
Setelah selesai Luthfi mengajak mamahnya untuk bicara di ruang tamu.
"Ada apa" tanya Luthfi.
"Luthfi tolong bantu mamah saat ini Mamah di tipu sama di Herman" ucap Mayang.
"Lalu apa hubungannya dengan ku" tanya Luthfi.
"Bantu aku mencari Si Herman itu" geram Mayang.
"Mah maaf tapi aku gak bisa bantu aku gak mau ikut campur pada kehidupan orang lain" ucap Luthfi sambil menatap serius pada mamahnya.
"Ayolah Luthfi kamu jangan seperti itu mamah butuh bantuan kamu bagaimana kalau mamah miskin" tanya Mayang.
Luthfi mengambil hp nya yang selalu dia bawa di saku celananya.
Luthfi mengutak atik hpnya yang ada di tangannya.
"Aku sudah transfer uang pada rekening mamah, sekarang terserah mamah mau apa" ucap Luthfi.
"Kerugian mamah sangat banyak Luthfi" ucap Mayang.
"lalu" tanya Luthfi menatap heran pada mamahnya itu.
"Uang segini saja mana mungkin cukup" ucap Mayang menyepelekan uang yang Luthfi berikan padanya Padahal uang yang diberikan cukup banyak.
"Aku harus apa" tanya Luthfi.
"Setidaknya kau beri mamah cabang dari perusahaan mu supaya mamah bisa mengembalikan uang kerugian ini" ucap Mayang.
"Mah apa Ayah mengambil pabrik itu karena permintaan aku? tidak kan? lalu kenapa harus minta tanggung jawab pada ku" tanya Luthfi.
"Setidaknya bantu mamah membalasnya ini pada Herman" ucap Mayang.
"Maaf aku gak bisa" ucap Luthfi.
"Aku sudah tau kalau ini jawaban dari mu" ucap Mayang.
Mayang langsung pergi dari sana Luthfi hanya bisa menggeleng geleng kan kepalanya karena dia tak habis pikir pada ucapan mamahnya itu.
"Astaghfirullah" gumam Luthfi.
Luthfi melihat pesan yang tadi belum sempat dia baca.
{Assalamualaikum Gus aku Yasya, rencana nya aku mau menikah, bisa kah kamu datang bersama dengan Ning Rena ke alamat ini, maaf aku memberi tau secara mendadak aku juga sebenarnya belum ada persiapan tapi aku harap kalian datang, karena dari pesantren hanya ada beberapa saja yang akan datang abah dan Umi tak bisa datang, semoga kalian ada waktu untuk datang Wassalam} pesan dari Yasya teman nya di pesantren.
"Gus Yasya menikah" tanya Luthfi.
"Siapa" tanya Rena.
"Gus Yasya menikah seperti nya menikah nya di kota karena dari alamat yang dikirim ini sekitar 5 kilometer perjalanan dari sini" ucap Luthfi.
"Mau datang" tanya Rena.
"Ayo datang saja" ucap Luthfi.
"Jam berapa" tanya Rena.
"Entah" jawab Luthfi yang tak tau karena Yasya tak mencantumkan jam berapa acara nya.
"Biar aku tanyakan" ucap Luthfi.
{Waalaikum salam Gus, oh ya kira kira pukul berapa aku harus datang} pesan dari Luthfi.
{Acara pernikahan nya sore} jawab Yasya.
"Kita akan datang sore" ucap Luthfi.
"Baiklah" ucap Rena.
"Faiz kita titip saja pada Bi Cici bagaimana" tanya Luthfi.
"Boleh" ucap Rena.
Luthfi bukan tak mau membawa Faiz hanya saja membawa bayi pada acara itu takutnya akan membuat bayi itu tak nyaman karena bertemu dengan banyak orang.
Namun tiba tiba saja Luthfi ingat pada sesuatu.
__ADS_1
"Rena kan jarang ke undangan apa dia punya baju bagus, bajunya bagus bagus tapi kan aku mau di acara ini Rena sangat cantik" batin Luthfi.
Rena menatap pada suaminya yang sekarang tengah kebingungan karena memikirkan hal itu.
"Gus ada apa" tanya Rena.
"Bisa tolong bantu aku membelikan hadiah" tanya Luthfi.
