
Mereka makan dengan lahap namun sayang saat ini Faiz masih mengharapkan Nanda untuk pulang ke kediaman orang tuanya itu.
Suami yang mana yang tidak akan cemas saat istri yang dia sayangi tidak pulang ke rumah.
Drtt
Ponsel Faiz berbunyi saat ini dia mendapat kan pesan dari teman nya dengan satu foto yang menunjukkan Nanda tengah berada di diskotik bersama dengan beberapa lelaki.
{Faiz bukan kah dia istri mu} pesan itu datang dari teman lama Faiz.
Faiz terkejut, ya dia sangat terkejut apa lagi dia tidak menyangka kalau istri nya akan melakukan hal itu, sekarang Faiz baru saja bebas dari kantor polisi karena melakukan kesalahan besar.
Entah berapa yang Gladys keluar kan sehingga membuat Faiz bisa keluar dari penjara, namun tak sedikit pun Gladys itungan pada putra nya itu.
"Umi aku ada perlu" ucap Faiz yang langsung berdiri dari duduknya.
"Mau ke mana" tanya Rena.
"Ada perlu" ucap Faiz yang langsung pergi dari sana.
Mereka melanjutkan makannya, tak enak rasanya jika banyak bertanya apa lagi kehidupan Faiz sudah bukan urusan orang tuanya apa lagi urusan percintaan nya.
Namun Rena fokus pada Yadna yang hanya diam saja bahkan dia juga lebih sering melakukan karena memikirkan hal itu.
"Yadna ada apa" tanya Rena.
Yadna menatap pada uminya itu.
"Tidak Umi aku hanya kurang enak badan saja" ucap Yadna.
"Jangan banyak melamun nak" ucap Rena.
"Tidak Umi" ucap Yadna.
Padahal sekarang Yadna sangat takut apa lagi ucapan Arsala sangat membuat Yadna ketakutan hingga rasa menyesal.
"Kak Yadna punya kehidupan nya sendiri Umi jadi jangan di tanya tanya terus" ucap Arsala.
"Kenapa apa salah bertanya pada putri Umi" tanya Rena.
"Dia ingin hidup sendiri umi tanpa ucapan dari kita" ucap Arsala.
"Ada apa Arsa" tanya Luthfi yang menyadari kalau putra nya itu terlihat sangat marah.
"Tidak Abi aku hanya bicara fakta" ucap Arsala.
"Diam lah aku muak mendengar ucapan mu Arsa" sahut Yadna yang langsung berdiri dari duduknya dan pergi ke arah kamarnya.
"Yadna" sahut Rena yang tak enak karena ada masalah itu sedang kan di rumah nya itu ada Sofi, Mayang dan Gladys serta suaminya.
"Sudah Umi biarkan dia" ucap Arsala.
"Arsala ada apa" tanya Rena.
"Kak Yadna marah pada ku Umi, padahal aku tadi hanya ingin yang terbaik untuk dia, entahlah keperdulian aku tidak di anggap oleh nya" ucap Arsala.
"Sudahlah nanti bicara nya sekarang ayo makan dahulu" ucap Luthfi.
"Ya Abi" semua orang patuh pada ucapan Luthfi.
Semua orang hanya diam saja karena tidak mau ikut campur pada urusan keluarga Rena dan Luthfi.
Apa lagi tak enak juga jika ikut campur pada rumah tangga orang lain, kalau bukan Author sendiri yang ikut campur,, hehehe..
Di dalam kamar setelah makan malam saat ini Rena tengah bingung karena baru kali ini dia tau kalau Arsala dan Yadna tidak akur padahal dahulu walaupun tidak terlibat pembicaraan tapi hubungan mereka baik baik saja.
"Abi kamu tau tidak apa masalah Arsa dan Yadna" tanya Rena.
"Entah aku juga bingung" ucap Luthfi.
"Apa mungkin ada rahasia yang dia sembunyikan oleh mereka" tanya Rena.
