
"Apa" tanya Revan.
"Aku yakin kau belum meminta restu pada Bi Cici" ucap Luthfi.
"Ya belum" ucap Revan.
"Baiklah sekarang minta restu padanya, aku tau orang tua mu tak ada jadi apa salahnya jika meminta restu pada bibi mu, dia juga sangat sayang pada mu" ucap Luthfi.
"Ya baiklah" ucap Revan.
Revan masuk ke dalam kamar nya dia akan membawa Nagita untuk meminta Restu pada Bi Cici yang menjadi keluarga satu satunya bagi Revan.
"Ikut aku ke rumah tuan" ucap Revan.
"Bocah kenapa aku harus mengikuti kemauan mu, hah apa kau bosan hidup tak paham lagi aku" geram Nagita.
"Ikut saja kita akan meminta restu pada Bi Cici" ucap Revan.
"Meminta restu pada pembantu, yang benar saja" ucap Nagita.
"Dia sudah aku anggap sebagai ibu ku jadi kau tak boleh membantah aku suami mu" tegas Revan.
"Aku tau tapi sebentar lagi aku mau minta cerai" ucap Nagita.
"Terserah tapi aku gak perduli yang paling penting sekarang aku berangkat ke sana" ucap Revan.
"Ck kau pemaksa sekarang sudah malam" geram Nagita.
"Ayolah aku akan baik kalau kau baik dan aku akan kasar kalau kau juga kasar, ayo lah anggap saja pernikahan ini sebagai pertanggung jawaban dari ku karena sudah melakukan hal itu pada mu" ucap Revan.
"Kau sangat ja hat" ucap Nagita.
"Sudahlah ayo berangkat" ucap Revan.
"Aku gak mau" ucap Nagita.
Revan menggeleng kan kepala nya.
Dia langsung mengambil kapas dan toner untuk membersihkan wajah Nagita yang sekarang di tutupi oleh Make up.
Revan dengan teliti dan perlahan membersihkan wajah Nagita, Revan sekarang akan bersikap sabar pada Nagita dia akan berusaha menjadi suami yang baik untuk Nagita.
Nagita sempat menolak tapi dia hanya menatap pada Revan yang dengan teliti membersihkan wajah nya.
"Lumayan" batin Nagita.
"Aku sudah membersihkan nya, apa aku juga yang harus menggantikan Kamu pakaian" tanya Revan.
Revan langsung membuka kan resleting gaun yang Nagita pakai sekarang.
Namun dengan cepat Nagita mendorong Revan sehingga membuat Revan menjauh dari Nagita.
"Aku bisa melakukan nya sendiri" geram Nagita.
"Baiklah aku akan tunggu" ucap Revan.
"Apa kau akan memakai pakaian itu" tanya Nagita.
"Ya aku akan mengambil pakaian di rumah tuan" ucap Revan.
"Kau akan tinggal di sini" tanya Nagita.
"Tentu saja aku suami mu" ucap Revan.
"Tak ada, ini rumah ku" geram Nagita.
"Baiklah tapi jangan salah kan aku kalau papah mu tau" ucap Revan.
"Ck menyebalkan" geram Nagita.
__ADS_1
Nagita mengganti pakaian nya di dalam kamar mandi dia langsung keluar dan melihat ke arah Revan yang masih ada di sana.
Nagita mengambil kan baju yang ada lemari nya.
"Ada baju baru untuk laki laki, kemarin aku beli untuk Luthfi tapi aku yakin kalau kau juga akan muat memakai baju ini" ucap Nagita.
"Terima kasih" ucap Revan yang langsung membuka kemeja putih yang dia pakai di hadapan Nagita.
Nagita kagum pada badan Revan, walau pun Revan masih berusia dua puluh tahun, tapi badannya besar terlihat seperti laki laki de wa sa pada umumnya.
"Astaga roti sobek nya" gumam Nagita terkagum kagum pada badan Revan.
"Jangan di melihat aku malu" ucap Revan.
"Malu" ketus Nagita.
Mereka berangkat dengan naik mobil milik Nagita, Revan yang membawa mobil nya karena dia tak mau merepotkan istrinya itu.
"Jangan bertingkah jika bertemu dengan bibi" ucap Revan.
"Ya bawel" ucap Nagita.
Saat ini Rena menatap pada hasil tespeck yang tadi sore di berikan oleh pembantu.
Rena merasa sangat deg deg an apa lagi ini pertama kali nya dia menggunakan tes kehamilan.
Rena membiarkan benda pipih itu beberapa jam di dalam gelas yang berisi air urine nya.
