Aku Seorang Janda Ustadz

Aku Seorang Janda Ustadz
bab 51 Mengajari Gladys


__ADS_3

Luthfi akan pergi dari sana namun dia ingat sesuatu, Luthfi menatap pada Gladys yang sekarang duduk bersama dengan Rena.


"Berapa usia kandungan mu" tanya Luthfi.


"Delapan bulan" ucap Gladys.


"Apa, Gladys kenapa kau sangat ceroboh apa kau tak berpikir tentang anak itu, Gladys harus nya kau datang lebih awal kalau seperti ini bagaimana, anak itu tak kau anggap" ucap Luthfi.


"Maksudnya" tanya Gladys.


"Harusnya anak dalam kandungan itu harus ngadain selamatan, saat usia kandungan kamu 4 bulan dan tujuh bulan kalau sudah delapan bulan begini bagaimana" ucap Luthfi.


"Kakak aku sebentar lagi akan melahirkan dan aku akan secepatnya pergi dari sini" ucap Gladys.


"Setelah kau melahirkan aku akan bawa kau ke pesantren aku akan titip kan kau pada Abah, aku gak mau kamu semakin tersesat Gladys kau ini beruntung karena ada aku yang bisa membantu mu kalau aku gak ada kau akan minta bantuan pada siapa" tanya Luthfi.


"Aku akan ke pesantren kalau kau gak ada di sini kau pasti ada di pesantren" ucap Gladys.


"Maksud aku bukan seperti itu, Gladys sekali lagi kau berbuat ulah aku akan pasti kan mamah tau biar dia yang menghukum mu" ucap Luthfi.


"Ya maaf" ucap Gladys.


"Jangan membantah aku gak suka kalau di bantah, sekarang minta ijin sama mamah kau akan tinggal di sini, sembunyikan kandungan mu dari nya" ucap Luthfi yang langsung menuju ke kamar nya.


Gladys menatap pada Rena.


"Kakak ipar terima kasih kau sudah mau membantu aku, tapi tolong rahasia kan ini dari mamah aku janji setelah aku siap aku akan beri tau mamah" ucap Gladys.


"Kamu gak perlu khawatir, aku akan rahasia kan ini, oh ya seperti ucapan Gus Luthfi sebaiknya kamu ke pesantren ya, belajar agama lah di sana kamu akan baik baik saja di sana" ucap Rena.


"Tapi kakak ipar aku gak tau bagaimana pesantren" ucap Gladys.


"Kamu tenang saja kamu akan di ajari di sana" ucap Rena.


"Baiklah" ucap Gladys.


Gladys membuka korslet yang membalut perut nya Gladys memakai kaos polos dan rok mini jadi dia terlihat seperti tak hamil.


Gladys memperlihatkan perut nya pada Rena dia melihat perutnya.


"Kak lihat perut aku jadi besar" ucap Gladys mengusap perut nya.


"Ya begitulah saat kamu menyembunyikannya bayi itu kamu sama saja tak mengakui dia, tapi sekarang kamu sudah mengakui nya dan karena sudah di akui dia jadi membesar" ucap Rena.


"Apa ini sihir" tanya Gladys tak percaya.


"Bukan tapi ini efek dari korslet itu" ucap Rena.


"Oh begitu ya" ucap Gladys.


"Ya mungkin saja, ya sudah aku akan ke kamar dulu, oh ya Gladys aku akan ambil kan baju untuk mu" ucap Rena.


"Baju panjang seperti mu" tanya Gladys.


"Ya aku gak punya baju pendek" ucap Rena.


"Ya terserah lah tapi yang dadanya belah ya" ucap Gladys.


"Dadanya belah" tanya Rena.


"Ya yang menampakan dadanya" ucap Gladys.


"Aku gak punya" ucap Rena.


"Ya terserah lah" kesal Gladys.


Rena hanya tersenyum mendengar hal itu, Rena langsung menuju ke arah kamar namun tak ada Luthfi di sana.


Rena menuju ke arah ruang kerja suaminya benar saja dia melihat suaminya, namun Rena tak berani masuk karena dia baru saja melihat kalau Luthfi tengah membereskan ruangan kerja nya yang berantakan.


"Gus Luthfi ada apa" gumam Rena tak berani masuk.


Luthfi memungut satu persatu berkas yang berserakan di lantai, Luthfi juga mengumpulkan pecahan gelas yang ada di lantai.


"Pasti terjadi sesuatu" gumam Rena.


Luthfi mengusap air mata nya yang keluar dia tak bisa membendung lagi kesedihan nya, Luthfi hanyalah seorang laki laki yang cengeng jika menyangkut masalah keluarga nya.


Di balik sikap Luthfi yang keras dan dingin itu ada pria lemah dan pengecut yang membuat Luthfi merasa sangat hancur.


"Huh aku menyesali perbuatan ku ini" ucap Luthfi sambil mengusap air mata nya.


Beberapa menit sebelum nya..