"Mungkin saja tapi Umi aku gak berniat mengurusi mereka, aku tau mereka sedang tidak baik baik saja tapi kan kita tidak bisa berbuat macam macam" ucap Luthfi.
"Tidak harus berbuat macam macam Abi kita hanya perlu bertanya pada Yadna ada apa sebenarnya" ucap Rena.
"Umi sudahlah" ucap Luthfi.
"Aku akan tanyakan pada Yadna" ucap Rena.
Rena langsung pergi menuju ke kamar Yadna walaupun Luthfi melarang tapi Rena keras kepala hingga ucapan Luthfi tak pernah dia dengar.
"Astaghfirullah Umi" gumam Luthfi.
Yadna tengah mengutak atik laptop nya dia berniat akan membuat surat pernyataan kalau dia akan mengundurkan diri dari perusahaan Kathir.
"Yadna" ucap Rena yang langsung masuk ke dalam kamar Putri nya itu.
"Yadna maaf jika Umi menganggu namun Umi mau bertanya tentang kejadian tadi" ucap Rena.
"Umi aku dan Arsala sedang tidak baik baik saja, dan aku harap umi tidak bertanya alasannya" ucap Yadna.
"Ya Umi tidak akan bertanya lagi tapi Yadna hanya saja aku ingin kalian itu hidup rukun, betapa hancur nya hati seorang ibu jika melihat anak anaknya yang sering bertengkar" ucap Rena.
__ADS_1
"Maaf Umi tapi aku tidak punya masalah dengan dia hanya saja aku tidak suka pada ucapan dia" ucap Yadna.
"Siapa yang salah" tanya Rena.
"Yang salah aku tapi dia yang bicara yang membuat aku muak" ucap Yadna.
"Kalian saudara kan jadi tolong rendahkan ego kalian, Yadna kamu kakak bagi Arsala" ucap Rena.
"Ya umi aku tau" ucap Yadna.
"Malu terlihat oleh orang kalau kalian bertengkar di hadapan banyak orang, kamu tau kan kalau pemikiran orang lain itu berbeda beda takutnya mereka memvonis kamu yang salah" ucap Rena.
"Ya umi aku akan pikirkan lagi untuk meminta maaf pada Arsa" ucap Yadna.
"Ya Umi sangat berharap begitu" ucap Rena.
Sedangkan di sebuah diskotik yang tengah ramai itu terlihat kalau sekarang Faiz tengah mencari seseorang di tengah keramaian orang orang yang tengah bersenang senang.
Faiz mencari istri nya yang katanya ada di sana, sebenarnya Faiz berharap kalau foto itu hanya lah editan namun ternyata hal itu benar karena Faiz bisa melihat Nanda yang sekarang tengah bersama dengan beberapa orang laki laki dan perempuan.
Nanda berada di sofa yang ada di bawah lampu kelap kelip yang hanya terlihat remang remang saja.
"Astaghfirullah" gumam Faiz.
Faiz langsung mendekat ke arah Nanda yang tengah bersama dengan orang orang itu, namun sepertinya Nanda tidak mabuk separah teman temannya karena yang Faiz lihat Nanda baik baik saja.
"Nanda" geram Faiz.
"Mas" tanya Nanda terkejut saat melihat ada suaminya di sana.
"Aku ga sangka kau melakukan hal ini" ucap Faiz ketus pada Nanda karena tengah marah.
"Bukan nya kau sedang di penjara" tanya Nanda.
"Ya aku di penjara dan mirisnya kau tak datang, kau senang aku di penjara Nanda, Hahaha ya aku tau betul bagaimana kamu dan mulai sekarang aku akan bebaskan kamu sebebas bebas nya, mulai detik ini aku akan menceraikan kamu dan sekarang kita bukan siapa siapa lagi" ucap Faiz di hadapan semua orang.
Karena mendengar ucapan Faiz musik yang tadinya berisik pun jadi berhenti.
"Aku talak kamu sekarang juga" ucap Faiz yang langsung pergi dari sana.
Nanda hanya diam saja karena malu di lihat orang orang yang ada di sana, bahkan Nanda tak melihat Faiz lagi karena takut di anggap orang yang sangat ja hat.
