Aku Seorang Janda Ustadz

Aku Seorang Janda Ustadz
bab 124 permintaan maaf Nanda


__ADS_3

Sekarang Faiz merasa terpojok dia tidak bisa kemana mana sekarang apa lagi banyak yang benci padanya sekarang.


"Bagaimana sekarang" tanya Nanda.


"Ini semua salah kamu, kalau saja kamu tidak seburuk itu mungkin Umi akan memaafkan kita dan kita gak akan malu untuk datang ke sana lagi" ucap Faiz.


"Kok jadi aku yang salah" ucap Nanda.


"Emang salah kamu" ucap Faiz marah.


"Ayolah kita balik lagi ke rumah Umi kamu aku akan minta maaf pada mereka" ucap Nanda.


"Baiklah ayo" ucap Faiz yang mengikuti apa pun yang istri nya katakan itu.


Mereka menuju ke arah rumah Uminya, namun di perjalanan Faiz menerima telpon yang membuat dia berhenti melajukan mobilnya.


Drtt


📞📞


"Ya ada apa" tanya Faiz.


"Tuan rumah ada di ada yang sita, bahkan besok katanya akan di lelang" ucap Anak buah Faiz.


"Benarkah" tanya Faiz.


"Ya tuan datang lah esok, akan banyak orang penting yang datang besok, jadi anda pasti aman tuan" ucap anak buah nya.


"Astaga" ucap Faiz.


📞📞


Faiz meremas rambutnya dengan kasar dia tidak bisa percaya pada apa yang baru saja terjadi itu.


"Argh" geram Faiz.


"Ada apa mas" tanya Nanda.


"Rumah akan di lelang" ucap Faiz.


"Oh ya bagaimana barang barang kita" tanya Nanda.


"Semuanya di lelang dan besok akan di adakan lelang di sana" ucap Faiz.


"Lalu apa kamu akan membelinya lagi" tanya Nanda.


"Tidak aku tidak punya uang, dan ini salah mu Nanda karena sudah membiarkan sertifikat rumah di gadaikan" ucap Faiz.


"Aku gak tau, dulu aku berpikir kalau aku akan membayar hingga lunas tapi sayang aku salah" ucap Nanda.


"Diam lah aku masih marah, sekarang yang paling penting kita pulang ke rumah Umi dahulu" ucap Faiz.


"Baiklah ayo" ucap Nanda.


Nanda sudah bersiap untuk bersandiwara nanti nya dia sangat ingin bersembunyi apalagi jika teman nya melihat kalau dia masih ada di sana mungkin Nanda akan di keroyok teman teman nya karena Nanda banyak hutang.


Mereka sampai di kediaman Keluarga Luthfi, tanpa menunggu lama Nanda langsung masuk ke dalam sana dia akan meminta maaf pada Mertua nya itu.


"Usaha kan kau sampai sujud Nanda tak apa hanya untuk sekarang saja" batin Nanda.


Nanda melihat ada keluarga suaminya yang sekarang tengah berkumpul di ruang tamu yang ada di sana.


"Umi" ucap Nanda yang langsung bersujud di hadapan Rena yang sekarang tengah menikmati teh buatan Adiba.

__ADS_1


"Umi maafkan aku" ucap Nanda sambil sesenggukan.


"Ada apa ini" tanya Rena yang langsung mengangkat tubuh Nanda supaya tidak bersujud padanya.


"Bangun lah" titah Rena.


"Umi maafkan aku" ucap Nanda bermohon pada mertua nya itu.


"Maaf untuk apa" tanya Rena pura pura tidak tau, dia mau putra dan menantu nya itu jujur pada apa yang sudah mereka lakukan itu.


"Aku sudah mencuri perhiasan Umi, tapi umi aku menggunakan uang itu untuk membayar hutang, aku ingin sekali bebas dari masalah ini, maafkan aku Umi karena sudah lancang pada mu" ucap Nanda.


"Tak apa, aku maafkan tapi lain kali jangan ya" ucap Rena.


"Ya umi terima kasih" ucap Nanda.


"Ngapain memaafkan wanita seperti dia" sahut Sofi yang sekarang sangat geram pada cucunya itu.


"Mah sudah" ucap Rena menatap pada mamahnya itu.


"Jangan terlalu baik Rena terkadang anak sendiri pun bisa memanfaatkan kita" ucap Sofi.


Nanda merasa sangat kesal pada Nenek mertuanya itu,


"Sudah tua juga masih saja banyak bac ot" batin Nanda.


Luthfi hanya diam saja dia tidak berani bicara karena takut nya Rena akan marah, apa lagi jika mencampuri hubungan mertua dan menantu itu.


"Sudah tak apa" ucap Rena.


"Umi aku juga mau meminta maaf karena belum bisa menjaga istri ku dengan baik" ucap Faiz.


"Ya tak apa sekarang Umi maafkan tapi lain kali Umi harap tak akan melakukan ini lagi" ucap Rena.