"Baiklah kapan" tanya Rena.
"Sekarang" ucap Luthfi.
"Baiklah ayo, ajak Faiz juga ya" ucap Rena.
"Ya baiklah ayo" ucap Luthfi.
Mereka berangkat Luthfi menuju ke arah sebuah butik yang cukup ramai sekali.
"Kita mau beli apa" tanya Rena yang menyadari kalau yang mereka datangi itu adalah butik.
"Beli baju"
cap Luthfi.
Ren"Untuk siapa" tanya Rena.
"Untuk aku" ucap Luthfi.
"Oh baiklah ayo" ucap RRena.
Mereka masuk ke dalam, dengan enteng nya Luthfi langsung memilih pakaian perempuan dia bahkan tidak akan tau bagaimana kesukaan Rena.
"Gus ini baju wanita" ucap Rena.
"Ya aku mau beli yang untuk wanita juga" ucap Luthfi.
"Untuk siapa" tanya Rena.
"untuk kamu" ucap Luthfi dengan enteng nya dia mengucapkan hal itu.
"Tapi untuk apa aku kan punya baju di rumah" ucap Rena.
"Ya baiklah terima kasih Sudah membelikan aku baju" ucap Rena.
Di bab sebelumnya ada kata kata berprasangka buruk, sekarang kita bahas di sini ya.
Berprasangka buruk itu adalah sifat tercela dan tidak disukai Allah
Dalam sejumlah riwayat, Rasulullah mengingatkan bahaya nya berburuk sangka. Beliau bersabda:
yang artinya: “Berhati-hatilah kalian dari tindakan berprasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dusta ucapan. Janganlah kalian saling mencari berita kejelekan orang lain, saling memata-matai, saling mendengki, saling membelakangi, dan saling membenci. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR Bukhari No 6064, Muslim No 2563.
Hadist tersebut jelas memerintahkan kita untuk berhati-hati dari tindakan berprasangka buruk. Maka sudah semestinya kita menjauhi tindakan prasangka buruk.
Bahkan dalam Alquran berprasangka buruk pada orang lain itu adalah dosa, seperti dalam surat Al Hujurat ayat 12:
Yang Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain.”
Ada juga bahaya berprasangka buruk antara lain, pertama kita akan merasa pusing sendiri. Kedua, curiga terus menerus dengan orang lain. Ketiga, susah mendapat teman. Keempat, susah mempercayai orang lain.
ciri-ciri buruk sangka, yaitu pertama orang yang tidak secara langsung mengetahui atau melihat sebuah fakta dan biasanya orang ini hanya mengetahui dari kabar yang ia dengar semata dan tidak didasari atas kebenaran.
Kedua, sebelum menyatakan pikiran, anggapan atau pendapat, orang yang berburuk sangka telah memiliki anggapan yang buruk. Jadi anggapan buruk akan melahirkan prasangka buruk, sebaliknya yang baik akan melahirkan prasangka yang baik.
Ketiga, tidak sesuai dengan kenyataan, ini menjadi ciri lain yang penting apakah sebuah sikap, ucapan, atau perkataan itu merupakan buruk sangka atau bukan.
Sekiranya tidak sesuai kenyataan, maka dia telah berburuk sangka. Buruk sangka yang demikian itu disebut tuhmah atau tuduhan, sehingga jelas seseorang itu menuduh orang lain atas apa yang tidak diperbuat oleh orang lain sebagai perbuatannya, maka tuduhan ini menjadi fitnah.
Keempat, ketika seseorang memiliki pengalaman buruk tentang orang lain, kemudian dia akan memiliki anggapan yang buruk atas orang lain tersebut berdasarkan pengalamannya.
Hal tersebut termasuk kedalam ciri berburuk sangka, sebab penilaian kita terhadap orang lain hanya berdasarkan pengalaman pribadi kita sendiri sedangkan pengalaman pribadi tidak sepenuhnya bisa jadi bahan penilaian yang tepat.
Penting nya untuk tidak berburuk sangka ya...
Semoga kita dijauhkan dari sifat berburuk sangka ya, Amin..
Lanjut lagi....
