.


"Mau makan sesuatu" tanya Luthfi.


"Nanti saja" ucap Rena.


Rena melihat ada bakso yang pedas itu adalah makanan kesukaannya.


Matanya menatap ingin tapi sayang dia malu untuk mengatakannya pada Luthfi.


Tapi Luthfi tipikal laki laki yang peka dia sangat tau kalau Rena sangat mau dengan bakso itu.


"Aku akan belikan ya" ucap Luthfi.


"Tapi Gus tak apa tak usah" ucap Rena malu pada suaminya itu.


"Tak apa kamu tunggu ya di sini jangan ke mana mana" ucap Luthfi.


"Ya baiklah" ucap Rena.


Rena menunggu di sana dia menunggu suaminya itu kembali.


Namun ada hal yang membuat Rena terkejut dia melihat ada mantan suaminya yang datang ke sana.


"Selamat sore Rena" ucap Abimana.


Rena menatap sinis pada Abimana yang ada di sana.


"Mau apa" tanya Rena ketus.


"Kebetulan aku melihat mu ada di sini, oh ya kata kak Zia kau menikah dengan pria dari kota" ucap Abimana.


"Bukan urusan mu" ucap Rena ketus.


"Selamat atas pernikahan mu tapi sayang sekali ya suamimu dapat bekas ku" ucap Abimana.


"sepertinya kamu sudah hilang akal ya Kak, kapan kita melakukan hal yang kamu bicarakan itu" ucap Rena.


"Jangan membantah Rena, hanya aku dan kamu yang tau" ucap Abimana


"Terserah" ucap Rena.


"Ikutlah denganku maka aku akan ajarkan kau caranya untuk tak pernah bisa melupakan ku" ucap Abimana.


"Sayang sekali aku sibuk" ucap Rena yang akan pergi dari sana.


Namun Abimana hendak menyentuhnya untung saja Rena dengan cepat menepisnya.


"Pergilah aku tak melihat mu lagi" ucap Rena.


"Sayang sekali aku datang untuk membawa mu" ucap Abimana.


"Sejak kapan kau jadi se breng se k ini Kak pergilah atau aku akan adukan sikap mu ini pada orang tuanya kak" ucap Rena.


"Silahkan Mamah dan papah kebetulan ada di luar negeri" ucap Abimana.


"Aku tak mau menemui kamu lagi" ucap Rena.


"Oh ya" ucap Abimana.


Abimana menarik tangan Rena dia hendak membawa Rena dari sana tak perduli kalau saat ini Rena sudah memberontak karena tak mau di pegang olehnya.


"Lepaskan aku" geram Rena.

__ADS_1


__ADS_2