
Di sebuah rumah sakit...
Adiba menatap pada ruangan UGD yang di dalamnya ada Arsala yang tengah di operasi, ada Yadna dan juga Kathir di sana bahkan orang tuanya juga akan segera datang ke sana.
Adiba sangat cemas memikirkan kalau Arsala akan mengalami hal seburuk itu.
"Bagaimana ini, ya Alloh tolong selamatkan kak Arsa" batin Adiba.
Yadna masih di landa kesedihan bahkan dia takut kalau orang tuanya akan tau video yang telah viral itu, apa lagi berita juga sudah meramaikan video itu.
Ketika mendengar orang tuanya akan datang, ada rasa cemas di dalam hati Yadna yang sejak tadi tergambar jelas di wajahnya.
"Kamu tidak kenapa kenapa" tanya Kathir.
"Tidak" ucap Yadna.
"Aku akan segera buat Video tentang klarifikasi nantinya" ucap Kathir.
"Apa itu akan cukup" tanya Yadna.
"Mungkin saja" ucap Kathir.
"Aku tidak yakin" ucap Yadna.
Rena, Luthfi, serta Waffi datang ke sana setelah mendapat kabar mereka langsung datang ke sana karena ingin secepatnya melihat Arsala yang katanya di temukan di jurang oleh Adiba.
Dan syukurnya anak buah Kathir langsung sigap membantu hingga Arsala bisa langsung di bawa ke rumah sakit dan mendapatkan pertolongan dengan cepat.
"Yadna" sahut Rena yang langsung memeluk Yadna yang saat ini hanya diam saja memikirkan apa pun yang terjadi padanya itu.
"Umi" ucap Yadna.
"Kamu tak apa nak" tanya Rena yang sudah melihat video yang tersebar itu, tanpa tau apa yang terjadi Rena paham kalau putri nya itu tengah di Fitnah oleh seseorang.
"Aku baik Umi" ucap Yadna.
"Syukurlah" ucap Rena.
"Bagaimana kondisi Arsala" tanya Luthfi.
"Belum ada kabar dokter masih menangani kakak" sahut Adiba.
"Kamu dari mana saja Abi sampai pusing mikirin kamu yang tidak pulang semalam" ucap Luthfi mengusap kepala Adiba yang di balut hijab.
__ADS_1
"Aku dapat kabar kalau Kakak ada di villa dan pagi ini aku melihat kalau Kak Arsala di pukuli dan di jatuhkan ke jurang" ucap Adiba.
"Siapa pelaku nya" tanya Luthfi.
Adiba menatap pada Kathir yang saat ini ada di sana juga, Adiba tidak mungkin bilang kalau pelaku itu adalah mamahnya Kathir.
"Aku tidak tau Abi, karena aku tidak melihat nya dengan jelas" ucap Adiba berbohong.
Kathir yang mendengar hal itu hanya diam dan tersenyum tipis dia tidak tau kalau Adiba akan berbohong hanya untuk menutupi aib mamahnya Kathir.
"Abi akan buat pelakunya merasakan hal yang sama" ucap Luthfi kesal.
"Sudah Abi tak apa nanti juga dapat karma nya sendiri" ucap Adiba.
"Ya tapi nak dia sudah melakukan hal itu pada Kakak mu, Abi tidak akan tinggal diam lagi, berani sekali dia membuat keluarga Abi menderita" ucap Luthfi.
"Sudah Abi tak apa" ucap Adiba.
Luthfi pun sama kesal nya pada orang yang menyebar kan video yadna, jika saja Luthfi tau orang nya siapa maka tak akan segan segan Luthfi menjebloskan orang itu ke penjara.
Dokter sudah ada di dalam selama beberapa jam sayangnya tak ada kabar dari kondisi Arsala sekarang, hal itu lah yang membuat keluarga itu menjadi cemas.
apa lagi Adiba dia melihat sendiri seberapa besar luka yang Arsala terima saat di puk uli tadi.