"Kasihan suaminya" ucap orang orang yang ada di sana.
"Istri nya tidak mikir".
"Dia akan menyesal nantinya".
Nanda hanya menatap pada orang orang itu, marah dia sangat marah sekarang karena suaminya itu datang di saat yang salah.
Pagi hari nya rencana nya Gladys akan pulang ke rumah Mayang bersama dengan suaminya.
Dua hari di rumah Rena membuat Mayang tidak mau pulang.
Apa lagi saat ini Mayang terpaksa pulang karena putri nya sudah datang ke kota dan akan menemani nya di rumah nya.
"Aku pamit ya" ucap Mayang pada Rena.
"Ya Mah aku akan usahakan untuk datang melihat mamah" ucap Rena.
"Jangan lama lama" ucap Mayang.
"Ya mah" ucap Rena.
Namun sekarang Gladys masuk ke dalam kamar Faiz yang sejak semalam hanya ada di dalam kamar nya saja.
"Aku sudah menceraikan Nanda" ucap Faiz pada ibu kandung nya itu.
"Apa" tanya Gladys tak percaya.
"Semalam aku melihat dia tengah bersama dengan lelaki asing di diskotik, aku marah" ucap Faiz.
"Ini terserah pada mu Nak kami tidak bisa melarang" ucap Farid.
"Ya pak Ustadz" ucap Faiz.
"Sabarlah nak, oh ya ini ada uang anggap saja ini pemberian dari Ayah kandung kamu, sisa uang kemarin saat kami menebus kamu" ucap Gladys.
"Tapi mah tidak perlu, aku tidak butuh itu bahkan saat kalian mau membantu aku saja aku sudah bahagia dan bersyukur" ucap Faiz.
"Tak apa ini milik kamu, selama ini ayah mu tidak pernah menemui kamu dan aku mau kalau kamu ambil uang ini dan gunakan dengan baik" ucap Gladys.
"Ambil lah nak" ucap Farid.
"Terima kasih" ucap Faiz.
"Ya sama sama" ucap Gladys.
"Maaf karena baru menyadari kasih sayang mu" ucap Faiz.
"Tak apa nak aku tidak pernah minta untuk di anggap, hanya saja aku sayang pada mu tulus, aku juga sadar diri kalau seharusnya aku menganggap mu sejak dahulu tapi aku terlalu membenci kamu, maafkan aku" ucap Gladys menyesal.
"Tak apa aku paham" ucap Faiz.
__ADS_1
"Nak aku sangat sayang pada mu, dan sekarang jalani kehidupan mu dengan normal ya aku gak mau kamu terlibat dengan kasus seperti ini lagi" ucap Gladys.
"Ya mah, rencana nya aku akan ke luar negeri aku akan lupakan ini semua aku malu pada orang orang yang ada di sini" ucap Faiz.
"Doa ku menyertai mu nak" ucap Gladys.
Faiz menatap pada Farid yang saat ini ada di sana.
"Pak Ustadz terima kasih karena sudah mau menjaga mamah, dan aku harap kamu bisa menjaga mamah dengan baik" ucap Faiz.
"Aku janji" ucap Farid.
"Terima kasih sudah mau menerima aku sebagai putra mamah, tak semua orang bisa seperti diri mu" ucap Faiz.
"Nak kau juga putra ku kan, jadi tolong panggil saja aku Abi atau bapak saja tak apa" ucap Farid.
"Terima kasih Abi" ucap Faiz.
Farid langsung mengusap kepala Faiz yang sekarang tau tentang diri nya sendiri, Farid tidak akan melarang Gladys untuk menganggap Faiz, Farid malah senang karena istri nya itu bisa di dekat kan lagi dengan anak kandungnya.
"Baiklah nak kami harus pulang, kalau butuh apa apa datang lah pada ku" ucap Farid.
"Ya Abi" ucap Faiz.
Gladys pulang ke kediaman Mayang, sekarang tanpa berlama lama Faiz akan langsung berangkat ke luar negeri karena ingin membersihkan namanya di sana.