"Astaghfirullah aku sangat takut" gumam Rena.
Rena mengambil tes kehamilan itu, Rena harus melihat bagaimana hasil nya apa lagi dia sekarang merasa sangat mual dan pusing.
"Apa bagus jika mengecek ini di malam hari" tanya Rena.
"Bisa saja tapi katanya lebih bagus di pagi hari pas Nona bangun tidur" jawab Bibi.
"Kalau gagal aku membeli dua" ucap Bibi.
"Wah terima kasih" ucap Rena senang.
"Ayo segera lihat" ucap Bibi.
Rena masuk ke kamar mandi dia melihat hasil tes kehamilan itu, ternyata hasilnya sangat membuat Rena terkejut.
"Astaghfirullah" gumam Rena.
"Bagaimana Non" tanya Bibi pembantu.
"Bi" ucap Rena memperlihatkan hasil tes kehamilan itu.
"Alhamdulillah akhirnya Nyonya akan punya cucu" ucap Pembantu itu.
"Alhamdulillah ya Alloh" gumam Rena.
"Aku akan beri tau Nyonya" ucap Pembantu antusias.
"Tunggu bi jangan di beri tau, kalau sudah saatnya aku akan beri tau pada Mamah" ucap Rena.
"Oh baiklah" ucap Pembantu.
"Tolong Rahasia kan ya" pinta Rena.
"Siap Non" ucap Pembantu.
Sedangkan di rumah Luthfi saat ini Luthfi sedang mengasuh Faiz dia sangat rindu pada Rena apa lagi Rena sekarang ada di rumah Mamahnya.
"Faiz Umi kamu lagi main di rumah Nenek" ucap Luthfi menatap pada Bayi yang lucu itu.
Usia Faiz mungkin sudah satu bulan kurang beberapa hari.
__ADS_1
Luthfi tak menyangka kalau dia sudah punya anak walaupun bukan anak kandung nya.
"Andai aku punya anak" gumam Luthfi berharap.
Drrtt Drtt
Luthfi melihat hpnya yang berbunyi.
"Kau rindu pada ku kan" gumam Luthfi.
📞📞
"Sayang" ucap Luthfi.
"Aku punya kabar baik" ucap Rena.
"Apa" tanya Luthfi.
Tapi saat Luthfi melihat ternyata ada Bi Cici yang tengah berdiri di sana.
"Ada apa" tanya Luthfi.
"Tuan ada Nagita dan Revan datang" ucap Bi Cici.
"Oh aku akan segera turun Bi aku sedang bicara dengan Rena aku sangat rindu padanya" ucap Luthfi.
"Oh baiklah" ucap bi Cici tersenyum padahal dalam hati nya Bi Cici sedang tak baik baik saja apa lagi saat dia melihat kalau Revan dan Nagita datang bersama.
Luthfi menempel kan hpnya lagi pada Teling nya.
"Sayang ada kabar apa" tanya Luthfi.
"Aku hamil" ucap Rena.
"Apa" tanya Luthfi tak percaya.
"Ya beneran aku hamil, ya Alloh Gus aku sangat tak percaya akhirnya Alloh mengabulkan doa kamu" ucap Rena terharu sampai meneteskan air mata nya.
"Alhamdulillah ya Alloh, Ashyadu ala Ilaha ilallah wa asyha dhu ana Muhammadar Rasulullah" gumam Luthfi tak percaya.
"Aku masih tak menyangka" ucap Rena.
"Sayang aku sangat bahagia, oh ya Faiz juga pasti sangat bahagia karena punya adik" ucap Luthfi.
"Apa Faiz ada" tanya Rena.
"Ada mau bicara" tanya Luthfi.
"Boleh" ucap Rena.
Luthfi mendekat kan hpnya pada Faiz yang saat ini sedang bermain sendirian.
"Faiz ini Umi nak" ucap Rena.
Faiz tersenyum bayi itu seakan paham kalau saat ini dia sedang bicara dengan uminya.
"Sayang" ucap Rena lagi.
"Umi maaf ya aku putuskan telpon nya, sekarang ada Revan dan Nagita datang" ucap Luthfi.
"Oh baiklah" ucap Rena.
"Maaf ya sayang aku janji besok aku akan datang" ucap Luthfi.
"Ya aku tunggu" ucap Rena.
📞📞
Sambungan telepon nya terputus, Rena dan Luthfi sangat ingin menelpon dan mengobrol banyak namun keadaan nya tak memungkinkan bagi mereka untuk bicara.
__ADS_1