Aku Seorang Janda Ustadz

Aku Seorang Janda Ustadz
bab 74 Kecelakaan


__ADS_3

Mayang baru saja bangun dia melihat ke arah ruangan itu, Mayang memegang kepalanya yang terasa sangat pusing.


"Astaga aku ketiduran" gumam Mayang.


Mayang langsung membawa tasnya dia keluar dari kamar yang aneh itu.


Mayang melihat ke arah bar yang sekarang sepi itu.


"Jeng sudah bangun" tanya Sofi yang mendekat pada Mayang.


"Bagaimana aku bisa di sini" tanya Mayang.


"Kamu mabuk sangat banyak kemarin" ucap Sofi.


"Oh baiklah aku akan pulang maaf aku memakai kamar mu" ucap Mayang yang langsung pergi dari sana.


Sofi hanya tersenyum melihat hal itu,


"Dia sangat tak tau malu" gumam Sofi.


Mayang mengambil kunci mobil nya yang ada di dalam tasnya namun dia ingat kalau hpnya tak ada.


"Hp kemana" tanya Mayang.


Mayang mencari cari hpnya tapi tetap tak ada di dalam tasnya dia langsung masuk lagi ke dalam bar yang tadi dia lewati tadi, namun tak ada yang Mayang temukan hpnya hilang.


"Apa ada yang ngambil" gumam Mayang.


"Ada apa Jeng" tanya Sofi yang mendekat pada Mayang.


"Hp aku gak ada" ucap Mayang.


"Hp kamu yakin, kamu gak memberikan nya pada orang lain" tanya Sofi.


"Ya mungkin di tangan anak buah ku" ucap Mayang.


"Mungkin saja makannya jangan membawa orang lain masuk ke dalam kamar yang kamu tempati apa lagi ini bar aku tapi kamu jajan di luar" ucap Sofi.


"Ya aku tau, oh ya kamu gak kerja" tanya Mayang.


"Aku kerja? apa aku harus setiap hari bekerja" tanya Sofi.


"Ya kan perjanjian nya setiap hari" ucap Mayang.


"Ya sebentar lagi aku akan berangkat" ucap Sofi yang langsung masuk ke dalam ruangan nya.


Sofi sangat kesal dia tak tau harus berbuat apa sekarang semakin hari dia semakin tak suka pada Mayang.


"Ternyata aku memilih teman yang salah" gumam Sofi.


Mayang pulang dia masih sangat pusing, dia lupa di mana dia menyimpan hpnya.


"Rasanya semalam aku menyimpan nya di tas" gumam Mayang.


Tapi dia tak terlalu memperdulikan hal itu dia masih harus membuat rencana untuk mendapatkan harta Luthfi.


"Aku sangat pusing sekarang" gumam Mayang.


Saat ini sudah siang hari, Revan merasa tenang saat dia tau kalau rencana nya berjalan dengan lancar.


"Aku ikhlas kalau Tuan yang mereka celakai tapi aku gak akan ikhlas kalau Nona Rena yang di sakiti oleh orang orang itu" gumam Revan.


Namun Revan melotot saat melihat tuan nya itu datang ke sana.


"Tuan" ucap Revan.


"Ya Van" tanya Luthfi yang akan mengambil beberapa berkas yang dia butuh kan sekarang.


"Di mana Nona" tanya Revan.


"Rena berangkat tadi aku ada pekerjaan mendadak aku membiarkan Rena berangkat sendirian" ucap Luthfi.


"Apa" tanya Revan terkejut dia langsung panik takutnya orang orang itu mencelakai Rena.


"Ada apa kamu seperti panik begitu" tanya Luthfi.


"Tidak aku hanya baru ingat kalau hari ini ada kelas" ucap Revan yang langsung pergi dari sana meninggal kan Luthfi di sana.


Saat di garasi rumah Lutfhi, Revan akan menghubungi orang orang itu untuk tidak berbuat macam macam pada Rena.


📞📞


"Hallo tuan" ucap Revan.


"Ya ada apa" tanya orang itu kesal.


"Tuan tolong jangan apa apakan Nona" ucap Revan.


"Aku gak akan melakukan apa apa tapi kenapa kau tak bilang kalau dia punya bayi, hah menyusahkan saja, gini saja aku akan kembalikan bayi itu pada mobil yang sudah ada di jurang itu kamu datang dan ambil saja" titah orang itu.


"Jurang" tanya Revan tak percaya.


"Ya mobil itu masuk jurang mungkin supir nya sudah mati kamu tenang saja mobil itu tak akan kebakaran karena aku pasti kan kalau mobil itu tak mengalami kebocoran apa pun" ucap orang itu.

__ADS_1


"Baik tuan" ucap Revan.