Luthfi masuk ke ruang kerja nya, dia duduk di Sofa yang ada di sana.


"Sampai kapan masalah datang pada ku" gumam Luthfi.


Tanpa di sangka air mata Luthfi menetes membasahi pipinya yang mulus, dia merasa sangat lemah namun Luthfi berusaha untuk kuat di hadapan istri nya.

__ADS_1


Luthfi hilang kendali dia marah pada orang yang menghamili adiknya, walaupun Luthfi tak menampakkan kasih sayang nya pada Gladys tapi dia sangat sangat sayang pada Gladys.


Luthfi menendang meja yang ada di ruangan nya itu, bahkan dia juga membuat berantakan berkas berkas yang ada di atas meja itu.


Brakk


Prakk


Gelas yang ada di atas meja terjatuh dan pecah, Luthfi juga sampai meninju meja yang ada di sana.


Bugh


Tangan Luthfi kesakitan bahkan berdarah juga, dia sangat marah, Mungkin kalau saja Luthfi tau siapa yang melakukan nya mungkin Luthfi akan melampiaskan amarahnya itu pada laki laki yang sudah berani menyentuh adiknya.


Namun Luthfi juga tidak menyalah kan laki laki itu sepenuhnya karena Gladys juga salah dia pasti yang memulainya.


"Bagaimana cara Laki laki tua itu mendidik Gladys dia sampai hamil seperti ini, apa kasih sayang mamah tak tulus pada Gladys" gumam Luthfi mengusap air mata nya.


Luthfi menatap pada barang barang yang berserakan itu dia menyesal Melakukan nya.


"Ini lah yang paling aku takutkan saat aku marah, aku selalu hilang kendali dan aku akan menyesali apa pun yang aku lakukan" gumam Luthfi tersenyum.


Sebagai seorang kakak dia tak tega melihat adiknya yang seperti itu, dia menyayangkan kehidupan Gladys apa lagi dia masih muda dan kehidupan nya masih panjang.


Yang Luthfi takutkan adalah saat Gladys besar nanti, akan kah ada laki laki yang mau menjadikan Gladys sebagai istri nya?, akan kah ada yang menerima Gladys sepenuh nya?, mungkin saja Luthfi bisa merahasiakan itu semua tapi bagaimana mungkin suami nya nanti akan menerima nya?..


"Ya Alloh kehidupan Gladys akan hancur" gumam Luthfi menangis menumpahkan semua kesedihan nya.


Luthfi sekarang dalam keadaan lemah dia tak bisa menahan kesedihannya itu.


"Akan kah ada orang yang akan menerima nya, Aku takut kehidupan nya akan hancur dia tak salah apa apa, hanya karena kesalahan orang tuanya dahulu dia jadi ikut kena getahnya, bagaimana anaknya nanti ya Alloh, akan kah aku dan Rena sanggup mengasuh anaknya, Hah aku berpikir terlalu jauh sekarang, ya Alloh tolong jangan beri kan masalah lagi pada Gladys, aku harap suaminya nanti mampu menerima nya" ucap Luthfi sambil menangis.


Luthfi mengacak rambut nya, dia stres tentu saja bahkan masalah nya saja belum selesai dan sekarang di tambah lagi masalah Gladys.


Luthfi beristighfar dia langsung membereskan itu semua satu persatu.


Rena yang saat ini menatap suaminya pun merasa terharu karena Luthfi bisa menahan amarahnya di hadapan banyak orang.


Namun Rena juga tak mungkin membantu menyelesaikan masalah itu karena dia tak tau harus bagaimana.


Rena melihat kalau Luthfi sudah selesai membereskan semua nya.


Rena masuk ke dalam ruangan Luthfi.


"Gus kenapa" tanya Rena.


"Rena, oh ini aku tak sengaja memecahkan gelas, maaf" ucap Luthfi.


Namun Rena melihat tangan Luthfi yang terluka.


"Gus ini kenapa, tuh kan makannya hati hati jadi luka kan" ucap Rena.


"Tak apa hanya luka biasa, dimana Gladys" tanya Luthfi.


"Ada di bawah aku akan pinjamkan baju untuk nya" ucap Rena.


"Ya pinjam kan dia memakai baju tapi tak seperti memakai baju" ucap Luthfi.


"kamu tenang saja" ucap Rena yang langsung memeluk suaminya dia tak tega melihat suami nya itu.


"Sayang bisa ambil kan aku minum aku mau minum aku haus" ucap Luthfi.


"Ya Gus" ucap Rena.


Rena langsung pergi dari sana dia melihat lagi pada suami nya, Rena tersenyum dan di balas oleh Luthfi.


Rena mengambil baju gamis dan memberikan nya pada Gladys.


"Kakak ipar yang benar saja" ucap Gladys.


"Aku gak punya yang lain" ucap Rena.


"Baiklah" ucap Gladys dia mengganti pakaian nya di sana di hadapan Rena.