Faiz juga berencana akan memulai kehidupan dia di sana sendirian tanpa orang yang dia kenal di masa lalu.
Semua keluarga sudah tau kalau Faiz sudah menceraikan Nanda bahkan mereka juga tau alasan Faiz ke luar negeri untuk apa.
Rena dan Luthfi hanya bisa mendukung saja pada apa yang putra nya itu mau apa lagi sudah tugas mereka untuk mendukung.
"Kenapa tidak menunggu sampai kamu berangkat saja" tanya Rena yang tau kalau Faiz akan berangkat ke luar negeri sekitar satu Minggu lagi karena harus mengurus surat surat yang lain.
"Tidak Umi banyak urusan yang harus aku kerjakan sekarang" ucap Faiz.
"Ya jaga diri kamu baik baik Nak" ucap Luthfi.
"Pasti Abi" ucap Faiz.
Faiz berangkat dari sana menuju ke arah hotel yang akan dia tempati untuk sementara waktu sampai dia berangkat ke sana, dengan modal uang dari Gladys dia bisa berangkat ke luar negeri.
Untuk Faiz author hapus dari Novel ini ya, gak akan author bahas lagi, sekarang fokus pada masalah Yadna dan Kathir.
Hari ini Yadna akan berangkat ke perusahaan Kathir untuk memberikan surat pengunduran diri itu.
Dia sudah tidak mau berurusan lagi dengan Kathir atau siapa pun yang berhubungan dengan Kathir.
Yadna sudah mantap pada keputusan nya itu, dan dia berharap kalau dia tidak akan bertemu dengan Kathir lagi suatu saat nanti.
Yadna berjalan ke arah ruangan bosnya itu, dengan langkah yang di percepat dia ingin sekali cepat sampai ke sana, semua orang menatap pada Yadna yang Sekarang sangat berbeda apa lagi mata Yadna yang seperti nya membengkak karena banyak menangis.
Tok
Tok
"Masuk" sahut Kathir.
Yadna masuk ke dalam ruangan itu dan betapa terkejutnya saat Kathir melihat Yadna ada di sana berdiri di hadapan nya.
"Akhir nya kau datang juga" ucap Kathir.
"Pak aku hanya ingin memberikan ini" ucap Yadna memberikan surat itu pada Kathir.
"Apa ini" tanya Kathir.
"Surat pengunduran diri aku" ucap Yadna.
"Tidak aku tidak akan membiarkan kamu jauh dari ku" ucap Kathir.
"Stop bersikap perduli pak" ucap Yadna.
"Aku sayang pada mu tulus, ayo menikah dengan aku" ucap Kathir.
"Aku tidak mau" ucap Yadna.
"Aku menghubungi kamu tapi sayang kamu tidak pernah menjawab pesan bahkan Telpon aku, Adna aku sangat menyayangi keputusan kamu" ucap Kathir.
"Pak jangan bersikap seperti ini, kau tau kan kalau pun kita menikah aku adalah istri yang haram untuk kamu sentuh" ucap Yadna.
"Tidak ada yang haram Adna apa lagi kamu akan menjadi istri aku" ucap Kathir.
"Pak aku tidak mau bersikap egois" ucap Yadna.
"Jangan berpura pura tegar aku tau kamu lemah, Adna aku bisa melihat dari mata kamu yang bengkak itu, aku tau kamu pasti lemah kan makannya ayo bersama dengan aku" ucap Kathir.
"Aku tidak ingin" ucap Yadna.
"Jangan egois Adna bagaimana kalau kamu hamil" tanya Kathir.
Deg
Air mata Yadna yang dengan susah payah dia tahan akhirnya jatuh juga, Yadna takut bahkan dia juga tidak bisa berpikir jernih karena ketakutan itu.
__ADS_1
Yadna menangis sesenggukan karena merasa kasihan Kathir langsung memeluk Yadna yang sekarang tengah rapuh itu.
"Sabar kan diri mu Adna" bisik Kathir.