__ADS_1
Luthfi memilihkan beberapa gamis untuk Rena pakai, Luthfi juga yang mencari kan kerudung yang akan Rena pakai nantinya.
"Kamu coba lah dulu aku akan jaga Faiz" ucap Luthfi.
"Nona mari ikut saya" ucap pegawai di sana menunjukan pada Rena tempat berganti pakaian.
Rena memakai gamis hitam dengan beberapa desain yang menarik di beberapa baju itu.
Rena melihat pantulan diri nya di cermin ternyata gamis hitam bagus untuk nya.
Rena juga mencoba gamis dengan warna pink hanya saja seperti nya Rena terlihat gendut memakai baju itu apa lagi selama ini Rena tak punya gamis yang warna nya cerah seperti itu.
Rena keluar dia mendekat pada Luthfi yang ada di sana.
"Gus aku ambil yang ini saja" ucap Rena.
"Kenapa" tanya Luthfi.
"Warna hitam bagus untuk ku" ucap Rena.
"Tapi semua gamis itu pas kan" tanya Luthfi.
"Pas semua nya longgar" jawab Rena.
"Mbak saya ambil semuanya" sahut Luthfi menunjuk pada semua gamis yang Rena bawa.
"Tapi Gus apa ini tidak terlalu banyak" tanya Rena.
"Kenapa terlalu banyak anggap saja itu buat salin kamu nanti" ucap Luthfi.
"Tapi kan" ucap Rena.
"Sudah ini ambil kartu ini dan bayar aku akan tunggu disini kasihan Faiz tidur" ucap Luthfi.
"Ya baiklah" ucap Rena.
Luthfi juga membelikan beberapa baju untuk Faiz dia tak memilihnya dia langsung mengiyakan saat pegawai toko itu bilang bagus Luthfi langsung mengiyakan dan membelinya.
Luthfi merasa kan sesuatu yang hangat pada tangan nya.
"Astaghfirullah Faiz kamu ngompol" gumam Luthfi melihat pada bajunya yang basah bukan itu saja bahkan Sofa yang Luthfi duduki pun basah karena air kencing dari bayi kecil itu.
Luthfi heran padahal Faiz sudah memakai pempers tapi tetap saja dia bisa bocor.
"Di mana pemilik toko ini" tanya Luthfi pada seorang pegawai yang baru saja datang ke sana.
"Apa ada masalah pak" tanya pegawai itu panik dia takut kalau Luthfi mengadukan sesuatu pada bosnya.
"Tolong panggilkan dia sekarang juga" ucap Luthfi.
"Baik tuan" ucap Pegawai itu yang langsung memanggil yang punya toko.
pegawai itu sangat ketakutan apa lagi marak sekali sekarang seorang pembeli mengadukan karena tak di sapa dengan baik oleh karyawan di sebuah toko atau restoran.
"Apa ada masalah pak" tanya pemilik toko itu.
"Nona syukur lah anda datang" ucap Luthfi.
"Pak apa karyawan saya tak melayani anda dengan benar kalau ya tolong maafkan pak" ucap ibu pemilik toko itu.
"Bukan Bu tapi saya mau mengadukan ini, anak saya pipis di atas sofa ibu, maafkan saya Bu saya tidak tau tapi saya sudah memasang kan pempers pada bayi saya tapi bayi saya pipis sembarangan maafkan saya Bu kalau ibu mau minta ganti rugi maka saya siap akan mengganti rugi" ucap Luthfi panjang lebar merasa bersalah.
"Astaga pak saya pikir apa" ucapnya bernafas lega apa lagi pegawai yang barusan dia sangat lega sekali.
"Maafkan saya" ucap Luthfi.
"Tidak apa pak biar pegawai kami yang cucikan saya kira ada apa, bapak jangan khawatir saya yang akan menyuruh mencucinya, hanya pipis anak kan" ucap pemilik toko itu.
"Maaf sekali bu" ucap Luthfi.
"Tak apa pak jangan di khawatir kan" ucap ibu itu.
"Baiklah Bu terima kasih" ucap Luthfi.
Luthfi langsung menuju ke arah kasir yang sekarang ada Rena di sana.
"Mbak baju yang tadi saya mau satukan sama yang ini ya" titah Luthfi.
__ADS_1
"Baik pak" ucapnya.