"Ya Umi kami berjanji" ucap Faiz.


Berbeda dengan Rena dia tidak menjadi adik atau kakak tiri karena biasanya anak sebapak itu akan di anggap saudara asli.


"Kenapa kalian keluar dari rumah Nenek Mayang" tanya Rena bertanya pada Faiz yang sekarang tengah membawa koper.


"Tidak Umi, kami hanya tidak mau menyusahkan saja, lagi pula kami tidak terlalu baik dengan bibi Gladys" ucap Faiz.


"Menyusahkan siapa, Gladys itu kan Bibi kalian jadi dia pasti akan senang" ucap Rena.


"Umi aku harap kita tidak akan membahas itu lagi" ucap Faiz.


"Ya baiklah" ucap Rena.


Luthfi langsung pergi dari sana meninggalkan semua orang yang masih berbincang bincang.


"Abi mau ke mana" tanya Faiz.


Luthfi menatap pada Faiz.


"Abi akan bekerja" ucap Luthfi.


"Oh" ucap Faiz.


Nanda tak memperdulikan keluarga itu, Nanda malah memperdulikan Sofi yang menatap nya penuh dengan kebencian.


bahkan Nanda juga sangat tak suka pada Nenek dari suami nya itu.


"Kamu mau makan apa" tanya Rena.

__ADS_1


"Rena biarkan mereka mengambil makanan sendiri, jangan di layani mereka bukan tamu" ucap Sofi.


"Sudah Mah tak apa hanya makan saja" ucap Rena.


"Tak sepantasnya dia diam saja Rena" ucap Sofi menatap sinis pada Nanda.


"Tak apa Umi nanti kita yang ambil sendiri" ucap Faiz.


"Ya baiklah, Umi akan menjemur pakaian yang ada di belakang" ucap Rena.


"Ya Umi" ucap Adiba.


"Adiba antar aku ke kamar" titah Sofi.


"Baiklah Nek ayo" ucap Adiba.


Adiba mengantar kan Sofi ke kamarnya sudah beberapa hari ini Adiba hanya diam saja di rumah bahkan dia belajar di rumah sendirian karena Arsala sibuk dengan pekerjaan paruh waktu nya.


Adiba merasa sangat kesepian tanpa Arsala padahal sejak kecil mereka hidup bersama harus nya rasa sayang itu hanya tumbuh sebagai adik kakak saja, tetapi sayang mereka lebih dari sekedar sayang tapi mereka juga memiliki rasa keinginan untuk saling memiliki satu sama lain.


Arsala sudah beberapa hari tidak pulang dia ingin menjauhi adiknya itu, berharap kalau setelah mereka jauh Arsala bisa melupakan Adiba.


Tetapi mereka malah saling merindukan, seolah ada magnet di antara kedua tubuh itu.


Arsala bahkan sangat sangat ingin mengungkapkan rasa cinta nya itu, tapi sayang dia tak mungkin melakukan nya apa lagi Adiba adalah adiknya.


Menurut Arsala, Adiba itu bagaikan bintang yang bersinar di langit, dan membuat Arsala jatuh dalam keindahan cahaya nya tapi sayang semakin indah cahaya nya maka akan semakin susah untuk meraihnya.


"Sadarkan diri mu Arsa" gumam Arsala pada dirinya sendiri.


Sedangkan di Perusahaan saat ini Yadna akan pulang, hari sudah mulai sore dan cuaca sedikit mendung sekarang.


Yadna sangat kebingungan dia hanya bisa menunggu taksi yang dia pesan datang.


Namun belum juga taksi nya datang hujan lebat sudah turun bahkan dengan petir juga yang bersahutan di langit.


"Bagaimana ini" gumam Yadna.


"Sekertaris Adna" ucap Kathir yang sekarang masih ada di perusahaan nya.


"Ya" tanya Yadna.


"Bisa bantu aku" tanya Kathir.


"Apa" tanya Yadna.


"Aku akan ada acara di perusahaan Yonasta dan acaranya itu besok aku bingung harus mengajak siapa, mau kah kamu ikut bersama dengan ku" ucap Kathir.


"Kenapa tak mengajak sekertaris Rini saja" tanya Yadna.


"Sekertaris Rini sangat sibuk besok" ucap Kathir.


"Oh ya" tanya Yadna.


"Ya" ucap Kathir.


Yadna berpikir sebentar dia tak mungkin langsung menyetujui dia takut akan ada urusan mendadak yang tak bisa Yadna tinggal kan.


"Baiklah aku mau" ucap Yadna.


"Kamu bisa, Alhamdulillah akhirnya aku punya doubel date" ucap Kathir.


"Baiklah pak aku akan pulang sekarang terima kasih, selamat sore dan sampai jumpa lagi esok" ucap yadna.

__ADS_1


"Besok pukul satu sore harus sudah bersiap" ucap Kathir.


"Ya" ucap Yadna yang langsung pergi dari sana untuk pulang ke rumah nya.


__ADS_2