Jujur saja sebagai seorang wanita Rena malu melihat sikap Gladys yang bar bar dan terkesan tak tau malu itu.


"Apa aku tak terlihat seperti ibu ibu" tanya Gladys.


"Tidak" ucap Rena.


"Perut aku jadi besar" ucap Gladys.


Rena memegang perut Gladys,


"Mau gak aku ajari caranya menebus kesalahan kamu" tanya Rena.


"Emang bisa" tanya Gladys.


"Gak yakin cuman kita lakukan saja" ucap Rena.

__ADS_1


"Baiklah" ucap Gladys.


Rena menatap pada Gladys, jujur saja jika Rena perhatikan Gladys seperti wanita polos yang sangat sangat polos.


"Mungkin cara ini tak mungkin menembus kesalahan mu tapi cara ku ini bisa membantu kamu jauh lebih paham pada apa yang salah dan apa yang benar" batin Rena.


Rena melihat pada Leher Gladys yang merah.


"Ini kenapa" tanya Rena menunjuk pada leher Gladys.


"Ini karena laki laki tua itu" ucap Gladys.


"Laki laki tua" tanya Rena.


"Sini kakak duduk" ucap Gladys menyuruh Rena duduk di kursi itu.


"Kakak tau di kota aku menjadi simpanan om om gak heran sih teman aku juga sama begitu, malam itu aku ingat aku gak makan pil KB jadi aku kebobolan, tapi kakak tau gak laki laki itu tampan dia sangat berkharismatik dia kaya, tapi usianya juga masih sangat muda mungkin lebih muda dari pada Kak Luthfi, sayangnya dia punya istri" ucap Gladys.


Rena memegang pundak Gladys.


"Rahasiakan ini dan jangan sampai ada orang lain yang tau" ucap Rena.


"Oke" ucap Gladys.


Rena tersenyum dia tak sangka usia Gladys lebih tua dari nya tapi pikiran nya seperti anak kecil yang masih sangat polos.


"Rena ayo Sholat" sahut Luthfi dari atas tangga.


"Ya Gus" ucap Rena.


Rena Melihat kalau suami nya masuk duluan ke mushola.


"Gladys ayo Sholat" ucap Rena.


"Sholat apa itu" tanya Gladys.


"Sebuah pekerjaan yang Fardhu namun kita harus melakukan nya, mungkin di usia kita wajib untuk melakukan nya, ayo" ucap Rena.


"Aku juga pernah lihat di Mesjid kan, semua orang berjajar terus nungging sampai sujud" ucap Gladys.


"Bukan nungging tapi Rukuk" ucap Rena.


"Oh bagaimana cara aku melakukan nya" tanya Gladys.


"Ikut saja aku sekarang aku akan ajarkan" ucap Rena.


"Baiklah ayo" ucap Gladys.


Mereka melaksanakan Sholat Maghrib berjamaah, setelah selesai sholat Rena mengalami tangan Luthfi.


Gladys akan melakukan nya tapi Luthfi menolaknya dia merasa kalau Gladys bukan lah Makhrom nya padahal Gladys adiknya tapi saudara seibu saja tak meyakinkan mereka adik kakak.


Yang Luthfi tau kalau kandung seibu saja tak membuktikan saudara kandung, namun kalau saudara se Ayah maka sudah tak di ragukan lagi.


"Kau pilih kasih" ucap Gladys.


"Rena Istri ku dan kau siapa" tanya Luthfi.


"Aku Adik mu" ucap Gladys.


"Terserah" ucap Luthfi.


Rena akan mengajarkan Gladys bacaan Sholat namun Rena tak yakin kalau Gladys bisa membaca Al Qur'an.


Rena akan menanyakan nya namun Rena akan bertanya dengan caranya, dia tak mau bertanya sampai menyinggung Gladys.


"Gladys ayo baca Al Quran" ucap Rena.


"Al Qur'an" tanya Gladys.


"Ya ayo kamu pakai Al Qur'an punya aku dan aku pakai punya Gus Luthfi" ucap Rena.


"Tapi aku gak tau caranya" ucap Gladys.


"Oh baiklah aku akan ajarkan" ucap Rena.


Rena mengambil Iqro dia membuka iqra satu yang paling pertama.


"Kita belajar dari yang ini ya" ucap Rena.


"Baiklah" ucap Gladys mangut mangut.


Luthfi tersenyum mendengar hal itu, dia memunggungi kedua wanita itu, Luthfi tak sangka kalau istri nya bisa mengajari Gladys yang menyebalkan itu.


"Andai saja dari dulu aku bawa Gladys mungkin sekarang dia sudah mengejar agama di pesantren" batin Luthfi.


Rena menunjuk satu persatu huruf.


"Yang ini A bentuk nya panjang dan yang melengkung itu BA titiknya satu di bawah, dan yang titik nya dua di atas TA yang titiknya tiga SA" ucap Rena.

__ADS_1


"Oh baiklah" ucap Gladys.


__ADS_2