📞📞


Revan cemas dia takut kalau Rena kenapa kenapa Revan bukan suka pada Rena tapi dia hanya menghargai Rena saja apalagi Rena sangat baik padanya.


"Bagaimana sekarang" gumam Revan.


Sedangkan Luthfi saat ini dia tengah mencari berkas yang dia butuh kan di ruang kerjanya.


Luthfi mendapati ponsel nya yang berbunyi.


"Ummi" nama orang yang menelpon Luthfi.


Dan nama kontak itu adalah Rena, Luthfi tersenyum dia pikir kalau Rena sudah sampai di pesantren.


📞📞


"Ya Rena ada apa" tanya Luthfi.


"Dengan suami dari pemilik hp ini" tanya seorang laki laki yang menelpon Luthfi.


"Ya saya suaminya tapi di mana istri saya" tanya Luthfi panik.


"Pak mobil yang istri bapak tumpangi mengalami kecelakaan sekarang mobilnya ada di jurang saya akan kirimkan alamatnya" ucap orang itu.


"Kecelakaan" tanya Luthfi panik.


📞📞


Di tempat kejadian Luthfi datang ke sana bersama dengan Revan.


Sebelum berangkat Luthfi turun dari lantai atas rumah nya dia melihat Revan akan berangkat Luthfi meminta Revan untuk mengantar nya ke tempat kejadian kecelakaan.


Luthfi tak menyangka kalau dia akan melihat mobil kepunyaan nya berada di jurang namun dia tak memperdulikan mobil nya yang dia perduli kan sekarang adalah Rena dan Faiz yang tadi ada di dalam mobil itu.


Luthfi langsung turun ke jurang itu, jurang nya tak terlalu dalam namun tetap saja sebuah mobil pasti akan bermasalah kalau masuk ke jurang.


Di sana banyak orang namun mereka tak bisa berbuat apa apa karena mereka akan menyerahkan Kasus ini pada kepolisian.


Luthfi melihat keadaan mobil itu dia melihat ke arah dalam mobil ternyata di dalam ada Faiz yang sedang menangis dan pak supir yang mengalami pendarahan di kepala nya dan dia dalam kondisi pingsan.


"Van bantu aku membuka pintu ini" titah Luthfi.


"Baik tuan" sahut Revan.


Revan membuka paksa pintu mobil itu dia akan menyelamatkan pak supir sedang kan Luthfi dia akan menyelamatkan bayi Faiz yang sekarang sedang menangis.


Prakk.


Kaca Jendela mobil itu pecah Luthfi bisa membuka pintu dia langsung menggendong bayi Faiz yang menangis di sana.


Revan membantu mengeluarkan pak supir tapi saat itu asap tebal memenuhi mobil Luthfi panik.


Tapi pandangan nya tak jelas asap hitam itu menutupi matanya.


Luthfi mencari istri nya yang tak ada di dalam mobil.


Revan menarik Luthfi untuk keluar dari mobil karena takutnya mobil itu akan kebakaran, setelah Luthfi keluar Revan langsung mengeluarkan barang barang yang ada di bagasi.


Tanpa mereka sadar mobil itu langsung terbakar mungkin karena adanya bensin juga yang membuat api semakin membesar.


Luthfi panik dia ingin mencari Rena tapi sayangnya Rena tak ada di dalam.


"Tuan mundur" sahut Revan yang langsung menarik Luthfi untuk menjauh dari mobil yang terbakar itu.


"Van dimana Rena" tanya Luthfi.


"Nona" ucap Revan.


Luthfi langsung memberikan Faiz pada pangkuan Revan, tanpa di duga Luthfi langsung membuka pintu mobil itu dia sengaja membukanya karena Luthfi mengira kalau Rena ada di dalam.


Luthfi tak memperdulikan tangan nya yang terbakar karena api yang membakar mobil itu.


"Rena" teriak Luthfi.


Pemadam kebakaran dan polisi datang ke sana bahkan ambulans juga datang untuk membawa Pak Supir dan Faiz ke rumah sakit.


Luthfi mempercayakan semua itu pada Revan, sedang kan dia akan menunggu di sana untuk mencari Rena.


Bahkan Luthfi juga sengaja meminta tim sar untuk datang dan mencari Rena.


"Tuan mustahil jika istri anda keluar kalau pintu mobil terkunci dari dalam, mungkin saja istri anda sudah tiada karena terbakar" ucap Polisi yang tengah menangani kasus ini.


"Apa? kamu bilang kalau Rena aku sudah meninggal" geram Luthfi marah.


Sebenarnya dia panik benar benar panik dia ingin sekali menangis tapi bagaimana mungkin dia harus kuat untuk mencari Rena di sana.


"Bantu aku kalau kau tak mau membantu pergi saja" sahut Luthfi.


"Tuan kami akan membantu semaksimal mungkin" ucap Polisi itu.


