
"Tadi Adiba kan" tanya Yadna terkejut melihat adiknya datang ke sana seorang diri.
"Ya sepertinya adik kamu" ucap kathir.
"Astaghfirullah mau apa dia ke sana malam malam, lihat ada penjara di sana apa dia tidak takut" geram Yadna.
"Sudahlah kamu harus tenang" ucap Kathir.
"Pak lihat dia ceroboh sekali bagaimana kalau dia di tangkap oleh orang orang itu, Arghh kenapa dia ke sana, tapi tunggu dari mana dia tau kalau Arsala ada di sana" tanya Yadna penasaran.
Yadna menatap pada layar monitor yang menampakan anak buah Mita yang tengah mundar mandir di depan pintu Villa milik Mita.
"Apa mungkin Adiba melakukan hal ini untuk Arsala" tanya Yadna.
"Mungkin, adik mana yang akan diam saja saat kakaknya di culik" ucap Kathir.
"Dari mana dia tau" tanya Yadna.
"Sudah lah jangan banyak pikiran aku tau kalau saat ini Adiba sangat aman" ucap Kathir.
"Kita ke sana sekarang" pinta Yadna menatap pada Kathir seperti memohon.
"Tidak bisa karena ini sudah malam" ucap Kathir.
Yadna memegang tangan Kathir, mencoba untuk membujuk Kathir yang saat ini sangat susah untuk di ajak pergi.
"Aku mohon pak" ucap Yadna.
Kathir merasa ada sesuatu yang tidak enak di dadanya, dia merasa panas jika bersama dengan Yadna yang sekarang mendekat padanya.
Kathir menepis tangan Yadna kasar dia langsung berdiri dari duduknya.
__ADS_1
"Sekarang sudah malam" ucap Kathir yang langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
Kathir selalu menjauh dari Yadna, saat ini dia merasa sangat risih jika berdekatan dengan Yadna, apa lagi selalu ada yang minta untuk di puaskan.
Padahal pernikahan mereka hanya sebatas saling membantu untuk keluar dari masalah itu, Namun tetap saja tak bisa di pungkiri kalau Kathir juga laki laki normal.
Walaupun pernikahan mereka hanya sebatas ajang balas dendam, tetapi tetap ijab qobul dan syahadat yang Kathir ucapkan adalah benar benar nyata.
Harusnya jika kathir meminta hak nya sebagai seorang suami maka Yadna juga tak berhak untuk menolak.
Akan tetapi Kathir terlalu Malu dan takut untuk meminta hal itu.
"Kau ini memang tidak berniat akan membantu aku, ya aku paham karena yang tengah kita lawan ini adalah ibu kamu tapi pak aku hanya meminta kamu untuk membuat aku, atau bila perlu tolong antar kan saja aku ke sana" ucap Yadna marah pada suaminya itu.
Kathir hanya diam saja tanpa berkata apa pun, Kathir merasa kalau saat ini sudah sangat larut malam dan tidak mungkin bagi mereka untuk pergi ke sana apa lagi jalanan menuju ke sana sangat rusak.
"Pak aku minta cerai" sahut Yadna menatap pada suaminya yang hanya rebahan dan menutupi diri dengan selimut.
Tak ada jawaban dari Kathir sepertinya Yadna hanya terlalu berharap jika berkata seperti itu pada Kathir.
Masih dengan perasaan kesal Yadna langsung berbaring di atas ranjang yang saat ini bahkan ada Kathir di samping nya.
Tak pernah Yadna sadari kalau Kathir ternyata sangat tidak menghargai dia.
Tanpa menunggu lama Yadna langsung tertidur dengan nyenyak, mungkin karena Yadna kecapean sehabis pulang dari acara itu.
Kathir tersenyum menatap pada Yadna yang saat ini tertidur di samping nya.
"Maafkan aku Adna tapi kamu harus tau kalau kita berangkat sekarang kau pasti akan ketiduran di jalan" ucap Kathir.
Kathir menarik selimut dan menutupi badan Yadna yang saat ini terpampang jelas di matanya.
__ADS_1
"Maafkan aku kalau kamu tak nyaman aku hanya ingin kamu tau kalau aku ini sangat sayang pada mu, aku tidak bisa menolak mu hanya saja aku tidak mungkin berdekatan dengan mu, aku juga laki laki Adna" ucap Kathir yang langsung memeluk Yadna.
Namun tangannya terasa sangat berat untuk mendekap tubuh Yadna, hanya saja dengan sekuat tenaga dia mencoba memeluk Yadna.
Dan akhirnya berhasil, kathir untuk pertama kalinya bisa memeluk Yadna walaupun saat Yadna tengah tertidur.
Seperti ada suatu perasaan yang sangat mengusik hati Kathir.
Dia merasa tenang bersama dengan Yadna, padahal sampai saat ini hubungan mereka tak berjalan dengan baik karena ego mereka terlalu besar.
Pagi ini di Villa Adiba terbangun dia menatap pada sekitar, ternyata Adiba masih ada di belakang Vila Mita dekat pohon bonsai yang terlihat sangat besar.
Adiba mengucek matanya, niat hati ingin membantu Arsala, Adiba malah terjebak dalam situasi seperti ini.
Hal sulit yang tengah Adiba hadapi itu tentu saja sudah Adiba pikirkan hanya saja pemikiran nya itu tidak berjalan dengan baik.
"Aku ceroboh kenapa tidak menghubungi Abi atau Umi terlebih dahulu" gumam Adiba.
Adiba melihat ke arah sekitar dia takut kalau di sana ada seseorang yang melihat nya, bahkan Adiba juga merasa sangat takut pada anak buah Mira itu.
"Tak sia sia aku menyewa detektif" gumam Adiba.
Flash back onn
Adiba baru saja berangkat kerja di kantor Kathir itu, namun saat ini Adiba sangat khawatir pada Arsala yang bahkan tidak pulang pulang.
Adiba tau kalau Arsala di culik dan orang yang menculik nya itu adalah Mita, ibunya Kathir.
Adiba mendapatkan nomor detektif dari salah satu tempat kerjanya.
Adiba meminta detektif itu untuk mencari tau tentang Mita karena dia juga yakin kalau orang yang menculik Arsala adalah orang tua Kathir.
__ADS_1
Adiba bangun dari duduknya dan hendak melihat ke arah Vila itu, namun saya saat Adiba melihat ke halaman depan dia melihat Arsala tengah di seret oleh seseorang.
"Mau di bawa ke mana Kak Arsa" gumam Adiba.