**
Sedangkan sekarang di kediaman Mita saat ini dia tengah tersenyum bahagia melihat berita itu yang semakin Viral dan bahkan banyak orang yang membagikan nya.
"Aku tidak sangka kalau berita ini akan sangat banyak yang melihat" gumam Mita.
Dengan bermodal akun palsu Mita memanfaatkan hal itu, bahkan banyak sekali orang yang mengomentari dan mengikuti akun Mita karena video itu.
Pak Amta datang ke sana dia melihat istrinya yang saat ini tersenyum menatap pada layar ponselnya.
"Ada apa" tanya pak Amta.
"Tidak ada" ucap Mita yang langsung terdiam saat itu juga.
Sedangkan sekarang di rumah sakit dengan wajah yang babak belur, Sisi baru saja tersadar dari pingsannya dia langsung menanyakan di mana ponselnya.
Dan tak ada seorang pun yang tau di mana ponselnya termasuk keluarga Yadna, bisa saja ponsel itu jatuh di jurang atau bahkan di ambil oleh Mita.
Saking nekad nya Sisi meminta untuk pulang sekarang karena dia ingin mengambil bukti untuk memenjarakan mamah mertua nya itu.
__ADS_1
Tak tenang rasanya bagi Sisi kalau mertua nya itu belum di tangani oleh polisi,
"Orang seperti mamah harus di penjarakan" gumam Sisi.
"Tenang lah dulu kak" ucap Yadna.
"Adna kamu tau aku punya bukti yang bisa melawan mamah" ucap Sisi.
"Tapi kak, kakak baru saja sadar dari pingsan lihat kakak masih kesakitan" ucap Yadna.
"Aku sangat ingin menghancurkan dia Yadna, tak perduli pada apa yang akan terjadi nantinya, tapi yang penting sekarang itu bagaimana menjebloskan mamah ke penjara karena kalau lama lama mamah bisa kabur" ucap Sisi.
"Mamah bukan orang yang sering berlari" ucap Kathir dengan secara tidak langsung dia membela mamahnya itu.
"Dia tidak akan lari dari masalah tapi dia akan mengelak" sahut Sisi.
Yadna menatap pada Kathir yang saat ini hanya menatap datar pada Sisi, terlihat jelas dari raut wajah Kathir kalau dia sangat marah saat mamahnya di bicarakan.
"Aku ingin segera pulang dan mencari bukti itu" ucap Sisi.
"Sabar kak" ucap Yadna.
Sedangkan di UGD saat ini Arsala di nyatakan koma karena sudah sangat lama tapi tak ada reaksi dari Arsala.
dari setiap luka di sekujur tubuhnya ada luka yang serius di dalam tubuh Arsala.
Karena hal itu Arsala di nyata koma saat ini, reaksi keluarga sangat syok dan tak percaya pada kejadian itu, Padahal saat tadi Adiba sangat jelas melihat kalau Arsala baik baik saja.
Rena adalah orang pertama yang merasa sangat sedih pada nasib putranya itu.
Apa lagi pelaku yang sebenarnya belum di temukan.
Hati ibu mana yang akan terima jika putra atau putri nya di perlakukan semena mena, jika tau siapa pelakunya Rena mungkin sudah akan datang ke rumah pelaku nya itu.
Hanya saja mereka tak bisa berbuat apa apa, memutuskan sepihak pun hanya akan membuat mereka salah paham nantinya.
Jalan keluar saat ini adalah bertanya pada Sisi, namun sayangnya saat ini Sisi tengah mengamuk karena ingin pulang mengambil bukti.
Suasana keluarga itu sangat sangat hancur mereka melihat pada nasib yadna yang mungkin saja sudah sangat menyedihkan.
Di tambah lagi mereka melihat kondisi Arsala yang saat ini sangat lemah tak berdaya di atas ranjang rumah sakit.
"Derita apa yang kau berikan ini Tuhan".
__ADS_1