Tim SAR datang ke sana mereka akan mencari Rena, walaupun mustahil bagi orang orang itu karena Rena bisa keluar dari mobil yang di kunci dari dalam.

__ADS_1


"Di mobil kami tidak menemukan apa apa pak bahkan tak ada abu dari jenazah di dalam" ucap Polisi pada kepala tim SAR itu.


"Baiklah ayo kita cari" ucap Tim SAR itu.


Beberapa tim SAR di kerahkan ke tempat itu untuk mencari Rena, padahal jika di pikirkan dengan akal sehat benar juga apa yang polisi itu bicarakan.


Namun apa salahnya jika mencari untuk menyenangkan hati Luthfi, mereka juga berpikir kalau pemikiran Luthfi akan benar.


Salah satu tim SAR melihat ada hp yang tergeletak tak jauh dari tempat mobil yang terbakar itu.


"Pak saya menemukan ini" Sahutnya.


Luthfi langsung mendekat pada orang itu dia berharap kalau ada bukti yang menguatkan kalau Rena masih hidup.


"Apa itu" tanya Luthfi.


"Sebuah ponsel dengan merek ternama" ucap polisi yang langsung menyala kan ponsel itu.


Luthfi melihat wallpaper hp itu ternyata foto keluarga Mayang bersama dengan Herman.


"Tunggu pak ini hp" ucap Luthfi.


"Anda tau pak" tanya Polisi itu.


"Itu hp mamah saya" ucap Luthfi yang sekarang tengah berusaha baik baik saja.


"Anda mengenal nya apa ibu anda ikut dalam kecelakaan ini" tanya Polisi.


"Tidak pak seingat saya istri saya hanya sendirian" ucap Luthfi.


"Lalu kenapa hp mamah anda di sini" tanya Polisi itu.


"Mungkin saja ini kasus penculikan dan penculik nya adalah orang yang mempunyai hp ini" ucap seorang Polisi.


"Ya mungkin saja" ucap yang lain.


"Tapi mobil nya terkunci dari dalam" ucap polisi yang lain.


"Apa di sini ada saksi mata" tanya ketua tim SAR.


"Tidak pak jalanan ini sangat sepi jadi tak ada yang akan melihat nya" ucap warga di sana.


"Rena kamu di mana" batin Luthfi yang ingin menangis.


Sedangkan di sisi lain Mayang tengah memijat keningnya yang masih sangat sakit karena mabuk semalam.


Mayang seperti kedatangan tamu karena terdengar dari suara ketukan pintu yang terdengar di teras rumah Mayang.


Mayang berjalan ke arah pintu.


"Siapa" tanya Mayang yang langsung melotot saat melihat orang yang datang ke sana.


Di rumah sakit saat ini Revan tengah panik dia masih tak bisa tenang jika dia tidak tau kabar dari nona nya itu.


"Astaga kenapa nona yang menjadi korban" gumam Revan.


BI Cici yang mendapat kan kabar langsung datang ke sana.


"Revan ada apa" tanya Bi Cici.


"Bi, saat ini Nona mengalami kecelakaan Bayi dan pak Supir sedang di rawat" ucap Revan.


"Lalu di mana Nona" tanya Bi Cici.


"Nona tidak di temukan" ucap Revan.


"Kenapa bisa" tanya Bi Cici.


"Mobil nya kebakaran polisi berpikir kalau nona terbakar di dalam mobil" ucap Revan.


"Apa" tanya Bi Cici yang langsung luruh ke lantai dia tak bisa mendengar kan berita itu.


"Astaghfirullah nona" tangis Bi Cici pecah saat mendengar kalau Nona nya tak ada.


Revan semakin panik dia akan menghubungi orang itu lagi untuk menanyakan kabar Rena sekarang.


{Bagaimana kabar Nona} pesan dari Revan.


{Dia baik baik saja, kamu tenang saja ingat hanya kamu yang tau masalah ini jadi jangan di bicara kan pada siapa pun} balas nya.


Revan merasa tenang saat tau kabar Rena yang baik baik saja, Revan saat ini merasa sangat bersalah pada Luthfi karena dia tau keberadaan Rena tapi dia bungkam.


"Ya Alloh apa aku akan berdosa karena berbohong seperti ini" gumam Revan.


Hari semakin sore tim SAR sudah mencari sampai ke ujung jurang itu tapi tak ada tanda tangan Rena di sana.


Luthfi mulai putus asa hatinya justru membenarkan ucapan para polisi itu.


"Pak apa kita akan ke rumah Mamah anda saja" tanya polisi itu.


"Tidak pak biar aku saja dulu yang datang ke sana, setelah aku kabari bapak untuk datang aku harap bapak bisa datang" ucap Luthfi.


"Baik pak" ucap Polisi itu.

__ADS_1


__ADS_2